Arsip Bulanan: Juni 2009

Ki H. Anom Suroto, Abiyasa Lahir

 

abiyasa

abiyasa

 

Prabu Dirgabahu, raja Wirata betul-betul merasa masygul karena putri satu-satunya, Dewi Durgandini menderita penyakit aneh yang belum tersembuhkan.  Kendati berparas cantik, tubuh Durgandini mengeluarkan aroma amis yang tercium hingga 10 yojana.  Berbagai upaya telah ditempuh namun belum juga membuahkan hasil, hingga Durgandini dijuluki Dewi Rara Amis.

Diluar dugaan, keadaan Durgandini yang seperti itu tidak menyurutkan para raja maupun putra raja dari berbagai negara untuk mempersunting Dewi Durgandini.  Hal ini diketahui setelah putra Prabu Dirgabahu yaitu Raden Durgandana melaporkan bahwa dirinya telah menerima lamaran dari 999 raja maupun putra raja dari berbagai penjuru dunia.

Untuk menghindari perselisihan antar para pelamar diputuskan bahwa calon suami Durgandini akan ditetapkan melalui sayembara pilih.  Prabu Dirgabahu akan mempersiapkan panggung dan akan mendudukkan Durgandini diatas panggung itu.  Untuk selanjutnya, Durgandinilah yang diberikan purba wasesa untuk memilih calon suaminya.

Sementara itu, kahyangan Jonggringsaloka geger dipengaruhi oleh bertapanya Raden Palasara yang menginginkan Batari Rukmawati salah satu bidadari kayangan yang juga guru Palsara untuk menjadi isterinya.  Para dewa kewalahan untuk membangunkan semedi Palsara, bahkan dengan cara kekerasan sekalipun.  Alhasil diambil kebijakan oleh Sanghyang Guru agar Batari Rukmawati menitis kepada Dewi Durgandini.

 

durgandini
durgandini

 

Dalam perjalanannya, Palasara bertemu dengan Durgandini dan berhasil menyembuhkan penyakit amis yang dideritanya dan bahkan mampu merubah aroma tubuh Durgandini menjadi harum wangi yang tercium sampai 100 yojana.  Lebih dari itu, Palasara kemudian memperisteri Durgandini.  Dari perkawinan tu, lahir 2 orang anak laki-laki dampit yang kemudian diberi nama Seta dan Abiyasa.  Selanjunya dengan kesaktiannya, Palasara berhasil menciptkan sebuah kerajan yang diberi nama Gajahoya.

Pada saat bersamaan Raden Durgandana datang dengan membawa perintah dari Prabu Dirgabahu agar Dewi Durgandini pulang ke Wirata untuk menggelar sayembara pilih karena  sang Prabu tidak ingin mengecewakan para raja yang berniat melamar Durgandini.  Semula durgandini menolak karena dirinya sudah menikah dengan Palasara.  Akan tetapi untuk menjaga wibawa Prabu Dirgabahu, Palasara meminta Durgandini untuk pulang dan menjalankan titah ayahandanya, dengan pesan agar nantinya dia tidak akan menjatuhkan pilihan sebelum Palasara datang untuk ikut sayembara.  Palasara akan datang dengan membawa anaknya, Abiyasa.

Alkisah, setelah turun tahta Prabu Sentanu tinggal di pertapaan bersama dengan Raden Dewabrata, hasil perkawinannya dengan Dewi Amba.  Sejak ditinggal ibundanya, Dewabrata kecil tak henti-hentinya menangis menanyakan ibunya.  Karena itulah, Sentanu bermaksud mengikuti sayembara pilih di Kerajaan Wirata dengan harapan bisa mendapatkan ibu bagi anaknya, Dewabrata.  Maka berangkatlah mereka ke Wirata untuk mengikuti sayembara.

 

palasara
palasara

 

Dewi Durgandini memenuhi pesan Palasara untuk tidak menjatuhkan pilihan dan turun panggung jika Palsara bersama Abiyasa belum datang.  Dia telah menolak sekian banyak pelamar sambil menanti kedatangan Palasara dan Abiyasa.  Pada saat itulah Sentanu dan Dewabrata datang untuk mengikuti sayembara.  Karena Wajah Sentanu yang mirip Palasara dan kedatangannya yang menggandeng seorang anak, maka tak syak lagi hati Durgandini.  Dia segera turun panggung dan menjatuhkan pilihan pada lelaki yang baru saja datang dengan mengajak anaknya tersebut.

Nasi telah menjadi bubur dan tak pantas bagi Durgandini untuk mencabut keputusannnya kendati pada kenyataannya dia salah dalam menjatuhkan pilihan. Dia telah menjatuhkan pilihan kepada Sentanu dan bukan kepada Palasara yang datang belekangan.

Bagaimana nasib Palsara selanjutnya dan bagaimana pula dengan Abiyasa berikut Kerajaan Gajahoya? Dalam cerita Mahabara versi Pustaka Rajapurwa muncul pula tokoh benama Rupakeca dan Kecakarupa serta Rajamala.  Siapa mereka dan bagaimana namanya terangka dalam lakon ini?

 

sentanu
sentanu

 

Dengan hasil riping yang ala kadarnya karena pita kaset aslinya yang putus disana-sini, kami telah berusaha untuk mengkonvert dalam bentuk digital yang tentusaja jauh dari sempurna guna kami peresembahkan kepada anda untuk melengkapi referensi anda tentang audio wayang kulit mendampingi koleksi anda oleh dalang-dalang lain yang telah pula membawakannya, semoga bermanfaat.

Disini file-file itu tersimpan……………….

  1. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 01
  2. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 02
  3. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 03
  4. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 04
  5. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 05
  6. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 06
  7. Anom Suroto, Abiyasa Lahir 07

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Sasrawindu

Sasrawindu_soloKeberhasilan para pandhawa, betul-betul merupakan sebuah siksaan batin bagi Prabu Duryudana berikut para kurawa, sehingga kehadiran Prabu Sasrawindu –anak dari mendiang Prabu Kangsadewa- dari kerajaan Engkapura (Cempapura), merupakan obat bagi Raja Astina ini.  Karena selain ingin berguru kepada Pendhita Durna, Sasrawindu juga bersedia membantu Kurawa melenyapkan Pandhawa.  Gayung bersambut, Sasrawindu juga bermaksud melenyapkan Prabu Baladewa dan Prabu Kresna yang telah membunuh ayahnya, yaitu Prabu Kangsadewa.

Tak lama berselang, berkobar perang besar di Negara Mandura.  Prabu Baladewa dan Raden Gatutkaca dapat dilumpuhkan oleh Prabu Sasrawindu.  Peperangan segera merambat ke Dwarawati.  Tetapi saat itu Sri Kresna sedang bertapa ditunggui seekor naga dan garuda.  Namun kedua binatang inipun dapat dikalahkan oleh Sasrawindu dan berubah wujud menjadi senjata Cakrabaskara dan kembang Wijayakusuma.  Celakanya, pakaian Prabu Kresna yang tertinggal disitu dipakai oleh Sasrawindu dan menjadikannya berubah wujuh menjadi Prabu Kresna.  Sedangkan Kresna sendiri saat itu sedang menghadap Sanghyang Wenang.  Perjalanan Sasrawindu dilanjutkan ke Amarta untuk menghancurkan Pendhawa.

Bagaimana akhir serita ini?  Kami persilahkan anda untuk mengikuti MP3 WAYANG KULIT  dengan dalang KI H Anom Suroto, dengan dukungan seniwati Nyi. Tantinah, Nyi Sarwosri, Nyi Sumini, Nyi Suyatmi, Ny Sukani dan Nyi Sunyahni.

(Dikutip dari Sampul Kaset Sasrawindu)

File lakon Sosrowindu kami perembahkan untuk anda download disini…………….

  1. Anom Suroto, Sasrawindu 1
  2. Anom Suroto, Sasrawindu 2
  3. Anom Suroto, Sasrawindu 3
  4. Anom Suroto, Sasrawindu 4
  5. Anom Suroto, Sasrawindu 5
  6. Anom Suroto, Sasrawindu 6
  7. Anom Suroto, Sasrawindu 7
  8. Anom Suroto, Sasrawindu 8

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA


(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Wahyu Makutharama

Epos Besar Ramayana dan Mahabarata sebenarnya merupakan cerita yang terpisah antara satu dengan yang lain.  Ramayana ditulis oleh Valmiki kira-kira tahun 200 SM sedangkan Mahabarata baru ditulis beberapa ratus tahun kemudianoleh Viyasa.

Akan tetapi dalam versi Pustaka Raja Purwa yang banyak dijadikan referensi di Jawa, dimodifikasi seakan ada benang merah antara kedua epos tersebut.  Jelasnya, Mahabarata merupakan “kelanjutan” dari Ramayana.

Wahyu Makutharama ini  merupakan Lakon Carangan yang dirangkai sedemikian rupa untuk menemukan missing link antara Ramayana dan Mahabarata.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Anoman yang dijadikan sentral untuk merangkai kedua epos tersebut.

Nah, untuk mengurangi rasa penasaran anda bagaiman KI H Anom Suroto merangkai  epos besar tersebut, selayaknya anda mengikuti cerita ini.  Sekali lagi, banyak dalang yang telah membawakan lakon ini tetapi sebagaimana kita makan sate, kendati bahan dan bumbunya sama tetapi masing-masing tukang sate mempunyai kekhasan masing-masing yang tentunya tidak untuk dibandingkan tatapi, nikmati saja.

 

Saya persilahkan anda untuk download Lakon Wahyu Makhutharama oleh Ki H Anom Surata di ling berikut ini:

  1. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 01
  2. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 02
  3. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 03
  4. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 04
  5. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 05
  6. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 06
  7. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 07
  8. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 08
  9. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 09
  10. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 10
  11. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 11
  12. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 12
  13. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 13
  14. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 14
  15. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 15(tamat)

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Anoman Maneges

anoman

Negara Astina kedatangan seorang pendhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana yang kedudukannnya disejajarkan sebagai kembang etaman dengan Pendita Durna.  Lomana bukan saja menjadi pujangga keraton Astina tetapi juga menjadi guru bagi kurawa dan –bahkan- pandawa.

Lomana juga berniat mendamaikan perselisihan Pendawa dan Kurawa, mengagalkan Perang Baratayudha dan menyatukan negara Astina dan Amarta dan berbiat menjadi raja.

Menurut Lomana pula, perselisihan antara Pendhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.  Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

Arjuna dan Wrekudara bersama para kurawa diperintahkan untuk menjalakan rencana ini.

Tentu saja rencana ini tidak pernah berhasil, tapi bagaimana ceritanya? Dan dimana peran penting Anoman sehingga dijadikan judul dari lakon ini?

Jawabnya dapat ada temukan setelah tuntas mendengarkan mp3 wayang kulit yang dibawakan dengan manis oleh dalang kondang Ki H. Anom Suroto.

File-filenya kami sediakan untuk anda download disini……………..

  1. Anom Suroto, Anoman Maneges 01
  2. Anom Suroto, Anoman Maneges 02
  3. Anom Suroto, Anoman Maneges 03
  4. Anom Suroto, Anoman Maneges 04
  5. Anom Suroto, Anoman Maneges 05
  6. Anom Suroto, Anoman Maneges 06
  7. Anom Suroto, Anoman Maneges 07
  8. Anom Suroto, Anoman Maneges 08

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

KI H. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha

 

Raden Kakrasana
Raden Kakrasana

 

Sekali lagi, ketika sepi dari kegiatan, kebiasaan saya yang gampang bosan kambuh lagi.  Dari gojeg dengan anak-anak yang nampaknya juga sudah agak bosan dengan cara saya gojeg yang begitu-begitu saja, saya beralih ke televisi.  Acara TVpun tak banyak memberikan harapan ketika sinetron ditayangkan, deba-debat yang menyesakkan hati disiarkan dan live show yang menurut saya gak patut disawang babar blas justru membuat hati semakin suntuk.

Perhatian saya beralih ke radio, dan mak klethes (saya meminjam istilah Pak Basiyo) terdengar siaran wayang kulit yang menurut saya, siapapun dalangnya, adalah merupakan hiburan alternatif yang sayang jika terlewatkan.  Setelah 5 menit mendengarkan, muncul gagasan saya kenapa tidak langsung saja direkam?  Bukankan ini mungkin akan lebih manfaat bagi banyak orang.

Setelah 10 menit mempersiapkan ubarampe rekaman yang kesemuanya ketlisut dan harus ubeng-ubengan mencari, akhirnya  operator studio rekaman siap menjalankan tugas.  Oleh karena itu, permintaan maaf perlu saya sampaikan jika rekaman ini tanpa prolog (kalau dalang bilang: ada-ada) dan  tanpa talu langsung Pathet 6 jugag.

Lebih parah lagi, durasi masing-masing file tidak sama, bahkan potong sana potong sini yang terasa sangat mengganggu tidak dapat saya hindarkan.  Semua ini terjadi karena ketika saya ketiduran waktu gara-gara dan terbangun keesokan harinya, saya temukan asisten saya Mr. Audacity Freesoftware, telah melakukan perekaman selama lebih dari 4 jam.  Setelah sholat subuh saya putar lagi untuk mencari iklan-iklannya terus tombol sakti dell bekerja tak kurang 15 kali. Jadilah file mp3 wayang kulit dengan judul yang cukup merangsang KAKRASANA WISUDHA.

Cerita ini sejatinya sama dengan Semar mBarang Janturnya Ki Nartosabdho, tetapi sebagaimana Kang Prabu menjelaskan bahwa masing-masing dalang memiliki karakter dan besutan-besutannnya sendiri, alhasil mendengarkan wayang bukan masalah kita hafal ceritanya atau tidak, tetapi lebih bagaimana kita memaknai setiap elemen yang ada di pewayangan itu.  Baik gendhing, antawacana, carangan (improvisasi) dan –tentusaja- nilai filosofis yang terkandung didalamnya atau (paling tidak) lebih baik daripada menonton acra TV seperti termehek-mehek, orang ketiga dan sejenisnya.  Atau dalam pengertian modern seperti dikatakan Gustav Tretag, bahwa seni pertunjukan (baca: teater) lebih dari sekedar hiburan semata-mata.  Hal ini tentunya berlaku juga untuk wayang kulit.

Terkait dengan rekaman saya yang gothang gangsul yang dengan bangga tetap saya persembahkan untuk anda ini, moga-moga menjadikan anda  lebih arif dan memupuk rasa kesabaran tanpa harus menyalahkan siapapun (termasuk yang ngrekam) jika ternyata anda sering terganggu jiwa dan hati anda mendengarkan hasil rekam dan editing yang tidak nyaman ini.

File-filenya disini. Selamat mendengarkan …….

  1. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 01
  2. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 02
  3. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 03
  4. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 04
  5. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 05
  6. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 06
  7. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 07
  8. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 08
  9. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 09
  10. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 10
  11. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 11
  12. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 12
  13. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 13

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Bima Maneges (Video)

gambar bima manegesBeberapa waktu lalu saya pernah upload Bima Maneges Ki H Anom Suroto dalam Format MP3 maka guna melengkapi, kami upload lakon tersebut dalam format VIDEO.

Pernah tersirat dalam hati saya untuk mengupload file ini melalui YOUTUBE, tetapi mengingat sebagaimana saya, beberapa rekan ada yang belum familiar dalam mendownload file di youtube, belum lagi format FLV yang seringkali tidak bisa dibuka dengan sembarang player, maka saya fikir akan lebih baik jika saya gunakan cara bodon dengan memecah file tersebut hingga dibawah 100 MB kemudian saya upload lewat 4shared, dengan konsekuensi saya harus Sign Up lagi di 4shared guna mendapatkan ruang  5 GB yang saya perkirakan bisa menampung 2 judul video wayang dengan kualitas terbaik.

Sebagaimana saya yang awam soal komputer, saya minta kepada anda untuk mengikuti logika awam saya tersebut dan saya perlu menginformasikan kepada anda beberapa langkah yang bisa anda lakukan jika berkenan download file ini.

  1. Lakon Bima Maneges ini sejatinya terdiri dari 6 keping CD dengan kapasitas masing-masing kira-kira 600MB.
  2. Setelah saya Copy dalam bentuk DAT, masing-masing CD saya beri judul Bima Maneges (A, B,C,D,E ,F)
  3. Kemudian masing masing saya Judul saya pecah dengan menggunakan software Gsplit, sehingga hasil spliternya berekstensi GSD, maka untuk masing-masing akan menjadi
    1. disk1.EXE. (Aplikasi GSplit)
    2. disk1.gsd.
    3. disk2.gsd.
    4. disk3.gsd.
    5. disk4.gsd.
    6. disk5.gsd.
    7. disk6.gsd.
    8. disk7.gsd.
    9. Dst…. dimana masing-masing judul jumlahnya tidak sama
  4. Hasil spliter tersebut kemudian kami masukkan kedalam sebuah folder dan saya upload via 4shared termasuk aplikasi Gsplitnya.
  5. Maka jika anda berhasil download 1 judul lengkap berikut aplikasinya, anda bisa kembali mggabungkan file-file tersebut menjadi 1 judul dalam format DAT, tentunya setelah di komputer anda terinstal Gsplit.
  6. Software Gsplit dapat anda download disini, atau silahkan anda download bersamaan dengan Bima Maneges A.
  7. Jika tidak masu susah-susah, file GSD bisa dibuka dengan Jet Audio maka langsung aja diputer mentah-mentah.
  8. Bingung? Ya barangkali anda juga sebingung saya dalam mencari cara ketika ingin berbagi koleksi Ki Anom Suroto umtuk  anda.

Percayalah, setelah anda bersusah payah download maka akan terasa lebih nikmat saat anda menikmati hasilnya.

Selanjutnya, saya persilahkan jika anda bermaksud mengunduh file-file tersebut.

  1. Bima Maneges A
  2. Bima Maneges B
  3. Bima Maneges C
  4. Bima Maneges D
  5. Bima Maneges E
  6. Bima Maneges F

Selamat menikati


Ki H. Anom Suroto, Bima Maneges (MP3)

BIMA

Berikut ini kami sajikan pula Lakon Bima Maneges oleh Ki H Anom Suroto yang merupakan rekaman dari pertunjukan langsung (bukan rekaman studio)

Dari file mP3 tersesebut sebenarnya saya ingin mengupload File Videonya juga, tetapi karena saya kesulitan untuk memecah filenya yang hampir 1 GB tersebut, keinginan saya untuk menyajikan sabetan Mas Pamungkas Bayu Aji  jadi tertunda untuk  beberpa saat.

Insya Allah, jika ada para sutresna yang bersedia membantu pasti akan lebih cepat sampai ke harddisk anda.

Berikut file Bima Maneges MP3 untuk anda download

  1. Anom Suroto, Bima Maneges 1
  2. Anom Suroto, Bima Maneges 2
  3. Anom Suroto, Bima Maneges 3
  4. Anom Suroto, Bima Maneges 4
  5. Anom Suroto, Bima Maneges 5
  6. Anom Suroto, Bima Maneges 6

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Abimanyu Lahir

Alkisah.  ketika Prabu Kresna mendapat undangan dari Arjuna perihal Kelahiran Anak I Dewi Wara Subadra, Negara Dwarawati sedang mendapat ancaman perang dari Prabu Jaya Murcita raja Plangkawati ,

Ancaman perang dari Raja Plangkawati tersebut didasari atas dendam ketika kakak Jaya Murcita yaitu Jaya Seti yang harus mati ditangan Arjuna setelah Jaya Seti  gagal mengawini Wara Subadra.  Disamping itu juga atas bujukan Jim Damdarat yang merasa dendam karena Rajanya, yaitu Jin Yudhistira harus menyerah kepada Puntadewa dan menyerahkan Kerajaan Amarta kepada Pandawa.

Pada saat yang sama, kahyangan geger akibat bertapanya Raden Werkudara dalam upaya mencari Wahyu Widayat yang merupakan Wahyuning Ratu dan karena jerih payahnya, Werkudara berhasil mendapatkan Wahyu Ratu tersebut.

Sayangnya, terdorong terlalu bahagia atas kelahiran anak pertama Arjuna, Werkudara melanggar wewalwer yang berakibat berpindahnya Wahyu Widayat dari Werkudara kepada Abimanyu.

Kendati ripping audio yang saya hasilkan jauh dari memuaskan ditambah lagi adanya bolong-bolong disana sini karena kaset aslinya yang memang sudah tak berfungsi, akan tetapi karena KI H Anom Suroto membawakannya dengan nyaris sempurna, tetap saja enak dinikmati.

Alhasil, jika ada suara krusek-krusek dan pletak pletok saat mendengarkan rekaman ini, tidak terasa mengganggu tetapi justru terasa seperti mendengarkan wayang kulit sambil menikmati jagung bakar, anggap saja begitu.

Untuk menikmatinya, silahkan download filenya disini……………………

  1. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 01
  2. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 02
  3. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 03
  4. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 04
  5. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 05
  6. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 06
  7. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 07
  8. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 08
  9. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 09
  10. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 10
  11. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 11
  12. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 12
  13. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 13

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Sejarah Kumandang Adzan

Adzan atau azan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya shalat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap shalat 5 waktu. Lafadz adzan terdiri dari 7 bagian:

  1. Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 kali); artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
  2. Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali) “Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah”
  3. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali) “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”
  4. Hayya ‘alash sholah (2 kali) “Mari menunaikan shalat
  5. Hayya ‘alal falah (2 kali) “Mari meraih kemenangan”
  6. Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 kali) “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”
  7. Lailaha ilallah (1 kali) “Tiada sesembahan selain Allah”

Sejarah adzan dan iqamah

Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu salat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. Usul lainnya adalah nyala api di atas bukit. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi, tetapi beliau menukar lafal itu dengan baca selengkapnya

Asal muasal adzan berdasar hadits

Lafal adzan tersebut diperoleh dari hadits tentang asal muasal adzan dan iqamah:

Abdullah bin Zaid telah berkata: Suatu saat Rasulullah SAW menyuruh memukul lonceng agar orang-orang berkumpul untuk shalat. Ketika aku tidur, seorang lelaki yang membawa lonceng dengan tangannya mengelilingiku. Akupun berkata kepadanya: “Wahai hamba Allah, apakah engkau menjual lonceng itu?” Dia berkata: “Apa yang akan kau lakukan dengannya?” Ia berkata: Maka kujawab: “Kami gunakan untuk panggilan shalat.” Dia berkata: “Apakah kau mau kuberitahu yang lebih baik dari itu?” Ia berkata: Maka kukatakan padanya: “Tentu.” Dia berkata: “Kau ucapkan:

  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
  • Hayya ‘alash sholah (2 kali)
  • Hayya ‘alal falah (2 kali)
  • Allahu Akbar Allahu Akbar
  • La ilaha illallah

Asal muasal iqamah

Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: “Kau katakan jika shalat akan didirikan:

  • Allahu Akbar, Allahu Akbar
  • Asyhadu alla ilaha illallah
  • Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
  • Hayya ‘alash sholah
  • Hayya ‘alal falah
  • Qod qomatish sholah (2 kali), artinya “Shalat akan didirikan”
  • Allahu Akbar, Allahu Akbar
  • La ilaha illallah

Begitu subuh, aku mendatangi Rasulullah SAW kemudian kuberitahu beliau apa yang kumimpikan. Beliaupun bersabda: “Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, insya Allah. Bangkitlah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar diadzankannya (diserukannya), karena sesungguhnya suaranya lebih lantang darimu.” Ia berkata: Maka aku bangkit bersama Bilal, lalu aku ajarkan kepadanya dan dia yang berazan. Ia berkata: Hal tersebut terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Dia berkata: “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Maka bagi Allah-lah segala puji.”

HR Abu Dawud (499), at-Tirmidzi (189) secara ringkas tanpa cerita Abdullah bin Zaid tentang mimpinya, al-Bukhari dalam Khalq Af’al al-Ibad, ad-Darimi (1187), Ibnu Majah (706), Ibnu Jarud, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, dan Ahmad (16043-redaksi di atas). At-Tirmidzi berkata: “Ini hadits hasan shahih”. Juga dishahihkan oleh jamaah imam ahli hadits, seperti al-Bukhari, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan yang lainnya. Demikian diutarakan al-Albani dalam al-Irwa (246), Shahih Abu Dawud (512), dan Takhrij al-Misykah (I: 650).

Macam-Macam Style Adzan

Dalam perkembangannnya adzan dikumandangkan sesuai dengan kemampuan muadzin yang (umumnya) didasari latar belakang budaya masing-masing.

Berikut ini kami sajikan style (cengkok) adzan dari berbagai negara dan tentu saja ADZAN JAWA STYLE (CENGKOK JAWA), dan untuk melengkapinya kami sertakan pula software Waktu Sholat.

Adzan MP3

  1. Adzan Jawa Style
  2. Adzan Subuh
  3. Adzan Yusuf Islam
  4. Adzan UEA
  5. Adzan Turkey1
  6. AdzanTurekey2
  7. Adzan Syiria
  8. Adzan Mesir 1
  9. Adzan Mesir 2
  10. Adzan Makkah 1
  11. Adzan Makkah 2
  12. Adzan Madinnah
  13. Adzan Hussain Radjab
  14. Adzan Bosnia
  15. Adzan Abdel Bassid
  16. Adzan Subuh Mesir
  17. Adzan Subuh Makah 1
  18. Adzan Subuh Mekkah 2
  19. Adzan Subuh
  20. Doa Sesudah Adzan
  21. Iqomah
  22. Software Waktu Sholat

Terlepas dari semuanya, dengan diperdengarkannya adzan mengharuskan anda untuk segera memenuhi panggilanNYA.

Selamat Menunaikan sholat………………

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Referensi : http://rini-budiastuti.blogspot.com/2009/01/sejarah-adzan.html

MP3 Wayang Kulit

gunungan

gunungan

Kadangkala muncul kerinduan kita pada pagelaran wayang kulit yang sekarang mulai jarang bisa kita saksikan.  tetapi kadang mendengar bisa lebih nikmat daripada melihat, oleh karena itu bagi anda yang suka wayang kulit, berikut kami siapkan beberapa judul untuk anda nikmati.

Materi ini terkumpul dengan berbagai upaya mulai dengan convert manual dari pita kaset ke digital, sumbangan teman-teman dan paringan dari Mas Prabu.  Jika di blog ini dirasa masih kurang kami antar anda untuk menikmati (bila dipandang perlu, ngunduh) milik Mas Prabu.

Berikut ini kami siapkan untuk anda bebera Lakon Wayang Kulit dalam format MP3 disini…….

Selamat Menikmati

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)