Dagelan Banyumasan

Peang Penjol. Awak ApesSaya bukan orang Banyumas atau daerah sekitarnya yang berbicara dengan logat “ngapak-ngapak” dan “blekutuk-blekutuk” tetapi banyak teman saya yang berasal dari sana,  (bahkan dari “sana” pula seorang wanita hebat, berkepribadian, lembut dan penuh kharisma pernah singgah dihati saya yang mebuat saya benar-benar  “ngapak-ngapak” dan “dan “blekutuk-blekutuk” jiwa raga).  MerekalaPeang Penjol, Guyon dadi lakonh yang memperkenalkan saya pada beberapa karya besar seni Banyumasan, diantaranya Dagelan.  Saya merasa bahwa dialog, plot maupun tema yang diangkat begitu sederhana, lugas dan terasa sangat akrab.

Begitu tertariknya saya pada Dagelan Banyumasan, maka dalam setiap kesempatan saya berusaha mencari materi yang disamping saya nikmati, juga Peang Penjol, Iguh Pertikelsaya upload untuk anda.

Beberapa judul berhasil saya ketemukan untuk anda download dan nikmati, yaitu

  1. Curanmor (Zip)
  2. Peyang Penjol 1
  3. Peyang Penjol 2
  4. Peyang Penjol 3
  5. Pendeng Gepeng, nDara Seperak A
  6. Pendeng Gepeng, nDara Seperak B
  7. Peang Penjol, Ciri Wanci
  8. Peang Penjol, Nunggal Karep
  9. Peang Penjol, Pinter Keblinger
  10. Peang Penjol, Guyon Dadi Lakon
  11. Peang Penjol, Awak Apes
  12. Peang Penjol, Iguh Pertikel

Juga perlu saya kutipkan artikel dari http://koran.kompas.com/read/xml/2009/04/16/14431976/revitalisasi.dagelan.banyumas yang ditulis oleh Tegus Triaton sebagai referensi anda sembari mendengarkan Guyonan Segar ala Banyumas.

Revitalisasi “Dagelan” Banyumas

Oleh Teguh Trianton

Dagelan merupakan salah satu akar tradisi yang menjadi bagian dari karakter atau watak wong Banyumas. Tradisi ini melengkapi karakter lain, seperti cablaka (transparan), apa adanya, egaliter, dan glogok sor atau suka mengumbar ukara (ucapan). Dagelan sesungguhnya merupakan salah satu bentuk sastra lisan tertua di Banyumas, di samping Dalang Jemblung. Keberadaan seni Dagelan setali tiga uang dengan seni Dalang Jemblung. Keduanya nyaris punah tergerus modernisasi.

Dagelan berasal dari kata ndagel yang artinya melucu, sehingga Dagelan diartikan sebagai lelucon atau tingkah yang mengundang dan mengandung tawa. Dagelan biasanya menjadi salah satu fragmen yang ditunggu penonton dalam pentas Pakeliran Gragag Banyumasan. Dagelan juga bisa dipentaskan secara terpisah “dari pertunjukan wayang” dalam bentuk tunggal seperti seni Ludruk di Jawa Timur atau Lenong di Betawi.

Seni Dagelan pernah mengalami masa keemasan pada sekitar tahun 1990. Saat itu di Banyumas terdapat satu grup Dagelan yang cukup melegenda. Grup lawak ini bernama Peang-Penjol dan Suliyah. Dalam banyolan atau lawakannya tokoh Peang-Penjol dan Suliyah ini sebenarnya tengah memainkan karakter wong Banyumas asli. Karakter yang juga melekat pada tokoh Bawor sebagai ikon masyarakat Banyumas yang biasa muncul dalam seni Pakeliran Banyumasan.

Baik Peang-Penjol dan Suliyah maupun Bawor sebenarnya merupakan metafora, sublimasi dari kondisi masyarakat Banyumas. Humor-humor segar mengalir tanpa beban dari tokoh-tokoh tersebut. Dengan bahasa- dialek-Banyumas-ngapak-yang kental, isu-isu kontemporer kala itu menjadi bahan lawakan.

Berbagai isu sosial yang terjadi saat itu diramu dan ditanggapi secara cablaka dalam perspektif wong Banyumas. Yang timbul kemudian adalah bukan sekadar kelucuan, tetapi di dalamnya terkandung wacana kritis, pendidikan moral, dan nilai-nilai kearifan lokal.

Religiositas

Dus, apa yang dipertontonkan sebenarnya tak sekadar guyon yang hanya mengundang tawa, melainkan pendidikan budi pekerti yang disampaikan secara segar. Dagelan sebenarnya adalah seni mengkritik, mengingatkan, mendidik, menerjemahkan, atau mengejawantahkan perilaku pemimpin dan masyarakat yang dipimpin.

Nah, di sinilah letak religiositas yang menjiwai dagelan. Meski terkesan vulgar, tanpa tedeng aling-aling dan cenderung kasar, tetapi lakon-lakon yang diperankan dalam seni Dagelan sesungguhnya bermuatan nilai-nilai religious.

Religiositas ini diadaptasi dari kata religiosity dalam The World Book Dictionary, yang berarti religious feeling or sentiment atau perasaan keagamaan. Perasaan keagamaan meliputi segala perasaan batin yang berhubungan dengan Tuhan, seperti perasaan takut berbuat dosa, perasaan kejujuran, dan sebagainya.

Dengan demikian, bentuk-bentuk kritik yang disublimasikan dalam dagelan sebenarnya merupakan religiositas. Sindiran-sindiran atau humor satir yang dituturkan dalam dagelan merupakan elan religiositas. Lantaran pada hakikatnya dagelan mengajarkan moral sambil menghibur, mengkritik tanpa menyakiti, mendidik dengan senyuman.

Namun, pada puncaknya, dagelan sesungguhnya merupakan bentuk katarsis. Dagelan tanpa disadari tengah mengajak penonton menertawakan dirinya sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari wong Banyumas kontemporer, seni tradisi ndagel ini sudah luntur. Dagelan telah kehilangan gereget dan rohnya. Seni Dagelan telah kehabisan momen untuk tampil. Faktor penyebabnya ada dua. Pertama hadirnya humor-humor populer yang menyerbu ke ruang-ruang pribadi keluarga melalui pesawat televisi. Kedua, semakin mengecilnya frekuensi dan ruang publik untuk pementasan seni hiburan rakyat.

Untuk faktor pertama ini sangat jelas hubungannya dengan industri hiburan (entertainment) dan kepemilikan modal. Yang memiliki kekuatan untuk meminimalkan adalah penguasa (pemerintah) melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Atau kekuatan (pemilik modal) lain yang seimbang yang beriktikad baik memberikan pendidikan melalui tayangan edutainment. Atau dengan membuat tayangan yang sepadan, tetapi lebih menonjolkan moralitas ketimbang sekadar kelucuan yang slapstik.

Nah, minimnya tayangan hiburan yang mengandung unsur pedidikan ini menjadi alasan betapa pentingnya revitalisasi seni tradisional seperti dagelan di Banyumas.

Revitalisasi

Untuk mengatasi faktor kedua, dapat dimulai oleh lembaga pemerintahan dan swasta. Misalnya dengan mengundang grup dagelan sebagai pengisi acara hiburan dalam momen perayaan ulang tahun lembaga, pisah-sambut pejabat, silaturahmi, atau momen lain yang memungkinkan digelarnya hiburan.

Artinya, lembaga-lembaga tersebut harus rela dicap sedikit jadul dengan menyuguhkan seni tradisi ini. Lembaga juga harus rela menahan sedikit hasrat untuk menampilkan hiburan lain yang lebih modern, seperti panggung karaoke, organ tunggal, dan band. Atau mengolaborasikan dua jenis hiburan tersebut dalam satu panggung.

Jika lembaga-lembaga resmi itu telah memberikan contoh bagaimana menghidupkan kembali seni tradisi yang nyaris punah, maka pada gilirannya masyarakat juga akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Masyarakat akan berpikir untuk menggelar pertunjukan dagelan pada acara hajatan daripada mengundang pemain organ tunggal.

Dengan pola semacam ini revitalisasi seni tradisional dagelan dapat berjalan dan dengan sendirinya nilai-nilai atau pesan moral (religiositas) yang terkandung di dalamnya dapat disampaikan. Sehingga, masyarakat tidak hanya mendapat hiburan segar, melainkan juga mendapat pendidikan moral.

Teguh Trianton Peminat Seni, Staf Edukatif SMK Widya Manggala Purbalingga

About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 28 Agustus 2009, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 45 Komentar.

  1. wah… apik-apik mas dagelane.
    tapi sayang donlote neng 4shared.com , alon pisan.
    coba uplod neng mediafire.com

  2. Kang Dancow (ta kaya merek susu, ya….)
    Pangapunten kalau downlodnya gak nyaman. Lain kali akan saya upayakan pake mediafire. Matur nuwun ilmunya………….

  3. wadoh…pembuka di tema relegiositas make kata “dus” heheheheheee heb je nederlands taal geleerd..dat mooi woord van je preambul heheheeee sip tenan….

    nunot ndonlod jeh…

    matur nuwon : bodor

  4. Mangga……….

  5. Kang inyong melu nyedot peang penjole ya… sing ana darsih dowere sing judule apa ya…. Gemiyen nang mbanyumas sering ngrungokna ning wis suwe pisan.
    kesuwun pisan kiye

  6. Mas tsurchan
    lha mangga, ta kang. Inyong mung sakdrema nglantarna. Liya wektu yen olih maning mesthi tak unggahna. Lha siki rika ning ndi?

  7. Nyong nang mbekasi kang… dodolan soto sekengkel pak jon’s

  8. matur numun mas dagelan peang penjolipun,lengkapi dagelan2 jaman dulu(jadul) seangkatan Ratmi B 29

  9. Nggih, insya allah

  10. Kang Mas…..matur suwun banget, Inyong bisa donlot dagelan Peang Penjol….bisa nggo ngobati kangen, dadi kelingan jaman cilik mbiyen.
    Sukses terus kanggo panjenengan

  11. Sama-sama, mas.
    Semoga bermanfaat untuk panjenengan!

  12. yes pancen,….. dagelan banyumasan kena nggo slimur pikiran sing lagi bunek. ora usah dagelan ngomong bahasa banyumas bae bisa gemuyu, senajan nyong asli banyumas ( purbalingga ) sing lagi meranto. maturnuwun, okelah kalo beg,beg, beg………………………..begitu.

  13. ya kang ora ngapak-ngapak :)

  14. Aku kiye blasteran Brebes (Jatribarang) karo Banyumas(Sokaraja Kidul).Aku anggre ngrogokna dagelan PP jan kaya2ne nang daerahe dewek bae. O…ya. Aku kiya uripe nang tanah Sumatera( daerah Jambi )
    matur suwun saking kula.

  15. Sealamat di perantauan, semoga PP bisa jadi obat kangen

  16. maturkesuwun kang. dadi kelingan jaman mangkuna inyonge…..

  17. nyong jan senenge pol duwe kanca rika….apa2 ana…..jan bisa bungah polllllll

  18. nyong jan senenge pol duwe kanca rika….apa2 ana…..jan bisa bungah polllllll………….kwe sega wadang (sega nget2 an) ya ana….mandan kencot kiye he..he

  19. sakarepe rika, lah. sing penting nyong njagakena rika gawe sinopsise.
    Terserah ndi bae sing wis dirungokna, ndang dikirim.
    Siki nyong lagi mangan sega wadang. Nyindir kie….

  20. nuwun sewu pak !, niku link donlot peang penjol – pendeng gepeng, nDara seperak, wonten paswod, paswode napa nggih.

  21. mboten di pasword, kok. Mangga silahkan!

  22. bayu wirgiawan

    maturnuwun sgt, niki kulo pun dawnload peang penjol, jan sget nglipur pnggalih, ning rama kula nyuwun di gletaken ketoprak sing kang banyumas jdule umarmaya kembar, mtrnwun

  23. pada saatnyal’ jika materi saya dapatkan. pasti saya upload

  24. Nepangaken kula Supri saking Banyumas, kula nderek panjenengan nggiiiihh…..

  25. Mangga mas, silahken!!!

  26. nyong wong gombong, edhek banyumas mbok. mulane seneng ngrongokena peang penjol karo curanmor. blaka suta bangeti.

  27. Sedurunge Peang-Penjol munggah rekaman, sengertiku Peang Penjol kuwe mung tokoh Batur/Punakawan utawa dagelan neng salah sijine group kethoprak sing ana neng Purwokerto, ya kuwe Komtares 911 sing siaran rutin neng RRI Purwokerto saben malem Jemuah. Wong jeneng Batur/Punakawan, neng lakon apa bae ya mesti metu.
    Ning senajana mung bagian dagelan neng kethoprak, metune Peang-Penjol dadi bagian sing dienteni temenan. Spesial lah !
    Gemiyen group kethoprak sing siaran rutin neng RRI Purwokerto ana 2, ya kuwe KOMRES 91 karo KOMTARES 911. Sing KOMRES 91 siaran neng di dina Minggu awan (diselang seling karo siaran Wayang Wong), sing KOMTARES 911 neng saben Malem Jemuah.
    Mung emane, wektu semono ndeyan durung ana sing kepikir gawe rekaman Kethoprak kaya dene Kethoprak Mataram Kodam IV Diponegoro.

  28. lha kie pancen sing tek goleti cempulek ana neng kene.Inyong wong clacap sing ana ning Bantaeng sul-sel,jan seneng pisan.ngrungokna kaya kie.Maturnuwun…

  29. bungaeh ra karuan maturnuwun banget lahhh likkk….

  30. Inyong wong Tegal, jen seneng banget ngrungokna dagelan Peang Penjol. Bisa didownload ora kang??

  31. Mas, sedot maning lah ya ! File-e jan ilang koh, mbuh maring ngendi kiye. .

  32. nyong sih ana lakon liyane…

  33. Matur kesuwun, marem rasane….

  34. wis sue tek goleti swara sing bisa nggawa inyong bernostalgia…jebule nang kene menuju TKP…ski nyong pengin ngunduh,…ulih ora ulih kudu ulih…ndekun ulih heeehee….kesuwun ya kang Jaman…tek nyrupuut kie lah…

  35. suratno Kastowirejo

    kulanuwun,…sakdurunge, inyonge arep njaluk pada pandongane moga2 kabeh diparingi kesehatan, rejeki sing akeh,sejatine inyonge wis kelahiran KEPRI, wong tua sing lanang sekang purbalingga, lha biunge sekang pacitan,…jaman gemiyen ramane inyong sok nyetel kaset PP, seneng banget saiki bisa ngurongkna maning

  36. ayuh pd golet generasi penerus kaya peyang,penjol lan suliyah

  37. Jan jane aq y pingin pol download tp pass internet e ws meh entek y ngesuk maning lah.

  38. Sandine piye….???

  39. sandine pira mas…..???

  40. Hello to every one, the contents existing at this website are truly amazing for
    people experience, well, keep up the nice work fellows.

  41. mas? dagelan peang penjol sing judule keliru ning tumindak deneng tek goleti langka ya? aku wong cilongok, maturnuwun

  1. Ping-balik: SURYA GROUP « APDN Semarang Dalam Kenangan

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: