Waldjinah

WaldjinahKarena dilahirkan di bulan Sawal (Wal) pada tahun Je (Ji) dan sebagai anak nomor sejinah (10) maka diberikanlah kepadanya nama Waljinah. Memang belum tua, meskipun sehari-hari memakai kebaya. Kata orang, dia telah melancarkan semacam revolusi keroncong secara resmi. Mengangkat apa yang biasanya ngubek dalam suara gamelan ke dalam kancah keroncong. “kalau digending,”tuturnya, “Penyanyi Kembang Kacang harus mengikuti betul aturannya. Rasanya kaku. Beda bila di keroncong. Penyanyi bisa menggarapnya dengan luwes, cengkoknya pun bisa mapan”.” lagunya yang terkenal adalah Walang Kekek, dinyanyikan secara menyesuaikan diri dengan kegemaran masyarakat tanpa mengurangi mutunya. Kini ia memimpin orkes keroncong langgam Jawa Bintang Surakarta dan band Mustang.

Pernah jadi juara Ratu Kembang Kacang di tahun 1958 dan Bintang Radio se-Indonesia jenis keroncong tahun 1965. Namanya melambung sampai ke Suriname di tahun 1972. Bahkan di Suriname ia sempat melatih. Waldjinah rupanya lebih menyukai keroncong tanpa alat-alat listrik. Terakhir dia bermain di panggung ketoprak sejak 1978.

Ketrampilan menari tidak dituntut dalam seni ketoprak, walaupun ia pintar menari sejak kecil, atas bimbingan almarhum ayahnya Wiryoharjo. Di juluki si Walang kekek, kadang ia menyanyi dangdut juga, kadang menyanyi dalam bahasa Sunda. Rekaman terakhirnya antara lain Warung Pojok, Gethuk Lindri, Othok-othok Unine Tekek, Tukang Pijet dan Tetanen.

Ia telah menyanyikan ratusan lagu, selama lebih dari 20 tahun sebagai penyanyi. Dan pernah pula beroleh kesempatan bermain dalam film Buah Bibir di tahun 1972. Tapi dunia film tidak berhasil memikat dirinya. Di Surakarta ia punya kesibukan lainnya yakni mengusahakan salon kecantikan dan rias pengantin. Dia mengatakan hanya minum beras kencur secara ajeg untuk memelihara kejernihan suaranya.

dikutip dari http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/waldjinah.html

Sambil menunggu kelengkapan dan tambahan judul lain yang masih banyak tercecer, berikut ini adalah lagu yang dinyanyikan oleh si Walang Kekek:

  1. Caping Gunung (video)
  2. Caping Gunung (mp3)
  3. Asmara Tjinta
  4. Badjing Luntjat
  5. Djandji Rukun
  6. Djangkrik Genggong
  7. Emplek-emplek Ketepu
  8. Jen Ing Tawang Ana Lintang
  9. Kembang Katjang
  10. Kr. Meratap Hati
  11. Kr. Tukang Perahu
  12. Kr. Gadis Mataram
  13. Kr. Moresko
  14. Kr. Pasar Gambir
  15. Kr. Roda Dunia
  16. Kr. Sekuntum Bunga Dipuntjak Giri
About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 10 September 2009, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Demak, 14 September 2009, Jam : 21.16 WIB

    Saat ini saya lagi kesemsem sama lagunya mbak Waljinah yang berjudul “Caping Gungung”.

    Salam alumni,

    -BRAM IRIANTO
    -rockyblank@gmail.com
    -http://www.kencangratis.blogspot.com

  2. Wilujeng Rawuhipun, Pakdhe
    Kalau ngersakke capingnya Bu Waljinah, mangga gula aturi mundhut.
    Btw, saya matur lagi di email, lho Mas.
    Laporan Selesai!

  3. aduh matur nuwun sanget kagem panjenengan.
    puniko ingkang dalem pados
    pundi lagu jamune mba waljinah?

  4. Nggih Mas. Untuk waljinah dan langgam yang lain akan kami lengkapi sambil jalan.

  5. jan giayeng mering aken uyon2

  6. gayeng, kiye……….

  7. Mas Galuh,
    Kulo nyuwun getuk gorenge mbokdhe waljinah.
    Matur nuwun

  8. Ini yang saya cari…
    Trims… dari Pangkalpinang

  9. salam kenal, pangkalpinang

  10. Matur sembah nuwun mas,kawula remen sanget saget kembali ke ingatan 70 an,trenyuh……

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: