Arsip Bulanan: Oktober 2009

Ki H. Anom Suroto, Anggada mBalela (live)

Wayang Kulit
Sumbangan : Toni Raharjo
Lakon            : Anggada mBalela
Dalang           : Ki H. Anom Suroto
Format          : MP3, 128/ 44100 / 32 kb / 6 file (tamat)

Raden Anggada

ANGGADA MBALELA

oleh : Toni Rahardjo

toni-raharjoAdalah Anggada, yang secara langsung tidak setuju dengan rencana Prabu Rama mengangkat Dasawilukrama menjadi raja sebagai pengganti Prabu Rama kelak. Pendapat Anggoda di pasewakan agung ini dipandang sebagai bentuk ketidaksetujuan Anggada kepada Prabu Rama dan juga tidak mencerminkan tata krama.

Di Pancawati konon bahwa banyak para punggawa dan warganya itu kera tetapi menjunjung tinggi tatakrama. Dan hal ini mendorong Nerpati Sugriwa memberikan hukuman kepada Anggoda, tetapi bukanya gampang menangkap Anggoda, kera yang masih saudara dengan Hanoman ini bahkan membuat pontang panting semua satriya Pancawati, dan untungnya Hanoman segera melerai dan memberi petuah kepada Anggoda dimana letak kesalahanya.

narpati sugriwaAkhirnya selesailah perang bubah ini dengan maunya Anggoda dimasukan pakunjaran oleh Hanoman.

Dengan di masukanya Aggoda di penjara apakah Dasawilukrama bisa segera memimpin negara Pancawati? dan bagaimana akhirnya nasib negara Pancawati ini ? Mari kita dengarkan dengan seksama cerita ini.

Pegeralan yang di langsungkan 2 tahun lalu di kota Kediri ini di hadiri bintang tamu, Cak Diqin, Wiwid dan Sukesi. Sangat kocak dan lucu sekali, tetapi Ki H Anom suroto yang di bantu Prasetyo Bayu aji tetap memperhatikan sanggit ceritanya, dan tentu suluk Ki Haji Anom Suroto yang sangat memukau ini bisa mengobati rindu kita saat melihat pagelaran wayang langsung.

Silahkan download fiel Anggada mBalela (live) pada link dibawah ini

  1. Anggada mBalela 1
  2. Anggada mBalela 2
  3. Anggada mBalela 3
  4. Anggada mBalela 4
  5. Anggada mBalela 5
  6. Anggada mBalela 6

Catatan:

Untuk Mas Toni Rahardjo

Mewakili rekan-rekan setresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih atas semua jerih payah dan dedikasinya dalam nguri-uri seni budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita selanjutnya.

Ki Ageng Mangir (MP3 Ketoprak Mataram)

Cover Ki Ageng MangirMangir adalah sebuah kademangan diwilayah Kerajaan Mataram.  Kademangan adalah sebuah wilayah , yang membawahi lurah (Kalau sekarang  setingkat Kecamatan) yang dipimpin oleh seorang Demang yang keberadaannya hanya mencakup aspek administratif.  Karena  sejauh ini belum ada referensi yang mengisahkan adanya proses pemilihan demang.  Itu artinya, demang “ditunjuk” oleh Raja dan dia hanya memiliki kekuasaan secara “administratif” (mungkin dapat diistilahkan dekonsentrasi).  Keberadaanya adalah sebagai wakil pemerintah pusat.

Tetapi tidak demikian dengan Kademangan Mangir.  Ki Ageng Wanabaya (yang kemudian dikenal dengn sebutan Ki Ageng Mangir) telah mendapatkan kewenangan memimpin Mangir sebagai “ daerah perdikan” (secara terminologis berasal dari kata “merdika”).  Itu artinya ki Ageng Mangir juga memiliki kekuasaan otonomi dan bukan hanya masalah “adminstratif” belaka.  Atas dasar itulah, maka Ki Ageng Mangir merasa punya hak untuk tidak tunduk dibawah perintah mataram.  Obsosesinya adalah untuk membawa Mangir menjadi daerah merdeka.  Bebas dari perintah Mataram.

Postingan saya kali ini adalah Berupa Ketoprak Mataram dalam format MP3 yangmenceritakan babak akhir dari sepak terjang KI Ageng Mangir dalam upayanya mendirikan wilayah merdeka.  Akan tetapi menarik pula untuk disimak adalah latar belakang Ki Ageng Mangir sendiri yang jika meruntut pada Babad Tanah Jawa ternyata menimbulkan kontroversi yang sampai saat ini (konon) masih “gayeng” dalam perbincangan di kalangan arkeolog, sejarawan dan budayawan.

Bukan berlebihan memang apabila memperbincangkan Babad Mangir khususnya dan Babad Tanah Jawa pada umumnya harus pula mempertimbangkan aspek budaya.  Bukan dari aspek sejarah dan arkeologi semata.  Babad Tanah Jawa bukanlah kepingan artifak dan lembaran-lembaran naskah saja.  Ia adalah sebuah sebuah catatan budaya yang punya jiwa. Lihatlah batapa Babad Mangir masih juga menimbulkan tanya.

Alkisah, pada saat  Kademangan Mangir dilaksanakan acara “bersih desa”, semua warga masyarakat berkumpul  dan begotong royong untuk membantu.  Laki-laki, perempuan, tua, muda, semua terlibat dalam hajatan tersebut.

Seorang gadis yang turut serta dalam kegiatan itu lupa tidak membawa pisau sehingga praktis tak ada yang dapat ia kerjakan.  Melihat hal itu, Ki Ageng Mangir meminjamkan keris saktinya kepada sang gadis agar bisa ikut membantu kegiatan di dapur (jw: rajang-rajang) tetapi dengan satu pesan (wewaler) agar keris itu tidak dipangku (diletakkan di pangkuan). Celakanya karena asyik membantu sang gadis lupa dan tanpa sengaja keris ki ageng mangir dipangku. Akibatnya saunggu diluar dugaan.  Karena kesaktian keris KI Ageng Mangir,  si gadis hamil.  Lalu   atas kawicaksanan (kebjkasanaan dan kemurahan hati) ki Agemng Mangir, si gadis tidak dihukum tetapi diasingkan ke tengah hutan.  Selesai?

Belum.  Akibat melanggar wewalerdari KI Ageng Mangir, maka ketika lahir bayi yang dikandung sang gadis tidak berwujud manusia, tetapi berwujud seekor ular yang kemudian diberinama Baru Klinting.  Makin hari, Baru Klinting tumbuh semakin besar an pada saatnya menayakan siapa  ayahnya.  Sang ibu menceritakan sebab musabab kelahirannya.  Atas dasar itu, baru klinting menganggap bahwa ayahnya adalah Ki Ageng Mangir.  Maka Berangkaltah ia ke Mangir untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak.

Perjalanan Baru Klintingpun merupakan bagian cerita yang tak kalah menarik dimana dia melewati legenda “Terjadinya Rawa Pening” dan seterusnya.  Tapi saya tak hendak menceritakan itu karena fokus cerita dadalah Ki Ageng Mangir yang cuma 1 kaset.  Jadi untuk mengimbanginya saya rasa perlu untuk membuat ilustrasi yang relatif panjang :)

Singkat cerita, baru klinting sudah menghadap kepada Ki Ageng Wanabaya di Kademangan Mangir.  Ki Ageng Mangir bersedia menerima Baru Klinting sebagai anak, dengan syarat Baru Klinting sanggup bertapa melingkari Gunung Merapi dengan tubuhnya.  Baru Klinting sanggup dan dia mulai melingkarkan tubuhnya di gunung Merapi.  Sayang, panjang tubuhnya tadak cukup untuk melingkari gunung Merapi, hanya kurang setangah depa.  Maka untuk melengkapinya, Baru Klinting menjulurkan lidahnya agar tercapai syarat yang diajukan Ki Ageng Mangir.  Pada saat lidahnya terjulur itulah, maka Ki Ageng Mangir mencabut pedang dan memotong lidah Baru Klinting.  Potongan lidah berubah menjadi tombak sakti bermata dua yang kemudian diberinama Kyai Baru Kuping.

Disinilah peran sastrawan dan budayawan untuk menggali makna yang tersirat dalam cerita Babad Mangir tersebut.  Manusia jaman sekarang akan dengan mudah dan berani “menterjemahkan” cerita tersebut dalam versi dunia modern yang sangat permisif  dan rasional.

Jelasnya, tidak ada keris yang dipinjamkan Ki Ageng Mangir kepada sang  Gadis dengan sebuah pesan agar keris tidak dipangku.  Yang ada adalah perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang demang kepada salah satu warganya (yang kebetulan cantik) yang mengakibatkan hamilnya sang Gadis.

Tidak ada kelahiran seekor ular dari rahim seorang gadis.  Yang ada adalah aib.  Maka ketika Baru Klinting (bersama ibunya, tentu) meminta pertanggung jawaban pada Ki Ageng Mangir, jawabnya adalah “memotong lidah”  mereka agar tidak menceritakan kepada siapapun.

Lalu tidak ada Lidah Ular yang berubah menjadi Pusaka Tombak Sakti.  Yang ada hanyalah bahwa lidah / pengakuan anak itulah yang sekarang menjadi “turf”, kartu sakti, sehingga dimata Panembahan Senapati, Ki Ageng Wanabaya tetap bersih.  Maka “tombak sakti Kyai Baru Kuping” itulah yang dibawa menghadap Panembahan Senapoti tatkala ia akan melamar Nyi Pambayun.

Tapi kenapa cerita harus disamarkan dan dibesut sedemikian rupa untuk sorang pemberontak bernama Ki Ageng Mangir Wanabaya? Ya, karena bagaimanapun juga Ki Ageng Mangir Wanabaya adalah menantu Panembahan Senapati Ing Alaga Peneteg Sayidin Panatagama Kalipatulah, Raja Mataram.  Dan bayi yang dikandung Nyi Pambayun mengalir darah Raja Mataram.  Budaya Jawa menjawab dengan tegas : MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO.

Selanjutnya kembali pada kebijksanaan anda untuk menilai.  Yang jelas satu lakon ketoprak dengan penggarapan dan pembawaan yang nyaris sempurna oleh Keluarga Ketoprak Mataram Sapta Mandala Kodan VII Diponegoro, saya persembahkan untuk anda nikmati……………..

  1. Ki Ageng Mangir 1
  2. Ki Ageng Mangir 2
  3. Ki Ageng Mangir 3 (tamat)

Klik disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA

Bontotan Setan Putih (MP3 Ketoprak Mataram)

kerisCerita ini berlatar belakang Kerajaan Mataram dibawah Sultan Agung Hanyakrakusuma.  Kala itu Kerajaan Mataram tengah menghadapi masalah serius yang disebabkan oleh pemberontakan Adipati Encik Simail dari Kadipaten Pandhanaran.

Obsesi Sultan Agung untuk mempersatukan tanah jawa terganjal oleh adanya pemberontakan ini.  Oleh karena itu ia mengutus Tumenggung Alap-alap disertai prajurit pilihan untuk menyelesaikan masalah dan memadamkan pemberontakan Adipati encik Simail, akan tetapi belum mendaptkan hasil. Kekuatan pasukan binaan Encik Simail semakin mengkhawatirkan kedudukna Sultn Agung Hanyakrakusuma.

Keadaan semakin gawat ketika muncul seorang pemuda desa bernama Prasetya yang bersedia menaklukkan Adipati Encik Simail.  Atas saran para penasihat kerajaan maka disusunlah rencana memadamkan pemberontakan Adipati Pandhanaran dengan melibatkan Prasetyo sebagai tokoh utamanya.

Kali ini kembali kita disuguhi permainan hebat dari para “empu” ketoprak yang tergabung dalam Keluarga Kethoprak Mataram “Sapta Mandala” pimpinan Bagong Kussudiharjo.  Adapun pemain yang mendukung cerita ini adalah :

  1. Sultan Agung (Marjiyo)
  2. Singaranu (Ig Wahono)
  3. Tumenggung Alap-alap (Miyanto)
  4. Adipati Encik Simail ( Pujo)
  5. Patih Mamabun (Suyatin RH)
  6. Prasetyo (Widayat)
  7. Sepranti (Marsidah)
  8. Abdi (Prapto, Cokro)
  9. Rewang (Endang)
  10. Pajineman (Kasimin, Giyarto)

Silahkan download dan Selamat Menikmati ;

  1. Bontotan Setan Putih 1
  2. Bontotan Setan Putih 2

Episode Baru Mahesa Jenar (MP3 Ketoprak Mataram)

mahesa_jenarKarena sampai saat ini saya belum juga mendapatkan lakon baru dalam sequel Mahesa Jenar, Nagasasra Sabuk Inten maka sejauh ini saya belum membuat posting baru terkait dengan cerita tersebut.  Beruntung beberapa hari lalu saya sempat mampir ke toko kaset untuk melihat apakah ada perkembangan baru.  Benar saja, kendati cuma 2 judul tapi bagi saya cukup sebagai pengobat rindu dan (barangkali) sebagai referensi untuk menyambung cerita Mahesa Jenar yang “mlumpat-mlumpat” itu.

Kaset yang pertama, berjudul Samparan Nebus Dosa.  Dalam episode ini Masih berkisah tentang Wirasaba yang menderita sakit lumpuh  sementara isterinya dilarikan oleh Samparan.  Akan tetapi, diluar dugaan ketika isterinya pulang,  Wirasaba menanggapinya dengan dingin karena dia dibakar rasa cemburu kepada Samparan.  Padahal sebenarnya isterinya masih suci.  Lalu datanglah Samparan yang langsung menghina dan menantang Wirasaba hingga terjadi pertarungan diantara mereka.

Kaset yang kedua, berjudul Mahesa Jenar Tanding.  Cerita ini adalah episode sebelum Wirasaba Liwung.  Dalam episode ini diceritakan saat Rara Wilis dilarikan oleh Jaka Soka.  Beruntung dapat diselamatkan oleh Mahesa Jenar, bahkan setelah dibantu oleh Lawa Ijo sekalipun. (Terima kasih dan mohon ijin kepada design.javaforesight.com untuk ilustrasinya)

Ki Narto Sabdo, Abimanyu Krama

raden-angkawijayaKacariyos  Raden Lesmana Mandrakumara Satriya ing Sarojabinangun, Pangeranpati Kraton Astina nembe ketaman kunjana papa dhumateng rajaputri Dwarawati ingkang asesilih Siti Sundari.  Siyang ndalu tansah gandrung kapirangu lan mothah dhateng ingkang rama Prabu Duryudana nyuwun kadhaupaken kaliyan atmaja putri Prabu Sri Bathara Kresna kasebat.

raden-lesmana-mandrakumaraAwrat tinangisan ingkang putra, Sang Prabu Duryudana utusan Patih Sangkuni kinen lumawat dhateng Dwarawati ingkang saperlu ngebun-ebun anjang anjejawah sonten ngaturaken nawala panglamar konjuk Prabu Kresna, ingkang lajeng paring karampungan, bilih panglamaripun Prabu Duryudana katampi inggih dereng, katampik inggih mboten amargi sanadyan purba wonten Prabu Kresna, ananging wasesa wonten ingkang anglampahi, inggih punika Siti Sundari.  Wosipun Sang Putri sagah lelados dhateng sinten kemawon priya ingkang saged minangkani bebanaipun ingkang arupi Patah Sakembaran ingkang sulistya ing warni ingkang mandhap saking aldaka.

Bebeg penggalihipun Prabu Duryudana nalika bab punika kaaturaken dening patih Sengkuni nuju pasewakan ageng Nagari Astina.  Ewasemanten, Pandhita Durna malah manggalih benten.  Bebana ingkang kasuwun dening Siti Sundari dhapur nami limrah.  Amargi putri pinunjul mekaten tertamntu anggadhahi pepinginan ingkang ing tembe tertamtu wonten pigunanipun.  Mila badheya kados pundi Pandhita Durna saha Adipati Karna badhe budidaya amrih kasembadan pangajabipun Raden Lesmana Mandrakumara.

siti_sundari_soloNgantos tancep kayon paripaosipun, Raden Lesmana Mandrakumara mboten kalampahan dhaup kaliyan Siti Sundari amargi kados kita mangertosi, Siti Sundari  wusananipun dhaup kalyan Satriya Plangkawati, atmajanipun Raden Arjuna, inggih punika Raden Abimanyu. Ananging ingkang dados pitakenan punapa werdinipun dene bebana ingkang kakersaaken Siti Sundari awujud Patah Sakembaran ingkang mandhap saking aldaka.  Lajeng sinten putri kembar kalawau lan punapa sambetipun kaliyan Raden Abimanyu lan Pendhawa mliginipun.  Lan ingkang langkung wigatos, ilmu lan kawruh enggal punapa ingkang badhe binabar dening Ki Narto Sabdo ing lampahan punika???

Kados ingkang sampun-sampun, KI Nartosabdo nggancangaken cariyos punika kanthi runtut, meh mboten wonten sisipipun.  Wiwit  talu ngantos tancep kayon prasasat mboten wonten bageyan ingkang mboten penting.  Sedaya adegan katingal  gesang lan kraos bobotipun.

Pagelaran ing pendhapi agung negari Astina upaminipun. Dupi midhanegt pelapuranipun Patih sengkuni, ketingal bebeging panggalih sang prabu lan aturipun Pandhita Durna ngarih-arih sang prabu ketingal gesang lan “masuk akal”.  Ki Narto Sabdo ugi mboten kaseupen  nglebetaken piwucal lan pangertosan enggal babagan sastra lan budaya jawi kalebet ilmu unggah-ungguh ing sela-selaning “dialog”.

Jangkeping lampahan ingkang awujud file MP3 punika saged panjenengan undhuh ing blog Mengenang Ki Nartosabdo.  Ngiras pantes antur uninga dhumateng para sutresna bilih saking eguh pratikel lan budidayanipun kadang kula Mas Prabu, Mas Edy Listanto, Mas Widjanarko lsp sampun kepareng atur pisungsung kanthi mbangun blog mligi kangge “Mengenang KI Narto Sabdo”

Jangkep ngengingi lampahan Abimanyu krama saged panjenengan undhuh ing MENGENANG KI NARTO SABDO.

Mugi ndadosaken uninga.

Bram Aceh, MP3 Keroncong

bram aceh

Mas WahyudionoMasih dari Mas Wahyudiono, pilot yang pemakan segala.  Sekali lagi, saya sempat dibuat kagum oleh teman saya yang satu ini.  Sejauh yang saya tahu dia masih “glibat-glibet” diantara wayang kulit, klenengan, ketoprak dan  jazz.  Tapi diluar itu ternyata dia “buaya” juga.  Apresiasinya pada musik akhirnya menyinggung  keroncong.  Tiba-tiba saja dia mengirimkan satu sekeranjang file musik keroncong yang lumayan “langka’ dari buaya kelas kakap Bram Titaley, atau yang lebih kita kenal sebagai Bram Aceh.

Entah dia convert dari kaset pita atau menggunakan “aji pamungkas’ copy-paste, saya tidak tahu.  Yang jelas ripping audionya lumayan bagus, sehingga aroma keroncongnya benar-benar menyengat.  Dia belum sempat memberikan ijin ketika saya dengan tidak sabar segera memposting dan berbagi kepada anda di blog ini.

Bram adalah penyanyi tiga zaman yang mengesankan. Selama hidupnya dia dikenal penyanyi serba bisa yang mampu menyanyikan segala jenis irama musik dengan baik. Dan musik keroncong telah mempopulerkannya “Aceh” ini sebagai seorang bintang dalam seni suara. Sejak 1930-an ia telah menjadi penyanyi ternama di Indonesia yang menyandang predikat “Buaya Keroncong”.

“Dia memadukan Hawaiian dengan keroncong. Karena itulah dia bisa eksis. Pada waktu keroncong secara an sich jadi dia ada disitu. Waktu Hawaiian mendorong keroncong dia pun ada di Hawaiian. Dia serba bisa. Lagu-lagu etnis Ambon, Maluku, jago dia. Cuma namanya dia terkenal ‘Buaya Keroncong’. Lagu-lagu pop Ambon dia sangat hebat. Jadi bukan hanya keroncong, Hawaiian, pop Ambon… …..” aku Bob Tutupoli. Kekaguman serupa diakui oleh sang cucu Harvey Malaiholo, “Kakek saya ini seorang legenda karena sampai hayatnya memegang teguh prinsip hidup beliau sebagai penyanyi, meskipun beliau melewati masa-masa sulit.”

Bagi Bram, menyanyi adalah panggilan hidup. Menyanyi menjadi bagian hidup yang paling berarti baginya. Kecintaannya pada menyanyi, terutama lagu-lagu keroncong, tidak pernah memudar. Meski kesulitan hidup kerap menderanya, menyanyi membuat dirinya bersemangat menjalani hidup. Ia adalah simbol ikhtiar kegigihan seorang penyanyi yang setia pada jenis musik pilihannya, yaitu keroncong yang terus terpinggirkan. (selengkapnya di http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/bramtitaley.html)

  1. Bunga Anggrek
  2. Dibawah Sinar Bulan Purnama
  3. Gema Irama
  4. Hanya Engkau
  5. Mawar Sekuntum
  6. Moresko
  7. Pasar Gambir
  8. Rayuan Kelana
  9. Schoon Ver van You
  10. Salabintana
  11. Tanah Airku
  12. Telaga Biru
  13. Telomoyo
  14. Terkenang-kenang

Orkes Sinten Remen

Orkes Sinten remenSinten Remen secara harfiah berarti Siapa Mau. Entah kenapa nama ini diambil untuk sebuah kelompok musik yang menurut saya “benar-benar musik”.  Ia bisa hidup diantara banyak bebunyian yang sebelumnya tabu dikawinkan.  Sinten Remen menempatkan diri sebagai kelompok musik progressif yang “nyegele”.

Dari segi konsep, Sinten Remen tak terlalu istimewa karena banyak kelompok musik semacam ini lahir.  Dia berupaya membuat musik progressif berbasis keroncong yang ternyata berhasil.  Dari segi konten dan materi, kelompok ini benar-benar padat.  Personil yang berada dibelakang Sinten Remen juga bukan orang sembarangan.  Mereka adalah musisi idealis yang kaya ide.  Maka lengkaplah Sinten Remen sebagai musik progrsif aternatif.

Jadug Feriyanto yang menjadi master dari orkes ini telah banyak dikenal sebagai musisi idealis yang kaya pengalaman.  Untuk lebih mengenal Jadug dan Sinten Remen, berikut dadalah kutipan dari Wikipedia:

Gregorius Djaduk Ferianto (lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964; umur 45 tahun) adalah seorang aktor dan seniman musik Indonesia. Ia adalah anak bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia, terlahir dari Ibu bernama Soetiana. Sejak tahun 1972, Djaduk sering menggarap illustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Ia bersama kelompoknya terkenal dengan eksplorasi berbagai alat dan benda sebagai instrumen musiknya.

Terlahir dengan nama Guritno, pemberian pamannya. Ayahnya, Bagong Kussudiardjo mengganti namanya dengan Djaduk yang artinya unggul. Ia selalu ditemani radio yang sering menyiarkan pertunjukan wayang. Tidak lupa juga buku cerita wayang yang selalu ada di sampingnya. Kemudian ia bercita-cita menjadi dalang, bahkan pernah belajar mendalang. Lingkungan masa kecilnya di Tedjakusuman, Yogyakarta yang dekat dengan kesenian sangat mendukung karirnya di bidang musik, juga teater.

Djaduk pernah mendirikan Kelompok Rheze yang tahun 1978 pernah dinobatkan sebagai Juara I Musik Humor tingkat Nasional, mendirikan Kelompok Musik Kreatif “Wathathitha”. Pada tahun 1995, bersama dengan Butet Kertaredjasa dan Purwanto mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan pendekatan modern. Pada tahun 1997, Djaduk mengolah musik keroncong dengan mendirikan Orkes Sinten Remen.

Salah satu hal yang pernah mengganjal Djaduk adalah label lokal dan nasional. Ia mengalami diskriminasi itu sejak 1979. Djaduk baru bisa masuk industri (nasional) tahun 1996, setelah nongol di Dua Warna RCTI. Maka ketika Djaduk banyak mendapat job tingkat nasional, ia tetap bertahan sebagai orang lokal. Tak akan menetap atau ber-home base Jakarta, meski frekuensi tampil di ibukota sangat tinggi. Djaduk dan kelompoknya tetap di Yogya.

Bagi yang ingin menikmati, Orkes Sinten Sinten Remen, dapat mengunduh pada link berikut:

  1. Antibiotik
  2. Buatlah Cinta Jangan Perang
  3. Celana Dalammu
  4. Cup Menenga, Mbakyu!
  5. Generasi Neon
  6. Janji Palsu
  7. Kere Trndy
  8. Komedi Putar
  9. Kucari
  10. Maling Budiman
  11. Malioboro Sexy
  12. Moy
  13. No No No Yes
  14. Nyuwun Pamit Tansah Wilujeng Saras
  15. Pak Ketipak Tipung
  16. Patah Hati
  17. Priyayi Baru
  18. Reformasi Baru
  19. Sorry, Tak Dipinjamkan
  20. Tu La Lit
  21. Yang Penting Happy

Anom & Bayu, Asmarabumi (Video)

asmarabumiBeberapa Waktu yang lalu, saya pernah memposting Wayang Kulit dengan lakon Asmarabumi dengan dalang KI H. Anom Suroto dan Pamungkas Bayu aji dalam Versi Audio, maka kali ini kami persembahkan lakon tersebut dalam versi video.

Saya merasa perlu memposting lakon tersebut, lebih karena peran M Pamungkas Prasetya Bayu Aji, yang kala itu berusia 11 tahun.  Jika anda menyaksikan pementasan Dalang M Pamungkas Bayu Aji saat ini, barangkali anda sudah melihat potret dalang idaman yang boleh jadi (jika dibandingkan dengan Anom Suroto), bayu hanya kalah masalah pengalaman dan “rasa”.  Selebihnya, bayu mengungguli bapaknya.

Nah, saya bermaksud membawa anda kembali ke masa kanak-kanak Mas Bayu sehingga anda dapat melihat betapa darah dalangnya memang mengalir sejak dia masih kanak-kanak.

Seperti biasa, sayamengconvert file saya tersebut ke format flv sejumlah 5 folder untuk memperkecil file agar anda lebih mudah mengunduhnya

  1. Anom & Bayu, Asmarabumi 1
  2. Anom & Bayu, Asmarabumi 2
  3. Anom & Bayu, Asmarabumi 3
  4. Anom & Bayu, Asmarabumi 4
  5. Anom & Bayu, Asmarabumi 5


Format Factory, Konversi Untuk Semua File

Format Factory InterfaceDengan banyaknya gadget multimedia dengan dukungan file yang puluhan jenisnya, maka kadangkala konversi file menjadi sebuah kebutuhan yang tak terelakkan.  Belum lagi untuk kepentingan yang bersifat khusus yang mengharuskan kita  mengubah jenis file yang kian hari kian beragam jumlah dan jenisnya.

Katakanlah, untuk file video dikenal beberapa jenis.  Mulai dari mp4,  3gp, flv, avi, wmv, dan sebagainya .  Sedangkan untuk file audio dikenal mp3, wma, flac, aac, amr dan sebagainya.  Celakanya, tidak semua player bisa mengeksekusi dan menjalankan file tersebut dengan baik.  Belum lagi format  gambar yang jenisnya semakin beragam, misalnya JPG, PNG, BMP, ICO dan lain-lain yang kesemuanya membutuhkan penanganan dengan komprehensif yang -sekali lagi- kadangkala diperlukan konversi ke jenis tertentu agar bisa dibaca dan dijalankan oleh player atau perangkat yang kita miliki.

Ada puluhan bahkan ratusan perangkat lunak aplikasi untuk konversi file, baik yang gratis maupun yang berbayar yang bisa kita temukan, akan tetapi kebanyakan (terutama yang gratis) belum mendukung banyak format sekaligus. Kalau toh ada, interfacenya relatif sulit dan file aplikasinya besar sekalipun keluarannya berkualitas baik.

Sebagai referensi untuk anda pertimbangkan, berikut ini kami perkenalkan Format Factory, All Files Converter, yang dapat anda download disini atau di situs reminya di http://www.formatoz.com/download.html.  File ini berekstensi rar dengan ukuran 18,057 KB.  Oleh karena itu, di komputer anda harus terlebih dahulu terintal WinRAR, WinZIP, 7Zip atau yang sejenisnya untuk membongkar file rar Format Factory tersebut.

Software Format Factory, All Files Converter ini dapat mengkonversi  hampir semua file Viedo, Audio, Images, DVD/CD ROM Tool, Iso, Merge (Penggabung) Video, audio dsb.

Instalasi dan Aplikasi

  1. Download Format Factory, All Files Converter.
  2. Buka / doble klik / Ekstrak hasil download dalam bentuk rar tersebut.
  3. Buka / dobel klik FF Setup 1.70.exe
  4. Tentukan direktori instalasi dengan mengklik browse (atau biarkan saja, karena secara otomatis akan terinstal di C:\Program files\Format factory)
  5. Pilih / klik Install dan biarkan proses instalasi berjalan.
  6. Jika sukses, anda akan berhadapan dengan interface seperti ini
  7. Di Bar bagian atas anda bisa menentukan bahasa (termasuk antarmuka bahasa Indonesia)
  8. Di bagin kiri dapat anda pilih berbagai jenis file video, audio, gambar dan sebagainya.
  9. Selanjutnya, kami persilahkan anda untuk mengeksplorasi dan merasakan kemudahan yang datawarkan oleh Format Factory.

Selamat mencoba…………….

Shakatak, Jazz yang Gampang Dicerna

ShakatakSumbangan : Wahyudiono

Beberapa waktu yang lalu, saya hanyut dalam rangkaian ritual “chatting” di facebook dengan Mas Wahyudiono, seorang pilot yang “doyan apa saja”, mulai dari klenengan, wayang kulit sampai kethoprak.  Untuk musik modern, dia menyukai jazz.  Pembicaraan kami berujung pada permohonan saya untuk dia berkenan berbagi MP3 Shakatak yang ternyata dipenuhinya juga beberapa hari kemudian.  Setelah saya download kemudian saya nikmati. Sebagaimana definisi yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa Musik bunyi yang dibuat atau ditimbulkan secara sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang bisa diterima oleh individu dengan pemahaman yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang., yang dapat menenteramkan hati dan menumbuhkan jiwa patriotisme maka Shakatak memenuhi hampir semua syarat tentang sebuah musik.

Kendati saya telah lama mendengar Grup Musik ini, ternyata saya baru menyadari bahwa refernsi saya tentang Shakatak sangat jauh dari kata cukup.  maka saya browsing untuk sekedar memberikan sedikit ilustrasi tentang grup musik hebat ini.

Grup Musik Shakatak, yang terdiri dari Bill Sharpe (pianis), Roger Odell (drum), Jill Saward (vokalis), George Anderson (gitar bass), Keith Winter (gitar). Grup musik yang beraliran Jazz / Funk yang telah terkenal di dunia ini lahir di Inggris.

Mereka telah mengadakan konser-konser berkaliber taraf internasional, namun mereka juga pernah mengadakan konser pada momen-momen penting dunia seperti waktu Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu pada tahun 1989, Pesta Millenium di Cape Town, Afrika Selatan pada tahun 2000, dan di Japan’s Budoken Hall yang memenangkan Silver Award di Tokyo International Song Festival.

Musik-musik mereka juga memenangkan award untuk kategori “Best Instrumental Album” selama 3 tahun berturut-turut, album-album Shakatak juga sering memasuki “Top 20” di Inggris.

Tapi setelah beberapa tahun kemudian, gitaris Keith Winter sakit keras dan terpaksa mengundurkan diri dari Shakatak. Namun ia tetap memberikan kontribusi yang besar bagi kelanjutan band Shakatak pada masa-masa kini. Karena ia memiliki keahlian Web design, ia turut serta dalam pembuatan website official Shakatak, www.shakatak.com .

Setelah tinggal tersisa 4 orang dalam Shakatak, Shakatak sering melakukan konser kolaborasi maupun CD kolaborasi dengan pemain-pemain musik lain seperti Jacqui Hicks, Al Jarreau,Debb Bracknell,dan Alan Wormlad. Shakatak telah melakukan konser-konser secara berkala di Inggris, Eropa, dan juga negara-negara di Asia.

Bahkan walaupun Shakatak termasuk golongan band “jadul” dan lama, namun eksistensi mereka tetap bertahan dan mereka tetap dinanti oleh jutaan fans mereka dari seluruh dunia. Itulah mengapa band Shakatak belum siap hengkang dari dunia permusikan dan tetap bermain ketika band-band yang lainnya banyak yang sudah bubar dimakan usia.

Gaya musik mereka juga terus mengikuti evolusi selera musik modern, sehingga tidak ditinggalkan oleh para generasi baru. Sifat merekayang bebas berekspresi dan tidak kolot terhadap hanya satu aliran musik saja inilah yang membuat mereka tetap ada sampai sekarang. (dikutip dari http://vibizlife.com/music_biography_details.php?awal=40&page=5&id=1393&pg=music_biography)

Album terakhir shakatak menyertakan gitaris mezzoforte , fridrik karlson . ternyata begitu ceritanya . sebagai perbandingan saya upload juga album shakatak tanpa keith winter (catatan wahyudiono)

Berikiut ini beberapa judul lagu dari Shakatak yang bisa anda download dan nikmati.

  1. City Rythm
  2. Day By Day
  3. Easier Said Than Done
  4. Something Special
  5. Brazilian Down
  6. Mr. Manisc and Sister Cool
  7. Dr! Dr!
  8. Night Birds
  9. Streetwalkin’
  10. Time Of My Life
  11. Invitations
  12. Walk The Walk
  13. Stranger
  14. Turn The Music Up
  15. Dark Is The Night
  16. If You Could See Me Now
  17. Don’t Blame It On Love
  18. Watching You
  19. Untuk lagu Shakatak yang lebih lengkap lagi, dapat anda download disini