Orkes Sinten Remen

Orkes Sinten remenSinten Remen secara harfiah berarti Siapa Mau. Entah kenapa nama ini diambil untuk sebuah kelompok musik yang menurut saya “benar-benar musik”.  Ia bisa hidup diantara banyak bebunyian yang sebelumnya tabu dikawinkan.  Sinten Remen menempatkan diri sebagai kelompok musik progressif yang “nyegele”.

Dari segi konsep, Sinten Remen tak terlalu istimewa karena banyak kelompok musik semacam ini lahir.  Dia berupaya membuat musik progressif berbasis keroncong yang ternyata berhasil.  Dari segi konten dan materi, kelompok ini benar-benar padat.  Personil yang berada dibelakang Sinten Remen juga bukan orang sembarangan.  Mereka adalah musisi idealis yang kaya ide.  Maka lengkaplah Sinten Remen sebagai musik progrsif aternatif.

Jadug Feriyanto yang menjadi master dari orkes ini telah banyak dikenal sebagai musisi idealis yang kaya pengalaman.  Untuk lebih mengenal Jadug dan Sinten Remen, berikut dadalah kutipan dari Wikipedia:

Gregorius Djaduk Ferianto (lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964; umur 45 tahun) adalah seorang aktor dan seniman musik Indonesia. Ia adalah anak bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia, terlahir dari Ibu bernama Soetiana. Sejak tahun 1972, Djaduk sering menggarap illustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Ia bersama kelompoknya terkenal dengan eksplorasi berbagai alat dan benda sebagai instrumen musiknya.

Terlahir dengan nama Guritno, pemberian pamannya. Ayahnya, Bagong Kussudiardjo mengganti namanya dengan Djaduk yang artinya unggul. Ia selalu ditemani radio yang sering menyiarkan pertunjukan wayang. Tidak lupa juga buku cerita wayang yang selalu ada di sampingnya. Kemudian ia bercita-cita menjadi dalang, bahkan pernah belajar mendalang. Lingkungan masa kecilnya di Tedjakusuman, Yogyakarta yang dekat dengan kesenian sangat mendukung karirnya di bidang musik, juga teater.

Djaduk pernah mendirikan Kelompok Rheze yang tahun 1978 pernah dinobatkan sebagai Juara I Musik Humor tingkat Nasional, mendirikan Kelompok Musik Kreatif “Wathathitha”. Pada tahun 1995, bersama dengan Butet Kertaredjasa dan Purwanto mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan pendekatan modern. Pada tahun 1997, Djaduk mengolah musik keroncong dengan mendirikan Orkes Sinten Remen.

Salah satu hal yang pernah mengganjal Djaduk adalah label lokal dan nasional. Ia mengalami diskriminasi itu sejak 1979. Djaduk baru bisa masuk industri (nasional) tahun 1996, setelah nongol di Dua Warna RCTI. Maka ketika Djaduk banyak mendapat job tingkat nasional, ia tetap bertahan sebagai orang lokal. Tak akan menetap atau ber-home base Jakarta, meski frekuensi tampil di ibukota sangat tinggi. Djaduk dan kelompoknya tetap di Yogya.

Bagi yang ingin menikmati, Orkes Sinten Sinten Remen, dapat mengunduh pada link berikut:

  1. Antibiotik
  2. Buatlah Cinta Jangan Perang
  3. Celana Dalammu
  4. Cup Menenga, Mbakyu!
  5. Generasi Neon
  6. Janji Palsu
  7. Kere Trndy
  8. Komedi Putar
  9. Kucari
  10. Maling Budiman
  11. Malioboro Sexy
  12. Moy
  13. No No No Yes
  14. Nyuwun Pamit Tansah Wilujeng Saras
  15. Pak Ketipak Tipung
  16. Patah Hati
  17. Priyayi Baru
  18. Reformasi Baru
  19. Sorry, Tak Dipinjamkan
  20. Tu La Lit
  21. Yang Penting Happy
About these ads

About Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 18 Oktober 2009, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Makasaih Untuk lagunya Mas G. Jaduk, Untuk lagu Nyelenehhhhhhhhz ……… Terus Berjuang

  2. Mas Timur
    terima kasih telah berkenan mampir dan makasih pula untuk apresiasi anda pada Sinten Remen………….

  3. Orkes Keroncong Sinten Remen ngemu pasemon dumateng panguwaos, nanging menapa panguwaos nggrahita dateng pasemon punika kados kalbunipun sampun tinutupan donya brana anggenipun maling dados nggih makaten kahanan sakpunika

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: