Arsip Bulanan: Desember 2009
Gus Dur, Satriya Pinandhita Itu Telah Pergi
Tentunya merupakan sebuah kesengajaan kalau kemaren 29 Desember 2009 saya memposting Lakon Wayang DURNA GUGUR, yaitu untuk menghormati Mas Jarot Riyanto yang telah mengirimkan file itu kepada saya beberapa waktu sebelumnya. Tetapi jelas bukan sebuah kesengajaan kalau Mas Widjanarko Bbkb memberikan komentar atas postingan saya lewat facebook pada 30 Desember jam 18:34 dengan ucapan Inalilahi………………………..dipun sarek aken jam pinten nggih?.
Tetapi, jika pada Hari Rabu, 30 Desember 2009 jam 18.45 terdengar Berita Gus Dur Meninggal Dunia, saya merasa bahwa postingan saya yang berjudul DURNA GUGUR seakan merupakan sebuah sasmita. Kebetulan-kebetulan yang terjadi antara saya, mas Jarot dan Mas Widj seakan sebuah isyarat akan “Gugurnya Gus Dur (na)” satriya pinandhita yang mahasakti yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi dan kebebasan berpendapat di negeri ini.
Sebagaimana Pendhita Durna, Gus Dur adalah seorang ksatriya sekaligus seorang ulama. Sebagai seorang pendhita, Begawan Durna telah mengabdikan seluruh tenaga dan fikiran untuk memajukan bangsanya. Durna telah mencetak kesatriya besar yang mampu mengukir sejarah. Bima, misalnya. Dengan Titra Prawita Mahening Suci nya mampu bertemu dengan sejatinya sehingga bisa manunggal antara dirinya dengan Sang Khalik. Ini adalah campur tangan Pendhita Durna. Lalu, Arjuna yang menjadi ksatriya besar dan menjadi lantaran turunnnya wahyu ratu adalah sosok murid kesayangan Pandhita Durna. Tak hanya itu, di Perang Baratayuda, kendati dikenal sebagai seorang Pendhita, Durna adalah seorang Senapati yang dengan Gelar Perang Cakrajuhanya mampu menciutkan nyali prajurit amarta. Maka diakhir cerita Durna Gugur –seperti Bhisma- Gugurnya Pendhita Sokalima ini menjadikan hujan tangis baik bagi Kurawa maupun Pendhawa.
KH Abdurrahman Ad Dakhil bin Wachid Hasyim, mantan Presiden RI ke IV itu telah berupulang dan Indonesia berduka. Sang Satriya Pinandhita itu telah tiada. Sebagaimana dilansir oleh vivanews http://nasional.vivanews.com/news/read/117370-gus_dur_meninggal_di_depan_sby Gus Dur neninggal diahadapan Presiden Sulsilo Bambang Yudhoyono, sungguh dramatis. Sempurnalah perannnya sebagai Satriya Pinandhita, Guru Bangsa yang dikagumi bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia.
Terlalu banyak yang bisa digali dari sosok hebat ini. Akan tetapi satu hal yang tak bisa hilang dari Gus Dur adalah kemampuannnya membuat joke yang segar, intelek dan menghibur.
Nah, untuk mengenang sosok hebat ini, berikut saya kutipkan beberpa joke yang konon original bersumber dari Gus Dur.
Selamat Jalan Gus Dur, Semoga Allah SWT menerima semua amal bhaktimu
HUMOR A’LA GUS DUR
Siapa yang paling berani
GusDur: Kopral ke sini kamu … (setelah dayang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?
Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)
Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! …
Sate babi
Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?a
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram?
Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi! (//mbs)
Sumber : Okezone.com, Selasa, 1 September 2009
Gusdur di plintir media
Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya.
Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, dia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura.
Walah … walah, gitu aja kok repot! (//mbs)
Kuli dan kyai
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.
Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!
Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?”
“Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.”(//ahm)
Sumber: okezone.com, Kamis, 2 April 2009 – 15:05 wib
Jenderal
Pada saat selesai melantik WAKAPOLRI di Istana, Gus Dur mengadakan konferensi pers dengan wartawan.
Pada kesempatan itu, salah satunya diungkapkan tentang permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo BIMANTORO -
KAPOLRI – mengundurkan diri.
Ketika konferensi pers itu usai, dan Gus Dur dipapah memasuki mobil, beberapa wartawan mulai tidak mengerubutinya lagi.
Gus Dur berkata :”Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak?”
“Apa itu Gus ?” tanya para wartawan serentak.
“Saya mau sebutkan nama seorang jenderal yang paling berbahaya dan berpotensi mematikan siapa saja,” ujar Gus Dur.
“Wah, siapa itu Gus ?” keroyok para wartawan yang tadinya sudah mulai menjauh. Mereka berlarian untuk mendapatkan berita eksklusif itu.
“Ok, saya akan katakan,” kata Gus Dur meyakinkan.” Jenderal itu adalah Jendral..(General) Electric …”
“Wooo kok itu sih Gus ?” protes para wartawan.
“Lha kalian ini, maunya bikin gosip melulu. Lha saya kan bener kalau General Electric itu paling berbahaya. Coba, mau nggak kamu kesetrum lampunya General Electric ? Berbahaya khan ?!, kamu bisa mati kan kalau kesetrum????”
Kombak-Kambek Rp. 5000
Seorang wisatawan asal Amerika, kata Gus Dur, datang ke Jogjakarta ingin melihat-lihat beberapa tempat wisata. Seminggu dia berada di kota gudeg itu, setelah mengunjungi beberapa tempat wisata kali ini ia ingin ke kebun binatang Gembira Loka.
Setelah bertanya letak kebun binatang itu kepada petugas hotel tempatnya menginap, akhirnya ia putuskan untuk mengunjunginya dengan naik becak. Sebab semua jenis angkutan sudah pernah ia coba kecuali becak.
Sambil membawa ransel kecilnya turis inipun segera memanggil tukang becak yang mangkal di depan hotelnya.
“How much to Gembira Loka?” tanya sang turis.
Sambil memekarkan lima jari tangan kanannya si tukang becak menjawab, “five thousand kombak-kambek mister !”.
Tiang listrik bengkok
Suatu kali, Gus Dur bepergian bersama rombongan kyai NU dengan naik bus . Seorang kyai dalam rombongan itu dikenal punya hobi menyandarkan tangannya di jendela mobil . Kadang tangannya samapi ke luar jendela .
Dan betul, saat perjalanan itu, tangan sanga kyai itu keluar dari jendela. Kebetulan Gus Dur melihatnya, lalu iapun mengingatkan pak kyai ini agar memasukkan tangannya, suapay tidak cedera kalau-kalau menyenggol tiang listrik . Kyai itu menolak .
Merasa jengkel peringatannya tidak dihiraukan, akhirnya Gus Dur bilang ” Tolong, pak kyai, tangannya jangan dikeluarkan, kalau kesenggol tiang listrik, tiang lisriknya bisa bengkok.”
Sang kyai segera memasukkan tangannya – tampaknya dia puas “kesaktian”nya diakui .
Eternit
Suatu kali ada seorang Kiai asal Madura yang membanggakan pembangunan pesantrennya pada Gus Dur. “Wah pesantren saya sudah jadi. Lengkap bangunannya luas, bertingkat,” katanya dengan wajah bangga. “Kapan-kapan Gus Dur harus ke sana, soalnya sudah lengkap dengan eternit” tambahnya lagi.
“Eternit “? Tanya Gus Dur sambil berfikir setiap bangunan kan memang perlu eternit (langit-langit plafon-red)
“Itu yang pakai ada komputernya,” jelasnya lagi.
“Ohh…. Internet,” jawab Gus Dur bersama-sama beberapa orang yang hadir.
Mengapa Clinton Ngakak?
Saat Presiden Gus Dur bertemu Presiden AS Bill Clinton, Januari 2000, tentu saja banyak diliput pers. Koran-koran Amerika memuat foto Gus Dur bersama Bill Clinton, dan Clinton terlihat ketawa terbahak sampai kepalanya mendongak.
Apa yang dikatakan Gus Dur sampqi membuat Clinton terpingkal-pingkal begitu?
Menurut Gus Dur, barangkali tentang joke yang disampaikan Presiden John Kennedy.
Gus Dur bercerita, suatau hari Kennedy mengajak serombongan wartawan ke ruang kerja Presiden AS. Di salah satu dindingnya ada sebuah lubang kecil tempat Presiden Dwight Eisenhower menaruh peralatan golfnya.
“Ini lho, perpustakaannya Eisenhower,” kata Kennedy mengejek pendahulunya itu. Clinton terpingkal mendengarkan cerita Gus Dur itu.
Dari mana Tus Dur mendapat cerita itu? “Saya baca di buku Ted Sorrensen,” kata Gus Dur.
“Lho jadi Presiden Clinton sendiri tidak tahu cerita itu?” tanya Jaya Suprana.
“Ya mungkin nggak tahu, sebab dia nggak baca buku. Mana mungkin Presiden Amerika baca buku? Kalau dia baca buku berarti kelihatan dia nggak punya kerjaan.
Nah, kalau Presiden Indonesia, justru harus baca buku sebab nggak ada kerjaan,” timpal Gus Dur.
Salah Sebut
SAAT diundang pada suatu acara di Malang Jawa Timur, Gus Dur ditunggu banyak pihak. Banser pun yang selalu sibuk bila Gus Dur ada acara di daerahnya juga memantau melalui HT yang selalu digenggamnya. Salah seorang anggota Banser berada di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Ia senantiasa melaporkan perkembangan di sana setiap saat.
Begitu pesawat yang ditumpangi Gus Dur mendarat, dia senang bukan main. Maka dengan penuh semangat dia langsung melapor ke panitia lokasi acara, melalui HT nya. Karena begitu bersemangat diapun gugup tak karuan.
“Halo, kontek, kontek! Kiai Abdurrahman Saleh sudah mendarat di bandara Abdurrahman Wahid,” katanya. Tentu saja panitia yang menerima laporannya kaget dan sekaligus tertawa.
Gila NU
RUMAH Gus Dur di kawasan Ciganjur sehari-harinya tak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalnagn NU maupun bukan. Tak jarang mereka datang dari luar kota.
Menggambarkan fanatisme orang NU, menurut Gus Dur ada tiga tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan membicarakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.
Orang NU jenis kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam duabelas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” katanya.
Orang jenis ketiga, Gus?
“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu saya jam dua
Saudara Kamar Mandi
SUATU ketika seorang Kiai kedatangan tamu seorang Bupati. Sang Kiai dalam sambutannya mengatakan, “Kami sudah membangun beberapa kamarmandi dan saudara-saudaranya,” Hadirin pun bingung mendengarnya, termasuk pak Bupati.
Ternyata yang dimaksud sang Kiai selain kamar mandi juga telah dibangun WC. Karena di depan para tamu dan orang banyak, sang Kiai segan menyebut kata WC. Maka ia menghaluskan kata itu, karena dianggap kurang patut
Malu dan Kemaluan
KISAH ini terjadi di Jawa Timur (Jatim). Suatu kali ada seorang caleg (calon legislative) PKB marah-marah karena namanya tidak masuk dalam daftar calon terpilih. K.H . Hasyim Muzadi (Yang saat itu adalah Ketua DPWNU Jatim) bilang, “Wis to (sudahlah-red), soal caleg itu kan masalah dunia. Itu soal kecil.”
Tapi caleg batal itu tetap jengkel, kata si Caleg, “Bukan begitu Kiai. Tapi ini masalah kemaluan.”
Sambil terkekeh, Gus Dur berkomentar, ” Ya begitu itu orang NU. Malu dan kemaluan dicampur-campur.”
” Nyedot kang ? “
” Para santri dilarang keras merokok !” Begitulah aturan yang berlaku di semua pesantren, termasuk di pesantren Tambak Beras asuhan Kyai Fattah, tempat Gus Dur pernah nyantri . Tapi, namanya santri, kalau tidak bengal dan melanggar aturan rasanya kurang afdhol .
Suatu malam, tutur Gus Dur, listrik di pesantren itu tiba-tiba padam . Suasanapun jadi gelap gulita . Para santri ada yang tidak peduli, ada yang tidur tapi ada juga yang terlihat jalan-jalan mencari udara segar .
Diluar sebuah rumah, ada seseorang sedang duduk-duduk santai sambil merokok . Seorang santri yang kebetulan melintas di dekatnya terkejut melihat ada nyala rokok di tengah kegelapan itu .
“Nyedot , Kang?” sapa si santri sambil menghampiri “senior”nya yang sedang asyik merokok itu.
langsung saja orang itu memberikan rokok yang sedang dihisapnya kepada sang “yunior”. Saat dihisap, bara rokok itu membesar, sehingga si santri mengenali wajah orang tadi .
saking takutnya, santri itu langsung lari tunggang langgang sambil membawa rokok pinjamannya .
” Hei , rokokku jangan dibawa ! ” teriak Kyai Fattah .
Indonesia Minta di Jajah
Dalam sebuah seminar beberapa tahun yang lalu Gus Dur mengungkapkan bahwa Belanda bukan sebuah negara yang besar, tidak punya modal, tidak punya pemikir-pemikir ulung, jadi mereka tidak memberikan apa-apa kepada kita, malah merampok kita habis-habisan.
Lain dengan India yang dijajah Inggris, atau Filipina yang dijajah Amerika. Negara-negara penjajah yang itu punya sesuatu yang diberikan kepada negara-negara yang dijajah, misalnya saja tentang sistim hukum yang lebih teratur, dsb.
Nah, lalu ada pemikiran gila, supaya Inggris dan Amerika memberikan sesuatu kepada kita.
Bagaimana caranya?
Kita nyatakan perang melawan Inggris dan Amerika!
Lho, kenapa begitu?
Logikanya kita kan pasti kalah, jadi kita akan dijajah lagi oleh Amerikan dan Inggris.
Masalahnya sekarang, bukannya kalau kita kalah.
Masalahnya adalah, bagaimana kalau Indonesia yang menang ???
Takut Istri
Memberikan contoh dengan lelucon adalah kebiasaan Gus Dur ketika berpidato. Tujuannya, kata kyai ini agar hadirin dapat memahami maksud dari apa yang disampaikan.
Dalam sebuah forum yang membahas soal kesetaraan laki-laki dan perempuan, seorang peserta bertanya kepada kyai eksentrik ini, yang isinya mungkin agak “pribadi.”
Peserta itu bertanya, apakah Kyai sebesar Gus Dur juga takut pada istri?
Mendengar pertanyaan yang “sensistif” itu Gus Dur menjelaskan dengan “bijak” (jika tidak mau disebut berkelit).
“Begini ya….. Saya punya cerita,” kata Gus Dur memulai, sementara peserta sudah siap-siap dengan serius mendengarkan jawaban tentang “jeroan” rumah tangga Gus Dur.
“Nanti di akhirat, orang dibagi dua barisan,”
Gus Dur melanjutkan,”barisan pertama untuk orang-orang yang takut sama istrinya. Barisan kedua untuk yang berani sama istrinya.”
Peserta seminar yang tadinya serius, langsung dapat menerka ini pasti guyonan.
“Di barisan pertama orang antri berduyun-duyun. Ternyata di barisan kedua cuma ada satu orang, badanya kecil lagi.”
“Orang-orang di barisan pertama heran melihat si kecil itu sendirian. Mereka pikir berani sekali tuh orang kecil-kecil.”
Lalu dikirim delelgasi dari barisan pertama untuk menanyakan. Datanglah delegasi itu pada si kecil dia bertanya, “hey kamu koq berani banget baris sendirian disini, emangya kamu nggak takut sama istri kamu?”
Mendengar pertanyaan itu, si kecil menjawab “Wah…. saya juga nggak tahu nih. Saya disini disuruh istri saya.”
Ats jawaban dai sang Kyai, seluruh peserta langsung terbahak. Tahulah mereka maksudnya, kesimpulannya semua laki-laki di dunia……
Becak, dilarang masuk !
Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD ( buku ; setahun bersama Gus Dur, kenangan menjadi menteri di saat sulit ) tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik .
Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “becak dilarang masuk” . Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berati jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak .
” Apa kamu tidak melihat gambar itu? itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak pak polisi . ” Oh saya melihat pak , tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya . Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak .
” Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? di bawah gambar itukan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak pak polisi lagi .
” Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan , bukan jadi tukang becak seperti ini ,” jawab si tukang becak sambil cengengesan .
Hanyutnya Presiden Soeharto
Sudah tentu mantan presiden Soeharto kebagian sentilan Gus Dur. Ceritanya, suatu hari Pak Harto memancing di sebuah sungai. Bekas orang kuat itu dikenal gemar memancing (dan barangkali bukan cuma ikan yang dipancingnya). Saking asyiknya, Pak Harto tidak sadar bahwa air sungai itu meluap, lalu terjadilah banjir besar.
Pak Harto hanyut terbawa arus deras. Selama hanyut itu rupanya dia tak sadarkan diri, dan ketika dia terbangun dia berada jauh dari tempatnya semula. Keadaannya sangat sepi, hanya ada seorang petani, yang rupanya telah menolong Pak Harto.
Merasa berutang budi dan sangat berterima kasih, Pak Harto berkata pada penolongnya itu.
“kamu tahu nggak saya ini siapa?” tanya Pak Harto.
“Tidak,” jawab si penolong.
“Saya ini Soeharto, Presiden Republik Indonesia.
Nah, karena kamu sudah menolong saya, maka kamu boleh minta apa saja yang kamu mau, pasti saya beri. Ayo katakan saja keinginan kamu.”
“Saya cuma minta satu hal saja, Bapak Presiden,” kata sang penolong. “Katakan saja apa itu?” Kata Pak Harto.
“Tolong jangan bilang siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak.”
Obrolan Tiga Presiden
Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan. Seperti biasa…setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.
Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”
Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”
“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.
Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.
Presiden Indonesia: “Wah… kok bisa tau juga?”
“Itu… menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.
Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat…
“Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.
“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.
“Ini… jam tangan saya ilang…”, jawab Gus Dur kalem.
Kaum Almarhum
Mungkinkah Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya, sebab Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologi”nya itu. Padahal hal tersebut sering membuat repot para koleganya.
Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur.
“Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.” Katanya.
Jin dan Tiga Manusia
Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Perancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.
Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menwarkan jasa. “Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi,” kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Perancis.
“Saya ini petugas lembaga sosial di Paris,” katanya.
“Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jadi tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya.” Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya.
“Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?”
“Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington.”
“Oke,” kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya.
“Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu.”
” Duh, Pak Jin, sepi banget disini,” keluh si orang Indonesia. “Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini.”
Zutt, orang Perancis dan Pria Amerika itu muncul lagi.
Gus Dur Beli Pesawat
Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat dulu, Pertengahan tahun 2000, Gus Dur bertemu dengan eksekutif puncak Boeing, industri pusat raksasa pesawat terbang. Orang pun bertanya-tanya, apa pula urusannya Gus Dur dengan pembuat pesawat itu? Memangnya dia ahli pesawat terbang seperti Habibie?
Akhirnya kepala protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi mengungkapkan maksud pertemuan itu; Gus Dur mau beli pesawat kepresidenan, yang selama ini memang tidak pernah dimiliki oleh pemerintah indonesia. Kebiasaan Gus Dur tetap ampuh; bikin pernyataan kontroversial di luar negeri, dan menimbulkan reaksi di dalam negeri.
Pers Indonesia pun sibuk mengusut rencana pembelian pesawat yang waktunya dirasa tidak tepat itu. Krisis ekonomi saja sama sekali terlihat belum diatasi, lha kok Presiden RI mau punya pesawat pribadi. “Perlu dong,” kata Wahyu Muryadi sambil membandingkan dengan Presiden Amerika serikat, yang sudah lama memiliki air force one yang mewah itu.
Dari mana uang puluhan juta dollar untuk membeli pesawat itu? Menko Rizal Ramli, yang bekas aktivis dan pengamat ekonomi yang kritis kok malah bilang siap melaksanakan dan uang untuk pembelian pesawat sudah ada, apa ini bukan pemborosan uang negara? Apa memang ada “uang nganggur” di laci pemerintah? Apa Rizal Ramli ingin cari muka kepada bosnya?
Mendengar sikap siap melaksanakan Rizal Ramli,kritik publik kian gencar. Sampai Gus Dur sendiri kembali ke Jakarta.
Wartawan bertanya,”Gus, mengapa anda merasa perlu membeli pesawat boeing itu?”
Jawab Gus Dur; “Lho, siapa yang mau beli pesawat?”
Wahyu Muryadi dan Rizal Ramli kali ini yang pusing. Sudah sibuk membela rencana Gus Dur, eh yang dibela malah membantahnya.
Menebak usia mumi
Ini cerita Gus Dur beberapa tahun yang lalu, sewaktu jaman orde baru . Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir . Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik . Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga jaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis . Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel .
Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup . Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru . Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah . Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah .
Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup .
“Boleh, silahkan,” Jawab panitia .
Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri .
“Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari,” Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun .
Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum . Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ? hadiah pun diberikan . Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya . Pemerintah pun bangga bukan kepalang .
Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel .
“Anda luar biasa,” kata mereka . ” Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?”
Pak komandan dengan enteng menjawab,”saya gebuki, ngaku dia .”
Lebih Enak Jadi Makelar Motor
“Gus, apakah Gus Dur ikut menjadi mak comblangnya Dessy dengan Latief?” tanya wartawan pada saat isu pernikahan Menteri Tenaga Kerja A Latief dengan artis Dessy Ratnasari beredar.
“Ah, nggak! Daripada jadi makelar begituan, lebih enak jadi makelar motor,” jawab Gus Dur.
Mendengar jawaban tersebut, si wartawan terus mengejar, “Apakah untungnya lebih besar kalau jadi makelar motor, Gus?”
“Bukan begitu. Bayangkan, kalau menjadi makelar orang kawin itu susah. Kalau makelar sepeda motor kan bisa ngelapi, dan nyobain, lalu numpaki. Coba, mana bisa begitu kalau jadi makelar kawinan? Jangankan mau numpaki, mencet klaksonnya saja dilarang,” jawab Gus Dur.
Semua presiden punya penyakit gila
Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia
punya penyakit gila.
Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila.
Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.”
Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat.
Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan.
Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, jawaban itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden banyak pergi ke luar negeri seperti berwisata saja.
Ki H Anom Suroto, Durna Gugur
- Lakon wayang : Durna Gugur (Seri Baratayudha)
- Dalang : Ki H Anom Suroto
- Sumbangan : Mas Jarot Riyanto
- File : MP3 /4400 khz/12bkbps/16 file
Sekali lagi, bukti kecintaan rekan saya pada blog ini. Mas Jarot Riyanto, yang disela kesibukannnya sebagai Ahli Ilmu Tanah, masih berkenan menyempatkan diri mengupload lakon Durna Gugur, Satu dari Seri Baratayudha yang dikemas dengan sangat menarik oleh dalang kondang KI H Anom Suroto.
DURNA GUGUR
Oleh : Jarot Riyanto
Durno Gugur adalah masih serial Baratayuda, yang menceritakan perang besar antara Astina dan Pandawa. Dalam serial kali ini Ki Dalang Ki H.Anom Suroto membawakan cerita yang cukup menarik dimana diceritakan bagaimana perjuangan Pandito Durno sebagai Guru Kurawa Astina sekaligus Pandawa harus menunaikan kewajiban sebagai senopati perang untuk menumpas Pandawa.
Sebagai pembuka cerita dikisahkan tentang kesuksesan Adipati Karno yang telah berhasil membunuh Gatotkaca, sehingga menimbulkan amarah yang besar Werkudoro sebagai ayahnya. Hal ini mendorong Bomowikoto dan Joyowikoto yang dikenal dengan sebagi senopati kembang sepasang untuk menyanggupi menjadi senopati,yang akhirnya berhadapan dengan senopati dari pandawa yaitu Desto Jumeno dan Woro Srikandi.
Sementara itu Kumboyono atau Pandito Durno yang telah mendapat tambahan ilmu dari gurunya Romo Parasu, dengan cara melaksanakan topo mbisu, dimana dengan cara seperti itu Pandito Durno tidak dapat terlihat oleh siapapun. Dengan tekat yang bulat akhirnya Pandito Durno menuju peperangan dengan terlebih dahulu menitip pesan supaya anaknya Aswotomo disembunyikan, dengan majunya Pandito Durno ke medan perang dengan menggunakan ajian Lare Manyuro membuat pasukan Pandawa kocar kacir karena tidak dapat melihat musuhnya, sehingga Prabu Kresno berupaya mencari ksatria yang dapat menandingi Pandito Durno.
Bagaimana kelanjutan cerita ini dapatkah senopati Kembang Sepasang yang sakti dapat menandingi Pandawa, dan siapa yang akan menjadi ksatria untuk melawan Durno serta bagaimana kehebatan dari masing pihak dapat anda ikuti dalam serial yang dibawakan dengan baik oleh Dalang Ki H.Anom Suroto
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 1a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 1b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 2a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 2b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 3a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 3b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 4a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 4b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 5a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 5b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 6a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 6b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 7a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 7b
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 8a
- Ki H Anom Suroto, Durna Gugur 8b
Admin: Untuk Mas Jarot Riyanto
Mewakili para sutresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua jerih payah dan dedikasi anda. Ditunggu untuk lakon-lakon yang lainnya!!!
Seri Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani
Serial Syeh Jangkung kali ini adalah hasil link saya ke Blg’e NangAgus. Mas Kenang Agus, satu dari sedikit pendidik kita yang concern di bidang IT. Dialah yang memberikan ijin kepada saya untuk membuat link ke Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani setelah beberapa waktu saya kesulitan mendapatkan kasetnya.
Masih ingat serial Syeh Jangkung Ontran-ontran Cirebon? Ketika itu diceritakan Saridin menikahi Rohayati, Putri Sultan Cirebon. Dari pernikahan itu, lahir anak laki-laki yang diberinama : Kasan Haji. Akan tetapi, sejauh ini Ibu dan Kakeknya masih merahasiakan tentang siapa sebenarnya ayah Kasan Haji. Ketika menjelang dewasa, keinginan Kasan Haji untuk bertemu dengan ayahnya tak terbendung lagi. Maka atas ijin Sultan Cirebon berangkatlah Kasan Haji bersana Rohayati, ibunya untuk mencari Saridin (Syeh Jangkung) ke Miyono, Pati.
Di Alas Roban, Windu Legkoro, Raja jin di wilayah itu, merasa sangat kecewa ketika mendapat laporan anak buahnya saat di perintahkan untuk membuat kekacauan di Mataram. Retno Jinoli putri Mataram yang menjadi target untuk diganggu oleh anak buah Windu Lengkara mendapat perlindungan oleh seorang sakti yang bernama Saridin (Syeh Jangkung). Windu Lengkara merasa sangat penasaran atas kesaktian Saridin yang telah berhasil mengalahkan anak buahnya. Itulah sebabnya, dengan menyamar sebagai manusia, dia bermaksud ke Miyono, untuk menjajal kesaktian Saridin.
Ditengah perjalanan, Windu Lengkara bertemu dengan Kasan Haji dan rombongannnya. Ketika memandang Rohayati muncul hasrat Windu untuk memperisteri isteri Saridin itu. Tentu saja Rohayati menolak dan dengan sekuat tenaga Kasan Haji berusaha melindungi ibunya.
Jika anda telah mengikuti serial Syeh Jangkung, Bedahing Ngerom pasti anda sudah tahu apa, siapa dan bagaimana Retno Jinoli itu. Akan tetapi pertanyaannnya adalah bagaimana upaya Rohayati untk mengantar aKasan Haji menemui Saridin? Mampukan Kasan Haji melindungi Ibunya dari upaya jahat Windu Lengkara? Kenapa serial Syeh Jangkung kali ini berjudul Sultan Agung Tani? Untuk menjawab pertanyaan itu, kami persilahkan anda untuk mengikuti Serial ini sampai tuntas.
File ini saya peroleh dari Mas Kenang Agus, seorang pendidik dari Purwodadi yang disela kesibukannnya mempersiapn Ujian Nasional, masih sempat ngopeni blog Blog’e NangAgus.Olah karena itu, pada kesempatan ini saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Mas Kenang Agus ats segala upayanya dalam nguri-uri budaya jawa (khususnya Kethoprak).
Masih ada 2 lakon lagi dari keseluruhan sekuel Syeh Jangkung ini yang belum saya posting, yaitu Lulang Kebo Landoh dan Saridin Lahir. Untuk Lulang Kebo Landoh sudah saya siapkan dan akan saya posting tidak lama lagi. Sedangkan untk Saridin Lahir, sejauh ini saya belum menemukan kasetnya.
Untuk serial ini, masih dari Kethoprak Sri Kencana, Pati, dengan dukungan pemain yang tak berbeda dari seri-seri sebelumnya.
Download Ketoprak Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani
- Saridin Sultan Agung Tani 1a
- Saridin Sultan Agung Tani 1b
- Saridin Sultan Agung Tani 2a
- Saridin Sultan Agung Tani 2b
- Saridin Sultan Agung Tani 3a
- Saridin Sultan Agung Tani 3b
- Saridin Sultan Agung Tani 4a
- Saridin Sultan Agung Tani 4b
Admin: Mewakili rekan-rekan sutresna budaya, saya mengucakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada Mas NangAgus atas dedikasinya dalam nguri-uri budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita yang lain.
Wahyudiono, DVD Wayang dan Kethoprak
Setengah bulan lalu (dalam bayangan saya, tentu) Mas Wahyudiono mendaratkan pesawatnya di Bandara Adisumarmo Surakarta. Lalu setelah meakukan prosedur tetap sebagai Kapten Pilot, dia keluar dari Bandara menuju Hotel Sahid tempat transit kru pesawat. Setelah telepon kesana kemari (terutama ke keluarga dan jagoan-jagoan kecilnya) dia beristirahat sejenak untuk kemudian menghubungi rekan-rekannya. Karena dalam gambaran saya, dia adalah type lelaki yang tak bisa berdiam diri tanpa kawan. Itulah sebabnya, kendati dalam guyuran gerimis, tetap saja dia nongkrong hik susu segar She Jack.
Yang tak tergambarkan oleh saya adalah bagaimana dia menenteng amplop besar berisi DVD Wayang Kulit dan Ketoprak hanya untuk diserahkan kepada saya. Payahnya, hanya karena alasan yang sangat sederhana saya tak bisa menemuinya yang telah keraya-raya (bahkan dalam kapasitasnya sebagai Kapten Pilot) membawa DVD itu melanglang dunia.
Sampai batas waktu 12 jam yang diberikan kepadanya habis, saya tak juga bisa menemuninya. DVD itu dititipkan Mas Joni, rekannnya untuk bisa saya ambil sewaktu-waktu. Lebih buruk lagi, saya yang tinggal mengambil tak juga bisa menyempatkan diri menemui Mas Joni yang dengan sepenuh hati menyimpan DVD itu.
Akhirnya, saya tak bisa kompromi lagi kepada diri saya sendiri untuk segera menemui Mas Joni untuk mengambil DVD itu. Maka ketika Mas Joni memberikan waktu kepada saya, rindhik asu digitik, saya segera memenuhi perintahnya untuk menunggu di depan Stadion Manahan. Lelaki ganteng itu menemui saya tepat pada pukul 14.00 WIB dan menyerahkan 1 sampul berisi DVD sambil menyampaikan salam dari Mas Wahyudiono kepada saya.
Tak tahan hati saya untuk menunggu sampai dirumah. Segera setelah Mas Joni hilang ditikungan, saya buka amplop itu. Benar saja!!! Didalamnya berisi DVD Video Wayang dan Kethoprak, antara lain:
1. Video Wayang Kulit Anom Suroto, Sudamala 8 CD
2. Video Kethoprak Siswa Budaya , Jaka Tingkir 2 CD
3. Video Kethoprak Siswa Budaya , Madrim Sayembara 2 CD
4. Video Kethoprak Siswa Budaya , Ande-ande Lumut 2 CD
5. Video Kethoprak Siswa Budaya , Cinde Laras 2 CD
6. Video Kethoprak Siswa Budaya , Sri Huning Mustika Tuban 2 CD
Setelah tiba dirumah langsung saya putar dan saya nikmati. Tiga hari kemudian, tuntas sudah semua judul saya nikmati. Tak banyak komentar bisa saya berikan karena dari aspek materi jelas bukan level saya mengomentari karya-karya besar itu. Sedang dari aspek teknis, semua file yang berada di CD tersebut benar-benar perfect. J
ernih dengan audio yang manis. Pendeknya, semua pamberian Mas Wahyudiono, sangat enak dinikmati.
Pada saatnya semua file itu pasti akan saya posting untuk anda nikmati. Akan tetapi harus disadari bahwa bandwidh dan akses internet yang lambat membayangi saya. Oleh karenanya format filenya saya convert ke format 3gp agar anda mudah mendownloadnya dengan konsekuensi anda akan kehilangan kualitas gambar dan suaranya.
Tak mengapa. Seperti kata pepatah, bahwa salah satu alasan kenapa banyak buku hilang dari perpustakaan adalah karena kebanyakan dari kita lebih mudah menahan buku daripada menahan isinya, maka lsaya fikir lebih baik saya menahan isi dan semua kenangan dari DVD itu daripada sekadar menahan phisik DVDnya. Maka atas ijin Mas Wahyudiono pula DVD itu akan saya estafet kepada anda secara phisik dengan menggunakan jasa Pos. Anda bisa mengetahui dimana posisi DVD itu dengan membaca komentar di halaman ini. Jika anda menginginkan untuk menikmati paringan Mas Wahyudiono, kami persilahkan untuk menulis komentar. Selanjutnya saya akan nyentil kepada rekan yang tengah membawa DVD itu untuk diestafet kepada anda, demikian seterusnya.
Semoga dengan begitu akan mempererat tali silatuirahmi antara para sutresna budaya. Semoga!
Kethoprak Mataram – Seri Majapahit, PATIH NAMBI GUGUR
Kembali pada Kethoprak Mataram SERI MAJAPAHIT yang beberapa waktu lalu saya posting. Ketika itu, saya memposting Lakon Geger Wilwatikta, yang merupakan salah satu sequel (entah yang keberapa) dari keseluruhan SERI MAJAPAHIT yang berjumlah puluhan kaset.
Urutan cerita ini sebenarnya berada sebelum Geger Wilwatikta. Tetapi seperti saya katakan bahwa saya tak pernah pusing oleh urutan kaset mengingat untuk mendapatkan kasetnyapun juga bukan perkara mudah, sementara jumlah kaset keseluruhan yang cukup banyak dengan masing-masing kaset tidak ada keterangan urutan sequelnya sehingga akan sangat sulit untuk menyajikan posting SERI MAJAPAHIT secara runtut kepada anda. Maaf!
Cerita ini berawal pada pengumuman Patih Hamangkubumi Nambi atas Surat Keputusan Sri Kertarejasa Jayawardana, yang menyangkut 3 hal
- Kanjeng Ratu Tri Buwana ditetapkan Menjadi Ratu Kahuripan bergelar Tri Buwana Tunggadewi Gayawisnu Wardani
- Ratu Raja Dewi ditetapkan menjadi Rani di Daha Rani dengan gelar Dyah Mahadewi Maharejasa
- Pangeran Kalagemet putra Ratu Dara Petak, ditetapkan menjadi Raja Majapahit dengan Gelar Sri Jayanegara.
Selesai pelaksanaan Pelantikan, Patih Hamangkubumi Nambi mohon inij ke Lumajang untuk menjenguk pamannnya, yaitu Adipati Wararaja yang sedang menderita sakit.
Sementara itu, Bekel Dipa seorang kepercayaan Tribuwana Tunggadewi, diangkat menjadi Pimpinan bekel dan dipercaya untuk menjadi pengawal pribadi Prabu Jayanegara di Majapahit. Padahal dia sudah menjalin cinta dengan Puranti putri Demang Suryanata . Sayangnya Wurani sudah dilamar Raden Damar putra Patih Rangga Tanding di Kahuripan. Tentu saja Demang Suryanata tidak bisa menolak, mengingat dia adalah bawahan Patih Rangga Tanding.
Bekel Dipa sudah bisa menerima kenyataan ini dan bersedia mundur demi dari Wuranti. Celakanya, ketika Bekel Dipa sedang berduaan dengan Wuranti, diketahui oleh Raden Damar yang langsung salah faham dan menuduh Bekel Dipa berniat merebut Wuranti. Maka terjadi perkelahian antara mereka. Raden Damar tewas dalam pertarungan itu.
Bagaimanakah kelanjutan Kisah Cinta Wurani dan Bekel Dipa? Siapakah Bekel Dipa dan apakah dia berhasil diangkat menjadi Pengawal Prabu Jayanegara? Bagaimana Patih Nambi gugur dan siapa pelakunya? Dan masih banyak pertanyaan lain yang yang tak akan terjawab kecuali jika anda mendengarkan secara lengkap cerita yang dibawakan dengan nyaris sempurna oleh Keluarga Kethoprak Mataram Kodam IV Diponegoro, dengan dukungan pemain:
- Sri Jayanegara : Marijo
- Bekel Dipa : Budi Wiryawan
- Patih Mahapati Halayuda : Slamet T
- Rakyan Kuti : Sugiyarto
- Rakyan Semi : Mugiharjo
- Puranti : Hendrawati
- Bekel Singgat : Ngabdul
- Bekel Lingsang : Darsono
- Tri Buwana Tunggadewi : Kadariyah
- Kebo Taruna : Pujo Leksono
- Salupi : Endhang
- Patih Nambi : Ing Wahono
- Prajurit: Bondan Nr
- Karawitan : Waliko, dkk
- Sutradara : Bondan Nr
- Pengarah Acara : Mulyanto S.Kar
DOWNLOAD KETHOPRAK MATARAM, PATIH NAMBI GUGUR
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 1.1
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 1.2
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 1.3
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 2.1
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 2.2
- Seri Majapahit, Patih Nambi Gugur 2.3
Ki H Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar
- Wayang Kulit MP3
- Lakon : Baladewa Mbangun Pasar
- Dalang : Ki H Anom Suroto
- File : Mp3/4400/128Khz/13 file
- Sumbangan : Mas Toni Raharjo
Ketika mengirimkan Lakon Anggada Mbalela, Mas Toni Raharjo menyertakan pula Lakon Baladewa Mbangun Pasar yang ketika itu baru 2 file dari 13 file yang seharusnya. Setelah beberapa lama tidak bertandang kle blog ini, rasa kangen saya padanya tiba-tiba menyeruak. Lalu saya putuskan untuk add di Facebook. Sayang tidak membuahkan hasil. Barangkali karena kesibukannya, mas Toni tidak memiliki kesempatan untk membalas pesan saya. Sebagai pengobat rindu, saya buka email dengan harapan beliau menulis disana. Benar saja! Tak banyak yang ia tulis kecuali salam sehat sejahtera dan (ini dia) link ke Lakon Baladewa Mbangun Pasar dengan dalang Ki H Anom Suroto.
Cerita ini direkam dari Pageran Langsung Persemian Pasar Delanggu, Kabupaten Klaten. Sehingga akan sangat menarik apabila ada versi videonya. Akan tetapi sejauh ini Mas Toni Raharjo belum memberikan konfirmasi atas pertanyaaan saya. Tak apalah. Saya maklum atas kesibukannnya di bidang IT dan sebagai bapak muda.
Kembali ke Cerita Baladewa Mbangun Pasar. Sebagai raja yang memikirkan perkembangan ekonomi sebagai peletak dasar kesejahteraan rakyat, Prabu Baladewa merasa perlu untuk membangun pasar di ibukota Mandura. Maka, dengan perencanaan yang matang dimulailah pembangunan Pasar di Mandura dengan Anoman sebagai “pimpinan proyeknya”. Sayangnya, dalam upaya pembangunan ini, tiba-tiba saja Prabu Duryudana, Raja Astina mengambil alih secara sepihak dan menerjunkan pekerja-pekerja dari Astina.
Prabu Baladewa, merasa curiga terhadap tindakan Prabu Duryudana disamping khawatir terhadap perasaan Anoman yang telah lebih dahulu sanggup menjalankan perintah membangun pasar. Akan tetapi sebagai raja yang bijaksana, Prabu Baladewa berusaha untuk menjaga perasan kedua belah fihak. Lalu bagaimanakah kelanjutan pembangunan pasar di Ibukota Mandura? Bagaimana sikap Anoman terhadap intervensi Duryudono?
Kami persilahkan anda untuk menikmati cerita carangan yang cukup menarik ini.
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 1
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 2
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 3
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 4
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 5
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 6
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 7
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 8
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 9
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 10
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 11
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 12
- Anom Suroto, Baladewa Mbangun Pasar 13
Catatan:
Untuk Mas Toni Raharjo
Mewakili rekan-rekan setresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih atas semua jerih payah dan dedikasinya dalam nguri-uri seni budaya jawa. Ditunggu untuk cerita-cerita selanjutnya.
All About Jazz
Mendengar kata Musik Jazz identik dengan jenis musik ekslusif bagi orang yang mapan, berpendidikan dan ngerti musik. Lihatlah, betapa susahnya mencerna sebuah komposisi yang seakan hanya bermodal kompak. Nada yang di olah tak pernah utuh. Cara memainkanpun seringkali diluar kewajaran dan kaidah bermain musik. Paling tidak itu menurut pendapat saya!!!
Jika bukan karena teman saya Wahyudiono, pilot yang buaya jazz dan juga doyan musik apa saja itu, barangkali tak terbayang oleh saya menghabiskan 2 GB dan 20 jam hanya untuk mendownload musik yang terdengar grobyagan dan toat toet itu. Saya yang dari awalnya tidak faham musik, tak pernah bisa membayangkan, bagaimana mungkin ritme yang tidak urut, nada yang tidak sama bisa bersatu dalam sebuah harmoni yang disebut musik. Barangkali inilah yang disebut kebersamaan seperti kata Kahlil Gibran: “… bukankah suara kecapi yang menghasilkan nada indah tidak berasal dari dawai yang sama….”
Padahal, apabila kita mau menoleh kebelakang, akar musik jazz sebenarnya bukan dari golongan “high class”. Ia datang dari golongan bawah Amerika di awal 1900an. Berawal dari Ring Time, sebuah genre musik yang dipercaya sebagai cikal-bakal musik jazz pada tahun 1890an sampai awal tahun 1900. Kemudian dikenal New Orleans Music, sebagai generasi kedua setelah Ring Time yang memberikan pengaruh besar terhadap kelahiran musik Jazz. Era ini terjadi sekitar
tahun 1920 di Amerika Serikat,
Setelah itu, jenis musik yang tidak lumrah ini mulai dikenal di luar Amerika dengan munculnya European Jazz yang dususul kemudian dengan Dixieland Jazz pada tahun 1940, Swing Jazz, Bep Pop, Cool Jazz dan berkembang menjadi Musik Jazz yang sekarang kita kenal.
Saya bukan pemain musik, bukan pengamat musik dan juga bukan penggemar musik. Saya akan mendengarkan bebunyian apa saja yang nikmat untuk didengarkan. Gemerisik angin, deburan ombak, kicau burung bahkan suara orang bersenggama. Nah, jujur saja. Awalnya saya hanya sekadar menghormati rekan saya Wahyudiono, ketika dia menawarkan Dave Grussin sebagai ganti Duke Ellington yang tidak dimilikinya. Gage-gage saya minta anak saya (yang ketika itu lebih dulu didepan monitor) untuk mendownload kiriman Mas Wahyu.
Selesai download oleh anak saya (dia sedikit tahu tentang musik – terutama musik klasik- dan biasa memainkan biola dan gitar klasik) langsung diputar. Tiba-tiba dia memanggil saya untuk mengajak menikmati 7 judul yang baru saja selesai diunduh. Kami sepakat bahwa musik itu enak didengar, gampang!!!. Berulang kali Dave Grusin menghiasi ruangan kotor kami tanpa kami berniat menghentikannnya, andaikata tidak karena mati lampu dari PLN.
Esoknya, selepas Sholat Subuh langsung saya unduh semua file dalam folder yang memang disediakan untuk saya. Semua, semua!!! meski membutuhkan beberapa hari, jadilah Musik Jazz berada dalam katalog direktori saya.
Hmm… Entah bagaimana cara Mas Wahyu menikmati musik, tapi semua lagu yang saya unduh boleh dikatakan nikmat untuk didengar. Pandangan saya tentang musik jazz sebagai musik elit, gugur sudah. Jazz sekarang berada sejajar dengan Gambir Sawit, Glathik Glinding , Uler Kambang di telinga saya.
Saya tak ingin menikmatinya sendirian. Saya undang anda untuk mengenal Jazz dengan cara gampang, Nikmati saja!!!
- Al Jerrau
- Casiopea Freshness
- Casiopea Gentle and Mellow
- Casiopea Gig 25
- Casiopea Mint Jams
- Dave Grusin Homage to Duke
- Dave Grusin Montain Dance
- Fourplay 4
- Jeff Lober Best 1
- Mezzoforte forward Motion
- Mezzoforte The Best
- Rippingtons Curves ahead
- Shakatak Dinner
- Shakatak Two Hearts
- The Best Earl Klugh 1
- The Best Earl Klugh 2
- Lee Ritenour
Untuk Mas Wahyudiono, Wahyu terima kasih untuk semua sharing file musik Jazznya. Ditunggu sharing file yang lain……
MP3 Kethoprak Serial Syeh Jangkung, Keris Jangkung
- Ketoprak MP3
- Judul Keris Jangkung
- Sumbangan : Mas Iwan AK
Beberapa hari lalu, salah seorang rekan yang kemudian hari saya kenal sebagai Mas Iwan AK, mengabarkan kepada saya bahwa dirinya memiliki 1 lakon ketoprak yang merupakan serial Syeh Jangkung, yang berjudul Keris Jangkung. Mengingat file itu masih berupa pita kaset, maka Mas Iwan AK meminta waktu kepada saya untuk mengconvert dalam bentuk digital guna diposting di blog ini dengan harapan bisa dinikmati lebih banyak rekan.
Benar saja, beberapa hari kemudian ada pesan di Fb bahwa beberapa file sudah selesai di convert dan meminta kepada saya untuk mencoba. Setelah saya download, ternyata kualitas suaranya bagus, bahkan lebih bagus dari hasil convert saya di Syeh Jangkung yang lain.
Seperti Ken Arok pada Mpu Gandring, saya tidak sranta untuk segera berbagi kepada anda, kendati proses convert belum selesai. Maka setelah mendapatkan ijin dari Mas Iwan, cerita tersebut saya posting, sambil menunggu convert dan proses upload file yang belum selesai. Selamat Menikmati
KERIS JANGKUNG
Oleh : Iwan AK
Di daerah pati ada sebuah nama yg cukup terkenal Ondo Rante namanya dia merasa terganggu dg adanya org yg bersiar agama dan akhirnya membuat keonaran di daerah tsb akan tetapi Adipati Pati Mangun Oneng mendengar warta itu dan di utuslah Ulama yg bernama kyai Makdum Alatas tapi msh blm bisa dikalahkan malahan kyai Makdum Alatas sampai wafat, dan Syeh Jangkung merasa batinnya ga eanak berangkatlah ke Mataram menemui Sultan Mataram mendengar cerita tsb syeh jangkung tergugah dan diutuslah beliau oleh Sultan Mataram tapi dgn syarat harus dgn wanita cantik untuk memikat Putri dari Sumbo Pradan yg bernama Guranti dan berangkatlah untuk menemui Ondo Rante sambil menawarkan Tuak setelah diminumnya Tuak tsb menjadi tak sadarkan diri dan ketahuan kelemahannya yg akhirnya Ondo Rate dibawa kekadipaten dan diikat diatas ondo/tangga dgn rantai emas yg ditarik dgan Gajah dan akhirnya terbelahlah tubuh Ondo Rante menjadi 2 dan tdk boleh disatukan pemakamannya yg akhirnya dimakamkan bersebarangan dgn kali/sungai di Kali ngranten Desa Prenggan .
Dilain cerita setelang sepulangnya dari kadipaten syeh jangkung pulang untuk menemui putranya Momok akan tetapi tdk ketemu ternya Momok pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan di desa Pesanggrahan dirumah Bopo Dupo Somo menjadi tukang angon kebo dan anak Ki Dupo Somo Sutarsih suka dg Momok dan terjadi pertikaian dgn Lodang murid Ki Dupo Somo karena dia jd seneng dgn Sutarsih akan tetapi yg jd korban Kebonya yg diangon Momok karena Momok bersalah Dia dihajar Ki Dupo Somo dan disitulah bertemu jg dgn Syeh Jangkung dan adu kesaktian antara Ki Dupo Somo dgn Syeh Jangkung dan mengaku kalah Ki Dupo Somo dan mengajak berbesan dari situ Momok diajak pulang keKayen dgn membawa kerbau yg diberi oleh Ki Dupo Somo. Hari berikutnya kerbau Wungkul digembala Momok sampai ke desa Trangkil dan memakan padi org dan tejadi pertikaian dgn yg pny sawah Ki Ketip Trangkil (Utra Sunan Kudus) dgn kesaktiannya kerbau yg tadinya hidup menjadi mati dan dihidupkan lagi oleh Syeh Jangkung dan terjadi perkelahian antara Ki Ketip Trangkil dgn Syeh Jangkung bahwasannya dgn mudah mendapat gelar Syeh padahal Ki Ketip Trangkil sdh bertahun2 mengajar agama Islam belum bias mendapat gelar tsb sampai Syeh Jangkung mau dikubur didlm sumur yg sekarang menjadi Desa Sumur Bandung yg akhirnya Ki Ketip Trangkil dibuang kekudus dgn iketnya Syeh Jangkung sekali kibas .
File lengkap (16 File) Audio Ketoprak dengan Format MP3 dengan Cerita Keris Jangkun dapat anda download disini.
- Keris Jangkung 01
- Keris Jangkung 02
- Keris Jangkung 03
- Keris Jangkung 04
- Keris Jangkung 05
- Keris Jangkung 06
- Keris Jangkung 07
- Keris Jangkung 08
- Keris Jangkung 09
- Keris Jangkung 10
- Keris Jangkung 11
- Keris Jangkung 12
- Keris Jangkung 13
- Keris Jangkung 14
Admin: Mewakili rekan-rekan pecinta ketoprak, saya mengucapkan terima ksih kepada Mas Iwan AK atas semua dedikasinya dalam nguri-uri Budaya Jawa, khususnya Ketoprak. Ditunggu cerita-cerita yang lain.
22:11Iwan
sugeng ndalu mas
22:11Mas
sugeng dalu, om. ngapunten akses saya agak lelet. jd mngkin repplynya agak terlambat
22:13Iwan
sama donk
22:15Iwan
gimana apa ada kekurangan/kesalahan dlm penguploadtan saya karena yg email panjenengan saya ga begitu jelas kok ada tulisa blanknya di alamatnya
22:16Mas
wo, itu berarti akibat akses yang lemot. Ketika saya kirim gagal, kiriman kedua tidak membaca apapun. Ngapunten. Yang pasti itu sudah betul. Cuma saya menerimanya baru yang file ke 2
22:21Iwan
berarti yg 1apa ga bisa diterima y,terus 3-6 apa harus lwt email juga mas ? bisa ga panjenengan buka lwt 4saherd yg punya saya
22:22Mas
bisa, selama anda memberikan email dan passwoerdnya
Percaya deh, saya gak akan menyalah gunakan jika diberi kepercayaaan.
22:27Iwan
boleh saya kasih email n passwordnya Alamat Emailnya “dani.kusuma74@gmail.com” Passwordnya “mr.black” saya tiap mlm kirim trs kok meskipun 1 file krn makan waktu 1 jam
22:29Iwan
tapi kalau saya buka n njenengan buka kalau double apa bisa mas ? tapi kalau saya pagi sampai sore Off kok g Online
22:30Mas
lha iya to mas…. sampai kapan kita bisa ngakses internet cepat, dengan harga murah. teman saya yang pernah kerja di korea, katanya disana upload mencapa 300kbps. Artinya keris jangkung cuma butuh waktu 30 detik. Nah?!
buka bareng? buka2an. kita coba aja…
Iwan tak lagi daring. Hal berikut tidak terkirim:
mpun, sya sudah berhasil buka. Sekarang tolong anda buat sinopsisnya biar saya bia posting di blog (kalau boleh, lho….
22:33Iwan
udah bisa kebaca alamat n passwordnya y mas,boleh ini saya jg lagi upload yg ke 7
22:34Mas
sampun, saya sudah mulai download file 1
22:39Iwan
Berarti dgn sampul yg sama dan isi yg saya buka disini ada 6 file y mas apa betul
22:40Mas
betul…….. saya jug sedang buka. tp mungkin jika bersamaan, saya gak bisa download. karena muncul pesan bahwa alamat tidak diketahui….
22:42Iwan
maksudte pripun mas alamat sing nggene kulo punopo pripun nopo wonten engkang kelentu mas
22:44Mas
Iwan tak lagi daring. Hal berikut tidak terkirim:
bukan begitu. dengan anda membuka akses di 4 shared, dianggap baru ada editing. sehingga komputer jaringan saya tidak mengenal alamat ip anda. Itu, mungkin lho………. soalnya kemaren yang jangkung 2 saya bisa download, kok.
22:47Iwan
menawi seri Saridin/Syeh Jangkung engkang kulo suwun kolo winginane punopo gadah mas panjenengan
22:48Mas
yang mana? syeh jangkung tani?
22:49Iwan
Saridin Lahir, Sultan agung Tani, kalian Tumekane lulang landoh
22:50Mas
saridin lahir dan lulang kebo landoh, belum ada. Tapi saya pastikan ada. sedangsultan agung tani, akan saya link untuk anda dari mas kenang agus. tunggu
22:52Iwan
Siap mas
22:53Mas
mangga http://nangagus.wordpress.com/2009/11/09/saridin-sultan-agung-tani/
22:54Iwan
niku wau terus pripun mas engkang Alamat tdk ditemukan
22:56Mas
ya kita tunggu saja komputer saya bisa mengidentifikasi alamat IP anda. Nanti kalau anda sudah log out, harusnya bisa. Oh, ya boleh saya posting di blog? kalau boleh saya minta pengantar / sinopsisnya. Udah ketemu Sultan agung tani?
23:00Iwan
Untuk ringkasan ceritanya belum selesai mas tinggal yg Raden Danang itu saya tulis di microsoft Word gmn mas
23:03Mas
Saat ini tidak dapat terhubung ke Obrolan Facebook.
Ya biasa, browse lalu cari lokasi penyimpanan file wordnya, terus upload. Dalam 4 detik selesai untuk file2 ofice. Oh ya, untuk memudahkan manajemen file, harusnya dibuat folder2 dalam 4shared anda.
23:03Iwan
kalau panjenengan kerso inggih kulo kirim tapi yg raden danang belum nek mboten ngrepotke panjenengan njenengan edit kemawon
23:03Mas
Ya biasa, browse lalu cari lokasi penyimpanan file wordnya, terus upload. Dalam 4 detik selesai untuk file2 ofice. Oh ya, untuk memudahkan manajemen file, harusnya dibuat folder2 dalam 4shared anda.
23:06Mas
Arahkan mouse ke kiri atas (yang dibawah Folder-folder), lalu klik kanan my 4shared, pilih buat folder baru (create new folder), beri nama KERIS JANGKUNG, lalu OK.
23:09Mas
centang kotak dibawah kolom pilih (option), semua file yang akan masuk folder Keris Jangkung, lalu pilih cut (potong). Buka folder KERIS JANGKUNG, lalu paste disitu…. Coba dulu, saja!!!
centang kotak dibawah kolom pilih (option), semua file yang akan masuk folder Keris Jangkung, lalu pilih cut (potong). Buka folder KERIS JANGKUNG, lalu paste disitu…. Coba dulu, saja!!!
23:09Iwan
ini posisi masih upload mas nopo saget masalnya kemaren saya coba terus uploadnya hilang n ngulangi lagi
23:10Mas
nggih, mboten saged. biar saja uploadnya selesai. Copy saja riwayat obrolan ini di word, barangkali nanti dibutuhkan
dan siapa tahu akses kita tiba2 putus….
23:11Iwan
masih 21 Menit
23:12Mas
sultan agung tani sudah ketemu?
23:15Iwan
sampun mas
matur suwuntambah koleksi maleh
23:15Mas
Oh ya, anda dimana?
23:16Iwan
saya posisi sekarang di KUDUS rumahnya mas
23:17Mas
Memang berdomisili di kudus, apa mampir dolan. Saya ada banyak rekan di kudus…
23:19Iwan
leres, monggo kemawon menawi dumugi kds badhe mampir tapi panggenan kawulo awon mas
23:20Iwan
kalau mau lihat data saya di FB kan ada di Info
sekarang panjenengan wonten pundi
23:22Mas
Nggih, tolong jika keblusk di Jl. KH Syatori. Ada teman dsaya bernama Nur Zuhruf tapi tepatnya lupa (mungkin dia di Catatan Sipil Kabupaten Kudus). Sampaikan salam saya…..
23:24Iwan
Jl. KH Syatori itu daerah mana mas
23:25Mas
Wah lupa saya. Ke Radio Kartini saja. Saya yakin banyak yang kenal karena dia termasuk cikal-bakal pendiri raio itu….
23:28Iwan
lha panjenengan sekarang domisilinya dimana mas
23:29Mas
saya di sragen. dia dulu satu sekolahan dengan saya ketika di semarang. Ada beberpa lagi, tapi saya sudah lupa namanya…. wong tuwwa itu gampang lali….
23:30Iwan
he…he..he emangnya sampun yusawo pinten
23:32Iwan
tinggal 2 menit mas uploadnya
23:32Mas
jangan tanya, saya sudah buanyaaaak banget. Kalau ketemu Nur Zuhruf, saya pastikan bahwa dia sangat mengenal saya sebagaimana dia mengenal telapk tangannnya:)
23:38Iwan
sampun rampung uploadnya n sudah saya bikinkan filder juga
23:39Mas
Nah. Jos gandos kalau gitu. Kalau sudah lengkap biar saya download, kliatannya ada yang gak beres dengan setting proxy saya. akan saya betulken dulu
23:39Iwan
O nggih kulo supe wau mas kulo nggih kirim ringkasanne lewat pesen di FB
sumonggo
23:41Mas
nggih. jadi boleh di posting di blog?
23:41Iwan
monggo mas
kulo tinggal sendiko dawoh kemawon
23:42Mas
nggih kalau gitu, tapi sudah lengkap 7 file itu?
23:44Iwan
nggih dereng mas itu aja baru separo masi ada 7 file lagi
23:50Iwan
apa nunggu lengkap lengkapnya apa yg ada dulu mas




Pesan sebelumnya
Di daerah pati ada sebuah nama yg cukup terkenal Ondo Rante namanya dia merasa terganggu dg adanya org yg bersiar agama dan akhirnya membuat keonaran di daerah tsb akan tetapi Adipati Pati Mangun Oneng mendengar warta itu dan di utuslah Ulama yg bernama kyai Makdum Alatas tapi msh blm bisa dikalahkan malahan kyai Makdum Alatas sampai wafat, dan Syeh Jangkung merasa batinnya ga eanak berangkatlah ke Mataram menemui Sultan Mataram mendengar cerita tsb syeh jangkung tergugah dan diutuslah beliau oleh Sultan Mataram tapi dgn syarat harus dgn wanita cantik untuk memikat Putri dari Sumbo Pradan yg bernama Guranti dan berangkatlah untuk menemui Ondo Rante sambil menawarkan Tuak setelah diminumnya Tuak tsb menjadi tak sadarkan diri dan ketahuan kelemahannya yg akhirnya Ondo Rate dibawa kekadipaten dan diikat diatas ondo/tangga dgn rantai emas yg ditarik dgan Gajah dan akhirnya terbelahlah tubuh Ondo Rante menjadi 2 dan tdk boleh disatukan pemakamannya yg akhirnya dimakamkan bersebarangan dgn kali/sungai di Kali ngranten Desa Prenggan .
Dilain cerita setelang sepulangnya dari kadipaten syeh jangkung pulang untuk menemui putranya Momok akan tetapi tdk ketemu ternya Momok pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan di desa Pesanggrahan dirumah Bopo Dupo Somo menjadi tukang angon kebo dan anak Ki Dupo Somo Sutarsih suka dg Momok dan terjadi pertikaian dgn Lodang murid Ki Dupo Somo karena dia jd seneng dgn Sutarsih akan tetapi yg jd korban Kebonya yg diangon Momok karena Momok bersalah Dia dihajar Ki Dupo Somo dan disitulah bertemu jg dgn Syeh Jangkung dan adu kesaktian antara Ki Dupo Somo dgn Syeh Jangkung dan mengaku kalah Ki Dupo Somo dan mengajak berbesan dari situ Momok diajak pulang keKayen dgn membawa kerbau yg diberi oleh Ki Dupo Somo. Hari berikutnya kerbau Wungkul digembala Momok sampai ke desa Trangkil dan memakan padi org dan tejadi pertikaian dgn yg pny sawah Ki Ketip Trangkil (Utra Sunan Kudus) dgn kesaktiannya kerbau yg tadinya hidup menjadi mati dan dihidupkan lagi oleh Syeh Jangkung dan terjadi perkelahian antara Ki Ketip Trangkil dgn Syeh Jangkung bahwasannya dgn mudah mendapat gelar Syeh padahal Ki Ketip Trangkil sdh bertahun2 mengajar agama Islam belum bias mendapat gelar tsb sampai Syeh Jangkung mau dikubur didlm sumur yg sekarang menjadi Desa Sumur Bandung yg akhirnya Ki Ketip Trangkil dibuang kekudus dgn iketnya Syeh Jangkung sekali kibas .
KI H Anom Suroto, Karno Tanding
- Lakon wayang : Karno Tanding
- Dalang : Ki H Anom Suroto
- Sumbangan : Mas Jarot Riyanto
- File : MP3 /4400 khz/12bkbps/16 file
Karno tanding ini adalah serial Baratayuda, dimana para Pandawa dan Kurawa telah berperang beberapa lama masing-masing pihak telah berjatuhan kurban, dari pihak Pandawa telah gugur diantaranya : Seta, Utara, Wrtasangka, Abimanyu Gatutkaca dan beberapa pahlawan lainnya sedangkang dari pihak Korawa diantaranya Resi Bisma, Druna, Jayajatra, Burisrawa dan masih banyak lagi.
Prabu Duryudana telah merasa cemas namun juga marah karena sampai saat ini pihak Korawa yang paling banyak korban kematiannya.
Maka Adipati Karna menyanggupi untuk menjadi senopati dan hendak memusnahkan para Pandawa, sehingga Karna dicemooh oleh Resi Krepo yang dianggap terlalu besar kesanggupannnya dan ditambah lagi karna mendapat marah dari ayahanda mertua Prabu Salya karena beliau dimohon untuk menjadikusir keretanya.
Dan bagaimana kelanjutan ini? Karna bertemu dengan adik kandungnya sendiri ialah Arjuna yang menerjang ke medan laga dengan menggunakan kereta Jaladara lengkap dengan kusirnya Sri Kresna dan inilah yang disebut Karna Tanding. dan sebelum itu Dursasanapun telah gugurditangan Bima. Cerita ini sangat padat dan diceritakan dengan baik oleh Ki Dalang Anom Suroto sehingga wajib anda nikmati sampai akhir
Silahkan Download dan Nikmati Lakon Karna Tandhing, oleh Ki H Anom Suroto sumbangan Mas Jarot Riyanto.
- Anom Suroto, Karno Tanding 1a
- Anom Suroto, Karno Tanding 1b
- Anom Suroto, Karno Tanding 2a
- Anom Suroto, Karno Tanding 2b
- Anom Suroto, KArno Tanding 3a
- Anom Suroto, Karno Tanding 3b
- Anom Suroto, Karno Tanding 4a
- Anom Suroto, Karno Tanding 4b
- Anom Suroto, Karno Tanding 5a
- Anom Suroto, Karno Tanding 5b
- Anom Suroto, Karno Tanding 6a
- Anom Suroto, Karno Tanding 6b
- Anom Suroto, Karno Tanding 7a
- Anom Suroto, Karno Tanding 7b
- Anom Suroto, Karno Tanding 8a
- Anom Suroto, Karno Tanding 8b
Admin: Untuk Mas Jarot Riyanto
Mewakili para sutresna budaya wayang kulit, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas semua jerih payah dan dedikasi anda. Ditunggu untuk lakon-lakon yang lainnya!!!
Ketoprak MP3, Retna Dumilah (Tundhung Madiun)
Adipati Rangga Jumena, Bupati Madiun, merasa tidak puas atas pengangkatan Raja Mataram, Panembahan Senapati karena menurutnya, masih terlalu muda dan belum pantas menduduki tahta Mataram. Oleh Karena itu dia sengaja tidak mau seba ke Mataram dan mrencanakan pemberontakan terhadap Mataram.
Sementara itu, Dewi Sekarniti putri Adipati Natasudirja, Bupati
Mojoagung yang masih dibawah kekuasaan Madiun, menjalin hubungan asmara dengan Prasetya, pemuda desa, anak Warok Jogorogo. Tentu saja hubungan ini tidak direstui oleh Adipati Natasudirja karena menurutnya derajad Sekarniti dan Prasetya tidak sebanding. Sekarniti adalah puteri seorang bupati, sementara Prasetya hanyalah anak seorang warok. Hal ini tentu saja membuat sakit hati Warok Jogorogo. Oleh karena itu, ketika Adipati Ranggajumanamemintanya untuk menjadi senapati perang menghadapi Mataram, Warok Jogorogo bersedia dengan syarat Adipati Ranggajumena sanggup menikahkan Prasetya dengan Sekarniti.
Benar saja, dengan dukungan semua adipati “brang wetan” (wilayah timur) dibawah pimpinan Warok Jogorogo, Prajurit Madiun berhasil mengusir Prajurit Mataram yang dipimpin oleh Pangeran Purbaya dan Pangeran Singasari, dan hampir pasti Madiun memenangkan pertempuran dengan Mataram.
Panembahan Senapati sangat marah ketika menerima laporan dari Pangeran Purbaya dan Pangeran Singasari sehingga berniat untuk mempimpin sendiri penumpasan pemberontakan Adipati Natasudirja. Akan tetapi Panembahan Mandaraka (Ki Juru Mertani), penasehat Kerajaan Mataram, berhasil meredan kemarahan Panembahan Senapati dan memberikan saran untuk mengalahkan Madiun tanpa membawa korban jiwa.
Taktik apakah yang akan ditempuh oleh Panembahan Mandaraka (Ki Juru Mertani) untuk meredam Pemberontakan Adipati Rangga Jumena? Bagaimanakah kelanjutan kisah cinta Sekarniti dengan Prasetya? Apakah Adipati Natasudirja menerima begitu saja keputusan Bupati Madiun untuk menikahkan putri kesayangannya dengan Prasetya? Siapakah Retna Dumilah itu? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang tak akan terjawab sebelum anda mendengarkan secara lengkap Cerita Ketoprak yang dibawakan dengan sangat manis oleh Kelurga Ketoprak Mataram Kodam IV Diponegoro dengan dukungan pemain:
- Sekarniti : Marsidah, BSc
- Prasetya : Marjiyo
- Natasudirja : Suyatin Rh
- Warok Jagaraga : Pojo LS
- Panembahan Senapati : Widayat
- Retna Dumilah : A Panijah
- Rangga Jumena : Rakiman
- Purbaya : Sukiyanto
- Juru Mertani : Ig Wahono
- Abdi : Jiwo / Waluyo
Silahkan download dan Nikmati Lakon Ketoprak Retna Dumilah (Tundhung Madiun)
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_1
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_2
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_3
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_4
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_5
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_6
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_7
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_8
- Retna Dumilah (Tundhung Madiun)_9 (tamat)





