Arsip Bulanan: Januari 2010

Kethoprak Mataram – Seri Majapahit, BEKEL DIPA WINISUDHA

Masih dari sequel Seri Majapahit.  Coba anda simak kembali Seri Majapahit dalam Episode Geger Wilwatikta. Diakhir cerita itu, pemberontakan Kuti dan Semi sudah merangsek ke Puri Wilwatikta.  Tujuan utamanya adalah untuk menyeret Patih Mahapati Halayudha karena telah menjebak Semi dengan mengumpankan isterinya untuk merselingluh dengan Semi.

Karena keadaan sudah semakin genting dan tak terkendali, maka Bekel Dipa berinisiatif untuk mengungsikan Prabu Jayanegara keluar Puri Wilwatikta dengan menyamar sebagai rakyat Jelata.  Karena baginya Prabu Jayanegaralah satu-satunya simbol Kekuasaan Majapahit yang masih bisa dipertahankan. Yang membuktikan bahwa Majapahit masih berdaulat.

Seperti anda ingat ketika masih bersekolah di SD, Prabu Jayanegara diungsikan ke Desa BedanderKi Buyut Bedader menerima Bekel Dipa dan Prabu Jayanegara dengan  senang hati dan penuh rasa hormat.  Sementara itu, Bekel Dipa kembali ke Ibukota Majapahit untuk mencari informasi tentang keadaan rakyat dan punggawa keraton sekaligus mengetahui tingkat kesetiaan mereka pada Sri Jayanegara.  Setelah yakin bahwa dukungan rakyat dan punggawa pada Prabu Jayanegara masih sangat tinggi, maka Bekel Dipa segera mengambil langkah untuk mengembalikan symbol kekuasaan Majapahit, Sri Jayanegara, ke singasananya.

Langkah atau tindakan apakah yang diambil Bekel Dipa? Bagaimanakah kelanjutan upaya pemberontakan Rakyan Kuti dan Rakyan Semi? Bagaimana nasib Mahapati si penjilat itu?

Jawabnya dapat anda ketahui setelah tuntas mendengarkan Cerita Bekel Dipa Winsuda yang dimanikan dengan cemerlang oleh Keluarga Kethoprak Mataram Kodam IV Diponegoro di bawah pimpinan Bagong Kussudiharjo dengan dukungan pemain handal  dan sutradara ketoprak bertangan dingin, Bondan Nusantara.

  1. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_01_1
  2. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_01_2
  3. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_01_3
  4. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_01_4
  5. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_02_1
  6. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_02_2
  7. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_02_3
  8. Seri Majapahit, Bekel Dipa Winisudha_02_4


MP3 Kethoprak Mataram, RATU KIDUL

Cerita ini akan lebih tepat disebut sebagai Lakon Banjaran, karena menceritakan awal keterlibatan Ratu Kidul dalam sejarah panjang Mataram yang –konon- dari Jaman Panembahan Senapati Ing Alaga Paneteg Panatagama Kalipatulah Ingkang Jumeneng Angka I atau yang lebih dikenal sebagai Panembahan Senapati atau Sutawijaya.  Konon juga, terjadi komitmen antara Ratu Kidul dengan Sutawijaya, bahwa dia (Ratu Kidul) akan membantu raja-raja Mataram hingga kencar-kencar turun maturun. Read the rest of this entry

Ketoprak Wahyu Manggala – Babad Kajen (Pati)

Secara tak terduga, Mas Sutamto Totok dari Pati satu dari sedikit pendidik kita yang concern terhadap dunia IT disamping tetap konsisten nguri-uri budaya dan seni jawa, memberikan link untuk sebuah lakon yang seringkali ditanyakan banyak rekan, yaitu BABAD KAJEN.  Kiriman ini menjadi semakin menarik manakala group kethoprak yang membawakannnya adalah Wahyu Manggala, salah satu yang terbaik di Pati dan sekitarnya.  Lebih menggembirakan lagi, Mas Sutamto Totok memberikan link tersebut, sekaligus menuliskan sinopsisnya. Wuihhh!!!

Daripada mbalung jagung langsung saja file dan sinopsis itu, saya persembahkan untuk anda nikmati.

BABAD KAJEN, PATI

oleh : Sutamto Totok

Ahmad Mutamakkin hidup dan berkiprah pada masa Pemerintahan Kerajaan Solo – antara tahun 1719-1749 dan mengalami dua macam penguasa yaitu Amangkurat IV dari Kartasura dan Pakubuwono II di Surakarta. Beliau terlibat dalam perdebatan seru ketika diadili oleh Katib Anom, semacam menteri agamanya, Amangkurat IV.

Pemeriksaan pandangan-pandangan beliau oleh Katib Anom, yang notabene cucu Sunan Kudus, direkam dalam sebuah tembang Kraton yang berjudul Serat Cebolek. Serat atau risalah (arab) yang menggunakan bahasa Sastra Jawa tingkat tinggi itu ditulis oleh Raden Ngabehi Yasadipura I (sebagai orang Kraton).

Serat itu mengisahkan tentang seorang kyai mistik pengikut teori “Wahdatul Wujud” (kesatuan wujud), yakni Kyai Mutamakkin. Pandangan kiai ini dianggap sebagai “gangguan” oleh penguasa resmi di Keraton Surakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh Katib Anom. Terjadilah pengadilan atas Kyai Mutamakkin yang juga dikenal sebagai Kiai Cebolek itu. Salah satu tuduhan yang diarahkan kepadanya adalah kegemarannya untuk menonton wayang kulit, terutama dengan lakon Bima Sakti / Dewa Ruci

Babad Kajen_1
Babad Kajen_2
Babad Kajen_3
Babad Kajen_4
Babad Kajen_5

Admin: Mewakili rekan-rekan sutresna budaya seni kethoprak, saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Sutamto Totok atas berkenannnya membagi link sekaligus memberikan sinopsis lakon Kethoprak Babad Kajen oleh Group Kethoprak Wahyu Manggal.  Ditunggu untuk cerita dan file-file selanjutnya……

Untuk http://pendekarjawa.wordpress.com/serat-cebolek/ terima kasih dan mohon ijin link Serat Cebolek.

MP3 Ketoprak Mataram: RAMINTEN EDAN

Ketika membaca judul itu di toko kaset, hampir saja saya salah duga pada Lakon Suminten Edan.  Raminten Edan adalah lakon dengan setting yang bener-benar berbeda.  Jika Suminten Edan berlatar belakang akhir jaman Majapahit menuju ke Jaman Islam di daerah Ponoroga, sedang Raminten Edan merupakan sequel dari lakon Sunan Katong yang berlatar belakang daerah Kendal .  Tentang Sunan katong, dapat anda baca disini http://pa-ardhiwana.blogspot.com/2008/08/sunan-katong-dan-pakuwojo-asal-usul.html (terima kasih untuk artikelnya).

Sulit sekali saya menangkap pesan yang tersirat dari cerita itu.  Tapi dengan sedikit penalaran yang sederhana barangkali pesan yang ingin dalam cerita tersebut adalah ungkapan sabar dan narima. Keinginan jika tidak dilandasi oleh kebutuhan, akibatnya manusia akan diburu oleh keserakahan.  Pesan lain adalah “not the gun, but the man behind the gun”.  Yang penting bukan senjata, tetapi orang berada di belakang senjata itu.  Artinya seampuh  apapun sebuah senjata apabila dioperasikan oleh orang yang salah maka senjata itu tak lebih darisekadar kerajinan tangan.  Lebih buruk lagi, senjata memiliki aura dan daya linuwih.  Sehingga, bagi yang tidak kewahyon (mendapatak wahyu), sebuah senjata justru akan menimbulkan malapetaka.

Tersebutlah, seorang empu hebat bernama Pakuwaja yang tinggal di dukuh Getas yang masih dibawah kasunanan Ampel Gading menerima pesanan untuk membuat duplikat sebilah keris sakti bernama Keris Sabuk Inten dari Sunan Katong, penguasa Kasunanan Ampel Gading.

Kesaktian  keris Keris Sabuk Inten ternyata telah mebutakan mata Empu Pakuwaja sehingga muncul nafsu serakahnya.  Ia membuat dua duplikat Keris Sabuk inten yang setelah selesai dikerjakan, keduanya diserahkan kepada Sunan Katong sebagai keris asli dan keris duplikat.  Sedang Sabuk Inten yang sebenarnya disimpan untuk di kuasai oleh Empu Pakuwaja.

Dari sinilah cerita ini dimulai.  Saya mengira Empu Pakuwaja tidak kuat kadunungan Keris Sakti Sabuk Inten tersebut sehingga aura panas yang ditimbulkan oleh keri itu menyeret Empu Pakuwaja pada masalah yang membawa korban  jiwa.  Dimulai dari ulah anak perempuannya, Raminten yang jatuh cinta pada calon kakak iparnya Joko Tuwung yang sedianya akan menikah dengan kakak perempuan Raminten, Surati.

Terdorong oleh amarah yang tak terkendalikan, Empu Pakuwaja berniat membunuh Raminten yang dianggapnya telah membuat malu keluarga.  Karena rasa takut pada sang Ayah, sementara rasa cintanya yang tak sampai kepada Joko Tuwung, menjadikan Raminten hilang ingatan dan kabur dari rumah.  Bahkan, kakak perempuan Pakuwojo harus mati  oleh Keris Sabuk Inten ketika bermaksud meredakan amarah Empu Pakuwojo.

Bagaimana Nasib Raminten selanjutnya dan bagaimana pula rencana pernikahan Joko Tuwung dengan Surati? Banyak hal menarik akan terungkap apabila anda mendengarkan Lakon Ketoprak ini secara lengkap.  Nah, untuk mengurangi rasa penasaran anda kami persilahkan untuk mengunduh file Raminten Edan oleh Keluarga Kethoprak Mataram Kodam VII Diponegoro dengan dukungan pemain yang sanagt menjiwai peran masing-masing.  Selamat menikmati

Klik Untuk Download Raminten Edan

Junaidi CS – Junaidi Khotbah, Junaidi Guru Ngaji

Sungguh, tidak gampang mencari referensi tentang pelawak yang satu ini.   Padahal Junaidi telah memberikan warna pada perkembangan dagelan (Mataram) yang pada waktu itu vakum setelah era Basiyo.  Bersama Buang dan Jambul, Junaedi membentuk kelompok Junaedi CS dengan gebrakan pertama Junaedi Dalang  Internasional yang disusul Junaedi Dalang Internasional II dan judul-judul yang lain berturut-turut diluncurkan.

Secara tematis, sebenarnya Junaedi tidak ada yang baru.  Lawakannnya tidak dilengkapi dengan “cerita” sebagaimana biasa di bawakan oleh Basiyo.  Kekuatan Junaedi adalah pada spontanitas dan eksploitasi phisknya.  Mrongos dan memble adalah “trade mark” yang tak pernah lepas dari materi lawakannya.

Pada kesempatan perburuan saya dalam mencari kaset magnetik, saya menemukan 3 judul dari Junaedi dengan kualitas yang masih sangat baik yaitu Junaedi dadi Janaka, Junaedi Khotbah dan Junaedi Guru Ngaji.  Dalam rencana memposting materi tersebut, untuk dua judul saya merasa kesulitan dalam menempatkan kategori.  Semula, saya berencana menempatkan Junaedi Khorbah dan Junaedi Guru Ngaji, di Halaman Islam.  Akan tetapi dari aspek materi (tanpa sama sekali mungurangi nilai dan maknanya) saya melihat lebih dominan Lawak daripada Khotbahnya, maka saya posting semua kaset Junaedi tersebut dalam kategori Dagelan.

Nah, kami persilahkan anda untuk mengambil sarinya tanpa mengurangi hak anda untuk tersenyum.

  1. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-01
  2. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-02
  3. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-03
  4. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-04
  5. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-05
  6. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-06
  7. Junaidi Cs, Junaidi Khotbah-07
  8. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-01
  9. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-02
  10. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-03
  11. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-04
  12. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-05
  13. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-06
  14. Junaidi Cs, Junaidi Guru Ngaji-07

Gus Dur, Jazz, Wahyudiono dan Keindahan itu

Wahyudiono says:“minggu lalu, beberapa media menyiarkan tahlilan memperingati tujuh hari wafatnya Gus Dur.  Peringatan itu tidak hanya diikuti oleh warga muslim saja, tetapi juga oleh pemeluk agama lain. dari situ saja hati saya sudah tergetar. apalagi ada peserta beragama kong hu cu yang merasa sangat kehilangan, sampai menuliskan beberapa bait puisi, karena begitu merasa kehilangan. sementara itu gambar gambar gus dur yang tertawa lepas menyelingi acara tahlilan itu.  Saya jadi teringat sebuah lagu berjudul i’ll never see you smile again , komposisi bob james & earl klugh, albumnya sendiri berjudul one on one, beberapa pemain pendukung al. harvey mason , ron carter, eric gale, serta consert masternya david nadien , direkam th 1975 di new york.”

Begitulah komentar yang ditulis oleh sahabat saya, Wahyudiono dalam blog ini kemaren sore.   Keheranan saya pada cara telaah Wahyu terhadap musik yang beberapa waktu lalu sempat terbersit, sekarang muncul lagi.  Entah bagaimana cara dia memandang musik sehingga mengkaitkan tahlilan Gus Dur dengan i’ll never see you smile again karya kolaburasi antara Earl Klugh dengan Bob James.

Saya yang sejak lama mengagumi Gus Dur, sejauh yang saya tahu, Gus Dur sangat menyukai musik klasik.  Salah satu favoritnya adalah Symphony no 9 (Loudwig van Beethoven).  Selain itu, di dari beberapa wawancara diketahui bahwa dia (Gus Dur) juga tak pernah jauh dari klenengan dan (tentu saja) sholawat dalam berbagai versi.  Itu artinya, jika ingin melihat Gus Dur dari aspek musik, seharusnya tak jauh dari lingkaran itu.  Tapi kenapa Jazz, kenapa Earl Klugh?  Itulah Wahyudiono.  Lelaki -yang kata mas Widjanarko-: “Guedhi sanget, dimas… :)

Tentu saja saya tak mau dililit rasa penasaran. Maka segera saya membuka gudang filenya di 4shared yang kebetulan saya diberikan kunci duplikatnya.  Dua folder tersedia disana dengan Judul Earl Klugh dan Bob James yang masing masing adalah Cool dan One on One.  Satu judul lagu yang menjadi andalan dalam komentarnya segera saya download.  Meskipun idiot tentang jazz saya segera bisa menikmati keindahan komposisinya yang ditelinga saya terdengar “nglangut”.  Jika itu klenengan terasa seperti Laler Mengeng, gending dukacita itu.   Sekali lagi, saya  mencoba menajamkan telinga untuk mendengar apa kata Klugh dan James, tapi tak berhasil.  Dia tidak berkata-kata, bahkan berbisik atau bergumam.  Ini hanya rangkaian nada.

Begitulah! Jazz, cinta, senyum, keindahan yang bergumul dengan nada yang padat di tengah komposisi menawan oleh orang-orang hebat mengalir sebagai bentuk persembahan kepada sosok sehebat Gus Dur memang harga yang layak untuk dibayarkan.  Perlahan dan pasti, saya bisa memahami alur pikir Mas Wahyu yang menggunakan Earl Klugh dan Bob James untuk mengenang tokoh egaliter semacam Gus dur.  Mahal dan agak sulit, memang.  Tapi itulah harga yang seharusnya dibayar!

Masih tentang Gus Dur yang tak hilang untuk dikenang. Saya kira, Mas Wahyu akan sepakat dengan saya untuk berbagi keindahan yang dipancarkan dari album kolaburasi Earl Klugh dan Bob James.  Komposisi interrasial yang sangat menawan yang sangat cocok dipersembahkan untuk tokoh pluralisme yang demokratis dan egaliter sekelas KH Abdurrahman Wachid.

Nah, kami ingin berbagi kepada anda untuk bersama mengenag Gus Dur dengan cara berbeda.  Silahkan download dan nikmati.

  1. Earl Klugh & Bob James, Cool
  2. Earl Klugh & Bob James, One on One

 

Selain itu beberapa waktu lalu teman saya sempat merekam siaran Metro TV dalam acara Metro File, yang menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Gus Dur.  Saya tidak merasa perlu melakukan editing terhadap file itu.  Sehingga apabila anda download dan memutarnya, masih ada iklan disana.  Tapi apakah itu mengurangi nilai dan maknanya?

Juga saya sisipkan pula MP3 Sholawat Munajad dan Taussiyah oleh Gus Dur untuk kita bersama mengenang kehebatan tokoh Pluralisme ini.

  1. Rekaman Metro TV (Metro File, Gus Dur)
  2. Sholawat Munajat Al-i’tiraf  (Vocal Gus Dur)
  3. Tausiyah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  4. Symphony no 9 (Loudwig van Beethoven)

MP3 Lawak Jadul, Warkop DKI

Masih dari sahabat saya Mas Suhandoko, Denpasar. Ketika mengirmkan CD Lakon Wayang Banjaran Arjuna II (Ki Narto Sabdho), beliau menyertakan file Ludruk Kartolo dan Lawak Warkop DKI.  Untuk Ludruk Kartolo, kendati belum semuanya ada di Blog ini, akan tetapi sebagian besar sudah saya tambahkan paringan Mas Suhandoko tadi di postingan saya.  Selain itu, dalam banyak tempat anda bisa menemukan Luruk Kartolo ketika anda googling.

Saya merasa, bahwa Lawak Warkop yang disertakan Mas Suhandoko tadi terasa sangat istimewa ditengah lawak masa kini yang kering ide (kecuali Eko Patrio yang nampak sangat lucu di Senayan :) ) oleh karena itu, postingan kali ini saya dedikasikan kepada Mas Suhandoko, Denpasar. yang diantara kesibukannnya masih menyempatkan diri mengirimkan file itu kepada saya, bahkan ketika menengok ayahandanya di Sragen, beliau sempatkan untuk bertandang di gubug reyot saya. (terima kasih untuk semuanya)

Dari aspek cerita, lawak DKI kali ini tidak menunjukkan plot yang jelas bahkan boleh dikatakan tidak ada alur sama sekali.  Tatapi dari aspek ide, Warkop memberikan banyak sekali inspirasi yang (ketika itu) original, kendati humornya masih monoton pada perbedaan etnis / suku, pelesatan lagu dan eksploitasi fisik seseorang (bibir dono yang mBemo masih menjadi bahan tertawaan).

Tapi itu tak mengapa, karena hingga saat ini masih digemari.  Lihatlah, Bukan Empat Mata.  Betapa lawakan Tukul (yang konon tergolong papan atas), tak henti-hentinya mentertawakan bibir dan ketampanan wajahnya (seperti “cover boy, katanya” sebagai bahan lawakan.  Herannya, penonton masih saja tertawa sekalipun hanya itu-itu saja yang dikemas oleh Mas Tukul Arwana.

Yang menjadi aspek andalan dari postingan saya kali ini adalah nilai Jadul dan Nostalgianya.  Maka, jadilah saya mengemas Warkop DKI dalam bingkai Lawak Nostalgia.  Sekali lagi, tanpa bermaksud membandingkan Warkop DKI dengan lawak masa kini saya berharap semoga postingan saya bisa membawa anda kemasa lalu.  Ingat, lawakan Warkop ketika itu memiliki segmen yang cukup hebat, mahasiswa!

  1. Warkop DKI 1
  2. Warkop DKI 2
  3. Warkop DKI 3

 

Admin:

Untuk Mas Suhandoko, Denpasar. saya ucapkan terima kasih atas semua dedikasinya.  Kami semua menunggu judul-judul lain dari anda…………… Salam.

Kethoprak Mataram – Seri Majapahit, SUMPAH PALAPA

Membaca judul posting diatas, nampaknya tidak terlalu sulit bagi anda untu menebak setting dan frame dari cerita ini.  Sumpah Palapa adalah sumpah yang diucapkan Mahapatih Gajahmada dihadapan Rakyat Majapahit dan Ratu Tri Buwana Tungga Dewi.

Bekel Dipa (nama Patih Gajahmada ketika itu) bersumpah “tan amukti palapa” sebelum mempersatukan nusantara.  Sebuah sumpah yang menggetarkan dunia yang bukan hanya behenti di mulut tetapi juga diaplikasikan dalam ekspansi Majapahit ke segal;a penjuru hingga mencapai jaman keemasannya.  Tapi, tahuklan anda bahwa dibalik Sukses Gajahmada, diawali dengan intrik dan skandal dilingkungan istana, yang bukan hanya menghambat tetapi kadangkala menjadi sandungan bagi upaya mempersatukan nusantara.

Dimulai dengan pertemuan Nyi Ra Tanca, perempuan cantik isteri Rakyan Tanca, tabib pribadi Prabu Jayanegara dengan Sang Baginda.  Kedatangannya ini pada awalnya atas perintah Rakyan Tanca untuk menyerahkan obat / jamu kepada baginda.  Sayangnya, ketika melihat kemolekan Nyi Tanca, Prabu Jayanegara tak bisa menahan diri dan hasratnya.  Dilain fihak, Nyi Tanca merespon hasrat sang Baginda hingga terjadi perselingkuhan diantara mereka.

Celakanya, ketika pulang Nyi Rapanca menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang suami.  Aneh, memang.  Jika pada awalnya dia melakukan perselingkluhan dengan Jayanegara tanpa ada paksaan, tetapi kemudian melaporkan hal ini kepada suaminya. Tentu saja hal ini membakar amarah Rakyan Tanca yang sejak awal sudah kecewa dengan kebijakan Prabu Jayanegara yang mengangkat Bekel Dipa sebagai Mahapatih Majapahit.

Bagaimanakah kelanjutan Kisah perselingkuhan Jkayanegara dengan Nyi Rapanca?  Tindakan apa yang diambil Rapanca atas pengaduan isterinya?  Apa dan bagaimana sikap Gajahmada selaku Patih Kerajaan Majapahit? Dan masih banyak pertanyaan lain yang yang tak akan terjawab kecuali jika anda mendengarkan secara lengkap cerita ini yang dibawakan dengan nyaris sempurna oleh Keluarga Kethoprak Mataram Kodam IV Diponegoro, dengan dukungan pemain:

  • Sri Jayanegara : Marijo
  • Gajah Mada : Budi Wiryawan
  • Patih Mahapati Halayuda : Slamet T
  • Rakyan Kembar : Sugiyarto
  • Rakyan Tanca : Mugiharjo
  • Nyai Tanca : Hendrawati
  • Bekel Liwang : Ngabdul
  • Bekel Liwung : Darsono
  • Tri Buwana Tunggadewi : Kadariyah
  • Abdi : Endhang
  • Pengalasan : Ing Wahono
  • Prajurit Sadeng : Bondan Nr, Slamet T
  • Karawitan : Waliko, dkk
  • Sutradara : Bondan Nr
  • Pengarah Acara : Mulyanto S.Kar

DOWNLOAD KETHOPRAK MATARAM, SUMPAH PALAPA

  1. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 1.1
  2. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 1.2
  3. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 1.3
  4. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 2.1
  5. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 2.2
  6. Seri Majapahit, Sumpah Palapa 2.3