Kethoprak Mataram, Suminten Edan

Berpuluh tahun lalu, dimasa kanak-kanak saya, dimana kethoprak menjadi alternatif hiburan yang digemari, nonton Kethoprak Tobong maupun Tanggapan terasa begitu nikmatnya.  Berbaur dengan penonton lain dalam suasana komunal menikmati hiburan yang jalan ceritanya sebagian besar sudah diketahui terasa sangat asyik.  Penonton tak lagi peduli dengan cerita tapi lebih pada kemampuan pemainnya.  Bahkan tak jarang kedatangan mereka hanya ingin menyaksikan segmen dhagelan atau melihat kecantikan dan ketampanan “rol”nya, yang jan-jane ya gak seberapa :)

Suminten Edan adalah “cerita wajib” yang pasti digelar pada pertunjukan kethoprak seperti cerita saya diatas.  Cerita ini  menarik dipentaskan karena banyak adegan yang tak menuntut banyak teknik, penjiwaan dan sebaginya.  Banyak adegan yang hanya perlu mengeksplorasi kemampuan improvisasi aktor aktris untuk bisa menghanyutkan suasana hati penonton.  Maka seingat saya, lakon ini selalu mampu menggaet penonton untuk berbondong-bondong menyaksikan.

Akan tetapi, tidak demikian dengan Kethoprak Mataram.  Lakon Suminten Edan justru menuntut setiap pemain untuk menguasai perannya secara optimal.  Hal ini mengingat plotnya yang sangat jelas dan singkat dan jalan ceritanya yang sudah begitu dikenal.  Sehingga, pendengar akan sangat fokus pada dialog dan (bagi sebagian yang memahami) adalah aspek penyutradaraan.  Bayangkan, hanya dalam 1 kaset c60 (1 jam) harus bisa menamatkan sebuah cerita yang bila dipentaskan kethoprak tobong bisa semalaman!

Baiklah, Begini ceritanya.  Dirumah Warok Secadarma nampak kesibukan yang lebih dari biasanya karena tiga hari lagi dia akan menikahkan anak perempuannya, Suminten, dengan Raden Mas Subrata, putra Adipati Bratakusuma, Bupati Trenggalek atas jasanya meredam keonaran yang dilakukan oleh Brandal Gunung Klothok.  Sayangnya, pada saat yang sudah ditentukan datang utusan dari Kadipaten Trenggalek yang membawa perintah dari Adipati Bratakusuma untuk membatalkan rencana pernikahan tersebut.

Berita ini tentu saja mengejutkan Warok Secadarma.  Dia merasa malu karena persiapan yang dilakukan telah sedemikian rupa. Bahkan undangan sudah disebar.  Berita ini juga membuat Suminten shock dan karena besarnya rasa malu yang harus ditanggung, Suminten hilang ingatan.

Sementara itu, Cempluk Warsiyah anak perempuan Warok Suramenggala sedang dikejar oleh Gentho anak lelaki Warok Surabangsat, Brandhal Gunung Pegat karena Cempluk Warsiyah menolak ketika Gentho akan memperisterinya.  Pelarian Cempluk Warsiyah bertemu dengan Raden Mas Subrata.  Sayangnya Subrata tidak mampu mengalahkan Gentho ketika dia bermaksud menolong Warsiyah.

Beruntung segera datang Warok Suramenggala yang segera mengatasi permasalahan ini.  Gentho dihajar habis-habisan yang langsung mengadukan kepada Surabangsat, Bapaknya.  Tak hanya itu, Raden Mas Subrata juga merasa terkesan dan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cempluk Warsiyah.  Lalu di bawanya anak Suramenggala ini ke Kabupaten Trenggalek untuk dinikahi.

Kabar ini terdengar ke telinga Warok Secadarma. Dia beranggapan, Suramenggala telah menggunting dalam lipatan dan menohok kawan seiring yang berakibat gagalnya pernikahan Suminten dengan Raden Mas Subrata.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?  Nikmati saja MP3 Kethoprak Mataram dalam cerita Suminten Edan berikut ini.  (Mohon maaf jika di beberapa bagian hasil rippingnya kurang sempurna, karena memang kaset aslinya sudah sedemikian parah……)

  1. Suminten Edan_1_001
  2. Suminten Edan_1_002
  3. Suminten Edan_1_003
  4. Suminten Edan_2_001
  5. Suminten Edan_2_002
  6. Suminten Edan_2_003

About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 3 Maret 2010, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. nderek nyedot suminten-ipun
    kula pados wonten pundi2 nembe panggih niki
    mugi2 niat nderek nguri-uri budaya Jawa tnasah pinaringan rahayu mboten wonten rubeda
    nuwun

  2. Amin………….

  3. benahi dunk ripingnya suminten edan! Mantap lho

  4. Mohon maaf Mas…saya tertarik untk Download HANACARAKA,namun minta password,
    mohon pencerahannya…terimakasih…salam budaya…

  5. Sedikit penambahan mas,
    warok itu dari kerajaan wengker (sekarang kota Ponorogo), pusaka utama nya adalah pecut samandiman, sekarang masih tersimpan dgn baik. Icon warok nya SUROMENGGOLO

  6. mugio lestari budoyo jawi

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: