(Masih) tentang Tayub, MP3 Gendhing Tayub

Secara terminologis, Tayub adalah akronim dari kata Ta – Yub (ditata supaya guyub), ditata agar kompak.  Jadi substansi dari tayub adalah upaya untuk membuat guyub, kompak. Nilai filosofis yang terkandung dalam tayub -saya bisa memastikan- positif. Jika kemudian tayub dikonotasikan sebagai sebuah tarian erotis yang mengumbar sensualitas, sungguh sebuah kekeliruan.

Karena tayub adalah sebuah perpaduan antara musik, lagu, tari dan falsafah, maka berbicara tayub –tentunya dalam pengertian awam saya- tak hanya dilihat secara hitam putih saja tetapi harus secara komprehensif  dar beberapa aspek

Pertama, lagu dan cakepan. Tayub berakar dari karawitan dan gendhing-gendhing jawa.  Apapun pengembangan yang dilakukan oleh seniman tayub dari berbagai daerah, akar “cakepan” gendhing jawa selalu ada di dalamnya.  Sayangnya, belum banyak referensi yang mengupas tentang cakepan (syair) gendhing jawa

Kata-kata :

Ya mas…., ya mas…

Kawis pita, jawata kentir ing toya

gones, gones

Jarwa nendra, narendra yaksa ngalengka

Witing klapa, salugune

Mumpung mudha, ngudi sarananing praja dst….

Selalu menghiasi setiap gending tayub versi apapun.  Orang jawa yang terbiasa menyamarkan pesan, tidaklah mungkin menempatkan cakepan itu dalam gendhing tayub jika memang tak ada pesan tersirat.

Kedua, Gendhing-gending tayub relatif lebih rancak, enerjik dan penuh semangat.  Hal ini menggambarkan bahwa Tayub memang ditujukan untuk membangkitkan semangat, bukan untuk mat-matan semata.

Ketiga, Tarian tayub bukan semata tarian ngibing yang hanya perlu cocok dengan irama lagu saja.  Ia dibatasi dengan aturan karografi jawa yang sudah pakem.  Kapan harus tandak, sampur dan sebagainya sudah memiliki tempat.

Keempat, keberadaan ledhek yang selama ini menjadi sasaran hujatan terhadap tayub, ternyata jauh dari kesan yang selama ini melekat.  Ledhek yang diakronimkan sebagai : ala-ala gelem medhek (biar jelek asal mau mendekat) lebih karena tuntutan profesionalitas semata.  Dia mendekat (kepada tamu) adalah karena memang itu tugasnya.  Tayub tidak menyediakan panggung sebagaimana konser dangdut.  Dia dirancang untuk bisa guyub antara pemain dan penonton,  Jadi ledheklah yang harus mendekat ke penonton, bukan sebaliknya.  Bahkan di beberapa tempat (Di Sragen) apabila ada tamu yang mendekat ledhek padahal bukan gilirannya mendapatkan (ketiban sampur) dianggap melanggar hak orang lain.  Sangsi sosialnya seberat berselingkuh dengan isteri orang.  Ledhek yang baik bukan dilihat dari kecantikan atau “keberanian”nya.  Untuk yang satu ini sudah ada panitia yang bertugas membagi tugas ledek untuk mendekati para tamu. Sedang untuk pakaian ledhek??? Ahh, sudahlah seberani apa sih ledhek berpakaian??? Pakaiaannya adalah pakaian pakem penari gambyong, tidak lebih.  Saya tak hendak membandingkannnya dengan penyanyi dangdut dan “campusari modern”. (saya perlu menyebutnya demikian karena pada saatnya saya akan mencoba ngudarasa tentang campursari yang menurut saya sudah kehilangan ruh).

Akhirnya saya berkesimpulan, jika di suatau daerah seorang isteri pejabat yang gerah pada tayub sampai-sampai membuat acara untuk “meluruskan” tayub yang kemudian di tampilkan di panggung, dengan pakaian “brukut”  berwarna lurik seperti “among tamu”.  Sungguh merupakan hal yang menggelikan.

Maaf, saya terlalu bersemangat membela tayub kendati saya sadar gaung suara saya tak mungkin terdengar.  Kita terlalu asyik memperdebatkan bayangan.  Seperti hantu, tayub hanya menakutkan bagi orang yang takut.

Nah, berikut ini MP3 Gending Tayub dari beberapa daerah bisa anda nikmati sembari membayangkan Dewi Persik bergoyang, dan anda akan kecewa karena tidak akan pernah pas iramanya.

Saya berusaha umtuk mengumpulkan Gendhing-gendhing Tayub dari berbagai daerah secara bertahap.

Download Gendhing Tayub

Tayub Grengseng (Purwodadi)

  1. Angkleng
  2. Arumanis
  3. Kijing Miring
  4. Ktw Puspawarna
  5. Kupu Kuwi
  6. Si Kucing
  7. Surobayan
  8. Suwe Ora Jamu
  9. Tawangmangu

Tayub Jepon (Blora)

  1. Cao Glethak
  2. Gunungsari
  3. Walu-wolu

Tayub Sragen

  1. Angkleng Sukowati
  2. Bandung
  3. Cebawa
  4. Celeng Mogok
  5. Jaka Nginguk
  6. Jamu Jawa
  7. Jombang
  8. Rewel
  9. Gemblakan
  10. Jamong
  11. Pentil Asem
  12. Randha Kenes
  13. Pentil Asem
  14. Tembung Manis
  15. Rondha Kampung
  16. Jaran Dhawuk
  17. Ktw. Puspawarna (dangdut)
  18. Kutut Manggung (dangdut)
  19. Sekarteja
  20. Semaya
  21. Sinom Parijatha

Tayub Ngawi

Tayub Bojonegoro

Tayub Tuban

Sementara saya mencari referensi lainnya, kami persilahkan anda berkunjung ke Kangmas Saya SUKOLARAS untuk bisa mengunduh Tayub Tuban yang sudah tersedia disana

  1. Tutur Tinular Pl.6
  2. Cucur Biru Pl.5
  3. Nyai Ronggeng Sl.9
  4. Randu Alas Pl.6
  5. Kok Ngono Pl.6
  6. Tetanen Sl.9

Tayub Tulungagung

Sementara saya mencari referensi lainnya, kami persilahkan anda berkunjung ke Kangmas Saya SUKOLARAS untuk bisa mengunduh Tayub Tulungagung yang sudah tersedia disana

  1. Srihuning Cakra
  2. Jurang Jugrug
  3. Janjine Piye – Semarang Indah
  4. Grompol Angkleng
  5. Kutut Manggung – Kudo Nyongklang

Tayub Lumajang

  1. Tayub Lumajang, Ayak-ayakan kljngkn Bawa Gambuh, minggah Lelagon PKK Pl.9
  2. Tayub Lumajang, Gd. Blandhong kljngkn Cao Glethak Sl.Myr
  3. Tayub Lumajang, Gd. Gedog kljngkn, Godril Lumajang,, dhawah Gending Balun. Pl.9
  4. Tayub Lumajang, JinemanMijil Larasati, minggah Kutut Manggung Adiluhung Kalajengaken Ireng-ireng Sl.Myr
  5. Tayub Lumajang, Ldr Sekar Pocung Sl.9
About these ads

About Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 13 Juni 2010, in Gendhing Tayub. Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. Ngicipi Tayub nggih mas…..

  2. Mangga, Mas silahkan. Mumpung masih anget!

  3. nuwun sewu mas guntur, tayub jepon meniko saking blora menapa grobogan?

  4. Matur nuwun, dhi…. Langsung saya betulkan!!!

  5. ngapunten kang mas Guntur…
    kepareng kula ngunduh…
    tambah jangkep menawi wonten ‘ gemes’ lan godril lumajang.
    sembahnuwun….

  6. Godril lumajang wonten, dhi…. Mangga!!!

  7. malah kirang permana anggen kula nyawang….jebul neng tengah panggonane…

  8. klau boleh Qmau minta tolong ma si mbak bat koleksi gndhing tyub kota pati…
    Qdh cri2 kmn2 tpi gk dpat2 &Qskrang ad di luar ngri…mtursuwun…

  9. Krisna bojonegoro

    Kulo ajeng ngunduh tayubipun kok kedah ngangge kode trus kodenipun menopo njih

  10. nyuwun kodenipun kulo bade download

  11. melu nayub kang…….

  12. Ya, silahkan. Dilarang pake ciu….. :)

  13. Mas, kok mboten wonten tayub Malang nggih ?

  14. SEPAKAT !!! Mas Bagong, orang kalau tdk tau seni jgn hanya melihat bungkusnya saja, tapi harus diselami isi dalemannya (??), semangat Mas bagong gali terus khazanah budaya jawa adiluhung, bukan kaya orang2 yg tak tau seni sok suci tapai malah kaya orang linglung bahkan kaya orang gemblungggg……..

  15. Kok dipassword, Lik ?

  16. nderek nayup mas,mtr nuwun….!!!

  17. nderek mirengaken kisanak

  18. derek nyuwun gending kudonyongklak unten mas…?

  19. Kuda Nyongklang… inggih, mas… tunggu saja

  20. Mohon gending tayub. Madura pakai bhs Jawa yang bisa di download .

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: