Arsip Bulanan: Agustus 2010
MP3 Kethoprak Mataram, Panji Semirang
Inilah sebenarnya cikal bakal cerita kethoprak, Cerita Panji. Pada wala seni kethoprak dipertunjukkan, cerita yang diangkat adalah cerita semacam ini. Dalam perkembangannya, cerita ketoprak mengalami pergeseran. Dari cerita Panji yang berlatar belakang Jenggala, Kedhiri dan sebagainya menjadi lebih luas ke tma-tema yang lain, bahkan carangan dan saduran.
Putera mahkota keraton Jenggala, yaitu Kudawanengpati pada dasarnya sudah ditunangkan dengan dengan Sekartaji yang dianggap sebagai “babon” yana mampu menurunkan raja besar tanah jawa. Sayangnya Kudawanengpati sudah menjatuhkan pilihannya kepada Anggraeni, putri dari pertapaan Penanggungan.
Prabu Dewantaka, ayahanda Kudawanengpati tidak menyetujui hubungan ini. Keputusan ini dikuatkan oleh Pujangga Keraton Jenggala, yaitu Dewi Kilisuci yang mengatakan bahwa Anggraeni bukanlah jodoh Kudawanengpati. Oleh karena itu, diputuskan untuk melenyapkan Dewi Angraeni. Tumenggung Brajanata mendapatkan tugas untuk mencari “warangka” atas “duwung ligan” di Hutan Tambakbaya. Begitulah bahasa sandi yang diberikan oleh Prabu Dewantaka untuk membunuh Anggraeni.
Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang Ketoprak Panji Semirang ini. Karena kami mempersilahkan anda untuk bisa mendengarkansecara langsung dalam format MP3 berikut ini.
Ketoprak Siswo Budoyo “Sunan Kalijaga Sungkem”
1. ASAL USUL SUNAN KALIJAGA
Sudah banyak orang tahu bahwa Sunan Kalijaga itu aslinya bernama Raden Said.
Putra Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Tumenggung Wilatikta seringkali disebut Raden Sahur, walau dia termasuk keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu tapi Raden Sahur sendiri sudah masuk agama Islam.
Sejak kecil Raden Said sudah diperkenalkan kepada agama Islam oleh guru agama Kadipaten Tuban. Tetapi karena melihat keadaan sekitar atau lingkungan yang kontradiksi dengan kehidupan rakyat jelata maka jiwa Raden Said berontak.Gelora jiwa muda Raden Said seakan meledak-ledak manakala melihat praktek oknum pejabat Kadipaten Tuban di saat menarik pajak pada penduduk atau rakyat jelata.
Rakyat yang pada waktu itu sudah sangat menderita dikarenakan adanya musim kemarau panjang, semakin sengsara, mereka harus membayar pajak yang kadangkala tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahkan jauh dari kemampuan mereka. Seringkali jatah mereka untuk persediaan menghadapi musim panen berikutnya sudah disita para penarik pajak. Raden Said yang mengetahui hal itu pernah mengajukan pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Suatu hari dia menghadap ayahandanya. Read the rest of this entry
Kethoprak Mustiko Budoyo "Adeking Menoro Kudus"
Sunan Kudus, Mesjid Menara Kudus, sampai Larangan Menyembelih Sapi
Dari sekian masjid bersejarah di Indonesia, Masjid Menara Kudus (Jawa Tengah) punya keunikan tersendiri. Sebuah menara mirip candi berdiri anggun di sebelah kiri depan masjid. Banyak masyarakat awam, bahkan para arkeolog yang bertanya-tanya, bagaimana elemen masjid mengadopsi model bangunan tempat ibadah umat Hindu dan Buddha.
Tidak hanya menara, bangunan-bangunan di sekeliling masjid juga banyak yang mirip dengan bangunan candi. Gapura di depan masjid yang tersusun dari batu bata tanpa semen tidak lain merupakan ciri khas candi di Jawa Timur. Ada juga pancuran untuk wudhu yang berjumlah delapan. Di atas pancuran itu diletakkan arca. Jumlah delapan pancuran, konon mengadaptasi keyakinan Buddha, yakni ‘Delapan Jalan Kebenaran’ atau Asta Sanghika Marga. Read the rest of this entry
SEKILAS TENTANG WORDPRESS – Mendaftar WordPress
Tulisan ini saya khususkan untuk adik tercinta, Dwiyono Andriyanto yang secara guyon parikena meminta saya untuk membenahi blognya di http://sarungamoh.wordpress.com/. Coba anda klik, blog tersebut. Apa yang kurang? Itulah Andri. Atas nama tata krama dia meminta saya untuk membenahi blog yang sebenarnya sudah nyaris sempurna. Atas nama tata krama pula tulisan ini saya angkat.
“Sejujurnya, aku gagap stadium empat untuk urusan seting menyeting blog. Aku hanya (merasa) bisa mempermainkan huruf. Karenanya, untuk hal yang aku gagap tersebut, aku berhutang budi pada Budi – rekan sekaligus adikku, yang dengan skillnya (yang juga nggak dalem-dalem amat. He..he.he…) rela membuatkanku blog dengan tarif nol rupiah.”
Begitulah yang dia katakan.
Tetapi sungguh, saya tahu persis kenyataannya. Dia adalah type orang yang lebih mengedepankan hasil daripada proses. Dia tidak mau menghabiskan otaknya hanya untuk membuat blog. Dia adalah model pemimpin jaman sekarang yang lebih suka hanyut dalam masalah taktis daripada teknis. Teknis adalah urusan pegawai kelas dua. Blog adalah masalah kecil, kalau dia mau.
Sebagai kakak yang baik, maka “suduk gunting tatu loro (dua)” sekali tusuk saya ingin dua hal saya dapatkan. Pertama, saya tidak perlu main kerumahnya demi wibawa orang tua yang lebih pantas disowani (dan dipunjung). Kedua, saya ingin mengingat kembali, bagaimana Mas Prabu secara bertahap ngajari saya bikin blog.
Sebagai catatan, yang saya tulisakan berikut ini adalah blog wordpress free version. Artinya , sebagai domain gratis, tentunya fitur yang disediakan adalah fitur standard dan (tentu saja)….. berbahasa Indonesia :)
Tulisan ini akan saya bagi menjadi beberapa bagian dengan pertimbangan, otak saya yang bebal rasanya tak mungkin untuk mikir multitasking, menyatukan banyak materi dalam satu kali posting. Beberapa materi itu adalah
- MENDAFTAR WORDPRESS
- MENGENAL FITUR STANDARD WORDPRESS
- MENGOLAH TAMPILAN
- MENGOLAH TULISAN / POSTING
- MEMBUAT LINK DENGAN URL LAIN
- MEMPERCANTIK TAMPILAN BLOG
Baiklah, tunggal guru aja ngganggu, tunggal kanca aja nggodha. Saya mulai.
MENDAFTAR WORDPRESS
- Pastikan anda sudah memiliki email yang belum digunakan untuk mendaftar di worpress.
- Daftar wordpress disini http://id.wordpress.com/ dan anda akan dihadapkan pada tampilan ini
- Pastikan sudah anda pilih bahasa Indonesia, lalu klik Daftar Sekarang
- Jika sukses anda akan behadapan dengan jendela seperti ini
- Isi formulir yang tersebut dengan benar misalnya seperti ini
Nama Pengguna : ini nanti akan menjadi rujukan bagi mesin pencari (search engine) untuk mengidentifikasi blig anda. Jadi usahakan agar nama tersbut bersifat spesifik dan merujuk pada nama atau tema yang akan anda tulis. Dalam hal ini saya mengambil contoh nama : asarungamoha. Nantinya, mesin pencari akan mengidentifikasi sebagai http://asarungamoha.wordpress.com
Kata Sandi : Cukup jelas
Alamat Surel : Masukkan alamat email yang anda gunakan secara lengkap, misalnya dsarsita@gmail.com. Alamat email ini pula yang nantinya akan menjadi rujukan bagi blog anda untuk setiap pemberitahuan, komentar dsb.
Centang Legal Flotsam sebagi bukti anda telah menyetujui semua persyaratan yang diajukan WordPress, lalu klik berikutnya–>
Jika sukses anda akan berhadapan dengan halaman ini
Lanjutkan dengan klik Daftar
Buka email yang anda gunakan untuk mendaftar wordpress. Disana anda akan mendapatkan surat baru dari WordPress.
Buka lalu Ikuti konfirmasi dan link yang diberikan. Kurang lebih isi surat tersebut adalah You are one step away from blogging at asarungamoha.wordpress.com.
Please click this link to activate your blog: http://signup.wordpress.com/activate/dca5674ff08e912a
Jika sukses, anda akan berhadapan dengan jendela seperti ini. lalu klik log in
Kemudian pada jendela ini masukkan nama dan pasasword anda : asarungamoh passowrd : ***************** (sesuai pasword ketika daftar)
Jendela ini akan muncul. Artinya, anda sudah memiliki blog gratisan. Sekarang tinggal mainkan!
Keterangan:
- Pastikan akses internet anda lancar untuk mengurangi stress dan kejengkelan.
- Tak ada salahnya anda mencatat setiap langkah yang anda lakukan terutama mengenai username, password
************* bersambung************
SAPARDI DJOKO DAMONO (Download MP3 Puisi)
Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940; umur 70 tahun) adalah seorang pujangga Indonesia terkemuka. Ia dikenal dari berbagai puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di antaranya sangat populer.
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta (lulus SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955 dan SMA Negeri 2 Surakarta tahun 1958). Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah “Horison”, “Basis”, dan “Kalam”.
Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar. Read the rest of this entry
Bimbo (Mp3 Lagu Islami)
Bimbo adalah sebuah grup musik Indonesia yang didirikan sekitar tahun 1967. Personil Bimbo terdiri atas Sam Bimbo, Acil Bimbo, Jaka Bimbo dan Iin Parlina.
Berawal dengan Trio Bimbo yang banyak dipengaruhi Musik Latin. Lalu merilis album perdana di label Fontana Singapura dengan Melati Dari Jayagiri karya Iwan Abdurachman. Di era tahun 70-an, Bimbo identik dengan lagu-lagu balada yang cenderung berpola minor dengan lirik-lirik puitis. Read the rest of this entry
HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amarullah)
HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Ia lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.
Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.
Selengkapnya tentang HAMKA, dapat dilihat di Wikipedia
Download MP3 Ceramah Hamka
- Cinta dan Cemburu
- Dari Gelap Menuju Terang
- Hidup Sesudah Mati
- Tafsir Al Azhar 30 juz (pdf)
- Pegangan Hidup
- Ceramah Haji
- Jalan Istiqomah sang legenda Buya Hamka (exe)
- Haus
- Puasa Ramadhan
- Tafsir Al Baqarah 258
- Biugrafi Hamka (rar)
- Bersyukurlah
- Dibawah Lindungan Kabah (Novel pdf)
- Tarawih
- Ibadah Haji
- Konsep Tasawuf (pdf)
- Tsawuf Modern (djvu)
MP3 Kethoprak Mataram (Seri Mahesa Jenar) Watu Gunung Lena
Dalam kisah terdahulu, setelah menerima penjelasan Ki Asem Gede tentang siapa sebenarnya Mahesa Jenar, orang-orang Kademangan Penanggalan bisa menenrima Mahesa Jenar dengan tangan terbuka. Mereka menyambutnya sebagai bagian dari keluarga dengan peayaan dan hiburan semestinya.
Tapi kegembiraan ini tak berlangsung lama, karena terdengar kabar bahwa Nyi Wirasaba (Anak perempuan Ki Asem Gede) diculik oleh gerombolan Samparan. Read the rest of this entry















