Download MP3 Lagu Anak-anak

Ada yang mengatakan, bahwa generasi yang ada saat ini adalah sebuah generasi yang ditempa dengan lagu yang salah sejak kanak-kanaknya.  Memori kita  di penuhi dengan syair lagu yang tidak mendidik dan kurang konsruktif.

Sejak kanak-kanak kita di ajari untuk naik kereta dengan percuma, tanpa bayar alias gratis.  Jadilah kita generasi yang maunya menikmati fasilitas umum tanpa mengeluarkan biaya seperti  syair lagu Naik Kereta api berikut ini “…. ke bandung, surabaya, bolehlah naik dengan percuma…..”

Lalu ada lagi, “….nenek sudah tua, giginya tinggal dua…..” Konon syair itulah yang mengilhami kita untuk bersikap kurang ajar,  suka mengeksploitasi kekurangan orang lain dan melihat orang dari aspek phisik semata.

Kita menjadi generasi yang suka memaksakan kehendak, mejalankan sesuatu dibawah ancaman dan tidak menghargai kemandirian adalah sejalan dengan syair lagu Nina Bobo.  Si Nina itu harus mau segera tidur kalau tidak mau digit nyamuk. Tidur bukan karena ngantuk atau untuk melepas lelah tetapi karena takut digigit nyamuk: “….. kalau tidak bobo, digigit nyamuk…..”

Orientasi bekerja kita adalah uang, honor dan bayaran.  Tidak lebih! Karena kita memang bercita-cita menjadi tukang perahu karena bayaran satus suwidak ewu:  “….. Besok gede dadi tukang perahu, bayarane satus suwidak ewu….”

Ada lagi.  Konon, sayair lagu Balonku adalah “ Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya, merah kuning kelabu, merah muda, dan biru.  Meletus balon hijau…..”  Kita adalah genarasi yang tidak konsisten.  Bagaimana mungkin tiba-tiba muncl balon hijau sementara sebelumnya tak disebutkan warna itu.  Untunglah syair itu, karena kreatifitas guru kemudian berubah :….hijau, kuning kelabu……

Lalu, dengarlah lagu Si Kancil. Memang dia adalah naka nakal, tapi apakah karena kenakalannya itu lantas si kancil harus “lekas dikejar”  dan “jangan diberi ampun???”  Maka tak salah jika sekarang kita cenderung anarkis karena sejak awal kita diajarkan untuk menghajar anak nakal sedemikian rupa tanpa ampun, tanpa belas kasihan.

Itu hanya pendapat sebagian orang yang sempat saya dengarkan untuk menyalahkan keadaan generasi sekarang ini.  Mereka mencari kambing hitam atas carut-marutnya keadaan.  Mereka tak mau dipersalahkan sebagai generasi salah urus maka disalahkannya lagu yang jelas tak ada korelasinya.  Kita menjadi kejam, bodoh, suka mengancam, penakut karena keadaan memaksa kita demikian.  Bukan karena lagu!

Yang pasti saya rasakan dalah bahwa sejak 30 tahun terakhir kita tidak mempunyai tambahan referensi lagu anak-anak.  Lagu-lagu yang bisa kita ajarkan pada anak cucu kita hanya itu-itu saja.  Itupun makin lama makin tipis gaungnya.  Lagu yang diperdengarkan telinga bayi-bayi sekarang, masih sama dengan yang diperdengarkan oleh nenek dan kakek mereka.

Memang ada masanya booming lagu anak-anak, yaitu eranya Chicha, Ira Maya, Adi Bing Slamet, Bobby Sandhora dsb.  Lalu dua dekade kemudian, ada beberapa penyanyi cilik yang sempat membuat riak kecil dalam kolam lagu anak-anak.  Akan tetapi makin kesini semakin tipis juga nampaknya.

Praktis anak-anak kita tidak mendapat tempat di program acara hiburan rumah tangga, TV.  Sejak matahari terbit sampai terbit lagi keesokan harinya, anak-anak kita berhadapan dengan acara tawuran antar warga, debat politisi, lawak yang lebih tepat disebut konyol daripada lucu, sulapan dalam berbagai bentuk, pembunuhan, perkosaan, penggusuran,  berita celebritis yang di kemas dengan cara sangat kreatif (bahkan mengoprek isi tas bintang filem bisa dikemas dalam 30 menit running play) dan masih banyak lagi.

Ada memang beberapa segment ditujukan untk anak-anak.  Tetapi secara pribadi saya tak melihat substansinya.  Idola Cilik? Bagaimana mungkin bocah yang belum tumbuh bulu ketiak  menyanyikan lagu Kamu Ketahuan, Matanya Lelaki harus dijadikan idola???

Kemudian si bolang yang konon dikemas untuk anak, sejauh ini lebih pada mendidik anak kita menjadi “nggragas”.  Belum satu episodepun yang saya tonton dari si bolang yang tidak menceritakan tentang bagaimana membakar kodok, memakan  singkong setengah matang dan adegan lain yang menunjukkan bahwa kita miskin kreativitas.

Jika sudah begitu, maka kendati Cuma si Kancil, Nina Bobo, Pok Ame-ame, Saya Seorang Kapitan jauh lebih bisa kita jejalkan ketelinga anak cucu kita daripada membiarkannya menonton Sinchan, bocah jepang yang mbelingnya minta ampun itu.

Nah, bagi yang ingin bernostalgia dengan lagu anak-anak yang dengan sinis sijadikan kambing hitam bobroknya generasi ini, kami persilahkan untuk downoad di link berikut:

  1. Aku Anak Sehat
  2. Anak-anak Indonesia
  3. Anak Ayam
  4. Balonku Ada Lima
  5. Bangun Tidur
  6. Bintang Kecil
  7. Burung Kakatua
  8. Burung Kutilang
  9. Disini Senang, Disana Senang
  10. Du Di Dam
  11. Dua Mata Saya
  12. Empat Sehat Lima Sempurna
  13. Gilang Sipaku Gilang
  14. Hujan
  15. Kasih Ibu
  16. Kelinciku
  17. Kereta Apiku
  18. Lihat Kebunku
  19. Mari Pulang
  20. Naik Delman
  21. Naik Ke Puncak Gunung
  22. Nama-nama Hari
  23. Nina Bobo
  24. Pelangi-pelangi
  25. Pok Ame-ame
  26. Potong bebek Angsa
  27. Satu ditambah Satu
  28. Selamat Ulang Tahun
  29. Semut-semut Kecil
  30. Si Kancil
  31. Siapa Dapat Berbaris
  32. Topi Saya Bundar
  33. Tralala Trilili
  34. Tukang Bakso
  35. Yuk Makan Bersama
  36. Chicha & Adi BS – Mau Kemana
  37. Chicha – Helly
  38. Joan Tanamal  – Mandi Pagi
About these ads

About Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 30 September 2010, in Anak-anak, MUSIK DAN LAGU. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Hai…Nama saya Zepe
    Saya memiliki banyak koleksi lagu pendidikan anak .
    Beberapa menggunakan bahasa Inggris.
    Sudah ada 30 an lagu dan sudah dipakai di Paud dan TK seluruh Indonesia.
    Kalau anda butuh lagu anak-anak anda bisa
    Klik: http://www.lagu2anak.blogspot.com

  2. Hai…Nama saya Zepe
    Saya memiliki banyak koleksi lagu pendidikan anak .
    Beberapa menggunakan bahasa Inggris.
    Sudah ada 30 an lagu dan sudah dipakai di Paud dan TK seluruh Indonesia.
    Kalau anda butuh lagu anak-anak anda bisa
    Klik: http://www.lagu2anak.blogspot.com
    m

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: