Arsip Bulanan: Oktober 2010

Ki Manteb Sudarsono, Setyaki Prasetya (Video)

bambang supriyadiSetahun lalu, Mas Bambang Supriyadi mengirimkan kepada kita sebuah lakon wayang yang sangat menarik yaitu Setyaki Prasetya dalam format MP3.  Hasil ripping sangat bagus, sehingga enak didengarkan.  Sampai sat ini file itu telah diunduh lebih dari 400 kali.  Sampai pada beberapa hari lalu, salah seorang rekan mengingatkan adanya broken link pada file posting tersebut.

Ketika hendak chek ke online storage, saya melihat ada folder baru dengan nama SP.  Awalnya saya tak berani membuka, karena sejauh ini Mas Bambang tidak pernah memberitahukan adanya folder itu.  Tetapi rasa penasaran saya mengalahkan semuanya.  Dalam folder tersebut, ternyata berisi file video dengan format 3 gp. Setyaki Prasetya.  Tak syak lagi, itulah yang dijanjikan mas bambang ketika mengirimkan file MP3 dengan lakon yang sama setahun yang lalu.

Dengan keterbatasan bandwidh, saya unduh juga file itu.  Membutuhkan waktu berjam-jam untuk bisa menuntaskannya.  Tak apalah, yang penting saya bisa menikmati sabetan si Dalang Setan dari Karanganyar, Ki H Manteb Sudarsono.

Nah Bagi Anda yang bermaksud ikut menikmati lakon Setyakki Prasetya dalam Format video (3 gp), silahka download (tanpa pasword) pada link dibawah ini :

  1. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 1a
  2. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 1b
  3. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 1c
  4. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 1d
  5. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 2a
  6. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 2b
  7. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 2c
  8. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 3a
  9. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 3b
  10. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 3c
  11. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 3d
  12. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 4a
  13. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 4b
  14. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 4c
  15. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 4d
  16. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 5a
  17. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 5b
  18. Ki Manteb Sudarsono – Setyaki Prasetya (Video) 5c

Basiyo – Pak Dengkek

(untuk temanku Rumpis Trimintarta)

Apakah anda penggemar Moliere? Ya, Jean-Baptiste Poquelin atau yang lebih dikenal dengan Moliere (1622 – 1673) seorang sasterawan Perancis yang banyak menulis nakah drama komedi.  Karyanya banyak diterjemahkan dan seakan menjadi pegangan wajib bagi pemerhati dan prakstisi dunia teater di Indonesia, sampai saat ini.  (tentang Moliere dapat dilihat di Wikipedia)

Adalah Rumpis Trimintarta, seorang birokrat (sekaligus dhagelan ; pangapunten Pak Camat) yang memperkenalkan nama Moliere pada saya lebih dua dasawarsa lalu lewat sebuah naskah drama komedi Dokter Gadungan.  Dari lelaki inilah saya banyak tambahan referensi tentang buku sastra dan teater ketika itu.  Dialah yang mengajari saya untuk hidup  digawe penak angger ora sak kepenake. Kendati kami tidak berhasil mementaskan karya itu, tetapi naskahnya katam saya baca.  Nah, yang kali ini hendak saya upload, adalah sebuah file MP3 Dhagelan Mataram (Basiyo) yang berjudul Pak Dengkek.  Lalu apa hubungannya?

Begini, plot Pak Dengkek dan Dokter Gadungan, nyaris sama.  Seorang yang bukan dokter (dukun) dipaksa harus mengobati orang sakit.  Sayangnya, dokter tersebut tak mau pamer kepintaran.  Oleh karenanya, harus dipukul jika dia mengaku bukan dokter.  Hanya begitu!  Tapi membandingkan keduanya sungguh sangat menarik.

Basiyo adalah sorang seniman besar yang karyanya selalu original, kendati dia tak berpendidikan tinggi.  Banyak guyonan dan cerita lawakannya yang diadaptasi oleh banyak pelawak muda setelahnya, termasuk  lakon Pak Dengkek ini.  Karya-karya lain yang monumental adalah Pangkur Jenggleng.  Dialah yang memperkenalkan jenis tembang Pangkur (yang semula Palaran) di garap dengan cara nyeleneh dan tetap bisa dinikmati sampai saat ini.  Selain itu, masih banyak cerita original Basiyo yang lain, yang seakan menjadi wajib bagi pementasa lawak / dagelan.  Lihatlah Misalnya, Kepuntir, Impen Daradasih, Pari Bengong, Popok Wewe dan sebaginya.

Saya yakin, Basiyo tidak pernah membaca Dokter Gadungan karya Moliere karena sejauh yang saya dengar cerita yang dipentaskan hanya berupa plot.  Selebihnya adalah improvisasi.  Sayangnya budaya menulis belum begitu lekat dikalangan seniman kita ketika itu.

Saya Cuma ingin mengatakan, bahwa imajinasi Basiyo dalam membuat karya Pak Dengkek, yang ternyata sama dengan Dokter Gadungan karya Moliere, adalah kebetulan semata.  Haqul yakin, Basiyo tidak menjiplak karya Moliere.  Lalau apa artinya?

Jika Pak Basiyo mau membuat naskah atau setidaknya meninggalkan tulisan-tulisan terkait dengan karyanya, tak berlebihan rasanya menyandingkan Basiyo dengan Sastrawan besar Perancis, Moliere.

Download MP3 Basiyo – Pak Dengkak.

Audioshell, Software Pengatur Tag Audio

Bisa saya pastikan, anda memiliki file audio yang cukup banyak.  Sebagian dari file itu kemungkinan adalah hasil download ataupun copy dari perangkat lain.  Seperti  saya, sebagian dari anda mungkin tak terfikir untuk mengkostumisasi file-file audio tersebut.  Akibatnya, metadata dari file asli kemungkinan masih terbawa.  Sayang rasanya, apabila anda tidak mempersonalisasi file-file tersebut sehingga terasa “gue banget”.

Beberapa audio player –Winamp dan Jet Audio, misalnya- mamang memiliki fitur untuk keperluan tersebut.  Akan tetapi biasanya harus dilakukan satu persatu, sehingga besar kemungkinan anda tak memiliki waktu mengkostumisasi file anda yang jumlahnya (bisa saya pastikan) ribuan.

Untuk kepentingan tersebut, anda bisa menggunakan jasa audioshell, sebuah software yang memungkinkan anda untuk membuat tag metadata dari file audio yang anda miliki.  Mulai dari judul lagu, artis, genre, folder, tahun, komentar sampai dengan covert art bisa anda atur dengan perangkat lunak keluaran Tag&Rename ini.

Kabar baiknya, software kecil sebesar 1,1 kb ini bersifat freeware (gratis) dan dapat anda unduh disini. Kabar buruknya, ketika saya mengaplikasikan program ini, jika file informasi yang diedit terlalu banyak (lebih dari 200 file) terasa lambat atau bahkan “not responding”.  Oleh karenanya, kami sarankan untuk mengedit file informasi secara bertahap, maksimal 200 file tiap kali penetrasi.  Tak masalah, karena program ini berjalan cukup cepat kendati resource memori komputer tak terlalu besar.

  1. Seperti biasa, download file audioshell (1,1 kb) secara gratis disini.
  2. Install file tersebut di komputer anda.
  3. Perlu diingat, file ini tidak memperlihatkan aplikasi installing seperti sotware biasanya yang anda instal.  Tetapi anda langsung melihat di properties file audio.
  4. Lihat salah satu file audio anda.  Klik kanan, pilih properties.  Jika instalasi berhasil maka akan terlihat informasi tag audio seperti ini
  5. Untuk merubah informasi tag sesuai keinginan anda, klik tab Audioshell Tag Editor
  6. Dari tab ini anda bisa mengkostumisasi semua informasi file audio yang anda miliki, sesuai keinginan anda.
  7. Ketika file tersebut dibuka / diputar, maka semua informasi yang anda buat akan ditampilkan.  Kayangene ini……....
  8. Sebagai tambahan, program ini dirancang untuk berjalan diatas planform wondows.  Oleh karenanya, anda langsung bisa mengaplikasikannya dari windows eksplorer.  Dari sana, anda cari lewat search dengan kata kunci. mp3 (misalnya), lalu bisa anda edit langsung di banyak file sesuai keinginan anda.

Selamat mencoba.

Casiopea, Download MP3 Casiopea

Seperti anda duga, saya bebal masalah musik, terlebih jazz.  Tetapi setelah Mas Wahyudiono memperkenalkan kepada saya beberapa bulan lalu, saya mulai mengkonsumsi camilan baru itu dalam batas penalaran dan kemampuan saya.  Untuk yang satu ini, sepantasnya saya mengucapkan terima kasih padanya.  Dimulai dengan Dave Grusin lalu Shakatak, Bob Dylan kemudian Lee Ratenour dan yang terakhir ini Michael Buble serta Casiopea.

Ada yang menarik dalam saya menikmati jazz.  Saya tak perlu harus banyak berfikir tentang cakepan, (lirik) pakem dan hal standard lainnya.  Saya hanya perlu mempersiapkan telinga, lalu biarkanlah semua mengalun begitu saja.  Sejauh ini semua berjalan dengan nyaman dan saya bisa menikmati musik itu dengan cara saya.

Dari banyak file (judul / album) yang Mas Wahyu perkenalkan pada saya, Casiopea menjadi salah satu yang ingin saya kabarkan kepada anda.  Saya tak hendak mengulasnya, tetapi lebih sebagai ekspresi kenikmatan semata.  Oleh karenanya, jika  anda tak merasa cukup mendapatkan sesuatu dari cerita saya, anda benar karena saya tak sedang bercerita.

Casiopea adalah grop band yang dibentuk pada tahun 1976 oleh seorang gitaris dari negeri sakura yang cukup handal Issei Noro,. Lalu dalam komposisi persobel, group ini diperkuat oleh Tetsuo Sakurai pada posisi bass dan Keyboardis Hidehiko Koike. Kemudian ada Takashi Sasaki pada drum.  Pada tahun 1997 keyboardis Casiopea digantikan oleh Minoru Mukaiya.

Dalam perjalanannya, group iniipun tak luput dari “ritual” gonta-ganti personil mulai dari Akira Jimbo dan Tetsuo Sakurai yang hengkang untuk membentuk duo-band: Jimsaku, dan kondisi ganti-ganti personel ini berlangsung terus hingga tahun 2006 saat Issei Noro membekukan semua aktifitas band.

Keputusan Issei Norro sang pendiri Casiopea untuk menghentikan semua kegiatan Casiopea pada tahun 2006, sungguh mengecewakan banyak penggemarnya.  Para pemerrhati musik, khususnya Jazz Fussion dirindukan banyak orang hingga saat ini.

Beruntung saya mendapatkan banyak file dari sahabat saya tersebut.  Sembari berkeliling mencari tambahan referensi musik jazz, berikut ini kami persilahkan anda untuk menikmati 17 album Casiopea dari tahun 1980 sampai 2003.  File ini dikemas dalam bentuk rar dengan besar rata-rata 35 MB.  Tiap album berisi 7 s/ 10 lagu.

Nah untuk memberikan gambaran kepada anda tentang file yang akan anda download, berikut ini beberapa catatannya.

  1. 1979 – Casiopea – Superflight
  2. 1980 – Casiopea – Make up City
  3. 1981 – Casiopea – Eyes of the mind
  4. 1981b – Casiopea – Cross Point
  5. 1982 – Casiopea – Mint Jams
  6. 1983 – Casiopea – Photographs
  7. 1984 – Casiopea – Down Upbeat
  8. 1985 – Casiopea – Halle
  9. 1986 – Casiopea – Sun Sun
  10. 1990 – Casiopea – The Party
  11. 1991 – Casiopea – Full Colors
  12. 1993 – Casiopea – Dramatic
  13. 1994 – Casiopea – Answers
  14. 1998 – Casiopea – Be
  15. 1999 – Casiopea – Material
  16. 2000 – Casiopea – Bitter Sweet
  17. 2001 – Casiopea – Main Gate
  18. 2003 – Casiopea – Places

Ki Narto Sabdho, Gatutkaca Sungging

Setahun  lalu, saya mengupload file ini.  File MP3 yang saya peroleh dari hasil convert pita kaset sama sekali tidak bermutu, sementara  kaset aslinya sudah terlanjur say kembalikan.  Jadilah file Mp3 hanya menjadi beban di hardisk saya yang tak seberapa besar kapasitasnya.

Adalah Dr. Edy Listanto, seorang penggemar Ki Nartosabdho yang dengan telaten membenahi file tersebut hingga bisa “didengarkan”.  Dari file audio yang Cuma “krusak-krusek” sampai menjadi sebuah file yang cukup manis untuk bisa dinikmati.  Untuk hal ini, saya perlu secara khusus mengucapkan terima kasih kepadanya.

Beberapa waktu berselang, kita digelontor file MP3Ki Narto Sabdho dari banyak rekan.  Terlebih setelah Mas Prabu membangun blog Mengenang Ki Nartosabdo, sehingga praktis lakon dari sang maestro makin beragam saja.  Untuk lakon wayang kulit saja tak kurang dari 80 judul.  Belum lagi langgam, klenengan bahkan kethoprak.  Akibatnya, Gatutkaca Sungging yang meskipun kualitas suaranya sudah dipermak oleh Mas Edy, nyaris tak tersentuh.  Dari sinilah, timbul niat saya untuk kembali mengupload ulang Lakon Gatutkaca Sungging.

Cerita ini dimulai dari kegundahan hati Prabu Duryudana karena ulah Raden Gatutkaca yang membangun pesanggrahan di tepi barat Padang Kuruksetra.  Tindakan Raja Muda Pringgondani ini dianggap membahayakan posisi Prabu Duryudana, terlebih menghadapi perang Baratyuda.  Oleh karena itu, Duryudana menghdirkan Prabu Baladewa guna diminta bantuan menyingkirkan Gatutkaca atau setidaknya meneken ruang gerak putra Wrekudara ini.

Alih-alih mendapatkan bantuan dan dukungan dari Raja Mandura yang terkenal lugas Duryudana justru dipersalahkan dan dianggap tidak memiliki hak menghentikan Gatutkaca.  Pesanggrahan yang dibuat oleh gatutkaca tidak berada di wilayah teritorial Hastinapura sehingga Duryudana tak memiliki kewenangan mengehentikan Gatutkaca.  Tentusaja Prabu Duryudana kecewa (kalau tak boleh disebut marah) kepada Prabu Baladewa.  Tapi apa mau dikata, secara wibawa jelas Duryudana berada diu bawah Baladewa.

Pada saat bersamaan, datang seorang pendeta raksasa Begawan Nilayaksa.  Dia memiliki seorang anak yang menjadi raja di Keraton Hawiyat bernama Prabu Pawakadewa.  Hebatnya, Begawan Nilayaksa ternyata memiliki kesaktian dan pengetahuan yang tidak main-main.  Pada pertemuan awal saja, dia bisa mengetahui sejarah hidup semua yanng hadir di pasewakan.  Mulai dari Resi Durna, Prabu Baladewa dan Sangkuni.  Nilayaksa menyatakan kesanggupannya untuk membantu Duryudana.  Bakan saja menyingkirkan Gatutkaca tetapi juga mengawal Hastina menghadapi Baratayuda.  Pernyataan Nilayaksa ini tentu menyinggung banyak fihak .  Bukan hanya Baladewa yang tersinggung, tetapi juga Adipati Karna dan (bahkan) Pendhita Durna.

Ada dua syarat yang diajukan Nilayaksa, yaitu meminta menikahkan puteri Hastinapura yaitu Dewi Lesmanawati dengan putera sang Begawan, yaitu Prabu Dewa Pawaka.  Dan meminta tumbal “wong boga sampir” yaitu Ki Lurah Semar.  Duryudana menyanggupi syarat ini.  Maka segeralah diupayakan untuk menyingkirkan Gatutkaca dari pesanggrahannya di Padang Kurukhsetra.

Seperti biasa, mendengarkan pagelaran Ki Nartosabdo kita bukan saja disuguhi alur cerita yang runtut dan menarik tetapi juga mendapatkan banyak hal baru di dunia pewayangan dan budaya jawa pada umumnya.  Lihatlah pada jejer I.  Dari dialog antara Nilayaksa dengan Duryudana saja kita sudah disuguhi serba singkat sejarah dan perjalanan hidup Pendhita Durna, Baladewa dan Adipatikarna.  Oleh karena itu, membuat sinopsi dari cerita yang akan secara runtut dibawakan oleh Ki Narto Sabdho, sama saja akan melemahkan cerita yang sangat menarik ini. karenanya, langsung saja download file audio Gatutkaca Sungging berikut ini:

  1. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_1a
  2. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_1b
  3. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_2a
  4. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_2b
  5. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_3a
  6. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_3b
  7. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_4a
  8. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_4b
  9. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_5a
  10. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_5b
  11. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_6a
  12. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_6b
  13. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_7a
  14. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_7b
  15. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_8a
  16. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_8b

Ki H. Anom Suroto, Jayadrata – Burisrawa Lena

Perang Baratuyudha Jayabinagun masih berlangsung,  Banyak prajurit dan kastria yang telah gugur  baik di fihak pendhawa maupun kurawa.  Difihak Kurawa, Resi Bhisma gugur di tangan  Wara Srikandi, sedang difihak Pandhawa, Abimanyu tewas dengan cara tubuh penuh senjata, karena diranjap oleh kurawa.  Tewasnya Abimanyu adalah peran besar Jayadrata yang dengan cara licik menikam Abimanyu dari belakang.

Bagi Duryudana, tak hanya kehilangan Bhisma saja yang membuatnya berduka.  Tetapi tewasnya pangeranpati Hastinapura, Ksatria dari Sarojabinangun, Lesmana Mandrakumara sungguh telah mematahkan semangat dan gairah hidupnya.  Bagaimana tidak.  Lemana Mandrakumara adalah putra mahkota dan satu-satunya calon pengganti tampuk kekuasaan Hastinapura.  Duryudana seakan tak lagi memiliki alasan untuk memperpanjang Perang  Baratayudha.

Kemarahan Duryudana tertumpah pada Pendhita Durna karena dianggap taktik untuk menangkap Puntadewa hidup-hidup menjadi penyebab tewasnya Lesmana Mandrakumara.  Lebih dari itu, Durma telah dituduh memihak Pendhawa dan memberikan ilmu lebih banyak kepada Pendhawa.  Terbukti Pendhawa memiliki kesaktian lebih dibanding Kurawa.

Beruntung Raja Mandaraka, Prabu Salya segera dapat mengendalikan keadaan sehingga kepercayaan Duryudana kepada Durna tidak luntur.  Kembali Pendhita Sokalima ini mendapat kepercayaan untuk menjadi senapati Hastinapura.  Dalam kesempatan ini Duryudana juga mewisuda Dursasana sebagai Pangeranpati sebagai calon Pengganti, Raja Hastinapura.  Dia diperintahkan kembali ke Keraton Astina dan tidak diperkennkan ikut terlibat dalam Perang Baratayudha.

Hal yang pertama dilakukan Kurawa adalah menyembunyikan Jayadrata.  Hal ini perlu dilakukan sebagai antisipasi dendam Arjuna kepada Jayadrata.  Bisa dipastikan dialah target Arjuna karena Jayadratalah yang dianggap penyebab tewasnya Abimanyu.  Jayadrata diperintahkan untuk masuk kedalam Gedong Waja (Bangunan yang terbuat dari Baja).   Semua akses keluar ditutup kecuali sedikit lubang untuk udara bisa masuk.

Kali ini Kurawa dibantu oleh Prabu Setyarata dan Satyawarman, raja sakti yang juga merupakan murid pendhita Durna.  Kedua raja ini sudah mnyampaikan sumpah setianya pada kejayaan Astinapura.  Sedang gelar baris yang dipakai oleh Durna adalah Cakrabyha, sama dengan gelar yang dipakai sebelumnya.  Perang berlangsung sengit!

Pada akhirnya memang Arjuna bisa menewaskan Jayadrata dan membalaskan dendam Abimany.  Tetapi bagaimana kejadiannya?  Apa peran Burisrawa?  Bagaimana dan siapa yang berhasil membunuh Burisrawa?  Bagaimanakan tindakan Resi Sempani, Pendeta Sakti ayah angkat Jayadrata setelah mendengar anaknya tewas?

Semua bisa anda ketahui jawabnya setelah tuntas mendengarkan Lakon Jayadrata-Burisrawa Lena dengan Dalang Ki H Anom Suroto, berikut ini.

  1. Jayadrata-Burisrawa lena 1
  2. Jayadrata-Burisrawa lena 2
  3. Jayadrata-Burisrawa lena 3
  4. Jayadrata-Burisrawa lena 4
  5. Jayadrata-Burisrawa lena 5
  6. Jayadrata-Burisrawa lena 6
  7. Jayadrata-Burisrawa lena 7
  8. Jayadrata-Burisrawa lena 8 (tamat)

Ki H. Anom Suroto, Antasena Rabi

Antasena, anak Werkudara dengan Dewi Urangayu adalah sosok yang boleh dikatakan kontrovesial.  Pembawaannya yang ugal-ugalan semakin mengaskan peran kontroversialnya.  Konon, karena kesaktiannya Antasena tak diijinkan untuk ikut Perang Baratayudha, sehingga Prabu Kresna dengan berbagai kebijaksanaanya  terpaksa “mematikan” Antasena, agar tak terlalu banyak berperan dalam perang besar ini.

Ada “dua sejoli” putera Pandhawa yang memiliki watak dan ikatan batin yang digambarkan sedemikian erat.  Yaitu,  Gatutkaca dengan Abimanyu, Antareja dengan Bambang Irawan dan Antasena dengan Wisanggeni.  Hampir dalam setiap cerita, mereka selalu bersama.  Tetapi tidak pada Antasena Rabi.

Adalah Dewi Manuwati, puteri Arjuna hasil perkawinannya dengan Dewi Manuhara yang jadi focus cerita ini.  Ia menjadi rebutan banyak ksatria.  Tak kurang dari Raden Samba putra Raja Dwarawati, Raden Wisatha  putra Raja Mandura, Lesmana Mandrakumara putra raja Hastinapura, Purwaganti putra Pandhita Kendhalisada dan Antasena putra Raden Werkudara.

Karena harus bertindak adil, maka dibuatlah sayembara kepada para pelamar untuk bertarung secara ksatria.  Siapa diantara para pelamar yang paling sakti, dialah yang akan menjadi suami Dewi Manwati.  Akan tetapi cara ini tidak bisa berlangsung dengan fair, karena Antasena tak mau melawan sementara kastria yang lain tak mampu mengalahkan Antasena, kendati antasena sama sekali tak memberikan perlawanan.  Dia merasa tidak pantas, memperebutkan wanita dengan darah.

Lalu, bagaimanakan Arjuna menyelesaikan masalah ini?

Simak cerita Antasena Rabi berikut ini.

  1. Antasena Rabi 1
  2. Antasena Rabi 2
  3. Antasena Rabi 3
  4. Antasena Rabi 4
  5. Antasena Rabi 5
  6. Antasena Rabi 6
  7. Antasena Rabi 7 (tamat)

Ki H. Anom Suroto, Sukma Langgeng

Dalam perjalanan menghadapi perang Baratayuda, Prabu Duryudana merasa merasa pesimis bisa memperoleh kemenangan mengingat kekuatan Pendhawa yang makin tak terbendung.  Kegelisahan Duryudana ini bisa dimengerti karena sejauh ini upaya untuk mengalahkan Pendawa selalu mengalami kegagalan.

Setelah lebih jauh dianalisis, kekuatan Pendhawa ini lebih disebabkan karena keberadaan Prabu Kresna yang secara tegas pasang badan untuk Pendhawa.  Oleh karena itu, atas saran Pendhita Durna, Prabu Duryudana menghadirkan Sri Kresna ke Astinapura untuk dibujuk agar bersedia membantu Kurawa dalam perang Baratayudha.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.  Alih-alih Kresna bersedia membantu Kurawa, tetapi justru penolakan yang didapat.  Prabu Duryudana dan Kurawa dipermalukan habis-habisan oleh Raja Dwarawati ini yang berujung pada kemarahan Prabu Duryudana.  Kresna ditangkap dan dipenjara.

Bersamaan dengan itu, datanglah seorang Pujangga  bernama Resi Among Gati. Dia adalah Pujangga dari seorang Raja bernama Prabu Nindyamaya.  Kehadirannnya ke Negara Astina adalah untuk meminta Duryudana turun tahta karena Prabu Nindyamaya bermaksud menggantikan Prabu Duryudana menjadi Raja Astinapura.

Tentu saja hal ini menjadikan mengejutkan Duryudana dan menjadikannnya marah luar biasa.  Tidak hanya Duryudana, Pendita Durnapun menjadi sangat tersinggung dan menantang Begawan Among Gati untuk mengadu ilmu dan kesakian sebagai pendita.  Tantangan Pendita Durna diterima oleh Begawan Among Gati.  Sayangnya, dalam adu ilmu dan kesktian itu, Pendita Durna kalah.  Atas kekalahannnya Durna berniat membunuh Among Gati.

Ternyata Among Gati bukanlah orang sembarangan, terbukti ketika benar-benar marah kepada Pendhita Durna dan menyumpahi Pendita Sokalima ini dengan sebutan wraha (babi hutan) seketika itu Durna berubah wujud menjadi wraha.  Malu dan marah Dorna melarikan diri dari pertarungannya dengan Among Gati.

Bagaimanakah nasib Pendita Durna kemudian?  Berhasilhkah Nindyamaya menduduki tahta Astinapura?  Bagaimanakah nasib Kresna yang dipenjara oleh para Kurawa? Dan Siapakah sebenrnya Sukma Langgeng itu?

Semua pertanyaan itu akan terjawab setelah anda tuntas mendengarkan Lakon Sukma Langgeng yang digelar secara runtut dan menarik oleh Ki H Anom Suroto.  Selamat Mengikuti…………

  1. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 1a
  2. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 1b
  3. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 2a
  4. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 2b
  5. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 3a
  6. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 3b
  7. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 4a
  8. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 4b
  9. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 5a
  10. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 5b
  11. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 6a
  12. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 6b
  13. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 7a
  14. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 7b
  15. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 8a
  16. Ki H Anom Suroto, Sukma Langgeng 8b



Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur

Masih dalam suasana Perang Baratayudha yang baru beberapa hari terjadi.  Prabu Duryudana masih tak habis pikir bagaimana mungkin senapati Hastinapura sekaliber Resi Bhisma harus gugur ditangan prajurit wanita, Wara Srikandhi.  Padahal, semua orang tahu bagaimana kehebatan Pandhita Talkandha  yang  tak akan mati jika bukan karena keinginannya sendiri.  Hal ini membuat Duryudana frustasi dan berniat tidak melanjutkan Perang Bharatayudha, jika tidak segera mendapatkan dorongan semangat dari Adipati Karna.

Duryudana beranggapan, bahwa sumber kekuatan Pandhawa adalah Puntadewa.  Oleh karena itu, dirasa perlu untuk menangkap Puntadewa hidup-hidup.  Skenaraionya begini, jika Puntadewa berhasil ditangkap rencananya tidak akan dibunuh tetapi justru akan ditantang untuk kembali bermain dadu dengan perjanjian yang sama ketika Pendhawa dikalahkan bermain dadu beberapa tahun lalu.   Dengan begitu, kembali pendhawa akan menjadi orang buangan dan tidak lagi memiliki hak atas Negara Hastina.  Duryudana sadar, menghadapi pendawa dalam perang terbuka adalah hal yang sulit dilakukan.

Untuk tugas ini, Pendhita Durna diangkat menjadi Senapati Bulupitu.  Durna menyanggupi tugas ini dengan catatan Puntadewa dijauhkan dari Wrekudara dan Arjuna.  Prabu Gardapati dari Giripura Wresaya dari kasapta yang juga merupakan murid Pendhita Durna, menyanggupkan diri untuk menyingkirkan Wrekudara dan Arjuna dari sisi Puntadewa.  Dengan kekuaktan ini disusunlah skenario untuk menyenrang Pendhawa dnegan Gelar Cakrabyuha.

Mendengar di fihak Kurawa menempatkan Durna sebagai Senapati, difihak Pandawa menunjuk Drestajumena menjadi Senapati.  Ia adalah putera pancala, adik kandung Wara Subadra.  Dalam menghadapi taktik Durna dengan Cakhrabyuha, Drestajumena menggunakan Gelar Garuda Nglayang.  Perang berlangsung dengan sangat dahsyat dan banyak korban berjatuhan dikedua bel;ah fihak.

Ditengah pertempuran, Werkudara mendapat tantangan dari Prabu Gardapati untuk bertempur sendiri di luar arena Kurukhsetra. Wrekudara menerima tantangan untuk meninggalkan posnya sebagai sayap kiri.  Demikian juga Arjuna yang mendapat tantangan pribadi dari Prabu Wresaya juga mendinggalkan posnya sebagai sayap kanan taktik Garudan Nglayang.  Hal ini sungguh membuat kecewa sang Senapati karena dengan tidak disiplinnya Wrekudara dan Arjuna, taktik Garuda Nglayang sama sekali tidak efekti.  Barisan Pendawa berada dalam bahaya!

Sementara itu, di Keraton Wiratha, Abimanyu yang kecewa karena tak dibawa serta dalam perang Baratayudha, sedang menunggui isterinya, Dewi Utari yang tengah mengandung.  Meski hal ini merupakan amanat Prabu Kresna akan tetapi jiwa ksatria Abimanyu tak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya harus berada di Keraton sementari ribuan prajurit lain mempertaruhkan hidupnya diKurukhsetra.

Kehadiran Gatutkaca di Keraton Wiratha guna menyampaikan titah Sri Kresna untuk memanggil  Abimanyu agar bersama Gatutkaca menggantikan posisi Arjuna dan Werkudara yang meninggalkan posnya untuk menerima tantangan perang Prabu Gardapati dan Prabu Wresaya, sungguh merasa sangat berbahagia.  Inilah kesempatan yang ditunggu-tunggu Abimanyu untuk bisa ikut bertempur di Kuruksetra.

Dewi Siti Sundari, putri Sri Kresna  yang sudah mengetahui isyarat dari ayahandanya, berusaha untuk menahan kepergian Abimanyu.  Berbagai cara ditempuh agar Abimanyu tidak merangkat ke Kurukhsetra akan tetapi Abimanyu tak pernah surut.  Abimanyu mantap menuju ke medan pertempuran.

Seperti kita ketahui, akhirnya abimanyu gugur dalam pertempuran bear ini.  Akan tatapi bagaimana ceritanya?  Baiklah.  Kendati Cuma hasil rekaman dari siaran Radio, file ini saya upload untuk ada nikmati.

Download Wayang Kulit MP3 dengan Cerita Ranjapan Abimanyu Gugur dengan Dalang Ki H. Anom Suroto dapat anda download disini:

  1. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 01
  2. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 02
  3. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 03
  4. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 04
  5. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 05
  6. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 06
  7. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 07
  8. Anom Suroto, Ranjapan Abimanyu Gugur 08 (tamat)

Ki Narto Sabdo, Alap-alap Setyaboma

  • Cerita   : Alap-alap Setyaboma.
  • Dalang : Ki Nartosabdo

setyaboma_solo

Didalam tradisi jawa (khusunya Surakarta) bulan Ruwah adalah bulan baik untuk menyelenggarakan hajatan.  Maka seperti kebanyakan orang-orang, sayapun jagong pada hari itu.  Tapi karena padatnya undangan saya baru sempat datang sore hari selepas magrib.  Dan setelah mampir-mampir malem minggon, saya sampai dirumah jam 21.00 WIB.

Sesaat setelah istirahat saya putar radio.  Terdengar suara yang sangat saya kenal; Ki Narto Sabdo.  Sebagaimana anda tahu, bahwa radio sekarang jarang sekali yang bisa menangkap gelombang AM sementara siaran mBah Narto tadi dipancarkan melalui Gelombang AM.  Dan lebih buruk lagi, radio ini jika di connect ke komputer mbengung.  Siaran yang tadinya terdengar, langsung hilang.

Pendita DurnaKarena saya tak mau kehilangan moment ini, maka saya harus mencari jalan untuk bisa merekam siaran ini bagaimanapun caranya.  Bisanya, saya akan langsung menghidupkan komputer dan menyalakan Radio FM yang sudah patent connect dengan komputer.  Tapi karena kali ini radio itu tak bisa berperan, maka tak ada jalan lain, saya akan rekam siaran ini langsung dengan compo ini ke pita kaset untuk selanjutnya baru di convert ke digital.  Meski harus dengan 2 langkah, akan tetapi untuk lakon wayang KI Nartosabdo, bagi saya adalah harga yang layak dibayar.  Masalah muncul lagi ketika saya harus menemukan kaset yang cukup berkualitas untuk bisa merekam wayang kulit ini dan itu tidak gampang.  Saya hanya melihat 1 buah kaset yang kebetulan terpasang di compo. Maka tanpa mempertimbangkan apa isi kaset itu, langsung saja saya tekan tombol record.  Sementara kaset yang ternyata George Michael itu berputar saya berfikir untuk menemukan paling tidak  1 kaset lagi untuk nyambung agar saya punya kesempatan untuk merekamnya dalam format digital lewat komputer dan syukurlah saya menemukannnya meski tak terlalu bagus. Akhirnya secara estafet saya rekam kaset wayang kulit yang ternyata Alap-alap Setyoboma.

Semula proses ini berjalan sangat lancar, sampai ketika “kecelakaan”  terjadi. Pada setengah jam terakhir, saya lupa bahwa kaset tadi sudah saya balik.  Artinya, side B yang harusnya menjadi file no 12, tertindih dan hilanglah 30 menit  terakhir cerita ini.  Apakah ini mengurangi nilai dan maknanya?  Bagi saya tidak.  Karena saya sudah mendengarkan lengkap, tapi bagi anda pasti lain ceritanya.

Kendati saya harus menerima kenyataan bahwa hasil rekaman ini jauh dari kriteria cukup, tapi paling tidak (meski tidak lengkap) saya masih bisa mengeloleksi karya seniman besar ini.  Mohon maaf untuk semuanya.

Cerita ini berawal dari keinginan Pendita Durna untuk menikahi Putri Prabu Setyajid, Raja Lesanpura yaitu Dewi Setyoboma.  Patih Sengkuni yang mendapatkn tugas melamar Dewi Setyaboma melapor kepda Prabu Duryudana, bahwa Prabu Setyajid belum bisa menerima tetapi juga tidak menolak lamaran Pendita Durna, akan tetapi meminta waktu 7 hari guna membicarakan dengan Dewi Setyaboma.

Prabu KresnaAlasan Pendhita Durna melamar Setyoboma adalah ingin memperkuat posisi Astina dalam menghadapi Perang Baratayuda, mengingat adik Setyaboma yaitu Raden Setyaki adalah seorang ksatria yang sakti sehingga bisa diharapkan membantu Astina.  Selain itu, keberadaan Prabu Setyajid yang sangat dihormati oleh Pandawa diharapkan bisa menimbulkan rasa sungkan para pPandhawa untuk melawan Kurawa.  Terdorong oleh rasa cinta dan percaya diri yang tinggi, maka Pendita Durna berikut para Kurawa datang ke Lesanpura untuk melangsungkan pernikahan.

Sebagaimana diketahui, bahwa pernikahan Pendita Durna dengan Seyaboma tidak pernah terjadi karena akhirnya Setyaboma menikah dengan Prabu Kresna.  Namun bagaimana jalan ceritanya?

Dengan penguasaan yang nyaris sempurna Ki Narto Sabdo membawakan cerita ini untuk anda nikmati.  Kendati seperti tadi saya katakan bahwa kualitas rekaman ini jauh dari sempurna, tetapi untuk bisa menikmati warisan Ki Nartosabdo, nampaknya semua kekurangan itu akan terabaikan.

Selamat mendengarkan.  File-filenya kami siapkan disini……………….

  1. Alap-alap Setyaboma1
  2. Alap-alap Setyaboma2
  3. Alap-alap Setyaboma3
  4. Alap-alap Setyaboma4
  5. Alap-alap Setyaboma5
  6. Alap-alap Setyaboma6
  7. Alap-alap Setyaboma7
  8. Alap-alap Setyaboma8
  9. Alap-alap Setyaboma9
  10. Alap-alap Setyaboma10
  11. Alap-alap Setyoboma11