KI H Anom Suroto, Sudamala
- Cerita : Sudamala
- Dalang : Ki H Anom Suroto
- Karawitan : Amardi Budaya Dadi Indah (ABDI)
- Swarawati : Nyi Ngatirah, Ny. Tukinem
- Produksi : Fajar Record 1994
Banyak dalang yang telah menggelar lakon ini karana bukan saja cerita ini cukup menarik, tetapi juga karena Sudamala merupakan lakon wajib dalam acara Ruwatan. Sebuah acara adat yang di gelar untuk menghilangkan sesuker yang biasanya melekat pada anak yang lahir dengan ceri ciri tertentu. Misalnya kembar, dampit, pendhawa, pendhawi dan sebagainya.
Dalam blog inipun sudah tersedia lakon Sudamala dengan dalang Ki Nartosabdho. Akan tetapi tiap dalang memiliki kekhasan masing-masing. Oleh kita tidak sedang membandingkan karya-karaya besar para dalang, tidak ada salahnya apabila sya upload lakon Sudamala yang dibawakan oleh Ki H Anom Suroto ini untuk anda para penggemar wayang kulit.
Dalam buku Kepustakaan Djawi, R.Ng. Poerbatjaraka menerangkan bahwa diantara beberapa kidung bahasa jawa tengahan, terdapat suatu kitab dengan judul “Serat Sudamala”. Buku ini berupa kumpulan tembang yang menggambarkan sebuah cerita wayang yang ditujukan untuk ruwatan yangsecara filosofis diarahkan untuk meningkatkan kesentausaan lahir bathin.
Carita ini diawali dengan kekhawatiran Prabu Duryudana akan kesaktian para Pandawa yang meskipun jumlahnya hanya 5 orang akan tetapi kesemuanya merupakan manusia pilihan sehingga pantas diandalkan dalam menghadapi Perang Baratayudha. Prabu Duryudana bermaksud menyerahkan Negara Astina kepada para Pandhawa.
Akan tetapi, Patih sengkuni meyakinkan bahwa kegagalan Kurawa disebabkan karena Durna sebagai guru para Kurawa dan Pandawa berat sebelah dalam memberikan ilmu kepada muridnya. Durna lebih berat kepada Pandawa daripada Kurawa.
Pada saat itu datanglah dua Raksasa yang bernama Kalantaka dan Kalanjaya yang minta diruwat oleh Pandhita Durna. Pandhita Durna menyanggupi untuk meruwat kedua raksasa intu dengan syarat Kalantaka dan Kalanjaya sanggup menyediakan ingkung manusia laki-laki yang kesemuanya bersaudara. Syarat ini sekaligus sebagai upaya Durna meyakinkan Duryudana, bahwa diapun juga menyayangi Kurawa
Bagaimana kelanjutan kisahnya, kami persilahkan untuk menikmatinya.
File Lakon Sudamala oleh Ki H Anom Suroto, disini…………………….
Posted on 4 Oktober 2010, in KI H ANOM SOEROTO, Sudamala, WAYANG, WAYANG KULIT. Bookmark the permalink. 8 Komentar.




sanyang sudamala ora tutok critane kurang 1 judul
Lha ingkang angka 08 pundi, koq boten medal?
Wah kok mboten tutuk nggeh. Lha kelanjutane ten pundi mas brO???
mtur nuwun. . .
Nyuwun tulung dilengkapi nggeh mas/mbak
MATURNUWUN SAESTU MBAK. SAGET KAGEM TOMBO KANGEN KAGEM WAYANG KLASIK. SAKNIKI KANTUN PAK DALANG PURBO ASMORO ENGKANG KLASIK NDALANGIPUN. SEPINDAH MALEH MATURNUWUN
nyuwun tulung link kagem download petuk dadi ratu,amargi sampun kulo padosi bola bali kok mboten wonten. mtr nuwun
ditenggo file ingkang no 8 nggih…………..
mugi-mugi enggal angsal lampahan ingkang mboten kalah sae malih…, trus dalem ingkang bagian download.
hhihihihih….
menawi wonten mbok dipun wontenaken lampahan petruk takon bapa, anom suroto,,
nuwun