Ki Narto Sabdho, Gatutkaca Sungging

Setahun  lalu, saya mengupload file ini.  File MP3 yang saya peroleh dari hasil convert pita kaset sama sekali tidak bermutu, sementara  kaset aslinya sudah terlanjur say kembalikan.  Jadilah file Mp3 hanya menjadi beban di hardisk saya yang tak seberapa besar kapasitasnya.

Adalah Dr. Edy Listanto, seorang penggemar Ki Nartosabdho yang dengan telaten membenahi file tersebut hingga bisa “didengarkan”.  Dari file audio yang Cuma “krusak-krusek” sampai menjadi sebuah file yang cukup manis untuk bisa dinikmati.  Untuk hal ini, saya perlu secara khusus mengucapkan terima kasih kepadanya.

Beberapa waktu berselang, kita digelontor file MP3Ki Narto Sabdho dari banyak rekan.  Terlebih setelah Mas Prabu membangun blog Mengenang Ki Nartosabdo, sehingga praktis lakon dari sang maestro makin beragam saja.  Untuk lakon wayang kulit saja tak kurang dari 80 judul.  Belum lagi langgam, klenengan bahkan kethoprak.  Akibatnya, Gatutkaca Sungging yang meskipun kualitas suaranya sudah dipermak oleh Mas Edy, nyaris tak tersentuh.  Dari sinilah, timbul niat saya untuk kembali mengupload ulang Lakon Gatutkaca Sungging.

Cerita ini dimulai dari kegundahan hati Prabu Duryudana karena ulah Raden Gatutkaca yang membangun pesanggrahan di tepi barat Padang Kuruksetra.  Tindakan Raja Muda Pringgondani ini dianggap membahayakan posisi Prabu Duryudana, terlebih menghadapi perang Baratyuda.  Oleh karena itu, Duryudana menghdirkan Prabu Baladewa guna diminta bantuan menyingkirkan Gatutkaca atau setidaknya meneken ruang gerak putra Wrekudara ini.

Alih-alih mendapatkan bantuan dan dukungan dari Raja Mandura yang terkenal lugas Duryudana justru dipersalahkan dan dianggap tidak memiliki hak menghentikan Gatutkaca.  Pesanggrahan yang dibuat oleh gatutkaca tidak berada di wilayah teritorial Hastinapura sehingga Duryudana tak memiliki kewenangan mengehentikan Gatutkaca.  Tentusaja Prabu Duryudana kecewa (kalau tak boleh disebut marah) kepada Prabu Baladewa.  Tapi apa mau dikata, secara wibawa jelas Duryudana berada diu bawah Baladewa.

Pada saat bersamaan, datang seorang pendeta raksasa Begawan Nilayaksa.  Dia memiliki seorang anak yang menjadi raja di Keraton Hawiyat bernama Prabu Pawakadewa.  Hebatnya, Begawan Nilayaksa ternyata memiliki kesaktian dan pengetahuan yang tidak main-main.  Pada pertemuan awal saja, dia bisa mengetahui sejarah hidup semua yanng hadir di pasewakan.  Mulai dari Resi Durna, Prabu Baladewa dan Sangkuni.  Nilayaksa menyatakan kesanggupannya untuk membantu Duryudana.  Bakan saja menyingkirkan Gatutkaca tetapi juga mengawal Hastina menghadapi Baratayuda.  Pernyataan Nilayaksa ini tentu menyinggung banyak fihak .  Bukan hanya Baladewa yang tersinggung, tetapi juga Adipati Karna dan (bahkan) Pendhita Durna.

Ada dua syarat yang diajukan Nilayaksa, yaitu meminta menikahkan puteri Hastinapura yaitu Dewi Lesmanawati dengan putera sang Begawan, yaitu Prabu Dewa Pawaka.  Dan meminta tumbal “wong boga sampir” yaitu Ki Lurah Semar.  Duryudana menyanggupi syarat ini.  Maka segeralah diupayakan untuk menyingkirkan Gatutkaca dari pesanggrahannya di Padang Kurukhsetra.

Seperti biasa, mendengarkan pagelaran Ki Nartosabdo kita bukan saja disuguhi alur cerita yang runtut dan menarik tetapi juga mendapatkan banyak hal baru di dunia pewayangan dan budaya jawa pada umumnya.  Lihatlah pada jejer I.  Dari dialog antara Nilayaksa dengan Duryudana saja kita sudah disuguhi serba singkat sejarah dan perjalanan hidup Pendhita Durna, Baladewa dan Adipatikarna.  Oleh karena itu, membuat sinopsi dari cerita yang akan secara runtut dibawakan oleh Ki Narto Sabdho, sama saja akan melemahkan cerita yang sangat menarik ini. karenanya, langsung saja download file audio Gatutkaca Sungging berikut ini:

  1. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_1a
  2. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_1b
  3. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_2a
  4. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_2b
  5. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_3a
  6. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_3b
  7. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_4a
  8. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_4b
  9. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_5a
  10. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_5b
  11. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_6a
  12. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_6b
  13. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_7a
  14. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_7b
  15. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_8a
  16. Ki Nartosabdho, Gatutkaca Sungging_8b
About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 17 Oktober 2010, in Gatutkaca Sungging, KI NARTO SABDHO, WAYANG, WAYANG KULIT. Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. gak niat upload… password barang… tiwas tak tgg link dl e……….

  2. kok masih di Password lebih baik dibebaskan saja biar dapat dinikmati lebik banyak orang jangan berfikir untung rugi kalau ingin melestarikan budaya
    ….hidup budaya nusantara

  3. Mas Harry, Mas Yoto,
    Mohon maaaf. Awalnya memang file di blog ini free. Tetaoi setelah beberapa orang menyalahgunakan, saya beri password.
    Kemudian, password saya buka semua setelah menerima masukan dari beberapa rekan.
    Karena banyaknya file yang diupload dan keterbatasan bandwidh, mungkin masih ada yang terlewati.
    Mangga, sekarang dipersilahkan untuk download, saya sudah pastikan tidak ada lagi password.

  4. Sujarno Dwijo Susastro

    Sayang Gatutkaca Sungging suaranya kurang bersih

  5. matur kesuwun mas galuh…

  6. ya maklumlah, kaset loakan

  7. matur nuwun saget ngadownload

  8. mas galuh menawi wonten, lampahan ingkang sanes namung ampun dipun password, awit kulo mlebet dateng millis mboten saget.

  9. Peh swarani ora pati apik..aku tetep seneng..amarga iki sing ndalang swargi mbah Ki Narto Sabdho..aku pancen penggemar Ki Narto Sabdho..kajaba saka kuwi, iki kan ya kaset sing lumayan lawas, dadi ya ngene iki..matur suwun mas..

  10. kula kepengen sanget lakon bale sigala gala nanging ngantos samangke dereng saget download.

  11. Mas Galuh dalem matur suwun sanget saget midangetaken lakon gatutkaca sumbing mugi sanes wekdal saget download lakon2 sanesipun, matur suwun

  12. lho sampun wonten lampahan sanesipun ta mas… mangga diubeg2 isi blog niki

  13. mangga pinarak di Mas Prabu ato Mas Edy Listanto. Disana lengkap

  14. saya penggemar pedhalangan Ki Narto Sabdho hanya lewat rekaman pita kaset. sayang sekali belum pernah menyaksikan bagaimana Ki Narto Sabdho pentas…. bagi saya belum ada dalang lain sehebat Ki Narto Sabdho dalam mengolah sanggit cerita. coba kita simak saja dalam lakon Gojali Suta. Secara awam Bomanarasura adalah tokoh antagonis dalam dunia wayang, namun disini ternyata terbalik, Saya sangat salut sanggit Ki NartSabdho akan kebesaran jiwa raja Trajutrisna ini, Prabu Bomanarasura merelakan istrinya demi kebahagiaan sang adik (Raden Samba), walaupun pada akhirnya Raden Samba mati dimutilasi Prabu Boma karena hasutan patih Pancadnyana dan tantangan raden Harjuna.

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: