KI H Anom Soeroto – Lintang Trenggana

Masih dari Mas Edy Listanto, lelaki ganteng asal Boyolali yang karena ngupaya upa sekarang berdomisili di Bogor memberikan link kepada kita semua, sebuah lakon menarik yang dibawakan dengan nyaris sempurna oleh Ki H Anom Soeroto, Lintang Trenggana.

Lakon carangan ini menceritakan –sekali lagi- kegagalan Raden Lesmanamandrakumara, putra mahkota Hastinapura dalam menyunting wanita pujaannya. Seperti sudah anda duga, Satriya Sarojabinangun ini tidak akan berhasil menikahi perempuan yang telah membuatnya klepek-klepeg luar dalam.  Permasalahannya adalah bukan pada kegagalan Lesmanamandrakumara mempersunting wanita cantik yang telah membuatnya nyaris gila, tatapi bagaimana kita mencermati nilai filosofis yang selalu melekat pada tiap cerita wayang (baca: wayang kulit).

Secara wadag, perilaku Lesmanamandrakumara yang mencintai Endang Wandansari isteri Bambang Joyowiyoga, jelas tak bisa dibenarkan.  Tetapi apakah hanya begitu cara menikmati pagelaran wayang kulit.  Jauh hari, Mas Mas Edy Listanto sudah mengingatkan untuk menikmati wayang kulit tidak dengan cara sesederhana itu.  Hal ini bisa dilihat dari pesan yang ditulisnya didinding fb saya beberapa bulan lalu.  Ketika itu saya mengaitkan sebuah peristiwa actual dengan sebuah cerita wayang.  Dengan tangkas pak dosen kita ini, menulis komentar  “Adegan Gara-gara pada lakon Bima Suci oleh Ki Narto Sabdo”.  Skak Mat!  Sejak itu saya tak lagi berani menulis status dengan mengutip cerita wayang, bahkan dialognya sekalipun.  Oleh karena itu, Lintang Trenggana bukanlah “secara kebetulan” linknya diberikan kepada saya.  Pasti ada yang disisipkannya.  Saya berusaha menterjemahkannya

Tersebutlah, Putra Mahkota Astina, Lesmana Mandrakumara sedang dirundung asmara.  Celakanya dia jatuh cinta bukan pada perempuan lajang tetapi kepada Endang Wandansari, istri Bambang Jayawiyoga.  Endang Wandansari adalah anak perempuan Resi Undagan dari padhepokan Sendang Gendhayakan.  Begitu besar cintanya pada perempuan desa ini, menjadikan Prabu Duryudana membahasnya dipendapa agung Negara Astina pada saat pasewakan agung yang dihadiri oleh hampir semua pembesarnya.  Kesimpulannya, hanya ada satu cara untuk bisa memenuhi harapan Lesmanamandrakumara, yaitu dengan merebut Endang Wandansari dari sisi Jayawiyoga dengan cara kekerasan.

Dengan alasan, Resi Undagan belum meminta ijin kepada Prabu Duryudana saat membuat padhepokan di Sendang Gendhayakan yang masih berada di wilayah Astina, maka dipanggillah Sang Resi bersama anak perempuannya dipanggil untuk dimintai pertanggung jawaban.

Jayawiyoga tdak tinggal diam.  Dia berusaha merebut Isteri dan mertuanya dari tangan Kurawa.  Tetapi ketika berhadapan dengan Adipati Karna dia tewas terkena pusaka sakti Kuntadruwasa.  Kendati sudah meninggal, tetapi sadar bahwa bukan kehendak Yang Kuasa, para punakawan membawa jasad Bambang Jayawiyoga untuk dicarikan upaya agar pulih seperti sediakala.

Harusnya Resi Undagan di berikan hukuman berat, tetapi terdorong rasa kasihan Prabu Duryudana tidak menghukumnya.  Sebagai gantinya dia harus menyerahkan puterinya untuk diperisteri Raden Lesmanamandrakumara.  Pada dasarnya, Resi Undagan tidak keberatan menyerahkan puterinya, tapi sayangnya Wandansari tidak bersedia.  Oleh karenanya, Prabu Duryudana memerintahkan Patih Sengkuni untuk mencari upaya agar Endang Wandansari berubah fikiran dan bersedia mendampingi calon raja Astina itu.

Siapakah Lintang Trenggana?  Bagaimana Nasib Bambang Jayawiyoga? Berhasilkan Duryudana membujuk Endang Wandansari?  Jawabannya bisa anda ketahui setelah anda tuntas mendengarkan persembahan Ki H Anom Soeroto dalam lakon menarik Lintang Trenggana.

Link Download Lintang Trenggana

About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 2 Mei 2011, in KI H ANOM SOEROTO, Lintang Trenggana, WAYANG, WAYANG KULIT. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Nderek donlot nggih mas…

  2. matur nuwun mas kulo donlot malih …

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: