Arsip Bulanan: Juli 2011
MP3 Gendhing Beksan
Salah satu hiburan alternatif pada acara hajatan di penghunjung tahun 80an adalah beksan. Beksan (tari-tarian jawa) pada awal kemunculannya selain dipergunakan untuk acara ritual juga berfungsi sebagai bahasa non verbal untuk sebuah pesan (cerita). Sendratari Ramayana, misalnya. Selain sebagai pelengkap ritual agama Hindhu juga merupakan hiburan yang berupa cerita yang diambil dari epos besar Ramayana. Oleh karena itu, keberadaan tarian atau beksan dalam budaya jawa hamper tak bisa dipisahkan.
Keluarga Kerajaan (Surakarta dan Jogjakarta) memiliki tradisi menciptakan Beksan Bedhaya untuk acara-acara tertentu, misalnya wisuda, kelahiran putra raja dan sebagainya. Bahkan beberapa beksan bedaya bukan hanya dilarang untuk dipentaskan di sembarang waktu tetapi dilarang juga dimainkan / ditarikan oleh sembarang orang, karena sifatnya yang “keramat”. Sedemikian menyatunya beksan dengan budaya jawa, maka kemampuan seseorang untuk bisa menari jawa seakan meenjadi kebutuhan oleh orang yang menyebut dirinya mencintai budaya jawa.
Menariknya sebuah tarian (beksan) bukan hanya ditentukan oleh kemampuan para penarinya tetapi juga oleh iringan (ilustrasi music) dari tarian tersebut. Dalam hal ini peran gendhing-gendhing beksan sungguh tak dapat dielakkan dari pagelaran beksan itu sendiri. Gending beksan bisa mempertajam sebuah suasana yang digambarkan oleh gerakan tariannya. Tari Gambyong, contohnya. Suasana rancak dan akrab langsung terarasa begitu music mengalun. Itulah sebabnya, tari gambyong sering digunakan untuk menyambut tamu dan sebagai pembuka acara.
Tanpa sebab yeng jelas, pegelaran tari kian hari kian ditinggalkan. Beberapa tarian kadangkala memang masih digelar tetapi hanya tarian tertentu dan pada acara tertentu saja. Tarai gambyong adalah satu diantara yang sedikit itu.
Sudah ada upaya untuk membuka ketertarikan generasi muda oleh para koreografer dan pemerhati kesenian jawa pada umumnya dengan menciptakan tarian-tarian yang berlabel Tari Kreasi Baru. Akan tetapi langkah itu belum menunjukkan keberhasilan yang berarti (jika tak boleh disebut gagal). Kendatipun begitu, kita harus tetap optimis pada upaya pelestarian dan pengembangan tarian jawa. Lihatlah disanggar-sanggar
seni, masih banyak anak-anak kita yang dengan sungguh-sungguh belajar hasil kesenian yang indah itu. Permasalahannya adalah, keberanian kita untuk menikmati pagelaran beksan. Masih beranikah kita mengambil resiko “nanggap” beksan pada acara yang boleh jadi kita pertaruhkan. Beranikan kita menggelar beksan Enggar-enggar, Karonsih, Gatutkaca Gandrung dan sebagainya pada acara hajatan pernikahan anak kita?
Baiklah. Kita mulai saja dengan mendengarkan gendhing-gendhing beksan sebagai pintu masuk kita untuk bisa menikmati tarian jawa. Tak bosan permintaan maaf perlu saya sampaikan apabila hasil ripping dari kaset digital kurang memenuhi harapan anda. Hal ini lebih disebabkan karena kaset aslinya yang memang sudah rusak. Saya akan menambahkan dari sedikit koleksi gendhing beksan seiring saya mendapatkan file-file baru. Salam Budaya!
- Beksan GAMBYONG (Pareanom)
- BEKSAN GAMBYONG PKJT
- Beksan GAMBIRANOM
- Beksan ANILA PRAHASTA
- Beksan BEDAYA LA – LA
- Beksan BOPNDHAN LANGEN SAYUK
- Beksan ENGGAR -ENGGAR
- Beksan GOLEK MANIS
- Beksan SRIMPI GANDAKUSUMA
- Beksan GATUTKACA ANTASENA
- Beksan GATUTKACA GANDRUNG
- Beksan GOLEK
- Beksan JATHAYU
- Beksan PRAWIRAGUNA
- Beksan SRIMPI ANGLIR MENDHUNG
- Beksan TANDHINGAN
- Beksan TROPONGAN
MP3 Ketkoprak – SARIDIN LAHIR
Bukan hanya anda, sayapun cukup lama mencari lakon ini. Saya sudah berupaya mencari ke berbagai tempat untuk sekedar mendapatkan jawaban prolog dari sequel panjang Kyai Eksentrik, Saridin alias Syeh Jangkung.
Banyak sudah kita mendengar kehebatan ulama pesisir ini tapi minim sekali informasi yang memberikan jawaban atas pertanyaan mendasar, siapakah Saridin itu? Dari latar belakang apa sehingga dimasa dewasanya memiliki daya linuwih. Bukan hanya bupati pati, tetapi Raja Matarampun rela bertani sekadar memberikan kesempatan kepada dasidin untuk menyelesaikan konflik di kotaraja Mataram.
Setelah hampi putus asa, akahirnya saya menemukan kaset pita dengan Lakon Saridin Lahir. Kabar baiknya, lakon ini didukung oleh seniman dari latar belakang yang berbeda. Saridin Lahir merupakan Kethoprak Gabungan antara Ketoprak Sri Budaya Pati dengan Kethoprak Mataram RRI Yogyakarta. Sungguh perpaduan yang tidak gampang dilakukan untuk sebuah pagelaran yang akan dikemas dalam pita kaset sebagai barang komuditi. Kabar buruknya, lakon ini selesai dalam 6 kaset c 60. Bukan saja 12 jam harus saya habiskan untuk convert tai juga 100 MB upload dengan internet yang super lelet sesuai budged yang ada pada saya.
Tanpa melihat adanya episode lain yang (mungkin) belum saya ketemukan, Saridin Lahir seakan telah melengkapi cerita panjang sang cikal bakal dukuh Milono yang lehendaris ini. Ketika saya memulai mengunggah cerita ini setahun lalu dengan episode Andum Waris, banyak rekan yang mampir dan memberikan apresiasi atas kerja (keras) saya. Lalu berturut turut saya unggah Geger Palembang, Bedhahing Ngerom, Ontran-ontran Cirebon, Andha Rante, Sultan Agung Tani, Keris Jangkung dan Lulang Kebo Landhoh (Syeh Jangkung Wafat). Dalam kesempatan ini saya perlu mengucapkan terima kasih kepada Nangagus dan Iwan AK yang telah berbaik hati melengkapi cerita Saridin. Dengan upload saridin lahir ini, seakan lunaslah hutang saya.
Saya pastikan, cerita tak akan lagi menarik jika otak bebal saya harus bergaya membuat sinopsi cerita ini. Oleh karenanya saya tidak merasa perlu membuat sinopsis karena justru akan mengotori kehebatan cerita Kethoprak Gabungan ini.
Berikut adalah hasil conver Saridin Lahir
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _1a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _1b
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _2a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _2b
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _3a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _3b
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _4a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _4b
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _5a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _5b
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _6a
- Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _6b(tamat)
MP3 Gendhing Jawa – Klenengan Mat-matan
Memahami gendhing-gendhing jawa (saya menuliskannya “gendhing” –dan bukan gending disamping karena kaidah penulisan juga sekadar untuk memasatikan bahwa lidah jwa saya tidak salah melafalkannya) sungguh sangat tidak gampang. Ditelinga saya terasa hampir sama. Bagaimana tidak. Kata atau syair : ya mas, ya mas, gones-gones, eman-eman, witing klapa kalapa kang maksih mudha, hamiwiti, ujung jari balung randhaning kalapa, hamiwiti sindhen sendhoning pradangga, atmaja nata rahwana dan sebagainya, selalu saja muncul dalam setiap lagu.
Belum lagi jika sudah masuk dengan disebut gendhing, ketawang, jineman, ladrang dan lain-lain. Sungguh membuat saya semakin malu dengan diri sendiri yang berulangkali mengaku sangat bangga sebagai orang jawa. Yang merasa diri mencintai kesenian jawa dan yang dengan jumawa sok njawani. Saya bisa pastikan bahwa saya tidak sendirian. Masih banyak rekan-rekan lain yang enggan mengakui betapa tidak jawanya kita.
Kesadaran ini muncul tidak tiba-tiba. Rekan saya Wahyudiono didalam status FB nya beberapa waktu lalu seakan menggugah tidur panjang saya tentang kesenian jawa ketika menulis dengan lugas: “sayup-sayup terdengar randu kentir……….” Status yang terdengar ringan, tetapi “menyakitkan” (meminjam istilah mas Malix CJDW). Mas wahyu seakan menyentil saya untuk mencoba memulai dari awal sebelum masuk ke masalah kejawen secara lebih luas, yaitu lagu!
Sungguh saya tidak mengkhususkan konten dalam blog ini. Tetapi sebagian besar materi blog ini adalah segala seuatu yang ada hubungannya dengan kesenian jawa (bagian kecil dari budaya jawa) yang justru sudah banyak bertebaran di dunia maya. Oleh karenanya, sentilan Mas Wahyu tadi menggugah saya untuk mencoba mengupload file audio “lagu dan musik jawa” yaitu Gendhing Jawa. Sudah barang tentu ini bukan ajang untuk mengapresiasi, tetapi sekadar mengingatkan bahwa jawa mempunyai orkestrasi sendiri yang harus kita nikmati. Saya mengajak anda untuk bersama-sama mendengarkan dengan cara yang paling awam terlebih dahulu. Rasakan betapa nikmatnya.
Anda dengan mudah bisa membedakan suara Whiney Huston, Celine Dion, Iwan Fals, Ruth Sahanaya, Kris Dayanti kendati mereka bernyanyi dibawah orchestra yang berbeda. Tetapi tidak demikian dengan klenengan. Kecuali Nyi Condrolukito, anda akan sulit membedakan suara sinden apabila sudah berbaur orkestrasi gamelan. Suara mereka benar-benar menyatu dengan instrument music tradisional itu. Disinilah uniknya.
Nah, untuk anda yang ingin seperti saya, secara awam mendengarkan klenengan /gendhing-gendhing jawa, silahkan untuk mengunduh pada link berikut:
- Bawa Kuswaraga dawah_Gd._Kutut_Manggung_Pl.Br
- Bawa Raraturidha dhawah Gd. Gambirsawit Pancarena mawi kebar sekaran Gambyong, Laras Pelog Patet 6
- Bawa Retna Asmara dawah gd kembang widara ktmpn Ldr. Cangklek terus dolanan Pendisil Pl.6
- Bawa Retna Asmara dhawah Gendhing Randhukentir, minggah Ldr Ayun-ayun Kebar mawi Gogyg Laras Pelog Patet 6
- Bawa sekar ageng kumudasmara Rujak Sentul srundeng gosong ktw sinom wenigonjing
- Bawa SA Banjaransari dawah Gd Gandrungmanis Dhandhanggula Banjet Kljg Ldr Sarayuda
- Gd Mayangsari kljg Ldr Kapireta mandheg Nyekar Maskumambang Kasambet Ktw Pucung Wuyung
- Srepeg Mataraman mawi Ura2 Pangkur Rambangan katampen Srpg. Asmaradana kalajengaken Srpg. Durma Rambangan
- Srepeg Dhandhanggula Banjet Pelog Barang
- Pangkur Pamijen
- Ldr._Pangkur_Ngrenas_Pl.6
- Ldr Tebu Sak Uyun Slendro Menyura
- Ldr Kembang Kates Pelog 6
- Ldr Asmaradana Slendro Manyura
- Lcr. Baita Kandhas kljngkn Ldr. Gangsaran Pl.Br Panutup
- Jineman Uler Kambang – Ldr. Cikar Bobrok Sl.My





