MP3 Wayang Kulit Ki H Anom Soeroto – Narayana Kridha Brata

Kraton Kumbina Geger! Sekar kedhaton Kumbina yakni Dewi Rukmini hilang dari kaputren. Raja Kumbina, Prabu Bismaka benar benar kehilangan muka. Beberapa Hari yang lalu, dia telah menerima lamaran Pandita Durna melalui Prabu Suyudana. Tak lama lagi calon Pengantin pria yakni Pendhita Durna akan hadir guna melangsungkan pernikahan dengan Dewi Rukmini.

Kehadiran Raja Amarta, Prabu Puntadewa bersama adiknya, Raden Bratasena kendati cukup menghibur tetapi tak cukup menyelesaikan masalah. Terlebih setelah mengetahui Raden Permadi tidak ikuit serta dalam lawatan kali ini. Penjelasan Bratasena akan ketidak hadiran Permadi cukup menenangkan Prabu Bismaka. Tetapi kehilangan Dewi Rukmini tetap saja belum ada penyelesaian. Nama baik dan kehormatan Bismaka benar-benar dipertaruhkan ketika Prabu Duryudana, Pendhita Durna dan Para prajurit kurawa benar-benar hadir.

Beruntung Prabu Duryudana bisa menerima keadaan ini dan memerintahkan para prajurit pilihannya memasuki taman kaputren guna memastikan hilangnya Dewi Rukmini. Kenyataannya Rukmini benar-benar tidak berada di kaputren tatapi kurawa sempat mengetahui, bahwa Rukmini diculik dan dikuasi oleh seorang raksasa buruk muka. Dengan segenap usaha, Kurawa berusaha merebut Rukmini dari tangan raksasa itu. Akan tetapi tidak berhasil. Maling aguna tersebut memiliki kesaktian yang luar biasa.

Patih Sengkuni melaporkan kejadian ini kepada Duryudana dan Pandhita Durna. Diluar dugaan, ketidak hadiran Permadi justru dijadikan alasan kuat oleh Durna untuk menimpakan kesalahan pada satria Madukara ini. Pendhita Durna mayakini bahwa Permadilah yang menculik Dewi Rukmini. Alasannya sederhana. Permadi adalah satu-satunya ksatria yang mampu merubah wujud menjadi rtaksasa. Ringkasnya, Raksasa yang menculik Rukmini adalah jelmaan Permadi. Ketidak hadirannya di Kumbina adalah salah satu upaya untuk merebut Rukmini dari tangannya. Tidak terima atas tuduhan ini, Bratasena segara keluar dari perhelatan guna mencari adiknya. Sekaligus memastikan apakah Permadi masih berada di Amarta sesuai dengan titah Prabu Puntadewa.

Di Kraton Amarta, karena mendapat wisik yang dari Begawan Abiyasa, Permadi meninggalkan keraton guna menghadap kakeknya di Sapta Arga. Disana dia mendapatkan perintah dari Abiyasa untuk menyusul ke Kumbina karena nampaknya pernikahan Pandhita Durna dengan Rukmini terhambat oleh satu masalah yang hanya Permadi yang bisa menyelesaikan. Oleh karenanya, Permadi segera menyusul Puntadewa ke Kumbina sekaligus menyampaikan titah dari Begawan Abiyasa.

Jauh diseberang lautan, anak laki-laki mendiang Prabu Kunjana Kresna yang bernama Prabu Yudyakala Kresna berniat melanjutkan obsesi ayahnya untuk melakukan ekspansi yang tidak tanggung-tanggung. Raja Raksasa yang mahasakti ini berniat menaklukkan para dewa dan ingin memegang kekuasaan mutlak di Jonggringsaloka, tempat Bethara Guru bertahta.

Dia telah mengutus patihnya, seorang raksasa berkepala kuda bernama Patih Kudakala Kresna untuk melakukan pembicaraan diplomatis dengan para dewa. Tentu saja keinginan ini ditolak oleh Para Dewa. Akan tetapi dalam rangka mempertahankan kedaulatan secara phisik, para dewa tidak mampu mengalahkan –jangankan Prabu Yudyakalakresna- patih Kudakala Kresnapun tak mampu para dewa mengundurkan.

Sidang darurat para dewa menetapkan, satu-satunya manusia yang mungkin bisa mengalahkan raja sakti ini hanyalah putra kedua raja Mandura, Prabu Basedewa dengan dewi Ruhini, yang bernama Narayana. Bethara Narada yang mendapat titah untuk menemui Narayana, segera turun ke dunia guna mencari adik Kakarasana yang terkenal sakti ini.

Kita semua mengetahui, bahwa pada akhirnya Dewi Rukmini menjadi permaisuri Prabu Kresna, raja Dwarawati. Tetapi bagaimana Ki H Anom Soeroto mengurai kekusutan masalah yang terjadi di Kraton Kumbina? Bagaimmanakah hubungan awal Permadi (baca: Arjuna) dengan Kresna sebagai sama-sama titisan Wisnu dan murid Begawan Padmanaba?

Untuk jelasnya kami persilahkan anda mendengarkan lakon Narayana Kridha Brata yang secara manis digelar oleh Ki H Anom Soeroto berikut ini

  1. Narayana Kridha Brata_1
  2. Narayana Kridha Brata_2
  3. Narayana Kridha Brata_3
  4. Narayana Kridha Brata_4
  5. Narayana Kridha Brata_5
  6. Narayana Kridha Brata_6
  7. Narayana Kridha Brata_7
  8. Narayana Kridha Brata_8
  9. Narayana Kridha Brata_9
  10. Narayana Kridha Brata_10
  11. Narayana Kridha Brata_11
  12. Narayana Kridha Brata_12
  13. Narayana Kridha Brata_13
  14. Narayana Kridha Brata_14
About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 2 Februari 2012, in KI H ANOM SOEROTO, Narayana Kridha Brata Kraton, WAYANG, WAYANG KULIT. Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. wah kadosipun sae lampahan meniko pak guntur…..

  2. Ceritany kyak’ny bagus. . . Tp kenapa tidak sampai tamat mas???

  3. sae pripun mas?!! lha wong mboten ngantos tamat kok sae tow mas’

  4. Pangapunten mas, nanti kalo sudah mampu mbayar abandwidh internet yang agak cepat, akan saya upload kelengkapannya.

  5. Nanti giliran bandwidh ningkat, saya lengkapi

  6. Inggih, mas Arbi. Sedaya lampahan ringgit kula kinten sami saenipun!

  7. Bambang Supriyadi

    Wah.. ini lakon yang saya suka. saya pernah punya pita kasetnya, dan juga pernah nonton pertnjukannya oleh Ki Anom Suroto… Alhamdulillah…

  8. Mboten ngendika??? naduka rak nggih kula barengke Manteb nika, mas…. OK, laen waktu

  9. sampun lengkap napa dereng mas upload kelengkapanne Ki H Anom Soeroto – Narayana Kridha Brata???? :)

  10. Wah dah download tp sayang gk lengkap sampa akhir ya.
    Saya harus buka dan cari dmn mas kelanjutan critanya???

  11. Matur nuwun.sampun pikantuk downlod noroyono kridho. Saged kangge wungon

  12. mampir sediluk….ongak-ongak hamster….

  13. Kok dereng Ngantos Tamas Kang Mass…??

  14. mangke, menewi sudah ada jatah bandwith yang cukup untuk mengunggah file kekurangannya

  15. inggih mas. wilujeng wungon

  16. akan saya susulkan kelengkapannnya

  17. emanipun kok namung dumugi perang gagal

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: