KI H ANOM SOEROTO – Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon

Tersebutlah, tanpa ada yang tahu bagaimana mulanya, tiba-tiba Prabu Puntadewa murca (hilang) dari Negara Amarta . Dengan hilangnya Puntadewa menjadikan Negara Amarta berada dalam ancaman ekspansi Negara yang lain mengingat Amarta adalah Negara yang makmur.

Loyalitas rakyat terhadap Puntadewa menjadikan kebimbangan yang luar biasa yang pada akhirnya justru akan melemahkan negara itu. Hal inilah yang menjadi agenda utama Prabu Duryudana pada kesempatan pasewakan agung negara Astina pada hari itu.

Hadir di pertemuan tersebut Pendhita Durna dan Patih Sengkuni. Semula Prabu Duryudana berniat untuk ikut menjaga ketenteraman Negara Amarta, dengan pertimbangan Pendhawa sudah seringkali memberi bantuan kepada Negara Astina. Hal ini dikuatkan oleh Pendhita Durna yang mengingatkan bahwa Pendhawa bersaudara dengan Duryudana.

Tetapi Patih Sengkuni tidak setuju dengan Pendapat Durna, mengingat jangka sudah mnyebutkan bahwa diluar Pamuksa, Gojalisuta dan Guntarayana nantinya akan terjadi Perang Besar antara Pendhawa dan Kurawa yang disebut Perang Baratayuda Jayabinangun. Atas dasar inilah maka menjaga Amarta sama saja dengan menentang kehendak dewa. Duryudana jatuh dalam kebingungan.

Dalam kebingungannya, datanglah seorang Pendita Raksasa bernama Begawan Dorawacana. Kedatangannya semata ingin membantu Duryudana menghabisi Pendawa karena misi kepanditaannya untuk tidak menggagalkan jangka para dewa yaitu Perang Baratayuda. Tentu saja dengan mudah Sengkuni bisa membelokkan komitmen Duryudana. Tidak hanya itu, keputusan Duryudana untuk menerima sara Dorawacana talah mebuat Durna walk out.

Pada akhirnya memang Duryudana memang tidak pernah berhasil mengekspansi Amarta. Tetapi pertanyaannya adalah siapakah sebenarnya Begawan Dorawacana? Siapakah tokoh sentral dalam Lakon ini? Kemana sebenarnya perginya Puntadewa? Apakah sebenarnya Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon dan siapakah yang berhasil mendapatkan wahyu tersebut?

Jawaban lengkapnya aka anda dapatkan secara lengkap pada link berikut ini.

1. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 1
2. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 2
3. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 3
4. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 4
5. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 5
6. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 6
7. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 7
8. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 8
9. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 9
10. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 10
11. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 11
12. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 12
13. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 13
14. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 14
15. Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon 15

About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 31 Mei 2012, in KI H ANOM SOEROTO, Wahyu Seta Sastra Kencana Purbaning Katon, WAYANG, WAYANG KULIT. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. File no. 2 sami kalian n0. 15, maturnuwun

  2. mampir njupuk wayang …ro.. makani hamster, mas bagong..

  3. hamstere lagi, puasa mas…

  4. pengen download hamster

  5. ndherek donlot mas… suwun

  6. file ipun ingkang nomer 2 kok mboten wonten mas…?

  7. akeh fail kang mboten lengkap. kamongko kulo bade download. kulo niki remen banget kalian wayang ki anom suroto. mbok lek saget kulo nyuwon dawuh kados pundi supados kulo saget download sedoyo fail engkang lengkap. sedoyo lakon lek saget kulo remen sedoyo asal dalange ki anom suroto.

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: