Kethoprak Mataram Seri Sudira – Sudira Kadakwa

Sekali lagi, ponakan saya Dian Pratama membangunkan saya menjelang subuh. Untuk yang pertama mengingatkan saya mengambil air wudlu dan segera sholat subuh. Setelah itu, segelas kopi, pisang goreng dan email yang dilampiri lakon Sudira Kadakwa. Segera setelah saya dengarkan kemudian saya upload untuk bisa anda nikmati sembari bernostalgia

SUDIRA KADAKWA
oleh : Dian Pratama

Akibat fitnah yang dilakukan oleh pangeran Linggaharda dengan mata kepala sendiri prabu Lesanpura mengetahui bahwa manggalayuda Sudira tidur pulas di kamar rumah pangeran Linggaharda yang di dalamnya terdapat juga Tantriati mati berlumuran darah dikepalanya, oleh karena itu Sudira dijatuhi hukuman mati.

Permohonan ampun yang dilakukan oleh pangeran Danawilapa, oleh resi Jimbun Anom serta anak dan isteri Sudira pun ditolak, segala upaya bekas jendral Utara ayah angkat Sudira untuk memohon ampun tidak dapat diterima oleh prabu Lesancaka, sehingga pusaka gada 18 keret digunakan oleh Utara untuk mendobrak pintu gerbang kraton yang akibatnya gada pecah menjadi 18 kepingan dan kemudian Utara membenturkan kepalanya dan menemui ajal seketika.

Alkhamdulilah keadaan memaksa prabu Lesancaka mengangkat kembali Sudira sebagai Manggalayuda , dengan diterimanya laporan bahwa Adipati Sapartibraja akan menyerang kerajaan Tanjung Anom.

Tetapi apakah Sudira dengan begitu mudah menerima pengangkatan sebagai Manggalayuda kembali? Jawabnya tidak. Persyaratan apakah yang diajukan oleh Sudira? Jawabnya silahkan anda mendengarkan rekaman ini.
1. Sudira Kadakwa 1
2. Sudira Kadakwa 2
3. Sudira Kadakwa 3
4. Sudira Kadakwa 4

 

 

 

About these ads

Tentang Jaman Semana

Sapa Wani Karo Aku wong Aku Ora Wani Karo Sapa-sapa

Posted on 27 Juni 2012, in KETHOPRAK, KETHOPRAK MATARAM, SERI SUDIRA, Sudira Kadakwa. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. matur nuwun pak,….. sudiro kadakwo nipun….mugi-mugi seri candaipun saget enggal terbit..

  2. Reblogged this on Augustinusbs’s Blog.

  3. pak nyuwun ijin ngunduh, matur suwun sak derengipun

Dhawuh Panjenengan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: