Arsip Bulanan: Juli 2012

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Sudira Kapidara

Ponakan saya, Dian Pratama, setelah tuntas menguplod Seri Sudira kepada sayatiba-tiba hilang tanpa kabar. Email saya juga tidak terbalas. Sayangnya saya juga tidak nyimpan nomor telepon. Kangen saya padanya makin tak tertahankan lagi.

Nah, sebagi ungkanpan kangen saya, berikut salah satu kirimannya saya upload untuk anda nikmati.

Sudira Kapidhara
oleh : Dian Pratama

Dalam Benteng Sonyapringga Adipati Sapartibraja minta pendapat kepada Ajar Dirgapati dan Ajar Wisapraja tentang cara mengalahkan prajurit Tanjung Anom, Kedua Ajar menyarankan agar benteng Sonyapringga dikosongkan, nanti setelah prajurit Tanjung Anom masuk ke dalam beteng segera diserang dari segala penjuru.

Dalam peperangan yang sangat ramai Sapartibraja memberi perintah mengosongkan benteng. Atas saran pangeran sepuh Danawilapa, walau saran ini ditentang oleh resi Jimbun Anom, prajurit Tanjung Anom lengkap perwira dan prabu Lesancaka masuk ke dalam benteng. Serangan Sapartibraja datang dari segala penjuru, pangeran Cempala menemui ajalnya tanding yuda melawan Sapartibraja, Cempalaputra ingin menuntut balas, tetapi tidak diperkenankan oleh sang prabu.

Kemudian manggalayuda Sudira bersama Candaka keluar benteng menghadapi serangan Sapartibraja kena pusaka pisau kilat
dari Sapartibraja, Manggalayuda Sudira rebah dibawa Cundaka masuk ke dalam benteng.

Dalam suasana sedih, bingung bercampur khawatir ini resi Jimbun Anom menunjuk pangeran Danawilapa ikhtiar mencari bantuan. Dengan penuh was-was dan takut akhirnya Danawilapa dapat lolos dari kepungan balatentara Sapartibraja.

Sutrisna yang beberapa tahun yang lalu kena panah ayahnya sendiri yang kemudian raganya dibawa harimau hitam, atas perintah dewata turun dari kayangan kembali ke bumi untuk melaksanakan tugas. Setelah bertemu dengan ibu kandung dan adiknya, oleh prabu Lesancaka
Sutrisna diangkat menjadi manggajayuda II.

Dalam perjalanan menuju benteng Sonyopringga rombongan Sutrisna dihalang-halangi oleh Tosidana dan Tosiani, karena kalah sakti maka
Sutrisna terpaksa kawin dengan Tosiani. Sampai di wilayah Kiranapraja rombongan Sutrisna terlibat perang dengan bawahan Sapartibraja yang dipimpin oleh senapati Anggayuda yang
telah berusia 90 tahun, dalam peperangan ini Lodona mati sampyuh dengan Anggayudo.

1. Sudira Kapidara_1
2. Sudira Kapidara_2
3. Sudira Kapidara_3
4. Sudira Kapidara_4