Arsip Bulanan: Agustus 2012

Ki Nartosabdho – Wisanggeni Krama

Bukan kali ini saja Prabu Baladewa mempertaruhkan reputasinya cuma untuk melamarkan putra mahkota Hastina yang idiot itu, Lesmana Mandrakumara. Berkali-kali Raja Mandura ini menjadi duta panglamar untuk kemenakannya dan berkali-kali pula harus malu, karena Lamarannya ditolak karena ulah kemenakannya itu.

Setidaknya, Prabu Baladewa pernah melamarkan Endang Pergiwa putri Arjuna yang ternyata gagal karena Pergiwa lebih memilih Gatutkaca. Kemudian Baladewaperna juga dipermalukan ketika melamar Pergiwati yang kemudian dipersunting Raden Pancawala.

Bukan cuma itu, ketika Lesmanamandrakumara kasmaran dengan kecantikan Putri Dwarawati yaitu Siti Sendari, Baladewa juga terlibat langsung dan harus malu lantaran Abimanyu lebih beruntung dipilih Putri Prabu Kresna ini. Masih dengan Putri Dwarawati, Lesmanamanrakumara juga pernah menangisi uwaknya untuk melamar Dewi Titisari yang akhirnya gagal juga, karena Bambang Irawan jauh lebih menarik daripada pangeranpati Hastinapura yang sombong dan bloon ini. Lebih tragis lagi, ketika untuk melamar Karnawati, putri Adipati Karna pun Lesmana terpaksa gagal oleh nasib baik Bratalaras. Belum lagi Dewi Manuwati yang akhirnya dipersunting Antasena. Juga Endang Lara Temon, isteri Bambang Senet bahka Nalawati anak perempuan Gareng-pun, Lesmanamandrakumara harus gigit jari.

Maka tak heran ketika kali ini Lesmanamandrakumara jatuh hati kepada Putri Negara Tasikmadu, putri Prabu Karsendra yang bernama Dewi Mustikawati Prabu Baladewa merasa enggan untuk menjadi duta penglamar bagi keponakannya, tetapi Duryudana terus berupaya membujuk kakak iparnya. Terlebih setelah mengetahui bahwa calon pengantin putrid mengajukan tiga persyaratan, yaitu Mustikaning Angin, Mustikaning Geni (api), Mustikaning Toya (air). Jelas Bukan kerja gampang bagi Baladewa, kendati Pendhita Durna sudah menyanggupi mewujudkan permintaan itu.

Pertanyaannya, bukan berhasilkan Baladewa melamar Mustikawati untuk Lesmanamandrakumara, tetapi bagaimana Wisanggeni bisa masuk penjadi pesaing Lesmana. Bagaimana pula dia memenuhi permintaan pengantin wanita. Dan yang lebih penting, apa makna dan penjabaran Mustikaning Angin, Mustikaning Geni (api), Mustikaning Toya (air)

Cerita carangan ini memang cukup menarik untuk kita simak. Bukan saja karena dibawakan oleh “maestro dalang” Ki Nartosabdo, tetapi juga karena bukan melibatkan Pendhawa dan Kurawa. Ada Negara lain yang terlibat dalam cerita ini yaitu Negara Tasikmadu dibawah pemerintahan Prabu Karsendra. Dalam cerita ini juga banyak ditemukan ajaran filsafat kejawen yang dengan sederhana dikupas oleh Ki Nartosabdho. Selamat menikmati.
1. Wisanggeni Krama 1
2. Wisanggeni Krama 2
3. Wisanggeni Krama 3
4. Wisanggeni Krama 4
5. Wisanggeni Krama 5
6. Wisanggeni Krama 6
7. Wisanggeni Krama 7
8. Wisanggeni Krama 8
9. Wisanggeni Krama 9
10. Wisanggeni Krama 10