Arsip Kategori: KETHOPRAK

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Klinthing Wasiat

Ini adalah episode ke 10 dari sekuel Manggalayuda Sudira yang saya unggah ditengah kegelisahan saya menunggu kabar seorang rekan yang akan memberikan file Sutrisna Tumpes Kelor.  Seri Pamungkas dari serial Manggalayuda Sudira yang (konon) disadur dari Cerita Tiongkok Sie Djien Kwi.  Untuk kesekian kalinya, saya merasa perlu untuk mengucapkan terima kasih pada ponakan saya, Dian Pratama yang kian hari kian jarang munjung pakdhenya.  Tak mengapa, asalkan dia senantiasa dalam keadaan sehat.  Salam saya untuknya.

Klinthing Wasiat

oleh Dian Pratama

Ketika Diah Gandaretna sedang prihatin di keputren Haldakarata karena tidak diperbolehkan maju perang melawan wadya Tanjung Anom, adipati Gandakesuma datang mengeluh akibat kena senjata musuh.   Untuk diperbolehkan  maju  perang  Diah  Gondaretna  memamerkan kesaktian pusakanya yang  berwujud “Klinthing”, Diah Gandaretna kemudian diangkat menjadi senapati.

Cover Klinthing Wasiat - Copy

Berkat keampuhan pusaka klinthing wasiat Tosidana dapat ditangkap. Pada waktu akan dijatuhi hukuman,  Tosidana  dapat  meloloskan diri dengan cara ambles bumi. Dengan lolosnya Tosidana, Gandaretna meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga menghadapi musuh.

Tosidana menemui Candrana dan mengatakan bahwa Candrana dinanti oleh Gondaretna dengan sepenuh kasih,setelah berhadapan dengan Gandaretna, Candrana ditangkap karena daya keampuhan Klinthing.

Tiba waktunya menjalani hukuman, Candrana dapat meloloskan diri dengan cara terbang.  Keseluruhan peristiwa itu dilaporkan kepada manggalayuda Sudira, Sudira mengadakan sayembara siapa yang dapat mencuri klinthing wasiat akan diberi hadiah, Tosidana sanggup asal diberi hadiah Sutrisni.

Dalam kesiap siagaan Gandaretna telah mengganti “klinthing wasiat” dengan klinthing yang lain.  Pada  waktu  masuk  Candrana  langsung  mengambil klinthing dan tidur dikamar Gandaretna.  Tosidana menyusul Candrana dan kemudian ketahuan Gondaretna. Tosidana dan Candrana lari menuju kayangan dan berhasil mendapatkan sarana untuk  mendapatkan  balasan  cinta  kasih dari Sutrisni dan Gondaretna, Tosidana dan Candrana mendapat bekal berupa ” Tasik Wasiat” dari bethara Anggadewa.

Bagaimanakah selanjutnya kisah yang penuh humor ini? apakah tosidana mendapat imbangan kasih dari Sutrisni? Dan bagaimana halnya antara Gandaretna dan Candrana? Apakah mereka saling cinta mencintai ? Apakah Sudira selaku ayah Sutrisni dan adipati Gondakesuma selaku ayah Gondaretna menyetujui kenyataan kenyataan yang agak ganjil tersebut? Jawabnya silahkan anda menikmati kisah cerita yang penuh humor ini.

  1. Klinthing Wasiat 1a
  2. Klinthing Wasiat 1b
  3. Klinthing Wasiat 2a
  4. Klinthing Wasiat 2b
  5. Klinthing Wasiat 3a
  6. Klinthing Wasiat 3b
  7. Klinthing Wasiat 4a
  8. Klinthing Wasiat 4b

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Waryanti Mutung

Ponakan saya Dian Pratama barangkali sudah lupa akan janjinya untuk ngirim file kethoprak-kethoprak yang lain guna memenuhi syahwat dan rindu saya pada Kethoprak Mataram. Tapi tak mengapa, karena saya masih punya keyakinan, pada saatnya jika kesempatan itu datang dia pasti akan memenuhi janjinya.

Nah, sambil menunggu kiriman dari ponakan saya tersbut, dihadapan anda akan segera kami hidangkan pemberian yang lain dari ponakan itu, yang ternyata belum habis kita cicipi. Seri Sudira (Manggalayuda Sudira).

WARYANTI MUTUNG

By: Dian Pratama

Manggalayuda Sudira dan pangeran sepuh Danawilapa merasa prihatin sekali memikiran sikap Sutrisna terhadap Waryanti, pada waktu itu Sutrisna masih dipenjarakan karena kesalahannya yang tidak tahu balasbudi atas pertolongan dari Waryanti yang telah dapat mengentas Sutrisna dari lautan api.

Mendadak Tosidada dan Candrana datang menghadap melaporkan kalah perang melawan wadya kadipaten Cempapura. Terpaksa Sutrisna dikeluarkan lagi dari penjara untuk ditugaskan memimpin perang melawan kadipaten Cempapura, adipati Tambaksurya dapat dikalahkan dan menemui ajalnya, Sutrisna ganti berhadapan melawan ajar Titipati, karena keampuhan jimat ajar Titipati yang dapat mendatangkan angin prahara dan banjir bandang Sutrisna keteter dan akhirnya tenggelam dalam banjir yang ditimbulkan oleh jimat ajar Titipati. Demi mendengar apa yang terjadi di medan peperangan Sudira marah dan akan memimpin sendiri bala tentara maju ke medan laga, akan tetapi tidak diperkenankan oleh Danawilapa.

 Waryanti Mutung

Waryanti Mutung

Danawilapa berkunjung ke Hargapura, melerai keprihatinan Waryanti yang merasa tidak mendapat imbangan katresnan dari Sutrisna, bahkan Danawilapa mengajak Waryanti ke pesanggrahan manggalayuda Sudira untuk melaksanakan upacara “bangun nikah” dengan Sutrisna. Waryanti bersedia.

Setelah menghadap manggalayuda Sudira baru mengetahui bahwa Waryanti dimintai bantuannya untuk menolong Sutrisna dari bahaya maut yang mengancam jiwanya. Dengan dibantu oleh anak angkatnya yang bernama Endra, yang ditemukan dalam perjalanan waktu Waryanti menuju kepesanggrahan Sudira, Waryanti dapat mengalahkan kadhipaten Cempapura ajar Titipati kembalike asalnya menjadi kura-kura dan Sutrisna dapat ditolong kembali. Sungguh diluar dugaan, setelah peristiwa ini Sutrisna berkenan bercumbu kasih dengan Waryanti.

Tetapi suasana romantis yang berpadu kasih itu hanya sekejap saja, karena setelah Sutrisna tahu akan anak angkat Waryanti menjadi penasaran, Sutrisna sangat cemburu, Endra dan Waryanti akan dibunuh.  Waryanti lari menghadap Sudira, mohon diri untuk kembali ke Hargapura, Waryanti lari pulangke Hargapura. Datanglah Sutrisna mentang-mentang dihadapan Sudira mencari Waryanti, akhirnya Sutrisna dijebloskan ke penjara lagi. Sudira dengan wadyabalanya melanjutkan meluruk ke-kadipaten Haldakarata, adipati Ganda Kesuma Terkepung.

Bagaimanakah kelanjutan kisah ini, silahkan mengikuti terus kelanjutan serial Sudira ini.

  1. Waryanti Mutung 1a.01
  2. Waryanti Mutung 1a.02
  3. Waryanti Mutung 1b.01
  4. Waryanti Mutung 1b.02
  5. Waryanti Mutung 2a.01
  6. Waryanti Mutung 2a.02
  7. Waryanti Mutung 2b.01
  8. Waryanti Mutung 2b.02

Kethoprak Mataram Seri Sudira, Sutrisna – Waryanti

Ponakan saya ini mengatakan, suatu saat akan mampir kurumah saya.  Tetapi setelah sekian lama menunggu, tidak juga ada kabarnya.  Hal inilah yang membuat saya measa kangen.  Ini Bukan tanpa alasan, karena dialah yang menlengkapi Seri Sudira di Blog ini.  Disamping itu, keinginan saya untuk mendapatkan punjungan yang lain, mendorong saya untuk menyapanya kembali. Ini sapaan saya untuknya….

Seri Sudira,  Sutrisna – Waryanti

oleh : Dian Pratama

Menurut Laporan pangeran Danawilapa kepada manggalayuda Sudira bahwa, Sapartibraja dengan  kedua ajarnya telah melarikan diri meninggalkan medan laga, kesemuanya ini berkat bantuan  Tarkini yang juga telah menolong Sutrisna dari bahaya maut.  Untuk mempersatukan dan menambah kekuatan Tanjunganom, seyogyanya Sudira mengijinkan Sutrisna memperisteri Tarkini, Sudira setuju. Dengan demikian berarti Sonyapringga telah berhasil dikuasai sepenuhnya.

 cover sutrisna - waryanti1Namun di sebelah barat Sonyapringga masih ada benteng-benteng yang harus dipersatukan,  termasuk kadipaten Hargapura yang perlu mendapat pengawasan langsung. Guna mengukur kekuatan lawan maka Tosidana dan Candrana ditugaskan untuk menyelidiki. Dalam perang melawan prajurit Tanjunganom, senopati Hargapura yang bernama Widarba dan Widagda merasa kewalahan  menghadapi sepak terjang Tosidada yang dapat ambles bumi dan Candrana dapat terbang, oleh karena itu mereka segera kembali masuk benteng dan menutupnya. Hal ini dilaporkan kepada Adipati Wisraya ayah kedua senapati tersebut.

 Atas perintah bethari Listyaningrat ibu angkatnya, Waryanti puteri Adipati Wisraya dari Kayangan turun ke bumi menuju kadhipaten Hargapura. Waryanti segera diangkat menjadi senopati dan memimpin penyerangan melawan prajurit Tanjung Anom. Prajurit Tanjung Anom dapat dipukul mundur dan tercertai berai termasuk Tosidana dan Candrana. Di kancah medan laga Waryanti senantiasa sesumbar menantang Sutrisna tetapi setelah berhasil berhadapan langsung dengan Sutrisna justru Waryanti tidak mau menyerang bahkan memohon agar Sutrisna sudi mempersuntingnya, tetapi Sutrisna tidak menanggapi ajakan Waryanti.

Karena kalah sakti, Sutrisna beberapa kali mengalami keadaan yang mengancam jiwanya, walau demikian Waryanti senantiasa bersedia menolong karena janji Sutrisna yang bersedia untuk mempersuntingnya.  Tetapi janji Sutrisna yang disertai ucapan sumpah itu hingga beberapakali selalu tidak ditepati namun, karena selalu disudutkan dalam bahaya, akhirnya Sutrisna menyanggupi mempersunting Waryanti asalkan Hargapura menyerah, Waryanti sanggup dan berusaha meredam kemarahan ayahnya, sayang hal ini mengakibatkan tewasnya adipati Wisraya dan kedua saudara Waryanti terkena pusaka mereka sendiri.

 Ketika sedang memadu kasih di taman, dari penuturan Waryanti sendiri Sutrisna tahu bahwa adipati Wisraya dan kedua putranya telah meninggal, Sutrisna mengira kematian ayah dan kedua  saudaranya itu karena perbuatan Waryanti, maka marahlah Sutrisna dan berakibat Waryanti lari meninggalkan Sutrisna. Berakhirkah cerita ini? Tentu saja belum, ikutilah terus kelanjutan cerita ini.

  1. Sutrisno – Waryanti_1
  2. Sutrisno – Waryanti_2

Seri Mahesa Jenar – Simorodra Tandhing

Gunung Tidar geger!  Orang orang sakti yang datang dari rawa Pening diataranya, Uling Putih berhasil masuk ke Gunung Tidar.  Meski berhasil menyingkirkan anak buahnya, sayangnya mereka tidak bertemu dengan Simorodra penguasa Gunung Tidar yang terkenal sakti itu.  Uling putih datang ke Guntung Tidar, bukan tanpa alasan.  Simorodra, penguasa gunung Tidar hampir berhasil mendapatkan Keris Sakti  Nagasasra Sabuk Inten yang menjadi icon Kerajaan Demak Bintoro.

Celakanya, ketika itu Simorodra tengah hanyut dalam buaian isteri mudanya, sehingga dia kurang memperhatikan keberadan gedhong pusaka  yang ketika itu lepas daripenjagaan.  Terlebih kedatangan orang-orang Rawa Pening telah berhasil melumpuhkan penjagaan di gedong pusaka.  Tetapi apakah demikian adanya?  Tidak!  Isteri Simorodra adalah salah satu pendekar sakti, yang sengaja membiarkan Gedong Pusaka terbuka untuk memancing kedatangan orang-orang yang berminat merebut Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Benar saja, seorang lelaki tampan tengah malam mendatangi Gedung Pusaka dan berhasil mencuri Keris Sakt itu.  Beruntung Simorodra suami isteri memergokinya, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka.  Menghadapi dua orang sakti ini, lelaki tampan tadi kewalahan.  Makin lama makin terdesak!  Disaat genting tersebut, seorang lelaki lain melihat perkelahian yang tidak seimbang ini.  Dia datang untuk menolong.  Simorodra suami isteri dapat diundurkan.

Kedua orang ini akhirnya tidak mampu menahan beda pendapat saat mereka berhadapan dengan Keris Sakti Nagasasra Sabuk Inten yang sekarang berada didepan mata mereka.  Pertarungan keduanya tak dapat dihindarkan.  Karena sama-sama sakti pada akhirnya, mereka mengeluarkan aji pamungkasnya.  Salah seorang menggunakan Aji Candrabirawa sedangkan yang lain adalah Aji Lebur Sakethi.

Candrabirawa jelas milik mahesa Jenar, tetapi bagaimana dengan Lebur Sekethi?  Ajian ini hanya dimiliki oleh Ki Ageng Suradipayana…!  Apakah dia?? Bukankan dia sedang sakit? Ah, makin ruwet dan menarik saja  lakon Mahesa Jenar ini jika diikuti.

Marilah kita bernostalgia dengan Kethoprak Mataram…..

  1. Simorodra Tandhing 1
  2. Simorodra Tandhing 2
  3. Simorodra Tandhing 3
  4. Simorodra Tandhing 4
  5. Simorodra Tandhing 5
  6. Simorodra Tandhing 6

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Sudira Bangkit

SUDIRA BANGKIT

Oleh : Dian Pratama

Atas pertimbangan pangeran sepuh Danawilapa, untuk segera dapat menolong prabu Lesanpura yang terkepung dalam benteng Sonyapringgga, apalagi mengingat penderitaan Sudira yang kalau tidak dapat tertolong dalam tempo 40 hari akan meninggal, maka Sutrisna segera menyerang bala tentara Sapartibraja yang mengepung benteng Sonyapringga.

Akhirnya Sapartibraja berhasil dipukul mundur, prajuritnya kocar-kacir. Dalam kesempatan ini Sutrisna dapat menguasai Sonyapringga baik diluar maupun didalam benteng. Atas usada  anugerah Dewa yang dibawa oleh Sutrisna, Sudira bangkit kembali.

Malang bagi Sutrisna, karena setelah Sudira mengetahui bahwa Sutrisna kawin dengan Tosiani terpaksa Sutrisna dimasukan penjara. Setelah Sutrisna masuk penjara Sudira mendapat laporan bahwa Sapartibraja bersama-sama dengan ajar Dirgapati dan ajar wisapraja menyerang kembali dengan pusaka “cupu Wasiat”, Sudira akan maju tetapi tidak diperbolehkan oleh Danawilapa,  kemudian tugas ditawarkan, Tosidana menyanggupi asal mendapat hadiah Sutrisni.

Betapa marah Sudira mendengar permohonan itu. Atas nasehat Donawilapa Tosidana disetujui melakukan tugas  mencuri Cupu Wasiat dan membunuh kedua ajar, tapi apa lacur Tosidana gagal melakukan tugas tersebut, bahkan dia dapat ditawan dan disekap di dalam cupu Wasiat. Untung dalam situasi  yang gawat ini Tosidana masih mempunyai saudara seperguruan yaitu Candrana, yang memang digariskan oleh dewa untuk menolong Tosidana. Oleh Candrana Cupu Wasiat yang telah berisikan  Tosidana diserahkan kepada Sudira.

Sapartibraja dengan kedua ajar mengamuk, tetapi berhasil  dipukul mundur oleh Sutrisna yang terpaksa dikeluarkan dari penjara. Sapartibraja mendapat  bantuan dari kakak perempuannya yang bernama Sapartiati, Sutrisna kalah, tetapi mendapat  pertolongan dari Tarkini, Sapartiati menemui ajalnya.

  1. Sudira Bangkit_1
  2. Sudira Bangkit_2
  3. Sudira Bangkit_3
  4. Sudira Bangkit_4
  5. Sudira Bangkit_5
  6. Sudira Bangkit_6

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Sudira Kapidara

Ponakan saya, Dian Pratama, setelah tuntas menguplod Seri Sudira kepada sayatiba-tiba hilang tanpa kabar. Email saya juga tidak terbalas. Sayangnya saya juga tidak nyimpan nomor telepon. Kangen saya padanya makin tak tertahankan lagi.

Nah, sebagi ungkanpan kangen saya, berikut salah satu kirimannya saya upload untuk anda nikmati.

Sudira Kapidhara
oleh : Dian Pratama

Dalam Benteng Sonyapringga Adipati Sapartibraja minta pendapat kepada Ajar Dirgapati dan Ajar Wisapraja tentang cara mengalahkan prajurit Tanjung Anom, Kedua Ajar menyarankan agar benteng Sonyapringga dikosongkan, nanti setelah prajurit Tanjung Anom masuk ke dalam beteng segera diserang dari segala penjuru.

Dalam peperangan yang sangat ramai Sapartibraja memberi perintah mengosongkan benteng. Atas saran pangeran sepuh Danawilapa, walau saran ini ditentang oleh resi Jimbun Anom, prajurit Tanjung Anom lengkap perwira dan prabu Lesancaka masuk ke dalam benteng. Serangan Sapartibraja datang dari segala penjuru, pangeran Cempala menemui ajalnya tanding yuda melawan Sapartibraja, Cempalaputra ingin menuntut balas, tetapi tidak diperkenankan oleh sang prabu.

Kemudian manggalayuda Sudira bersama Candaka keluar benteng menghadapi serangan Sapartibraja kena pusaka pisau kilat
dari Sapartibraja, Manggalayuda Sudira rebah dibawa Cundaka masuk ke dalam benteng.

Dalam suasana sedih, bingung bercampur khawatir ini resi Jimbun Anom menunjuk pangeran Danawilapa ikhtiar mencari bantuan. Dengan penuh was-was dan takut akhirnya Danawilapa dapat lolos dari kepungan balatentara Sapartibraja.

Sutrisna yang beberapa tahun yang lalu kena panah ayahnya sendiri yang kemudian raganya dibawa harimau hitam, atas perintah dewata turun dari kayangan kembali ke bumi untuk melaksanakan tugas. Setelah bertemu dengan ibu kandung dan adiknya, oleh prabu Lesancaka
Sutrisna diangkat menjadi manggajayuda II.

Dalam perjalanan menuju benteng Sonyopringga rombongan Sutrisna dihalang-halangi oleh Tosidana dan Tosiani, karena kalah sakti maka
Sutrisna terpaksa kawin dengan Tosiani. Sampai di wilayah Kiranapraja rombongan Sutrisna terlibat perang dengan bawahan Sapartibraja yang dipimpin oleh senapati Anggayuda yang
telah berusia 90 tahun, dalam peperangan ini Lodona mati sampyuh dengan Anggayudo.

1. Sudira Kapidara_1
2. Sudira Kapidara_2
3. Sudira Kapidara_3
4. Sudira Kapidara_4

 

 

 

Kethoprak Mataram Seri Sudira – Sudira Kadakwa

Sekali lagi, ponakan saya Dian Pratama membangunkan saya menjelang subuh. Untuk yang pertama mengingatkan saya mengambil air wudlu dan segera sholat subuh. Setelah itu, segelas kopi, pisang goreng dan email yang dilampiri lakon Sudira Kadakwa. Segera setelah saya dengarkan kemudian saya upload untuk bisa anda nikmati sembari bernostalgia

SUDIRA KADAKWA
oleh : Dian Pratama

Akibat fitnah yang dilakukan oleh pangeran Linggaharda dengan mata kepala sendiri prabu Lesanpura mengetahui bahwa manggalayuda Sudira tidur pulas di kamar rumah pangeran Linggaharda yang di dalamnya terdapat juga Tantriati mati berlumuran darah dikepalanya, oleh karena itu Sudira dijatuhi hukuman mati.

Permohonan ampun yang dilakukan oleh pangeran Danawilapa, oleh resi Jimbun Anom serta anak dan isteri Sudira pun ditolak, segala upaya bekas jendral Utara ayah angkat Sudira untuk memohon ampun tidak dapat diterima oleh prabu Lesancaka, sehingga pusaka gada 18 keret digunakan oleh Utara untuk mendobrak pintu gerbang kraton yang akibatnya gada pecah menjadi 18 kepingan dan kemudian Utara membenturkan kepalanya dan menemui ajal seketika.

Alkhamdulilah keadaan memaksa prabu Lesancaka mengangkat kembali Sudira sebagai Manggalayuda , dengan diterimanya laporan bahwa Adipati Sapartibraja akan menyerang kerajaan Tanjung Anom.

Tetapi apakah Sudira dengan begitu mudah menerima pengangkatan sebagai Manggalayuda kembali? Jawabnya tidak. Persyaratan apakah yang diajukan oleh Sudira? Jawabnya silahkan anda mendengarkan rekaman ini.
1. Sudira Kadakwa 1
2. Sudira Kadakwa 2
3. Sudira Kadakwa 3
4. Sudira Kadakwa 4

 

 

 

Kethoprak Seri Sudira – MAEKA SUDIRA

Kembali, ponakanku Dian Pratama menyambangi saya kemaren pagi selepas subuh. Lewat Suratnya dia katakan telah mengupload sekuel ke III dari 16 seri yang dijanjikannya. Seakan tahu, bagaimana keinginan pakdhenya yang sudah kehabisan kata membuat sinopsis,
dilengkapinya file tersebut dengan ringkasan cerita Kethoprak yang dibawakan dengan nyaris sempurna oleh Keluarga Kethoprak Mataram Kodam VII Diponegoro pimpinan Bagong Kussudihardjo.

Selamat bernostalgia, kembali ke 30 tahun lalu ketika Kethoprak masih berjaya.

MAEKA SUDIRA
OLEH Dian Permana

Pada akhir cerita Manggalayuda Sudira ada dua keputusan penting dari prabu Lesanpura. Berdasarkan undian, Tiyasaguna mendapat tugas menakhlukan kadipaten Handakaraya, sedang Manggalayudo Sudira bertugas menakhlukan kadipaten Mintajiwa.

Karena merasa kurang mampu melaksanakan tugas tersebut, Tiyasaguna berbalik haluan memerintahkan para prajuritmenyerang Tanjung Anom, serangan berhasil dan pangeran dipatianom Lesancaka dipenjara.

Manggalayuda Sudira setelah menakhlukan kadipaten Mintajiwa ingat pesan resi Jimbun Anom untuk membaca surat yang dibawanya. Mengetahui isi surat tersebut, bersama prajuritnya, Sudira merebut kraton Tanjung Anom dari tangan Tiyosaguna.

Akhirnya Tiyosaguna beserta keluarganya mendapat hukuman mati. Hanya Tiyaningsih putri Tiyasaguna yang menjadi isteri pangeran Linggaharda bebas dari hukuman. Atas permintaan Tiyaningsih pangeran Lingga harda melakukan fitnah terhadap Sudira sewaktu Sudira telah dapat memboyong keluarganya dari desa.

Dalam usaha memboyong keluarga sudira kena fitnah Naga Ijo sehingga anaknya bernama Sutrisna mati karena panahnya Sudira sendiri. Dan bagaimana ujud fitnah Linngaharda terhadap Sudira, silahkan anda menikmati cerita ini.

Link Download MAeka Sudira
1. Maeka Sudira 1
2. Maeka Sudira 2

 

 

 

MP3 Kethoprak Mataram (Seri Sudira) – Manggalayuda Sudira

Hampir tak bisa dipercaya, ketika di bilah komentar blog ini, tiba-tiba seseorang memberikan komentar khusus mengenai Manggalayuda Sudira. Dia mengatakan, memiliki 14 dari 15 seri Sudira yang masih berbentuk pita magnetik dan berjanji akan memberikan file itu untuk sharing kepada kita semua.

Diluar dugaan, tengah malam beberapa waktu lalu rekan kita ini memperkenalkan diri sebagai Mas Dian Pratama. Dalam pesan singkatnya, (nampaknya dia masih muda maka saya minta untuk memanggil saya “pakdhe”) Mas Dian mengatakan akan segera mengirim file tersebut kepada saya. Benar saja, “ponakan” saya mengirim email yang dilampiri file Kethoprak Seri Sudiro dalam episode Manggalayudha Sudiro lengkap dengan sinopsisnya.

Tak sabar rasanya untuk segera berbagi file dari ponakan saya, itu. Selamat menikmati.
Untuk mas Dian Pratama: Terima kasih kami untuk anda yang sudah rela berbagi

MANGGALAYUDA SUDIRA
Oleh : Dian Pratama

Orang berpakaian serba putih masih diharapkan kehadirannya oleh raja Lesanpura. Tetapi karena kelicikan komandan Tiyosoguna, orang itu masih disembunyikan. yang selalu diperlihatkan anak menantunya sendiri bernama Hutaya.

Ketika raja Lesanpura menyerang kerajaan Kencana Arga dan terpipu dalam sekapan musuh berhasil ditolong orang berpakaian serba putih itu. Tetapi kemudian orang ini disembunyikan lagi oleh Tiyosoguna.
Nasib malang dialami lagi raja Lesanpura, ia tertipu lagi raja Kencana Arga hingga terjerembab dalam lautan lumpur dan dalam kesempatan ini raja Lesanpura dipaksa menyerah.

Tiba-tiba datang lagi orang berpakaian serba putih. Dengan pusaka orang itu raja Kencana Arga disirnakan. Raja Lesanpura terhindar dari maut. Ketemulah akhirnya raja Lesanpura dengan orang berpakaian serba putih yang ber- nama Sudira. Kemudian Sudira diangkat sebagai raja muda dan manggalayuda.

Download Kethoprak Seri Sudira – Manggalayuda Sudira
1. Manggalayuda Sudira 1a
2. Manggalayuda Sudira 1b
3. Manggalayuda Sudira 2a
4. http://www.mediafire.com/download.php?bp7ljlig4y231hc

MP3 Kethoprak Mataram Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk

Sebuah kepercayaan, siapapun yang mampu dan mnguasai Keris Nagasasra Sabuk Inten kan benar-benar terhormat di dunia persilatan, baik golongan hitam maupun putih.  Itulah sebabnya, sipat kandel keraton Demak Bintoro menjadi incaran dan akhirnya hilang.  Itulah yang menjadi pemicu seorang perwira senior Keraton Demak keluar dari keraton dengan menanggalkan semua kemewahan dan kekuasaan kareraton sebagai Raden Rangga Tahjaya menjadi seorang sudra bernama Mahesa Jenar.

Perjalanan Mahesa Jenar dimulai dari Gunung Ijo ke  Rawa Pening dan saat ini berhenti di lereng Gunung Wilis.  Disinilah Pusaka sakti itu diduga berada.  Banyak informasi yang diterima oleh lelaki gagah yang berpakaian serba hijau ini mengarah ke tempat ini.  Naluri intejleennya tak bisa ditipu.  Maka segera dia mengendus tempat ini untuk melacak keberadaan keris simbol Demak Bintara ini.

Ki Demang Simarodra tengah dilanda kegembiraan luar biasa karena berhasil mencuri Keris Nagasasara Sabuk Inten.  Bersama isterinya, Simorodra tengah merayakan kenahagiaan itu sampai ketika Sekayon, abdinya melaporkan telah mencurigai seseorang yang memasuki walayahnya menuju ke tempat penyimpanan Keris sakti yang jadi rebutan, Nagasasra Sabukinten.

Benar saja, Gemak Paron dan  Yuyurumpung , orang suruhan Uling Putih dan Uling Kuning dari Rawa Pening telah memasuki Gudang Pusaka.  Dengan senjata sumpitnya, Nyi Simorodra berhasil merobohkan Gemak Paron.  Sayangnya, pemburuan Simorodra memasuki wilayah Pengarantunan Wetan tempat Kekuasaan Ki Ageng Lembu Sora, anak lelaki Ki Ageng Soradipayana.  Meskipun Pangrantunan Wetan sudah digadaikan kepada Simorodra, tetapi beberapa wilayah masih tetap menjadi kekuasaan  Ki Ageng Lembu Sora.  Inilah yang menjadikan penguasa Pangrantunan Wetab ini marah.

Mata dan nalurinya yang terlatih, membuat Mahesa Jenar bisa menduga apa yang terjadi ditempat ini beberapa waktu yang lalu.  Mayat Demak Paron masih tergeletak dengan luka bekas sumpit Nyai Simorodra.  Dia juga tahu, bahwa yang dicuri oleh orang ini bersama temannya bukanlah Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Yuyu Rumpung kembali keempat tebunuhnya Gemak paron.  Disana dia bertemu dengan Mahesa Jenar.  Kecurigaannya pada lelaki berbaju hijau ini menjadikannnya marah dan menantang berkelahi.  Gemak Paron tidak mampu mengalahkan kesaktian Mahesa Jenar.  Dia harus meninggalkan kudanya dan terpaksa berlari untuk pulang ke Rawa Pening.  Mahesa Jenar perlu mengambil langkah ini agar utusan Uling Kuning ini tidak bisa segera melaporkan hasil penyusupannya ke Gunung Tidar.  Harapannya dia bisa menyusun rencana lebih lanjut.

Rencana apakah yang dibuat oleh Mahesa Jenar?  Bagaimanakah Nasib Yuyurumpung setelah seharian berlari dari Gunung Tidar ke Rawa Pening? Tindakan apa yang diambil oleh Ki Ageng Lembu Sora akibat kecerobohan yang dilakukan Simarodra yang telah memasuki wailayahnya.

Semua akan terjawab jika anda sudah mendengarkan tuntas Kethoprak Mataram Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk berikut ini:

Download Kethoprak Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk