Category Archives: SERI MAHESA JENAR

Seri Mahesa Jenar – Simorodra Tandhing

Gunung Tidar geger!  Orang orang sakti yang datang dari rawa Pening diataranya, Uling Putih berhasil masuk ke Gunung Tidar.  Meski berhasil menyingkirkan anak buahnya, sayangnya mereka tidak bertemu dengan Simorodra penguasa Gunung Tidar yang terkenal sakti itu.  Uling putih datang ke Guntung Tidar, bukan tanpa alasan.  Simorodra, penguasa gunung Tidar hampir berhasil mendapatkan Keris Sakti  Nagasasra Sabuk Inten yang menjadi icon Kerajaan Demak Bintoro.

Celakanya, ketika itu Simorodra tengah hanyut dalam buaian isteri mudanya, sehingga dia kurang memperhatikan keberadan gedhong pusaka  yang ketika itu lepas daripenjagaan.  Terlebih kedatangan orang-orang Rawa Pening telah berhasil melumpuhkan penjagaan di gedong pusaka.  Tetapi apakah demikian adanya?  Tidak!  Isteri Simorodra adalah salah satu pendekar sakti, yang sengaja membiarkan Gedong Pusaka terbuka untuk memancing kedatangan orang-orang yang berminat merebut Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Benar saja, seorang lelaki tampan tengah malam mendatangi Gedung Pusaka dan berhasil mencuri Keris Sakt itu.  Beruntung Simorodra suami isteri memergokinya, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka.  Menghadapi dua orang sakti ini, lelaki tampan tadi kewalahan.  Makin lama makin terdesak!  Disaat genting tersebut, seorang lelaki lain melihat perkelahian yang tidak seimbang ini.  Dia datang untuk menolong.  Simorodra suami isteri dapat diundurkan.

Kedua orang ini akhirnya tidak mampu menahan beda pendapat saat mereka berhadapan dengan Keris Sakti Nagasasra Sabuk Inten yang sekarang berada didepan mata mereka.  Pertarungan keduanya tak dapat dihindarkan.  Karena sama-sama sakti pada akhirnya, mereka mengeluarkan aji pamungkasnya.  Salah seorang menggunakan Aji Candrabirawa sedangkan yang lain adalah Aji Lebur Sakethi.

Candrabirawa jelas milik mahesa Jenar, tetapi bagaimana dengan Lebur Sekethi?  Ajian ini hanya dimiliki oleh Ki Ageng Suradipayana…!  Apakah dia?? Bukankan dia sedang sakit? Ah, makin ruwet dan menarik saja  lakon Mahesa Jenar ini jika diikuti.

Marilah kita bernostalgia dengan Kethoprak Mataram…..

  1. Simorodra Tandhing 1
  2. Simorodra Tandhing 2
  3. Simorodra Tandhing 3
  4. Simorodra Tandhing 4
  5. Simorodra Tandhing 5
  6. Simorodra Tandhing 6

MP3 Kethoprak Mataram Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk

Sebuah kepercayaan, siapapun yang mampu dan mnguasai Keris Nagasasra Sabuk Inten kan benar-benar terhormat di dunia persilatan, baik golongan hitam maupun putih.  Itulah sebabnya, sipat kandel keraton Demak Bintoro menjadi incaran dan akhirnya hilang.  Itulah yang menjadi pemicu seorang perwira senior Keraton Demak keluar dari keraton dengan menanggalkan semua kemewahan dan kekuasaan kareraton sebagai Raden Rangga Tahjaya menjadi seorang sudra bernama Mahesa Jenar.

Perjalanan Mahesa Jenar dimulai dari Gunung Ijo ke  Rawa Pening dan saat ini berhenti di lereng Gunung Wilis.  Disinilah Pusaka sakti itu diduga berada.  Banyak informasi yang diterima oleh lelaki gagah yang berpakaian serba hijau ini mengarah ke tempat ini.  Naluri intejleennya tak bisa ditipu.  Maka segera dia mengendus tempat ini untuk melacak keberadaan keris simbol Demak Bintara ini.

Ki Demang Simarodra tengah dilanda kegembiraan luar biasa karena berhasil mencuri Keris Nagasasara Sabuk Inten.  Bersama isterinya, Simorodra tengah merayakan kenahagiaan itu sampai ketika Sekayon, abdinya melaporkan telah mencurigai seseorang yang memasuki walayahnya menuju ke tempat penyimpanan Keris sakti yang jadi rebutan, Nagasasra Sabukinten.

Benar saja, Gemak Paron dan  Yuyurumpung , orang suruhan Uling Putih dan Uling Kuning dari Rawa Pening telah memasuki Gudang Pusaka.  Dengan senjata sumpitnya, Nyi Simorodra berhasil merobohkan Gemak Paron.  Sayangnya, pemburuan Simorodra memasuki wilayah Pengarantunan Wetan tempat Kekuasaan Ki Ageng Lembu Sora, anak lelaki Ki Ageng Soradipayana.  Meskipun Pangrantunan Wetan sudah digadaikan kepada Simorodra, tetapi beberapa wilayah masih tetap menjadi kekuasaan  Ki Ageng Lembu Sora.  Inilah yang menjadikan penguasa Pangrantunan Wetab ini marah.

Mata dan nalurinya yang terlatih, membuat Mahesa Jenar bisa menduga apa yang terjadi ditempat ini beberapa waktu yang lalu.  Mayat Demak Paron masih tergeletak dengan luka bekas sumpit Nyai Simorodra.  Dia juga tahu, bahwa yang dicuri oleh orang ini bersama temannya bukanlah Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Yuyu Rumpung kembali keempat tebunuhnya Gemak paron.  Disana dia bertemu dengan Mahesa Jenar.  Kecurigaannya pada lelaki berbaju hijau ini menjadikannnya marah dan menantang berkelahi.  Gemak Paron tidak mampu mengalahkan kesaktian Mahesa Jenar.  Dia harus meninggalkan kudanya dan terpaksa berlari untuk pulang ke Rawa Pening.  Mahesa Jenar perlu mengambil langkah ini agar utusan Uling Kuning ini tidak bisa segera melaporkan hasil penyusupannya ke Gunung Tidar.  Harapannya dia bisa menyusun rencana lebih lanjut.

Rencana apakah yang dibuat oleh Mahesa Jenar?  Bagaimanakah Nasib Yuyurumpung setelah seharian berlari dari Gunung Tidar ke Rawa Pening? Tindakan apa yang diambil oleh Ki Ageng Lembu Sora akibat kecerobohan yang dilakukan Simarodra yang telah memasuki wailayahnya.

Semua akan terjawab jika anda sudah mendengarkan tuntas Kethoprak Mataram Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk berikut ini:

Download Kethoprak Seri Mahesa Jenar – Uling Kuning mBarang Amuk

Seri Mahesa Jenar – Geger Pangrantunan

Entah berapa episode kita akan kehilangan. Jika dilihat dari urutan seri kasetnya, boleh jadi sampai 9 episode. Itulah yang membuat saya ragu untuk memposting Mahesa Jenar, sebagai kelanjutan Uling Kuning mBarang Amuk.

Tetapi, nampaknya tidak fair juga jika saya tidak berbagi dengan anda, sementara beberapa judul telah saya dapatkan sekalipun tidak urut. Kali ini adalah episode Geger Pangrantunan. Ditilik dari novel aslinya, setidaknya kita telah melompat 7 bab dari Uling Kuning Mbarang amuk. Saya tidak tahu, bagaimana harus memulai membuat sinopsisnya. Tapi baiklah, kendati tidak runtut, saya akan coba sarikan episode ini.

Wiling Putih penguasa padepokan Rawa Pening telah menyuruh Yuyu Rumpung dan Gemak Paron untuk mengambil keris Nagasasra Sabuk Inten, dengan harapan bisa menjadi penguasa golongan hitam. Selain itu, aura keris sakti dari Demak Bintara itu sangat kuat sehingga memungkinkan pemiliknya menjadi raja di Tanah Jawa.

Sebenarnya Wilingputih sadar bahwa ia bukan satu-satunya orang yang menginginkan keris Nagasasra Sabuk Inten. Dihadapannya masih ada Simarodra dan banyak tokoh golongan hitam dengan kesaktian yang luar biasa. Tetapi ambisi untuk menjadi penguasa, mengalahkan rasa takutnya. Dia bertekad untuk menguasai keris itu. Lebih hebat lagi, keris ampuh itu sekarang berada dalam cengkeraman Simarodra di Gunung Tidar.

Sekali lagi, Wilingputih memerintahkan Yuyurumpung dan Gemakparon untuk mencuri keris Nagasasra Sabuk Inten yang berada di gedhong pusaka Gunung Tidar.

Sementara itu, salah satu tokok pendekar golongan hitam, yaitu Simalodra sudah mulai malang melintang membuat keresahan di wilayah Pangrantunan.  Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin Penguasa Gunung Tidar ini bisa mengibarkan benderanya di Pangrantunan, sementara daerah ini dahulu dikuasai oleh tokoh sakti, teman seperguruan Ki Ageng Pengging, Guru Mahesa Jenar, yang bernama Ki ASgeng Soradipayana.

Ki Ageng Soradipayana yang dulu bernama Pangeran Gunung Slamet mempunyai dua orang anak lelaki yang memiliki watak yang berbeda. Yang sulung bernama Gajah Sora dan yang Bungsu bernama Lembu Gajah Sora.

Seiring dengan usianya yang telah merambat senja, Pangrantunan Barat pusat kekuasaan di Banyubiru diserahkan kepada Gajahsora. Sedang Pangrantunan Timur dengan pusat pemerintahan di Pamingit diserahkan kepada Lembu Sora.

Berbeda dengan Gajah Sora, kakaknya, Lembu Sora memiliki watak buruk, adigang adigung adiguna. Kebengalan Lembu Sora sampai pada puncaknya ketika rela menjual Pangrantunan Timur kepada Simorodra berandal dari Gunung Tidar.  Sejak berada dibawah kekuasaan Simarodra itulah, penduduk Pangrantunan secara rutin harus menyerahkan pajak yang berupa hasil bumi kepada Simarodra.

Siang itu, perjalanan Mahesa Jenar sampai kewilayah yang porak poranda ini. Simorodra sedang pada kegiatannya memungut pajak dari penduduk Pangrantunan. Salah seorang tua tidak mau membayar pajak karena merasa dirinya miskin.  Antek-antek Simorodra tidak mau menerima alasan orang tua itu maka dihajarlah orang tua itu sejadi-jadinya.

Merasa tak tahan atas perlakuan anak buah Simorodra, oran tua tersebut melawan. Akibatnya, salah seorang diantara mereka mati. Kejadian tersebut, digunakan oleh Mahesa Jenar untuk membangkitkan semangat penduduk Pangrantunan guna melawan dan membebaskan diri dari cengekraman Simorodra. Tak hanya itu, mahesa jenar memberikan bekal latihan bertempur kepada Penduduk Pangrantunan untuk melawan penindasan penguasa Gunung Tidar yang bengis ini.

Bagiamana mungkin Keris Nagasasra Sabukinten bisa berada di gunung Tidar dan dalam penguasaan Simorodra? Berhasilkan Wilingputih yang telah menyuruh Yuyurumpung dan Gemakparon merebut Keris Nagasasra Sabukinten? Siapa sebenarnya orang tua yang berani membunuh anak buah Simorodra? Berhasilkan Penduduk Pangrantunan terbebas dari cengkeraman Simorodra? Masih banyak lagi pertanyaan yang belum akan terjawab sebelum anda tuntas mendengarkan Serial Mahesa Jenar, Geger Pangrantunan.  Silahkan download disini

Selamat menikmati.

Kethoprak Mataram (Seri Mahesa Jenar ) – Wirasaba Liwung

Wirasaba sudah hilang harapan.  Sakit lumpuhnya tak kunjung sembuh.  Ki Asem Gede, mertuanya sungguh merasa sangat terpukul menilah keadaan menantunya yang dulu gagah perkasa itu.  Jentik Manis, isterinyapun, seakan sudah pasarah dengan semua keadaan yang menyedihkan ini.

Wirasaba tengah melamun dengan meniup seruling yang (nyaris) menjadi satu-satunya teman selama dia mendrita sakit.  Pada saat itulah, Ki Asem Gede dengan membawa obat guna kesembuhan menantunya itu.  Ajaib, obat lulur yang semula terasa sangat panas itu, tiba-tiba menunjukkan kasiatnya.  Wirasaba sembuh dari penyakit lumpuhnya.  Hal ini sungguh sangat menggembirakan dan memberikan harapan baru bagi keluarga ini.

Kesembuhan Wirasaba sesungguhnya bisa menjadi berkah yang sangat membahagiakan jika tidak dikotori oleh fitnah Ny. Wirasaba.  Dimulai dengan kecurigaan Wirasaba yangmenanyakan keberadaan Mahesa Jenar dimana saat dia sembuh tak ikut barada dalam lingkaran kebahagiaan yang dia rasakan.  Kenyataan Mahesa Jenar telah pergi tanpa pamit.

Beberapa waktu yang lalu, disaat telah berhasil diselamatkan dari penculikan Sampararan, Nyi Wirasaba menemui Mahesa Jenar ditengah malam ketika tengah mencoba Aja Candrabirawa.  Bukan hanya itu, Nyi Wirasaba juga menyatakan kekagumannya pada Mahesa Jenar.  Melihat gelagat yang kurang baik, Mahesa Jenar meneur Nyi Wirasaba.  Sayangnya anak perempuan Ki Asem Gede salah faham dan berniat mengadukan Mahesa Jenar apabila kelak suaminya sudah sembuh dari sakit lumpuhnya.

Saat yang ditunggu kini telah tiba.  Wirasaba telah sembuh dari sakitnya.  Dadanya terbakar oleh api cemburu kepada Mahesa Jenar atas aduan isterinya, Jentik Manis.  Setelah mendapat restu dari KI Asem Gede dia segera pergi untuk mencari Mahesa Jenar guna membuat perhitungan atas tindakan kekurangajaran yang telah dilakukan kepada isterinya.  Wirasaba, yang kini telah sembuh dengan ilmu silat yang tinggi disertai dengan seruling sakti yang ada ditangan berniat membunug Mahesa Jenar, bukanlah sebuah isapan jempol.  Mahesa Jenar dalam bahaya.

Bagaimanakah kisah selanjutnya?  Bagaimana perjalanan Mahesa Jenar di Desa Pliridan?  Berhasilkah Wirasaba berhasil mengalahkan Mahesa Jenar?  Untuk mengetahui jawabnya, download dan dengarkan Kisah Wirasaba Liwung berikut ini.

Download Kethoprak Mataram (Seri Mahesa Jenar) – Wirasaba Liwung

Kethoprak Seri Mahesa Jenar – Mahesa Jenar Tanding.

Setelah kematian Samparan yang sangat dramatis tantangan Mahesa Jenar bukan berkurang, tapi justru semakin bertambah.  Banyak pertanyaan baru yang justru sangat menyulitkan kendati ada gelagat makin mengerucut pada keberadaan Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Sementara itu, di seberang hutan Tambakbaya mengalir sebuah sungai yang cukup besar.  Orang-orang yang hendak menuju hutan Tambakboyo harus menyeberangi sungai itu.  Beruntung disana sudah ada tempat penyeberangan lengkap dengan perahu dan satang untuk mengantarkan orang-orang yang ingin kehutan Tambakbaya.

Pada suatu hari, seorang perempuan muda berwajah cantik hendak menuju ke Desa Pliridan di tepi Hutan Tambakbaya.  Terpaksa ia harus menumpang perahu yang memang sudah tersedia disitu.  Selain perempuan cantik tadi, seorang pemuda juga bermaksud menyeberang karena hendak menuju ke Bagelen, sebuah desa dekat Pliridan.  Dari gelagatnya, pemuda tadi menaruh hati –setidaknya-  tertarik pada si gadis, bahkan sudah ada usaha untuk menggoda.

Selain si pemuda dan si gadis, seorang saudagar dengan banyak barang bawaan juga bermaksud menyeberang.  Tiba-tiba data ng seorang lelaki muda berwajah tampan yang menawarkan diri untuk membantu membawa barang bawaan sang saudagar dengan imbalan membayar ongkos penyeberangan.  Jadilah mereka berempat menjadi penumpang perahu penyeberangan itu.

Tak ada yang mengetahui, bahwa lelaki tampan yang menyamar sebagai lelaki miskin pembawa barang itu adalah Mahesa Jenar alias Rangga Tohjaya, pasukan khusus Demak Bintoro yang sedang menjalankan tugas.  Ia ikut dalam rombongan penumpang perahu karena memang sengaja membuntuti pemuda yang sejak dari drmaga menggoda si gadis.  Benar saja, ditengah perjalanan pemuda tadi menculik si gadis.  Semua petugas perahu tak mampu merebut si perempuan.

Tak diduga, si si pemuda ternyata adalah Jaka Soka, tokoh sakti golongan hitam dari Nusa Kambangan. Ketika Joko Soka hendak membawa si perempuan yang ternyata adalah Rara Wilis tiba-tiba muncil Lawa Ijo. Dia sangat hafal pada Mahesa Jenar maka tak ada gunanya lagi Mahesa Jenar untuk merahasiakan dirinya.  Terjadi pertempuran antara Mahesa Jenar dengan Lowo Ijo, tapi Lowo Ijo terpojok dia melarikan diri dengan luka akibat aji Canrabirawa.

Yang justru menjadikan keheranan banyak orang, adalah patrem (keris kecil) yang dibawa Rara Wilis.  Keris itu mengarah ke nama Ki Sentanu dan Pasingsingan. Pertanyaannya adalah siapa sebenarnya Rara Wilis ?  Siapakah KI Sentanu.  Lalu bagaimana pula muncul tokoh jahat bernama Wadas Gunung saudara kembar Watu Gunung yang hendak membalas dendam kepada Mahesa Jenar atas kematian Watugunung.  Berhasilkah dia membala dendam ?

Jawabnya dapat anda ketahui setelah tuntans mendengarkan Seri Mahesa Jenar dalam Lakon Mahesa Jenar Tanding

Link Download Mahesa Jenar Tandhing

Seri Mahesa Jenar – Samparan Nebus Dosa

Hati Wirsaba terasa remuk.  Bagaimana tidak?  Keadaannya tubuhnya yang menderita lumpuh harus menerima kenyataan, isterinya, Nyi Wirasaba diculik oleh Samparan.  Kendati dia sudah berusaha menghibur diri dengan meniup seruling saktinya, tetap saja tak bisa menghilangkan kegundahan hati karena kehilangan perempuan yang dicintainya.

Pada saat itulah, Nyi Wirasaba datang dalam keadaan segar bugar.  Hal ini justru  menjadikan Wirasaba curiga.  Dia tidak bisa begitu saja menerima kehadiran isterinya.   Jika Nyi Wirasaba  datang karena dilepaskan oleh Samparan, dia merasa tidak berhak menerima karena justru hal ini akan meremehkan harga dirinya.  Demikian juga, jika Nyi Wirasaba bebas karena ditolong oleh orang lain itu artinya Wirasaba harus berhutang budi kepada orang itu seumur hidupnya.  Disaat Nyi Wirasaba kebingungan atas sikap suaminya, datang Ki Asem Gede, berusaha menjelaskan bahwa Nyi Wirasaba masih suci.  Tetapi hal tidak menjadikan Wirasaba berubah fikirin.  Dia tetap menolak kedatangan isterinya.

Mahesa Jenar

Mahesa Jenar

Tiba-tiba muncul Samparan yang langsung menantang KI Asem Gedhe yang menganggap berbuat curang merebut Nyi Wirasaba darinya.  Bukan hanya itu, Samparan juga menghina Wirasaba sebagai suami yang tak punya harga diri.  Mendengar penghinaaan Samparan, Wirasaba marah dan menantang samparan untuk bertanding secara jantan dengan dirinya.  Diluar dugaan, kendati dalam keadaan cacat ternyata Wirasaba memiliki kesaktian yang luar biasa.  Dengan bersenjatakan kampak, dia berhasil menumbangkan Samparan.  Kejadian inilah yang akhirnya menjadikan Ki Wirasaba bisa menerima kembali isterinya.

Dalam keadaan terluka akibat sabetan kampak Wirasaba, Samparan melarikan diri.  Ki Asem Gede, Dalang Mantingan dan Mahesa Jenar berhasil menangkap Samparan.  Mahesa Jenar sempat marah dan heran atas sikan Samparan.  Dalam lakon Watu Gunung Lena, Samparan telah menyatakan tobat atas semua perbuatannya dan tak lagi berani mengganggu Ki Asem Gede dan keluarganya.  Akan tetapi mengapa Samparan menantang Ki Asem Gede dan menghina KI Wirasaba?

Dalam keadaan terluka, Samparan mengaku bahwa apa yang dia lakukan semata-mata untuk memulihkan hubungan Wirasaba dengan isterinya.  Jika Wirasaba tak punya jalan untuk merebut isterinya secara jantan, tak mungkin dia menerima isterinya.  Samparan merasa punya jalan untuk menebus dosa-dosanya.  Itulah sebabnya dia membakar amarah Wirasaba kendati dengan resiko dirinya terluka parah dan ahkirnya mati dihadapan Asem Gede, Mahesa Jenar dan Ki Dalang Mantingan.

Pada akhir hidupnya, dihadapan ketiga orang itu, Samparan sempat menceritakan perihal Keris Nagasasra Sabuk Inten serta rencana besar yang akan dilakukan oleh para pendekar golongan hitam di Rawa Pening di saat bulan purnama, termasuk diantaranya Lawa Ijo.

Keadaan kembali tenang sepeninggal Samparan.  Mahesa Jenar segera menyusun rencana untuk melanjutkan perjalanan mencari hilangnya Keris Nagasasara Sabuk Inten.  Dia memulai rencananya dengan mencoba Aji Sasrabirawa yang diajarkan oleh gurunya, Ki Ageng Pengging, pada tengah malam kepada seekor harimau yang tiba-tiba masuk ke perkampungan.  Ternyata, aji Sasrabirawa masih bisa dikuasai oleh Mahesa Jenar dengan baik.  Harimau besar itu mati seketika akibat Aji Sasrabhirawa.

Nyi Wirasaba datang tiba-tiba dimalam itu.  Dia juga mengetahui ketika Mahesa Jenar membunuh Harimau dengan Aji Sasrabirawa.  Nyi Wirasaba mengungkapkan kekagumannya pada kesaktian Mahesa Jenar.  Semula pembicaraan antara mereka hanya mengenai hal yang ringan-ringan.  Akan tetapi karena khawatir menjadi fitnah mengingat tak seharusnya sebagai seorang perempuan Nyi Wirasaba berduaan dengan dirinya, Mahesa Jenar menegurnya.   Nyi Wirasaba tersinggung atas teguran ini dan berniat mengadukan kepada suaminya.  Pada saatnya nanti apabila Wirasaba sudah sembuh dari sakit lumpunya, akan diminta untuk menantang Mahesa Jenar untuk bertarung secara jantan.

Kendati hanya 60 menit running play, seri ini berhasil mengungkap banyak hal tentang latar belakang tokoh dalam cerita Nagasasra Sabuk Inten, tetapi bagaimanakah itu?

Selamat menikmati

Download link  Kethoprak Mataram Seri Mahesa Jenar -  Samparan Nebus Dosa

 

MP3 Kethoprak Mataram (Seri Mahesa Jenar) Watu Gunung Lena

Dalam kisah terdahulu,  setelah menerima penjelasan Ki Asem Gede tentang siapa sebenarnya Mahesa Jenar, orang-orang Kademangan Penanggalan bisa menenrima Mahesa Jenar dengan tangan terbuka.  Mereka menyambutnya sebagai bagian dari keluarga dengan peayaan dan hiburan semestinya.

Tapi kegembiraan ini tak berlangsung lama, karena terdengar kabar bahwa Nyi Wirasaba (Anak perempuan Ki Asem Gede) diculik oleh gerombolan Samparan. Read the rest of this entry

MP3 Kethoprak Mataram (Seri Mahesa Jenar) Wewadi Ing Gunung Ijo

Jika anda membaca Novel Nagasasara dan Sabuk Inten dalam format chm yang saya link di blog ini juga, maka lakon ini adalah Epsisode II.  Ini adalah edpisode awal petualangan Rangga Tohjaya, prajurit Demak Bintara dengan menyandang nama Mahesa Jenar.

Kendati saya sudah mengupload 9 judul dari entah dari berapa episode keseluruhan  lakon Mahesa Jenar.  Akan tetapi saya akan mencoba memposting kembali semua episode tersebut sekadar untuk menyegarkan memori anda pada Kethoprak Mataram yang telah mengangkat Novel karya SH Mintarja ini dalam sebuah lakon kethoprak yang benar-benar menggigit, Seri Mahesa Jenar

Memasuki daerah Prambanan, Mahesa Jenar merasa curiga dengan keadaan di Gunung Ijo.  Disana dia menemukan banyak tengkorak manusia dan sesaji-sesaji yang menandakan ditempat itu telah terjadi sesuatu yang luar biasa.  Rasa penasaran Mahesa jenar semakin menjadi ketika orang-orang menghindar darinya saat ia akan bertanya dan mecari penjelasan. Read the rest of this entry

Episode Baru Mahesa Jenar (MP3 Ketoprak Mataram)

mahesa_jenarKarena sampai saat ini saya belum juga mendapatkan lakon baru dalam sequel Mahesa Jenar, Nagasasra Sabuk Inten maka sejauh ini saya belum membuat posting baru terkait dengan cerita tersebut.  Beruntung beberapa hari lalu saya sempat mampir ke toko kaset untuk melihat apakah ada perkembangan baru.  Benar saja, kendati cuma 2 judul tapi bagi saya cukup sebagai pengobat rindu dan (barangkali) sebagai referensi untuk menyambung cerita Mahesa Jenar yang “mlumpat-mlumpat” itu.

Kaset yang pertama, berjudul Samparan Nebus Dosa.  Dalam episode ini Masih berkisah tentang Wirasaba yang menderita sakit lumpuh  sementara isterinya dilarikan oleh Samparan.  Akan tetapi, diluar dugaan ketika isterinya pulang,  Wirasaba menanggapinya dengan dingin karena dia dibakar rasa cemburu kepada Samparan.  Padahal sebenarnya isterinya masih suci.  Lalu datanglah Samparan yang langsung menghina dan menantang Wirasaba hingga terjadi pertarungan diantara mereka.

Kaset yang kedua, berjudul Mahesa Jenar Tanding.  Cerita ini adalah episode sebelum Wirasaba Liwung.  Dalam episode ini diceritakan saat Rara Wilis dilarikan oleh Jaka Soka.  Beruntung dapat diselamatkan oleh Mahesa Jenar, bahkan setelah dibantu oleh Lawa Ijo sekalipun. (Terima kasih dan mohon ijin kepada design.javaforesight.com untuk ilustrasinya)

MAHESA JENAR (MP3 Ketoprak Mataram)

Mahesa JenarCerita Silat yang berlatar belakang sejarah Demak yang ditulis oleh SH Mintarja ini pernah benar-benar populer di era 70an.  Hampir setiap orang dimasa itu mengenaCover Geger Banyubiru [800x600]l tokoh ini melalui berbagai versi mulai film, komik, sandiwara radio (dan) ketoprak.

Kendati merupakan rekaan, tetapi karena setting yang digunakan merupakan setting “sejarah” maka cerita ini nyaris melegenda.  Novelnyapun menjadi bacaan wajib bersanding dengan Api Di Bukit Menoreh.  Jika Asmaraman S (Kho Ping Ho) dikenal sebagi penulis cerita silat dengan setting “cina”, maka SH Mintarja banyak melahirkan pCover Geger Pangarantunan [800x600]endekar yang berlatar belakang Jawa, kandati dalam alur cerita sering pula menampilkan tokoh lain yang bukan jawa.

Sebenarnya saya bermaksud memposting cerita dan file audio ketoprak MP3 ini setelah membaca ulang ceritanya, tetapi mengingat kaset magnetik yang saya terima tidak urut, dan dalam sampulnyapun tak diberikan informasi tentang urutan ceritanya, maka niat itu saya urungkan.  Saya merasa leCover Simarodra Tandhing [800x600]bih perlu mengconvert kaset ke MP3, lalu mengupload untuk anda para penggemar ketoprak.

Guna melengkapi memori anda tentang Mahesa Jenar, berikut ini kami sertakan pula Novel Mahesa jenar karya SH Mintarja dalam format CHM yang saya peroleh dari http://www.mahesajenar.com/about.html.  Sebagai tambahan, jika anda kesulitan membuka file CHM karena sistem anda Windows Vista, maka anda tinggal klik kanan file tsb, pilih properties, klik unblock, apply lalu OK dan nikamati novelnCover Uling Kuning Mbarang Amuk [800x600]ya.  Dalam kesempatan ini, perlu kami ucapkan terima kasih kepada Mas Aryo Sanjaya pemilik Blog http://www.mahesajenar.com/about.html, (Terima Kasih File CHM Mahesa Jenarnya).  Sedangkan untuk melihat sosok Mahesa Jenar yang legendaris itu, anda dapat membaca di Wikipedia.

Nah, guna memancing memori anda pada kejayaan radio dan teater tradisional ketoprak, berikut ini kami persembahkan Ketoprak Mataram Kodam IV Diponegoro dalam Cerita Mahesa Jenar (Nagasasra Sabuk Inten) dalam format MP3.

Jangankansaya, penjual kasetnyapun tidak tahu berapa banyak kaset yang ada dalam serial Mahesa Jenar tapi konon mencapai 40an.  Oleh karena itu rasanya hampir tidak mungkin saya memburu sekian banyak kaset yang sudah pu

nah puluhan tahun terakhir dan mengurutkannya dari awal.

Saya akan upload tiap episode yang saya dapatkan, lalu sil

Mahesa Jenar, Watugunung Lena

ahkan anda mengurutkannnya sendiri sembari mebaca Novelnya sebagai referensi. Judul lain akan saya upload segera setelah saya mendapatkannya.  Selamat menikmati.

DOWNLOAD MP3 KETOPRAK MATARAM SERI MAHESA JENAR

  1. Novel Mahesa Jenar Karya SH Mintarja (CHM)
  2. Geger Pangrantunan.
  3. Simarodra Tanding
  4. Wirasaba Liwung
  5. Geger Banyubiru
  6. Uling Kuning mBarang Amuk
  7. Watu Gunung Lena
  8. Mahesa Jenar Tanding
  9. Samparan Nebus Dosa
  10. Wewadi Ing Gunung Ijo