Arsip Kategori: MUSIK DAN LAGU

Mp3 Jazz – Ken Navarro

Ken+Navarro+Ken_NavarroNama ini saya kenal dari banyak album yang diberikan oleh Mas Wahyudiono kepada saya 3 tahun lalu yang kemudian menjadi pengunjung tetap di telinga saya.  Ketika itu, saya tidak mengetahu judul lagunya, karena dalam album Smooth Sensation (yang diberikannya keika itu)  hanya tertulis track 1, trak 2 dst.  Tetapi terdorong oleh keinginan untuk mendengar lebih banyak racikan gitaris kelahiran Italia 9 Juni 1953 itu, saya berusaha mendapatkan lebih banyak. Dan Akhirnya beberapa judul dari beberapa album berhasil saya dapatkan.

Ketika sencoba mencari referensi tentang musisi ini di Wikipedia Bahasa Indonesia ternyata saya tidak berhasil menemukan.  Tentunya, bukan karena namanya yang kurang  atau kurang beken untuk dibicarakan tetapi saya lebih percaya jika nama Ken Navarro luput dari amatan kontributor tulisan wikipedia, entah karena apa.  Padahal, jika anda mendengarkan Kim Waters, Mindy Abair, Brian Simpson dan Peter White anda akan merasakan adanya kesamaan nafas mereka.  Selain gitar, Kim menonjolkan percusi yang ketukannya runtut dan menurut saya sangat enak diikuti.  Artinya, mendengarkan Ken Navarro bukanlah pekerjaan susah.

Nah, Mas Wahyu.  Barangkali bisa memberikan referensi lebih lengkap tentang Ken Navarro???

Bagi yang ingin mencicipi, silahkan unduh beberapa file yang berhasil saya kumpulkan…..

All The Way

Dreaming Of Trains

Love Coloured Soul

Slow Dance

Smooth Sensation

The Grease Summer Light

The Meeting Places

Jazz –Sandhy Sondoro

Shandy SondoroSaya tidak berani menyamakan suara penyanyi ini mirip dengan siapa, tetapi jika tidak melihat namanya barangkali orang akan mengira bahwa penyanyi ini bukan dari Indonesia.  Ditelinga saya suara penyanyi yang satu ini punya corak American-African, semacam Al Jerrau, Bonne James atau entah siapa yang lain.

Selain Benny Likumahuwa dan Abdul And The Coffee Theory, Sandhy Sandoro adalah penyanyi Indonsia yang sering menghiasi telinga saya. Bagi saya, racikan musik saudata sepupu Ira Maya Sopha ini sangat bagus dimana komposisi tiap instrumen saling melengkapi, didukung dengan vocal yang memang “ngejazz” .

Pada tahun 2007, Shandy mencoba mengikuti Stefan Raabs song contest dan berhasil meraih posisi ke-5. Pada bulan April 2008, Shandy akhirnya mengeluarkan album indie yang berisikan lagu-lagu hasil ciptaanya yang berjudul “Why Dont We”. Single pertamanya yang berjudul “Shine” merupakan hasil kolaborasi dengan DJ Ibiza dan Dublex Inc yang masuk dalam chart hits di radio-radio di Eropa. Atas jasanya mengharumkan nama Indonesia, pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.

Pada tahun 2009, atas dorongan Brandon Stone seorang produser musik, Shandy mengikuti kontes New Wave. Kontes yang mirip dengan Idol ini merupakan salah satu event pencari bakat musik yang penting dan menarik jutaan pemirsa dan media internasional.

Shandy Sondoro1Shandy menjadi pemenang dari kontes ini bersama dengan seorang penyanyi Ukraina. Di kontes ini, Shandy membawakan beberapa lagu diantaranya When a man loves a woman dan sebuah lagu karangannya sendiri yang berjudul “End of the Rainbow”. Shandy mendapat nilai 10 dan standing ovation ketika menyanyikan lagu-lagu ini. Bahkan juri memuji keberaniannya karena dia membawakan lagu ciptaannya sendiri. Nama Shandy menjadi lebih kuat dan terkenal di dunia internasional setelah memenangkan kontes ini.

Walaupun sudah terkenal, Shandy masih tetap humble dan apa adanya. Wawancara dengan Metro TV bulan Desember kemarin memperlihatkan bagaimana humble dan sederhananya seorang Shandy Sandoro.

Di Indonesia sendiri, Shandy telah merilis singe “Malam Biru (Kasihku)” dan “End Of The Rainbow” yang tergabung dalam sebuah CD kompilasi. Shandy direncakan akan bekerjasama dengan Glenn Fredly pada album berikutnya. 

Nah, bagi anda yang ingin lebih dekat mengenal Sandhy Sondoro berikut ini beberapa lagu yang tergabung dalam Album Why Don’t We

  1. Bunga Mimpi
  2. Selamanya
  3. Why Don’t We
  4. Superstar
  5. End Of The Rainbow
  6. You And I
  7. In The Name Of Piece
  8. Down On The Streets
  9. I Don’t Know Where
  10. An Unordinary Lovely Friend
  11. People (Shall We Live for Money)
  12. Last Dance
  13. That’s The Way
  14. Don’t Let It Bring You Down

Jazz – Berkenalan dengan FATTBURGER

FATTBURGER

Sungguh, nama ini benar-benar asing ditelinga saya.  Bukan karena band nya, tetapi lebih karena keterbatasan referensi saya tentang musik.  Seperti telah berulangkali saya katakan, “oknum” yang bertanggung jawab atas perkenalan saya dengan jazz adalah Mas Wahyu sehingga apapun yang dia katakan tentang Jazz selalu saya turuti tanpa reserve.  “niku link mas brian ok banget . nyuwun tulung padosaken fattburger , niku kados shakatak . suwun .”  begitulan isi pesan yang saya terima dari Sang Gatutkaca.

COVERRindhik Asu digitik, segera saya coba cari fattburger.  Ternyata tidak gampang!!! Bagaimana sih orang ini bisa ngerti kelompok music yang google saja tidak bisa  memberikan jawaban yang memuaskan.  Maksudnya, link yang saya temukan tidak ada yang cuma-cuma.  Tetapi  ternyata teknologi memberikan hampir semua yang kita mau.  Akhirnya, dengan berbagai cara saya bsa mendapatkan fattburger.  Tidak Salah, semua lagunya terasa nyaman ditelinga.

Tentang Fattburger, saya mengutip dari Wikipedia Fattburger adalah grup jazz, dikategorikan dalam funk jazz-, jazz kontemporer, atau subgenre jazz fusion. Berdiri di San Diego pada awal 1980-an terdiri dari  Gentry Hollis, saxophone, Carl Evans Jr pada  keyboar, bass dipercayakan kepada  Mark Hunter, dengan drummer Kevin Koch, lalu ada Steve Laury pada gitar dan Tommy Aros pada  perkusi.

1197230937_fattburger4Setelah album pertama mereka, Gentry Hollis meninggalkan band untuk memulai karir solonya (tapi kembali sebagai anggota paruh waktu di tahun 1990-an) dan setelah rilis Come & Get It, Steve Laury juga meninggalkan untuk memulai karir solo. Akibatnya, album berikutnya, ” On A Roll,” adalah rekaman pertama Fattburger . Gitaris Evan Marks bergabung sebagai anggota tetap pada tahun 1995. Setelah album terbaru mereka, Work to Do (2004), Gentry Hollis meninggal pada 5 September 2006 dan Carl Evans Jr meninggal pada 10 April 2008.  Kemudian, Fattburger berkumpul kembali untuk bermain live di klub jazz Anthology pada tanggal 26 Juni 2009, menampilkan Allan Phillips sebagai keyboardist baru.  Sampai sekarang  band masih aktif masih tur.

CD Fattburger yang paling sukses secara komersial adalah ‘Sizzlin dan TGIFattburger, meskipun representasi terbaik dari kontemporer gaya mereka jazz-funk mungkin lima album sebelumnya On a Roll, Good News, Living in Paradise, Come and Get It, dan Time Will Tell.

Halahhh!!!! Tidak pantaslah, saya bicara musik.  Tugas saya cuma mempersiapkan telinga dan berbagi dengan anda.  Dan berikut ini beberapa lagu dari fatburger yang berhasil saya dapatkan,

  1. Fattburger – do that again
  2. Fattburger – oye como va
  3. Fattburger – Anythings Possible
  4. Fattburger – creepin’
  5. Fattburger – In Your Eyes
  6. Fattburger – groovin’ (on a sunday afternoon)
  7. Fattburger – show me the honey
  8. Fattburger – Soothing
  9. Fattburger – spice
  10. Fattburger – valencia
  11. Fattburger – 100 Ways
  12. Fattburger – Down Time
  13. Fattburger – I’m Just Sayin’
  14. Fattburger – work to do
  15. Fattburger – You’re the First, the Last, My Everything
  16. Fattburger – Blue Ridge Sunset
  17. Fattburger – sizzlin’
  18. Fattburger – The Lizard
  19. Fattburger – 59th Street
  20. Fattburger – ‘Almost An Angel’
  21. Fattburger – Any Two Can Play
  22. Fattburger – evil ways
  23. Fattburger – Fattburger
  24. Fattburger – Feel Like Making Love
  25. Fattburger – Flirtin’
  26. Fattburger – Golden Girl
  27. Fattburger – good news
  28. Fattburger – Groove Y2K
  29. Fattburger – Imagine That
  30. Fattburger – Night After Night
  31. Fattburger – One More Time
  32. Fattburger – Rachel
  33. Fattburger – Rittenhouse Square
  34. Fattburger – Same ole love
  35. Fattburger – South Coast Samba
  36. Fattburger – The Banana Bread Song
  37. Fattburger – the doctor
  38. Fattburger – trail of tears
  39. Fattburger – Who Put The Meat In My Bed
  40. Fattburger – You’re all i need
  41. Fattburger – you’ve got mail!

“mohon maaf link downloadnya belum terpasang mengingat file tidak mungkin untuk dikompres sehingga ukurannya cukup besar dan m

Jazz – Brian Simpson

Brian SimpsonAwalnya cuma terdorong oleh rasa kangen saya pada Mas Wahyu, lelaki gagah yang “andhap asor” itu, saya membuka file pemberiannya.  Perahatian saya tertuju pada lagu yang berjudul Bali dalam folder Brian Simpson.  Lalu saya putar lagu itu, dan saya nikmati semampu saya.  Ada nuansa bali tipis sekali disana yang menjadikan saya bertanya apa Bali yang dimaksud Brian itu adalah Bali Indonesia??? Ah, sudahlah! Itu tak penting untuk saya telusuri. Secara acak saya memutar lagu-lagu lain yang ada disitu.  Entah kenapa kuping kampung saya bisa saja menikmati dengan nyaman dan tuntas.

Penasaran saya mencoba melihat seperti apakah tampang orang yang bisa membuat racikan music sedemikian enaknya?  Saya melihat kemiripan Mas Wahyu dengan wajah ini, tenan! Tidak puas dengan apa yang telah diberikan Mas Wahyu, saya mencoba browsing lagi dan akhirnya menemukan link yang menyediakan lagu-lagu mister Brian ini.  Meski filenya besar, saya cukup bisa memaklumi karena racikan musiknya memang menuntut suara detil pada tiap instrumennya.

Brian SimpsonCoba simak salah Memory Of You dalam album Above The Clouds yang Cuma semenit durasinya itu.  Suara pianonya terasa begitu jelas dan sederhana.  Entah kenapa saya menyukai lagu itu.  Kemudian Summer End dalam album South Beach, dengan sangat jelas bisa kita dengarkan kekuatan percusinya yang ditabuh pada tempo lambat tapi ajeg.  Ah, saya jadi makin gak pantas saja mengulas musik, sebuah dunia yang hanya bisa saya nikmati dengan telinga.  Pingin sebenarnya saya mengetahui sedikit tentang musisi ini, tapi otak bebal saya tidak berhasil menemukan referensi apapun.  Tapi buat apa juga, sih??? Yang penting,  dengarkan saja!

Nah, bagi anda yang ingin bersama saya menikmati karya Brian Simpson, sumangga mister…..

  1. Brian Simpson – South Beach
  2. Brian Simpson – Above The Clouds
  3. Brian Simpson – It’s All Good
  4. Brian Simpson – Closer Still

Masih tentang Jazz – Mezzoforte

Beberapa hari lalu Metro TV,  mengabarkan bahwa  sebuah perhelatan music akan berlangsung di Istora Senayan tanggal 19 sampai 22 Oktober 2012, yang dua hari diantaranya (20 dan 21) akan tampil Mezzoforte, grup musik intrumental beraliran jazz fusion asal Islandia, dalam acara  yang bertajuk pagelaran Jakarta International Jazz Festival 2012 atau JakJazz 2012.

Tak banyak yang saya tahu kecuali Mezzoforte, adalah grup musik intrumental beraliran jazz fusion asal Islandia beraliran Jazz Fussion yang dibentuk sejak 1977 yang beranggotakan Eyþór Gunnarsson (keyboard), Jóhann Ásmundsson (bass), Gunnlaugur Briem ‘Gulli’ (drum), Friðrik Karlsson ‘Frissi’ (gitar), Óskar Guðjónsson (saxophones), Bruno Mueller (gitar), Sebastian Studnitzky (trumpet, keyboard), dan Thomas Dyani (perkusi).  Selama karirnya, Mezzoforte sudah meluncurkan 15 album antara lain seperti Mezzoforte (1979), Surprise Surprise (1982), Observations (1984), Playing for Time (1989), Daybreak (1993), Forward Motion (2004), Live In Reykjavik (2007), Volcanic (2010), dan Islands (July 2012).

Tiap kali berbicara jazz, nama Mas Wahyudiono selalu saja berkelebat.  Setahu saya dia menggemari (bahkan memahami) semua jenis music, termasuk jazz.  Saya membayangkan, beliau akan dengan khusyu menyaksikan acara ini kemudian dengan kalimat singkat akan mengapresiasi pagelaran tersebut.

Darisitulah tiba-tiba saya jadi tergelitik untuk melengkapi file music Mezzoforte yang dua tahun lalu saya mendaptakan dari Mas Wahyu. Sekali  lagi, saya bukanlah pengamat music ataupun penikmat. Juga bukan praktisi music. Saya hanya sedang berusaha mendengarkan music dengan cara saya sendiri

Hal lain, yang membuat saya memposting Mezzoforte adalah kerinduan saya pada sosok gagah teman saya tersebut.  Satu hal lagi, karena saya tidak mungkin bias menyaksikan pentas Mezzoforte, maka mendengarkan, cukuplah.

Beruntung  saya menemukan link dari beberapa album Mezzoforte yang bisa saya unduh untuk “belajar” mendengarkan.  Jika anda suka, silahkan download di link berikut:

  1. Mezzoforte – Daybreak
  2. Mezzoforte – Forward Motion
  3. Mezzoforte – Mezzoforte
  4. Mezzoforte – Monkey Fields
  5. Mezzoforte – No Limits
  6. Mezzoforte – Observations
  7. Mezzoforte – Octopus
  8. Mezzoforte – Playing for Time
  9. Mezzoforte – Rising
  10. Mezzoforte – Surprise Surprise
  11. Mezzoforte – Volcanic

Abdul & The Coffee Theory

Untuk kasus yang satu ini, saya terpaksa harus “menyalahkan” Mas Wahyudiono dan Mas Widjanarko.  Karena dari beliaulah, saya tergoda untuk berpendapat tentang kelompok music anak muda, Abdul & The Coffee Theory.

Betapa Tidak?  Setahun lalu, Mas Wahyu mengenalkan saya pada Dave Grussin (sampai dua buah lagunya, The Duke dan Either Way) begitu lekat ditelinga saya.  Ditambah lagi, 8 gb flasdisk lagu-lagu sejenis yang kemudian saya “maka”  begitu saja dan anehnya saya bias menikmati.  Juga ketika Mas Widjanarko mengirimkan 2 keping DVD dengan lagu sejenis seakan membuat saya ketagihan.

Nah, ketika beberapa hari yang lalu, sebuah stasiun TV swasta menyiarkan live sebuah kelompok music yang namanya saja baru saya kenal, Abdul & The Coffee Theory, saya teringat bahwa lagu-lagu yang dibawakan, terasa begitu akrab ditelinga saya.  Kelompok anak-anak muda ini tahu benar, bagaimana meracik instrument music untuk mendapatkan komposisi suara yang nyaman, dan enak dinikmati.  Bahkan saya sempatkan untuk secara bergantian memutar lagu-lagu Abdul & The Coffee Theory dengan Album Ken Nafaro (Sayang, mungkin Mas Wahyu Belum sempat menuliskan judulnya), saya merasakan aroma yang sama.

Boleh jadi, pendapat saya ini salah.  Tetapi Kata Mas Prabu tempo hari, tak ada yang salah dengan sebuah karya seni. Siiapapun boleh memberi  nilai untuk apapun.  Kesimpulannya, jika saya tiba-tiba mensejajarkan anak Medan ini dengan Ken Nafaro, ini adalah pendapat saya pribadi.  Pendeknya, saya menyukai lagu-lagu Abdul &The Coffee Theori.

Tak banyak yang saya ketahui tentang kelompok music ini, kecuali dua album yang saya dapatkan dari teman saya (tentunya setelah tidak berhasil download dari internet), yaitu Loveable yang dirilis tahun 2008 dan Love Theory taun 2010. Serta sedikit informasi tentang mereka.

Abdul & The Coffe Theory adalah group band yang menggunakan nama dari salah satu personelnya yang bernama lengkap Tengku Muhammad Abdullah Amin Anshari atau Abdul. Pria asli Medan ini sebelumnya adalah seorang solois dan sempat mengeluarkan album  tahun 2007

Bersama-sama temannya seperti Andrey Chiling (drum),Ono (kibord) dan Riza (bass), Abdul membuat  Abdul & The Coffe Theory

Dengan album pertamanya yang bertajuk ‘Lovable’ mampu membuat orang menyukai jenis musik mereka, termasuk lagu ‘Lagi-lagi Kamu’. Dengan lirik lagu yang sederhana mereka membuat lagunya terkesan natural. Ceritanya sendiri tentang seorang lelaki yang menyesal telah memutuskan kekasihnya karena dilakukan atas dasar emosi sesaat. Setelah putus baru ia bisa menyadari penyesalannya. Bahkan ia selalu memikirkan wanita tersebut. Seperti tak ada hal yang ia pikirkan kecuali mantan kekasihnya.

 Ya, sebagian orang pasti pernah merasakan saat-saat seperti itu. Oleh karena itu, meskipun aliran musik mereka adalah pop jazzy tapi mereka bisa memikat hati para pecinta musik dengan kekuatan lirik dari lagu yang mereka buat (dari : dutafm.net).

Anda ingin mencicipi?

Dari Album Loveable (2008)

  1. Abdul & The Coffee Theory – Beauty Is You
  2. Abdul & The Coffee Theory – Bodoh Untuk Setia
  3. Abdul & The Coffee Theory – Cahaya
  4. Abdul & The Coffee Theory – Dunia Ini Indah
  5. Abdul & The Coffee Theory – Jangan Bandingkan Aku
  6. Abdul & The Coffee Theory – Loveable
  7. Abdul & The Coffee Theory – Mr. Perfect (Tuan Sempurna)
  8. Abdul & The Coffee Theory – Tiada Batas (Menunggu)

Dari Album Love Theory (2010)

  1. Abdul & The Coffee Theory -  Aku Suka Caramu
  2. Abdul & The Coffee Theory -  Ku Cinta Kau Lebih Dari Kemarin
  3. Abdul & The Coffee Theory -  Proses Melupakanmu
  4. Abdul & The Coffee Theory – Agar Kau Mengerti
  5. Abdul & The Coffee Theory – Fun In Love
  6. Abdul & The Coffee Theory – Happy Ending
  7. Abdul & The Coffee Theory – Izinkan Aku
  8. Abdul & The Coffee Theory – Memutar Waktu
  9. Abdul & The Coffee Theory – Mulailah Dengan Cinta

Tembang Kenangan – Ade Manuhuttu

Setelah beberapa kali saya upload wayang, kethoprak dan lain-lain yang berbai “kejawen”, kali ini saya ajak anda untuk bernostalgia, kembali ke tahun 70an.  Saat dimana lagu Pop Indonesia benar-benar menjadi pilihan.  Ada banyak nama ketika itu.  Mulai dari Edy Silitonga, Broery Marantika, Bob Tutuply, Koes Hendratmo dan lain-lain.

Satu dari penyanyi yang kala itu suaranya banyak menghiasi acara musik di radio adalah Ade Manuhuttu.  Dua lagu yang ketika itu sering mengalun adalah Nona Anna dan Virgo.  Kendati tidak menjadi booming, akan tetapi kedua lagu tersebut terasa sangat monumental.  Entah karena apa karena kendati ketika  (dan sampai sekarang) saya tak bisa memahami kehebatan sebuah lagu, saya merasa lagu-lagu yang dibawakan Ade Manuhuttu masih sering menjadi pilihan untuk disenandungkan. Berangkat dari situlah, saya ingin mengajak untuk kembali menengok dan menikmati kembali saat dimana lagu dibuat sepenuh hati dengan konsep yang sederhana.

 Barangkali anda akan kecewa dengan hasil convert yang saya lakukan karena hasilnya kurang maksimal.  Kebeodohan dan keterbatasan saya dibidang audio editing ditunjang dengan kondisi kaset magnetik yang menjadi data awal saya sudah sangat usang, itulah alasan yang (ingin) saya kemukakan kepada anda.

 Tentang Ede Manuhuttu dapat anda liahat di Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Ade_Manuhutu sedangkan file MP3 lagu-lagu penyanyi yang sekarang menjadi pendeta itu, dapat anda nikmati dari link berikut, sekadar untuk tamba kangen

  1. Aku Yang tercampak
  2. Awal Jumpa
  3. Catharina Bunga Kampusku
  4. Dalam Dirimu Kutemui Cinta
  5. Nona Anna
  6. Dialah Wanita
  7. Kegersangan
  8. Hanya Untukmu
  9. Seandainya Aku Ini engkau
  10. Rangkaian Kata-kata
  11. Pekerja Tua
  12. Setelah Dirimu Tahu
  13. Selamat Berbahagia
  14. Sssttt….. Si Bertis Indah
  15. Surat Terakhir
  16. Virgo
  17. Yuli

Download MP3 – Mengenang Utha Likumahuwa

Kembali Indonesia kehilangan seorang musisi terbaiknya.  Utha Likumahuwa atau yang bernama lengkap Doa Putra Ebal Johan Likumahuwa meninggal di Jakarta, 13 September 2011 pada usia 56 tahun.

Cukup mengejutkan memang.  Karena beberapa hari terakhir dikabarkan kondisinya semakin membaik sepulang dari perawatannya di  Pekan baru.  Akan tetapi takdir berkata lain. Vokalis dengan suara khas ini meninggal dunia pada Selasa (13/9/2011) pukul 13.13 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.   Utha sempat menjalani operasi otak yang terkena penyempitan pembuluh darah akibat serangan stroke.

Sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com , sebelum wafat, Utha sempat beberapa kali dirawat di rumah sakit. Awalnya, pada hari Minggu (26/6/2011) malam, Utha sempat terjatuh saat duduk mengobrol bersama sang istri di Pekanbaru, Riau. Segera setelah melihat kejanggalan pada kondisi suaminya, istri Utha membawanya ke RS St Maria, Pekanbaru, Riau, Senin (27/6/2011) dini hari.

Sejak debut awalnya melalui hitsnya Esok Kan Masih Ada, secara pribadi saya menyukai penyanyi ini dan masuk dalam catalog penyanyi favorit saya.   Saya merasa, belum ada penyanyi yang memiliki vocal khas semacam Utha.  Sehingga lagu-lagunya terasa hanya pas jika dia yang membawakan.

Utha adalah paman dari penggebuk drum Barry Likumahuwa. Selama kariernya, ia telah membuat sedikitnya sepuluh album, di antaranya Bersatu Dalam Damai (1983), Puncak Asmara (1988), Untuk Apa Lagi (1990), dan Masih Ada Waktu (1991).

Baiklah, untuk mengenang Utha Likumahuwa, berikut ini beberapa lagu yang mungkin anda sukai.

  1. Bersatu Dalam Damai
  2. Dengarlah Suara Kami
  3. Dimana Harus Kucari
  4. Esok Kan Masih Ada
  5. Haruskah Ku Pergi
  6. Kau
  7. Kenyataan
  8. Puncak Asmara
  9. Sesaat Kau Hadir
  10. Sesal
  11. Tersiksa Lagi
  12. Untuk Apa Lagi

MP3 Tembang Kenangan – Black Brothers

Pada kurang lebih tahun 1975 saya yang tinggal di desa mendengar sebuah lagu dari radio (entah apa judulnya) tapi saya yakin, lagu tersebut dibawakan oleh kelompok musik Black Papas, karena setelah lagu tersebut selesai berkumandang, pembawa acara mengatakan …. “Demikian tadi Black Papas telah berlalu dari pendengaran kita melalui sebuah lagu yang sudah kita kenal semua

Beberapa hari kemudian, disaat ada kesempatan saya ke sebuah kota kabupaten, saya bermaksud membeli kaset yang beberapa hari lalu lagunya saya dengarkan. Hebatnya, ketika saya menyebutkan nama Black Papas, si penjaga toko tersebut tidak mengetahui dan menganggap saya salah sambil memastikan bahwa tidak ada group band dengan nama Black Papas. Dia juga memastikan bahwa yang saya maksud adalah Black Brothers sambil dia menyodorkan sebuah kaset pada saya. Karena malu (dan takut karena cah ndeso), saya beli saja saja kaset itu.

Sesampai dirumah, saya nikmati lagu-lagunya. Ketika itu, saya merasa bahwa lagu-lagu yang dibawakan Black Brothers sangat bagus. Enak didengar dan saya menyukainya hingga saya lupa pada Black Papas. Entahlah apa memang tidak ada band itu sudah tak lagi terfikir oleh saya, sampai beberapa hari yang lalu ketika saya menemukan kaset Black Brothers di pasar klithikan, cerita diatas terbayang lagi.

Group Band ini didirikan oleh Hengky Sumanti Miratoneng (alm) sekaligus sebagai lead vocal, didukung oleh Yohi Patipeiluhu (keyboard), Stevy Mambor (drummer), Amrey Kaha (saxophone), Agus Rumaropen (guitaris), Benny Betay (bassis). Tak banayk informasi yang bisa saya dapatkan dari Band hebat ini kecuali tentang issu keterlibatannya dengan Organisasi Papua Merdeka, meninggalnya Henky pada kurang lebih tahun 2006 dan upaya mengaransemen ulang lagu-lagu Black Brothers oleh kalangan musisi muda papua.

Kabar baiknya, saya berhasil memperbaiki kaset pita Black Brothers yang saya dapatkan di loakan (setelah berjuang siang malam) untuk kemudian saya convert ke format digital dan akan saya upload untuk anda yang hendak bernostalgia dengan band berambut kribo ini. Seperti biasa, saya selalu meminta maaf jika hasil ripping tidak memuaskan. Dan seperti biasa pula saya akan menyalahkan kondisi pita kaset yang memang sudah babak belur sejak awal untuk menutupi keterbatasan saya dalam hal audio editing!

Untuk cerita menganai Black Brothers silahkan anda browsing di internet. Ada banyak artikel, tulisan dan bahkan resensi untuk music-musiknya. Sedangkan bagi yang ingin mendengarkan lagi, suara Black Brothers dalam formt MP3, kami persilahkan download pada link dibawah ini.

1. Apuse
2. Ballada Dua remaja
3. Derita Tiada Akhir
4. Gadis Di Lembah Sunyi
5. Hari Kiamat
6. Hello
7. Hilang
8. Huembello
9. Irian Jaya
10. Kali Kemiri
11. Kenangan Novenmber
12. Keroncong Irian Jaya
13. Lonceng Kematian
14. Melati di Tanah gersang
15. Oh Sonya
16. Persipura
17. Putus Ditengah Kerinduan
18. Saman Doye
19. Terjalin Kembali,

Video Tayub Sragen – Geyong Kenthil

Jarang orang yang mengetahui, juga saya, siapa sebenarnya nama perempuan ini.  Dia dikenal dengan nama Suji.  Sinden Tayub Sragen yang cukup legendaris dan berjaya pada masanya.  Dia menjadi ikon Tayub cengkok Sragen karena suaranya yang khas, renyah dan apa adanya.

Anda tak akan menemukan vebrasi yang lembut ala penyanyi kroncong atau seriosa.  Alunan suaranya tidak melambangkan apapun kecuali sebuah kesederhanaan yang dikemas dalam bentuk kesenian yang sangat merakyat.  Anda juga tak akan menemukan wajah lembut khas kejawen seperti Sundari Soekotjo.  Berhidung mancung, bibir tipis merekah dan sanggul yang tak terlalu besar ditopang pundak ramping yang dibalut kain broklat lembut warna pastel.

Suji adalah sosok seniwati pinggiran yang matang karena hempasan jaman dan tumpukan kesahajaan yang tidak dipaksakan.  Dia tampil lugas apa adanya dan nyaris tanpa beban.  Dia menyanyi, menyanyilah dia tanpa hantu benar salah dan baik buruk.  Dia menyanyi karena memang harus menyanyi.  Selain Cao Glethak, Angleng, Celeng Mogok, dan Orek-orek, Geyong Kenthil adalah judul yang sering direquest para penayub.  Iramanya rancak, syairnya lugu dan ringan meski kadang terkesan nakal.  Coba perhatikan……….

…. Geyong mas, kenthil. Kenthil ya mas, geyong

Geyong ya mas, kenthil  ya mas ya.

Gilo-gilo walohe.  Nora kelong cukup butuhe.

Aja ngono lho dhik, aja ngono. Piye gek kepiyem, dhik.

Semarang kaline banjir, aja sumelang yen ra tak pikir

…. Geyong mas, kenthil. Kenthil ya mas, geyong

Geyong ya mas kenthil, ya mas ya.

Gilo-gilo walohe.  Karangpandan tawangmangu,

awan kencan bengi ketemu

Hanya begitu, dan cuma begitu.  Jika ada penambahan atau syair yang lain, hanyalah mengganti cakepan di akhir tiap baitnya.

…. Jarik kawung diwiru-wiru, atine bingung awakku kuru

Nonton kethek mangan gadhung, cedhak ledhek rawani ngam…pyang

Mlaku ngalor kepethuk uler, kathokmu kombor nggo buntel lemper

Nandur rawe neng galengan, ngesir kowe keleleren

Geyong Walohe, kenthil kruntile….

Nganggo belor pecahan gendul, mlaku ngalor, bali ngidul…

Dina minggu ora prei, tak tunggu-tunggu kok ora kok wehi….

 

Geyong Kenthil…… Aneh sekali judul itu.  Pengucapannyapun Cuma di bolak balik. Geyong mas kenthil. Kenthil mas geyong. Geyong mas kenthil, kenthil mas geyong…. Sulit sekali mencari maknanya.  Geyong adalah personifikasi sebuah benda yang menggantung dan bergoyang goyang jika tangkainya bergerak, sedang kenthil identik dengan benda yang senantiasa menempel kemanapun.  Geyong kenthil, meski menggantung dan bergerak (mungkin terasa ribet) tapi dia senantiasa menempel dan ikut kemanapun.  Geyong Mas, Kenthil….. Ha….ha…ha….

Ah, sudahlah.  Tak usah anda fikirkan bagaimana syair Geyong Kenthil dan apa maknanya. Nikmati saja!  Dan pastikan anda membayangkan seorang Suji, yang saya tahu rajin bekerja disawah.  Kulitnya hitam, ototnya kekar.  Maka ketika dia harus nyindhen dan terpaksa memakai bedak, akan kontras dan kadang luntur menampakkan gurat-gurat hitam karena bedak yang luntur oleh keringat.

Oh, Ya.  Kabar terakhir bu Suji telah pindah dari Dukuh Mentir, Pelok Sepur, Desa Bener Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen ke Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang.  Jauh dari kehidupan glamour artis lokal.  Ponsel, Spa, Senam Kebugaran,??? Ah, jangan tanyakan itu.  Bu Suji adalah warga desa biasa yang sekarang sering menjadi tukang adang (menanak nasi) di acara hajatan.  Tetapi bagaimanapun dia adalah ikon Tayub Gaya Sragen.  Suaranya masih terselamatkan!  Sejujurnya, saya lebih bangga Bu Suji yang berasal dari Sragen, bukannya Jupe atau Dewi Persik yang jelas lebih cantik.

Ah, Ngelantur….  Ayo mas… Geyong, kenthil.  Geyong Mas, Kenthil.  Kenthil Mas Geyong…..

Bagi yang kesulitan download yaoutube, silahkan memalui link berikut ini