Arsip Kategori: Klenengan Mat-matan

MP3 Gendhing Jawa – Klenengan Mat-matan

Memahami gendhing-gendhing jawa (saya menuliskannya “gendhing” –dan bukan gending disamping karena kaidah penulisan juga sekadar untuk memasatikan bahwa lidah jwa saya tidak salah melafalkannya) sungguh sangat tidak gampang. Ditelinga saya terasa hampir sama. Bagaimana tidak. Kata atau syair : ya mas, ya mas, gones-gones, eman-eman, witing klapa kalapa kang maksih mudha, hamiwiti, ujung jari balung randhaning kalapa, hamiwiti sindhen sendhoning pradangga, atmaja nata rahwana dan sebagainya, selalu saja muncul dalam setiap lagu.

Belum lagi jika sudah masuk dengan disebut gendhing, ketawang, jineman, ladrang dan lain-lain. Sungguh membuat saya semakin malu dengan diri sendiri yang berulangkali mengaku sangat bangga sebagai orang jawa. Yang merasa diri mencintai kesenian jawa dan yang dengan jumawa sok njawani. Saya bisa pastikan bahwa saya tidak sendirian. Masih banyak rekan-rekan lain yang enggan mengakui betapa tidak jawanya kita.

Kesadaran ini muncul tidak tiba-tiba. Rekan saya Wahyudiono didalam status FB nya beberapa waktu lalu seakan menggugah tidur panjang saya tentang kesenian jawa ketika menulis dengan lugas: “sayup-sayup terdengar randu kentir……….” Status yang terdengar ringan, tetapi “menyakitkan” (meminjam istilah mas Malix CJDW). Mas wahyu seakan menyentil saya untuk mencoba memulai dari awal sebelum masuk ke masalah kejawen secara lebih luas, yaitu lagu!

Sungguh saya tidak mengkhususkan konten dalam blog ini. Tetapi sebagian besar materi blog ini adalah segala seuatu yang ada hubungannya dengan kesenian jawa (bagian kecil dari budaya jawa) yang justru sudah banyak bertebaran di dunia maya. Oleh karenanya, sentilan Mas Wahyu tadi menggugah saya untuk mencoba mengupload file audio “lagu dan musik jawa” yaitu Gendhing Jawa. Sudah barang tentu ini bukan ajang untuk mengapresiasi, tetapi sekadar mengingatkan bahwa jawa mempunyai orkestrasi sendiri yang harus kita nikmati. Saya mengajak anda untuk bersama-sama mendengarkan dengan cara yang paling awam terlebih dahulu. Rasakan betapa nikmatnya.

Anda dengan mudah bisa membedakan suara Whiney Huston, Celine Dion, Iwan Fals, Ruth Sahanaya, Kris Dayanti kendati mereka bernyanyi dibawah orchestra yang berbeda. Tetapi tidak demikian dengan klenengan. Kecuali Nyi Condrolukito, anda akan sulit membedakan suara sinden apabila sudah berbaur orkestrasi gamelan. Suara mereka benar-benar menyatu dengan instrument music tradisional itu. Disinilah uniknya.

Nah, untuk anda yang ingin seperti saya, secara awam mendengarkan klenengan /gendhing-gendhing jawa, silahkan untuk mengunduh pada link berikut:

  1. Bawa Kuswaraga dawah_Gd._Kutut_Manggung_Pl.Br
  2. Bawa Raraturidha dhawah Gd. Gambirsawit Pancarena mawi kebar sekaran Gambyong, Laras Pelog Patet 6
  3. Bawa Retna Asmara dawah gd kembang widara ktmpn Ldr. Cangklek terus dolanan Pendisil Pl.6
  4. Bawa Retna Asmara dhawah Gendhing Randhukentir, minggah Ldr Ayun-ayun Kebar mawi Gogyg Laras Pelog Patet 6
  5. Bawa sekar ageng kumudasmara Rujak Sentul srundeng gosong ktw sinom wenigonjing
  6. Bawa SA Banjaransari dawah Gd Gandrungmanis Dhandhanggula Banjet Kljg Ldr Sarayuda
  7. Gd Mayangsari kljg Ldr Kapireta mandheg Nyekar Maskumambang Kasambet Ktw Pucung Wuyung
  8. Srepeg Mataraman mawi Ura2 Pangkur Rambangan katampen Srpg. Asmaradana kalajengaken Srpg. Durma Rambangan
  9. Srepeg Dhandhanggula Banjet Pelog Barang
  10. Pangkur Pamijen
  11. Ldr._Pangkur_Ngrenas_Pl.6
  12. Ldr Tebu Sak Uyun Slendro Menyura
  13. Ldr Kembang Kates Pelog 6
  14. Ldr Asmaradana Slendro Manyura
  15. Lcr. Baita Kandhas kljngkn Ldr. Gangsaran Pl.Br Panutup
  16. Jineman Uler Kambang – Ldr. Cikar Bobrok Sl.My