Arsip Kategori: UMUM

SEMALAM BERSAMA PSMS

Anggota PSMSMungkin sama seperti yang lain, ketika mendengar nama PSMS yang terlintas dibenak kita adalah Nama Klub Sepak Bola dari Sumatera Utara, Medan.  Tapi Bukan itu.  Kita tidak sedang berbicara tentang bola yang wadahnya kian hari kain carut  marut dan “njelehi” itu.  Tetapi kita sedang membicarakan kesenian, khususnya wayang.  Bersama PSMS pula saya berkesempatan mengenal kesenian dalam perspektif yang lebih luas, lebih gampang dan lebih akrab.

PSMS yang saya maksud adalah kependekan Penggemar Sejati Manteb Sudharsono “OYE”.  Sebuah paguyuban “informal” yang menyatukan para penggemar Pak Manteb.  Pada  ulang tahun mereka ke 2 Sabtu malam kemaren, digelar acara yang bertajuk Wisata Budaya yang puncaknya diselenggarakan di Monumen Jaten, Karanganyar yang dihadiri oleh berbagai kalangan.  Ada Mas Wahyudiono, Mas Edy Sujo, Mas Nanang HP, KI Gamblang Carito, Mas Sigid Ariyanto, Mas Putut, Mas Sri Kuncoro, Ki Boedi Pasopati, Mas Cahyo Kuntadi dan masih banyak lagi.

Wayang Kampung SebelahTerdorong keinginan saya untuk mengikuti acara tersebut dari awal, selepas Isya’ saya berangkat dari rumah.  Saya perkirakan jam 20.00 WIB saya bisa terlebih dahulu bersilaturahmi dengan orang-orang berdedikasi tinggi ini.  Kenyataannya, saya kecele.  Ketika saya sampai di Monumen Jaten, acara sudah dimulai.  Ini luar biasa, karena biasanya acara kesenian selalu molor.  Kekaguman saya kepada mereka semakin tak bisa saya sembunyikan.

Dimulai dengan Pagelaran Wayang Kampung Sebelah oleh Ki Jlitheng Suparman.  Saya tak hendak mengulas kehebatan seniman yang satu ini.  Setelah menyaksikan beberapa kali pementasannya, Mas Jlitheng seakan tidak pernah kekeringan ide.  Ada saja yang bisa dimasakknya sehingga menjadi hidangan yang menghibur, mendidik sekaligus membuka cakrawala baru tentang wayang.  Ditangannya wayang ibarat singkong yang bisa dimasak apapun dan hidangkan kapapun, dinikmati siapapun.  Tetapi tetap saja tidak kehilangan “ruh” pagelaran.  Ricik-ricik Banyumasan, misalnya,  digarap dengan sangat detil oleh Mas Jlitheng diawal pagelaran  membuat penonton lupa, pahwa yang tengah dinikmati adalah bunyi-bunyial alat musik modern.

Jam 22.00 WIB Giliran Ki Gambalng Carito menyemarakkan hajatan malam itu.  Sebelumnya saya telah diperkenalkan oleh Mas Wahyudiono dengan lelaki ganteng ini.  Kesan pertama saya, lelaki ini demikian lugas khas “majapahit”, egaliter, berwawasan luas dan memiliki aura sebagai seniman sejati.  Tidak salah dugaan saya.  Mas Gamblang  menampilkan demonstarsi melukis yang memang dipersembahkan untuk PSMS.

Ki Gamblang CaritoDiiringi gendhing reog ponorogo, mas Gamblang mencoretkan kuas diatas kanvas putih 75 cm X 100 cm. Warna biru dia sapukan di dua bagian, tengah bawah dalam bentuk garis dan lingkaran di pojok kiri atas.  Ada yang aneh dalam amatan saya dimana lingkaran itu dibuat dari kanan ke kiri tidak sebagaimana biasa kita membuat lingkaran.  Sayangnya, saya sampai lupa menanyakan (padahal ingin sekali), apakah beliau selalu begitu dalam mebuat lingkaran.  Lalu seperti kesetanan dia coretkan kuas kluwar – kluwer tidak karuan.  Sayangnya penonton yang demikian antusias makin mendekat dan mendesak saya sedemikian rupa sampai saya tidak tahu lagi apa yang Mas Gamblang kerjakan.  Empat belas menit kemudian lukisan selesai.

Saya berkesampatan melihat lukisan itu dari jarak yang sangat dekat beberapa saat setelah lukisan itu selesai.  Saya mencari dimana gambar lingkaran warna biru yang tadi saya lihat dicoretkan pria tampan ini?  Saya hanya melihat sedikit warna biru dari lukisan Mas Gamblang.  Bagaimana mungkin kuas pertama dicoretkan lalu ditumpuk tumpuk gebitu saja?? Saya sempat menanyakan beberapa hal kepada Mas Gamblang tentang lukisan itu selepas tengah malam sembari menyaksikan “sabet” mas Nanang HP.  Dialog singkat saya tentang Lukisan yang dipersembahkan Mas Gamblang kepada PSMS akan saya ceritakan dilain waktu.

Setelah Ki Gamblang CaEdy Sujorito ditampilkan wayang pakeliran padat oleh KI Suparno.  Ketika menyaksikan pementasan ini saya melihat kesan mewah dan glamour.  Betapa tidak. Ditengah simpingan wayang dengan prada emas yang gumebyar, gamelan dan wira pradangga dari Sanggar Bima dengan kekuatan penuh, tata lampu dan dutunjang busana yang dipakai Mas Parno sedemikian indahnya.  Ketika Mas parno memainkan wayang, terlihat beliau ngagem gelang ditangan kanan, keclap-keclap…. Wuihhh!!!

Kendati bukan dalang profesional, Ki Suparno Sukses menggelar Wiratha Parwa.  Ceritanya runtut, dialognya padat dan jelas dengan “ending” yang  sangat menyentuh.  Yang saya sempat kagum adalah kemampuan Ki Suwarno dalam hal sabetan.  Benar-benar khas Pak Manteb.  Salut untuk Ki Suparno!

Pukul 23.30 WIB acara terus berlangsung dan penonton belum beranjak dari tempatnya.  Betul-betul mereka ini pecinta wayang sejati.  Kali ini penyerahan Buku tulisan Mas Edy Sujo Kepada Pak Manteb Soedarsono.  Saya tidak tahu detilnya tetapi sedikit yang saya peroleh dari Mas Wahyudiono dan paparan singkat pembawa acara, buku ini berisi Catatan 40 pementasan Ki Manteb Sudarsono.  Ditulis dalam 2 bulan oleh Mas Edy Sujo.  Benar-benar prestasi yang tidak main-main.  Jika mau jujur, jarang seniman kita yang mau menyempatkan diri  membuat catatan pementasannya.  Oleh karena itu sebuah langkah maju telah diambil oleh Mas Edy Sujo yang berhasil “mendokumentasikan” pagelaran pak  Manteb.

Pak Manteb PidatoYang tidak kalah menarik adalah sambutan KI H Manteb Soedharsono.  Dalam pidato kebudayaan yang singkat itu, Pak Manteb berhasil memotret perkembangan kesenian di Indonesia.  Dengan bahasa yang halus dalam “sanggit” khas kejawen menurut saya pidato itu cukup tajam untuk menusuk berbagai kalangan.  Mulai dari pengambil kebijakan sampai para pelaku seni itu sendiri.  Tak kurang beliau menyampaikan keprihatinannya tentang rencana pemerintah untuk menerapkan Kurikulum 2013 yang menghilangkan Mulok (muatan lokal) Bahasa Jawa sampai kenyataan bahwa kesenian kita yang rawan di klaim oleh negara lain.  Diakhir sambutannya, Pak Manteb mempersilahkan kepada generasi muda siapapun juga yang ingin berdiskusi tentang Budaya pada umumnya, dan wayang pada khususnya.  Apapun, bahkan yang ingin bertanya Siapakah Isteri Patih Sengkuni….

Bungsu dari acara malam itu adalah Pagelaran Wayang yang dengan nyaris sempurna dibawakan oleh dalang muda berbakat Ki Nanang HP.  Saya lupa lakonnya, tetapi dalam amatan saya itu adalah Banjaran Karna.

Nanang HPDitangan Nanang HP, Sosok Adipati Karna yang tergambar dalam Serat Tripama benar benar bisa dimaknai.  Karna tampil sebagai manusia utuh dengan kulit, daging, nafsu, cinta dan rasa.  Selama ini saya sulit sekali membaca deskripsi tentang Adipati Karna.  Bagaimana mungkin Serat Tripama mencantumkan Adipati Karna sebagai manusia hebat sebanding dengan Kumbakarna dan Patih Suwanda.

Beberapa saat setelah pentas saya sempat bertanya kepada Mas Nanang.  Sebenarnya, Prabu Salya itu sayang apa tidak, sih sama Adipati Karna?  Lelaki berwajah imut ini dengan sangat tegas menjawab, sayang. Ya, memang benar adanya.  Dimata saya Prabu Salya sangat sayang kepada menantunya.  Tetapi fikiran bebal saya tidak mampu menterjemahkan dialog Pendapa Astina antara Salya dengan Karna dalam Lakon Kresna Duta oleh hampir semua dalang.  Tetapi satu kalimat Prabu Salya kepada Adipati karno yang malam itu digelar Mas Nanang, berhasil membuka mata, hati dan akal sehat saya: “….. Yoh, aku gelem dadi kusirmu, ning aku emoh mbok prentah!”

Sayangnya, keakraban dan kebersamaan itu harus terputus ketika matahari malu-malu menampakkan wajahnya.  Kami harus realistis menerima kenyataan bahwa kita tidak sedang di alam wayang.  Kita dialam realitas dan kita harus kembali menjalani realitas dan rutinitas masing-masing.  Bersama Mas Wahyu saya sowang-sowangan dengan manusia-manusia hebat penuh dedikasi, anggota PSMS.

Dalam  perjalanan pulang selepas mengantar Mas Wahyudiono ke Bandara enam jam setelah itu, saya masih berfikir keras, bagaimana mungkin sebuah kumpulan orang, – sebutlah crowd- tanpa struktur bisa bertemu dalam suasana akrab, egaliter, tidak ekskusif  dan saling memahami.  Jawaban saya cuma satu, wayang!  Ya, karena mereka melihat wayang dalam kacamata yang sama.

Selamat Untuk PSMS

MENAMPILKAN LYRIC LAGU DI MEDIA PLAYER

Kadangkala, ada keinginan kita untuk mendengarkan sebuah lagu sekaligus menghafalkan (atau setidaknya) mengerti lyric dari lagu yang kita dengarkan tersebut. Mencetak sekian banyak lembar catatan syair / lyric lagu bukanlah jawaban bijaksana. Melacak di mesin pencari adalah salah satu alternatif kendati tidak terlalu efektif.

Nampaknya hal paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah mengkolaburasikan antara player dengan plugin yang memungkinkan bias menampilakn syair / lyric secara otomatis.

Kabar baiknya hal semacam itu bukanlah sesuatu yang sulit kita lakukan di era komputerisasi seperti sekarang ini. Kabar buruknya, aplikasi ini bisa berjalalan hanya jika computer anda terhubung dengan internet.

Banyak perangkat lunak yang bisa melakukan tugas semacam itu tetapi yang ingin saya kemukakan disini adalah LYRICS PLUGIN bagi perangkat pemutas audio yang banyak dipakai oleh pengguna computer, yakni Winamp dan Windows Media Player.
1. Download file kecil (215 kb) masing-masing untuk WINAMP dan WINDOWS MEDIA PLAYER.
2. Instal file terebut di computer anda samapi ada pesan bahwa instalasi telah selesaiPhotobucket
3. Buka WMPr anda dan pastikan berada pada setting yang memunculkan lyric (Pilih tools >> Plugins >> lyrics plugin..)
4. Dalam beberapa kasus, WMP tidak bisa memunculkan lyric. Hal ini disebabkan database yang ada belum atau tidak dikenali oleh software ini. Solusinya adalah dengan mencarinya secara manualPhotobucket
5. Masukkan judul lagu + kata “lyric” (tanpa tanda kutip} : Misal bengawan solo lyric di bilah pencarian google. Jika sudah diketemukan, buka WMP anda yang tadi tidak mengenali lyric. Lihat gambar: pilih edit lalu paste lyric tadi disitu, kemudian simpan. Selesai.
6. Oh ya, tentunya file MP3 wayang Kulit, Klenengan belum ada di data base. Ada yang ingin melengkapi???
Selamat mencoba, semoga bermanfaat

Sekilas tentang Serat Wulangreh (tulisan ke 2)

Pada awalnya, ketika saya memposting tulisan ini sekedar untuk mengungkapkan uneg-uneg dan pendapat saya pribadi tentang Surat Wulangre. Tetapi setelah begitu banyak rekan yang meminta saya untuk melengkapi tulisan tersebut, maka sebatas kemampuan saya pasting lagi Yasa Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwana IV yang monumental terebut yang kali ini kita memasuki Pupuh III yakni Tembang Gambuh. Pupuh Ini meliputi 14 pada yang secera teknis sudah masuk ke inti Serat Wulangreh.

Dalam filosofi tembang Macapat, Gambuh merupakan perjalanan hidup dimana seseorang menginjak usia aanak-anak. Anad bingung dengan pernyataan ini??? Baiklah, sebelum membahas lebih jauh enambelas pada tembang macapat dalam Pupuh III serat Wulangreh, sedikit kami ingatkan memori anda tentang filosofi Tembang Macapat.

Kenapa disebut Tembang Macapat, akan kami sampaikan pada kesempatan yang akan datang. Yeng perlu saya gugah memori anda adalah Filsafat tembang Macapat itu sendiri. Tembang Macapat terdiri atas:
1. Mijil
2. Maskumambang
3. Gambuh
4. Sinom
5. Asmarandana
6. Dhandhanggula
7. Kinanthi
8. Durma
9. Pangkur
10. Megatruh
11. Pocung

Urutan dan penamaan Tembang Macapat tersaebut, melambangkan perjalanan hidup manusia. Mijil misalnya adalah lambang kehidupan awal manusia yaitutembang Macapat dimulai dari kelahiran. Tetapi perlu diingat bahwa dalam karangan yang berwujud tembang semacam Serat Wulangreh tidak hasrus selalu dimulai dengan Tembang Miji. Tetapi jenis tembang yang dirangkum dalam pupuh, lebih pada upaya memberikan “ruh” dan “semangat” serta “watak” dari pada yang diwakilinya.

Watak dari tembah Mijil mewakili semangat kelahiran manusia. Sebagaimana diketahui, ketika “mijil” atau lahir, manusia tidak memiliki kekuatan apapun. Dia sangat tergantung kepada kemurahan lingkungannya (Baca: ayah dan ibunya). Sehingga watak dan karakter tembang mijil adalah bentuk “kapasrahan total seorang anak kepada orang tuanya. Kepasrahan ini buka karena kesadaran tetapi pasarahnya seorang bayi ketika lahir adalah karena naluri. Disini yang menjadi sasaran dari tembang mijil dititik beratkan pada tanggung jawab orang tua.

Maskumambang adalah perwatakan manusia setelah Mijil. Bagai emas yang kumambang (emas yang berada diatas air),indah dan sangat berharga. Itulah keadaan manusia beberapa saat setrelah lahir sampai beberapa tahuin kedepan. Manja, tak mau mengalah, ingin dilihat, dipuji dan berwatakan kanank-kanak yang lain akan sangat manis apabila dikemas dalam tembang mas kumambang.

Setelah itu Gambuh. Begitulah karakter anak adolesensia. Bukan anak-anak tetapi juga belum remaja. Masa=masa peralihan semacam ini adalah usia “cuek” dan semau gue. Gambuh adalah kata lain dari ungkapan “embuh”, persetan! Usia ini anak-anak memiliki karakteristik kaduk wani kurang duga, terlalu bersar keberanian tanpa duga (perhitungan).

Nilai filosofis apa yang terkandung dalam Pupuh III Serat Wulangreh dapat dilihat dari pada-pada yang dirangkai berikut ini. Saya yakin, bukan tanpa alasan Manguknegara IV memilih tembang Gambuh untuk memulai materi serat Wulangreh. Oleh karena itu, marilah kita cermati Pupuh III, berikut ini.

Dalam bait-bait pada pupuh III, Ngarsa Dalem benar benar mengucapkan tanpa beban., Sesuai dengan watak tembang Gambuh, pupuh berikut banyak kalimat-kalimat vulgar yang kadang terasa kasar. Tapi begitulah realita yang dihadapi Mangkunegara IV yang pada kenyataannya masih sangat relevan sampai sekarang.
Sementara lupakan dulu makna filosofis tembang macapat yang belum kita bahas, antara lain : Sinom Asmarandana, Dhandhanggula, Kinanthi, Durma, Pangkur, Megatruh ndan Pocung.
Kita mulai lagi membahas Serat Wulangreh, melanjutkan postingan saya terdahulu

SERAT WULANGREH
Yasa Dalem : Sri Susuhunan Pakubuwana IV
Lanjutan dari pupuh I dan II

PUPUH III
G A M B U H
01
Sekar gambuh ping catur,
kang cinatur polah kang kelantur,
tanpa tutur katula-tula katali,
kadaluwarsa katutuh
kapatuh pan dadi awon.

Tembang gambuh yang keempat
Yang dibicarakan, (adalah) tingkah laku yang kebablasan
Tanpa kata (benar) terbata-bata tidak karuan
Kalau sudah terlanjur, siapa yang disalahkan
Biasa (seperti itu) akan menjadi buruk

Pada tembang gambuh yang keempat, merupakan potret watak buruk manuasia yang tidak pantas untuk diteladani. Manusia yang pada umumnya suka berbicara tidak menentu. Pada akhirnya penyesalan akan selalu datang terlambat. JIka hal semacam itu dilakukan, tak ada yang bisa disalahkan. Watak buruk manusia jenis ini banyak diketemukan terlebih disjaman sekarang. Berbicara berlebihan, membual, menghujat dan bergunjing seakan menjadi konsumsi sehari-hari. Infotainment, debat adalah bentuk konkrit yang sudah dideskripsikan oleh Mangkunegara 4 lima sejak abad yang lalu.

02
Aja nganti kebanjur,
barang polah ingkang nora jujur,
yen kebanjur kojur sayekti tan becik,
becik ngupayaa iku,
pitutur ingkang sayektos.

Jangan sampai terlanjur
Segala tindakan yang tidak jujur
Kalau terlanjur sungguh sangat tidak baik
Lebih baik carilah
Petujuk (ajaran) yang sebenarnya

Oleh karena itu, kanjeng Susuhunan sudah memberikan “warning” untuk kita tidak terlanjur pada perbuatan yang tidak jujur. Karena apabila sudah terlanjur (terucap) semuanya akan menjadi tidak baik.
Sekali lagi, Wulangreh mengingatkan (lamun sira anggeguru kaki, amiliha manungsa kang nyata dst….) , pada pada ini ditutup dengan peringatan untuk lebih baik belajar dengan berdasar pada ajaran yang sebenarnyaa.

03
Pitutur kang bener iku,
sayektine kang iku tiniru,
nadyan melu saking wong sudra papeki,
lamun becik wurukipun,
iku pantes sira anggo.

Nasihat yang betul itu
Sesungguhnya itulah yang harus ditiru
Meski datang dari orang yang hina dina
Jika baik ajarannya
Itu pantas kamu pakai

Dalam masalah ilmu, Mangkunegara IV tidak pernah membuat diskriminasi. Karena masalah benar-dan salah adalah masalah rasa bukan masalah ilmu semata. Benar dan salah adalah hakikat. Barangkali Kanjeng Susuhunan bermaksud menegaskan Sabda Rasullulah SAW untuk tidak melihat siapa yang berkata tetapi lihatlah apa yang dikatakan. Nasihat, meski datang dari orang kalangan manapun harus tetap didengarkan (dan dilaksanakan) sepanjang nasihat itu bertujuan baik.

04
Ana pocapanipun,
adiguna adigang adigung,
pan adigang, kidang adigung pinasti,
adiguna ula iku,
telu pisan mati samyoh.

Ada sebuah pepatah
Adigana, adigang, adigung
Adigang itu watak kijang, adigigung sudah pasti
Adiguna itu ular
Ketiga-tiganya mati bersama

Watak terburuk manusia adalah adigang, adigung dan adiguna. Ketiga watyak itu harus dihindari pleh siapapun karena tidak ada baiknya sama sekali.  Ketiga watak itu direpresentasikan dengan perilaku dan watak binatang. Adigang adalah watak kijang. Adigung adalah watak Gajah dan Adiguna adalah watak ular.

05
Sikidang umbagipun,
ngendelaken kebat lumpatipun,
pan si gajah angendelken gung ainggil,
ula ngendelaken iku,
mandine kalamun nyakot.

Kijang dikatakan begitu
Memamerkan cepat larinya
Kalau Gajah menyombongkan tubuhnya yang tinggi besar
Sedang ular yang diandalkan adalah
Ampuhnya bisa(racun) jika menggigit

Disebut berwatak adigang, karena kijang suka membanggakan diri dengan kecepatannya dalam berlari. Representasi kijang ini seringkali diketemukan sebagai watak manusia yang suka pamer pada kekayaannya. Dengan kata lain watak adigang adalah watak buruk manusia yang diperbudan dan membagakan diri pada kekayaan materi.
Sementara Gajah yang berwatak adigung adalah lambang manusia yang membanggakan diri dengan kekuasaan yang dimilikinya. Jabatan yang tinggi dan kedudukan yang strategis baik didalam maupun diluar pemerintahan akan menjadi racun dalam hidupnya karena virus kekuasaan akan senantiasa menjadi watak abadi manusia. Wulangreh mengingatkan agar manusia tidak memiliki watak Adigung seperti gajah. Kekuasaan tidaklah abadi. Pangkat dan jabatan hanyalah sampiran yang pada khirnya justru akan menjerat dirinya.
Kemudian Adiguna. Watak ini biasa melekat pada manusia yang merasa dirinya pandai. Kepandaian yang dimiliki oleh Kanjeng Susuhunan diibaratkan seperti ular yang menyombongkan diri dengan bisanya yang ampuh dan mematikan. Adiguna adalah watak manusia yang sombong dan congkak dengan ilmunya. Dia merasa bahwa ilmu yang dimiliki bisa untuk melakukan apa saja bahkan membalik takdir dan keadaan.

06
Iku upamanipun,
aja ngendelaken sira iku,
tukang Nata iya sapa kumawani,
iku ambeke wong digung,
ing wasana dadi asor.

Itulah ibaratnya
Janganlah kamu menyombongkan diri
Mentang-mentang dirimu Raja, siapa yang berani
Itu watak orang yang adigung
Akhirnya juga aakan jadi hina

Bagaimanapun sifat sombong atas kelebihan yang dimiliki seseorang tidaklah patut dipelihara. Metafora yang daimbil Mangkunegara IV pada akhirnya akan menjadi watak yang hina karena adigang, adigung adiguna akan menjadi jerat bagi perilakunya sendiri. Kijang, gajah dan ular adalah personifikasi yang tepat bagi watak buruk manusia.

07
Ambek digang puniku,
angungasaken kasuranipun,
para tantang candala anyenyampahi,
tinemenan boya purun,
satemah dadi geguyon.

Sedangkan watak adigang itu
Memamerkan kekuatannya
Siapa saja ditantang sambil menyumpah-nyumpah
Tapi taka ada yang mau (melayani tantangannya)
Akhirnya justru jadi tertawaan.

Mengenai watak adigang yang memamerkan kekayaan dan materi sebagai kekuatan seringkali membuat seseorang lupa diri. Dia akan memandang rendah orang lain dan biasanya tidak segan menggunakan kata-kata kasar dan kotor.
Lihatlah “kijang-kijang” njaman sekarang. Kekayaan yang dimilikinya telah membuatnya lupa diri dan menantang siapa saja. Tidak peduli dia memiliki kemampuan atau tidak, kekayaannya telah membuatnya menjadi penguasa. Bupati, anggota DPR, aArtis adalah bukti yang tak terelakkan dari watak kijang. Hartanya telah membuatnya tergoda untuk memperoleh kekuasaan dan legitimasi bahwa dia bukan hanya kaya dibidang materi, tetapi juga “pintar” dan “berkuasa”. Secara tidak mereka sadari, rakyat akhirnya melihat dan mentertawakan kelakuan mereka.

08
Ing wong urip puniku,
aja nganggo ambek kang tetelu,
anganggowa rereh ririh ngatiati,
kawang-kawang barang laku,
den waskitha solahing wong.

Orang hidup itu
Jangan memakai watak ketiga-tiganya (adigang, adiging, adiguna)
Pakailah kesabaran, kehalusan dan kehati-hatian
Semua tindak dan tingkah laku
Waspada terhadap tindakan orang

Ada solusi untuk mengatasi virus adigang aduigung dan adiguna, yaitu kehalusan budi pekerti, kesabaran dan kehati-hatian. Semua tindakan dan tingkah laku seharusnyalah mengindari watak adigang, adigung, adiguna. Dengan berbekal kehalusan budi pekerti, manusia akan mampu merasakan penderitaan orang lain. Jiwanya akan menjadi peka dan rasa kepedulian terhadap lingkungan akan menjadi tinggi. Jika diberikan kesermpatan berkuasa dia akan mampu mendengar penderitaan rakyat.
Kesabaran juga menjadi alat untuk menghadang badai watak kebidatangan manusia. Dengan kesabaran seorang pemimpin akan menggunakan hatinya dalam menangani tiap permasalahan.
Sedangkan kehati-hatian diperlukan untuk mengantisipasi watak adiguna. Hal ini bisa difahami, kependaian akan membuat orang lupa diri dan kurang berhati-hati.

09
Dening tetelu iku,
si kidang suka ing panitipun,
pan si gajah alena patinireki,
si ula ing patinipun,
ngedelken upase mandos.

Karena ketiga-tiganya itu
Si Kijang suka pada sanjungan
Sedangkan gajah, jika ceropoh akan mati juga
Sedang matinya ular
Justru pada bisanya yang ampuh

Yang paling mungkin terjadi apabila kita berwatak adigang, adigung dan adiguna adalah mati atau celaka karena perbuatan diri kita sendiri. Si Kijang akan terlena dengan sanjungan yang dioterimanya.. Gajah, karena kekuatannya dan Ular akan mati oleh bisanya sendiri.

10
Tetelu pan nora patut,
yen tiniru mapan dadi luput,
titikane wong anom kurang wewadi,
bungah akeh wong kang nggunggung,
wekasane kajalomprong.

Ketiga-tiganya sungguh tak pantas
Jika ditiru justru kan menjadi salah (fatal)
Ciri-ciri anak muda kurang menjaga diri
Banyak orang yang menyanjung
Akhirnya akan terjerumus

Wulangreh melihat ketiga watak tersebut sebagai hal yang sama sekali tidak patut. Apabila kita meniru watak Gajah, Kijang dan Ular justru akan menjadi kesalahan fatal yang tak termaafkan.  Celakanya, watak-watak semacam ini justru rawan dikalangan anak muda. Anak muda biasanya belum mampu menahan diri terhadap sanjungan. Belum kuat menerima beban seperti gajah dan belum peka terhadap kekuatan bisa. Anak muda yang dikaruniai kekayaan (entah karena usahanya sendiri atau pemberian orang tua) sangat riskan terhadap sanjungan. Jika tidak hati-hati dia akan terjerumus pada hal-hal negatif. (Narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya adalah bukti dari peringatan watak kijang tadi)
Sementara itu, anak muda yang sudah dipercaya memegang kekuasaan, dia akan sangat beresiko terhadap kiemampuannya memilah dan memilih serta mengambilan. Gajah adalah representasi yang tepat bagi anak muda yang deikaruniai kesempatan memegang kekuasaan. Lihatlah ketua-ketua partai yang berusia muda seringkali lalai bahwa dirinya membawa watak gajah yang sungguh sangat berbahaya tanpa pengelolaan.
Lalu adiguna bagi anak muda bagaimana? Mereka adalah generasi yang matang sebelum waktunya. Kepandaian secara akademik ternyata tidak menjadi jaminan dia akan bijaksana dalam pergaulan hidup di lingkungannya. Itulah sebabnya, beberapa kalangan pendidik mempertanyakan efektivitas kelas akselerasi dan kelas-kelas khusu dalam sekolah formal.

11
Kumprung wong pengung bingung,
wekasane lali nora eling,
yen den gunggung katone amuncu-muncu,
wong pengung sangsaya dadi,
kaya wudun meh mencothot.

Maklumlah orang bodoh yang bingng
Akhirnya lupa tidak ingat
Disanjung menjadi salah tingkah (mulutnya mencibir)
Kebodohannya semakin menjadi
Mirip bisul yang mau pecah

Anda tahu bagaimana bisul yang akan pecah? Pada bait ini Mangkunegara dengan sangat jenaka mengibaratkan orang yang telah diselimuti watak adiguna. Boleh jadi secara akademik dia pandai, tetapi tidak dalam aplikasinya. Ketika disanjung tak jarang akan membuatnya salah tingkah. Mulutnya cengar cengir, bloon dan kebodohannya semakin tidak bisa disembunyikan. Banyak personifikasi buruk untuk orang semacam ini, tetapi bisul yang akan pecah sungguh personifikasi yang sangat tepat.

12
Ing uwong kang anggunggung,
mung sepele iku pamrihipun,
mung warege wadhuke klimising lathi,
lan telese gondhangipun,
rerubo alaning uwong.

Sementara orang yang menyanjung
Cuma sederhana tujuannya
Yaitu kenyangnya perut dan berminyaknya mulut
Dan basahnya benggorokan
Bersandar pada kejelekan orang

Tak bisa dipungkiri, ada yang bermaiksud mengail diair keruh. Orang yang tadinya menyanjung memanfaatkan semua kebodohan ini dengan tujuan yang sangat sederhana, yaitu mulut, perut dan isi perut! Tidak peduli apa akibat atas orang yang disanjungnya yang penting tujuannya bisa tercapai. Maka berhati-hatilah terhadap orang semacam ini. Kembali adiguna menjadi watak yang paling bertanggung jawab atas kebobrokan perilaku manusia.

13
Amrih wareke iku,
yen wus warek gawe nuli gawe umuk,
kang wong akeh kang sinuprih padha wedi,
amasti tanpa pisungsung,
adol sanggap sakehing wong.

Untuk kenyangnya itu
Jika sudah kenyang lantas mengamuk
Dengan harapan orang banyak menjadi takut
Dan memastikan tanpa pemberian
Menjual perhatian kepada banyak orang

Karakter manusia jawa sejak awal boleh jadi sudah menjadi sorotan Sri Susuhunan Mangkunegara IV. Kebiasaan kita adalah jika sudah kenyang (terutama minuman keras) biasanya akan mengamuk. Tujuannya adalah agar orang menjadi takaut. Orang semacam ini biasa menjual perhatian kepada banyak orang. Dia mencari perhatian untuk sebuah sanjungan yang bisa membuatnya berbesar hati.
Kenyataanya, pada saat ini memang karakter orang semacam ini banyak ditemui. Dia masuk ke semua lini bahkan sampai ke pemerintahan, baik legeslatif eksekutif maupun yudikatif. Akibatnya badut-badut yang mabuk dan kekenyangan seringkali terlihat menghiasi kancah politik dan pemerintahan kita.

14
Yen wong mangkono iku,
nora pantes pedhak lan wong agung,
nora wurung anuntun panggawe juti,
nanging ana pantesipun,
wong mangkono didhedhoplok.

Jika orang yang demikian itu
Tidaqk pantas dekat dengan orang besar
Pada akhirnya cuma akan membawa perbuatan nista
Tapi ada baiknya juga,
Orang semacam itu ditendang saja

Padahal, sebenarnya (atau idealnya) orang semacam ini tabu dan tidak pantas berdekatan dengan orang-orang besar. Tetapi kenyataan yang kita terima justyru ironis. Mereka bukan saja denkat,k tetapi justrui menjadi bagian dari orang-orang besar itu. Ironi ini sudah mampu terbaca oleh Mangkunegara IV karenaq boleh jadi salah satu referensi Wulangreh adalah pengalaman pribadi pengarangnya yang kebetulan adalah pengambil keputusan di Kasunanan mangkunegaran pada masa itu.

15
Aja kakehan sanggup,
durung weruh tuture agupruk,
tutur nempil panganggepe wruh pribadi,
pangrasane keh wong nggunggung,
kang wus weruh amelengos.

Jangan terlalu banyak berjanji
Belum tahu saja, bicaranya sudah berlebihan
Berbicara Cuma meniru, seakan tahu dengan mata kepala sendiri
Dikiranya orang banyak akan menyanjung
(tapi) yang sudah tahu akan membuang muka

Yang paling menjengkelkan dari semuanya adalah orang yang banyak berjanji (sekarang banyak kita tremukan orang semacam itu). Mereka berlagak mengetahui sesuatu dan mampu menjalankan sesuatu, padahal jelas diantara mereka tidak mempunyai pengalaman sama sekali. Jangankan pengalaman, melihatpun belum harus memaksakan diri menuruti rasa serakahnya menjadi pemimpin.
Celakanya, karena ketamaklan dan keserakahannya sekarang dia banyak berada di strata pengambil keputusan. Mereka adalah orang-orang yang salah dan berada di tempat yang salah pula.

16
Aja nganggo sireku,
kalakuwan kang mangkono iku,
nora wurung cinirenen den titeni,
mring pawong sanak kang weruh,
nora nana kang pitados.

Janganlah engkau memakai
Kelakuan yang seperti itu
Paling-paling akan dicatat dan diingat
Oleh siapa saja yang mengetahui
Tak akan ada yang percaya

Sekali lagi Wulangreh mengingatkan untuk tidak memakai atau menyandang watak itu. Karena betapapun apa yang kita lakukan akan menjadi catatan sejarah. Jika kelakuan semacam itu tetap saja dipertahankan, orang justru akan tidak percaya

******************BERSAMBUNG**********************

A Few Good Men

Judul diatas mungkin mengingatkan anda pada sebuah judul film yang dengan cemerlang dibintangi oleh Tom Cruise, Demi Moore dan Jack Nicholson.  Menceritakan perjuangan seorang oditur militer untuk menyeret seorang perwira yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang calon prajurit karena dianggapnya terlalu lamban sehingga dimungkinkan akan menyulitkan korpnya.

Saya tak hendak menceritakan film itu, karena saya yakin anda akan lebih fasih melakukannya.  Saya hanya tertarik untuk mengutip judul film tersebut sebagai judul postingan saya kali ini, sebagai metafora tekad salah seorang teman saya yang telah dengan tulus membantu melengkapi materi blog ini.  Singkatnya, ternyata masih banyak orang yang peduli pada kesenian jawa, atau lebih ekstrim lagi pada blog ini.  Bagaimana tidak?

Setelah banyak memberikan bantuan mulai dari saran, pendapat, kritik sampai materi dan bahkan finansial,  menjelang ramadan yang lalu, rekan saya ini menelpon saya dan mengatakan akan mengirimkan kaset magnetik kepada saya untuk saya convert ke digital.  Saya sungguh merasa sangat terhormat dipercaya untuk hal itu.  Kemampuan saya di bidang ripping audio jelas tidak akan sesuai harapannya.  Semantara, dia bisa saja memerintahkan ahli video / audio yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Dua hari lalu ponsel jelek saya member isyarat adanya sebuah pesan singkat.  Dan benar saja, melalui PT Herona dikabarkan bahwa kaset sudah dikirim dan bisa saya ambil esok harinya.  Rasanya duapuluh empat jam terasa sangat lama menjelang kiriman itu datang.  Bukan Indonesia namanya jika tidak terlambat.  Saya harus menelan kekecewaan karena ternyata kiriman itu harus tertunda setidaknya satu hari.  Sejujurnya, ini justru membuat saya semakin penasaran saja.  Baru kemaren sore, 10 september 2011 sembari menjemput anak pulang sekolah saya mampir untuk mengambil kiriman dari abangku tersayang ini.

Astaga! Paket itu ternyata sebuah bungkusan dos besar seberat lebih dari 20 kg.  Dikemas dengan sangat rapi, mencerminkan pribadi pengirimnya.  Jika tidak diinformasikan sebelumnya hampir tidak mengira jika itu kaset pita lakon wayang kulit yang tidak sedikit jumlahnya, 17 judul atau 136 buah.

Inilah kaset-kaset itu

  1. Ki Manteb Soedarsono – Gandamana Sayembara
  2. KI Nartosabdho – Rama Gandrung (Ramayana II, Sinta Cinidra – Subali Gugur)
  3. Ki H Anom Soeroto – Narayana Kridha Brata
  4. Ki H Anom Soeroto – Wahyu Sri Cemani
  5. Ki H Anom Soeroto – Wahyu Kembar
  6. Ki H Anom Soeroto – Semar Maneges
  7. Ki H Anom Soeroto – Kangsa Adu Jago
  8. Ki H Anom Soeroto – Parta Krama
  9. Ki H Anom Soeroto – Wahyu Makutharama
  10. Ki H Anom Soeroto – Kresna Duta
  11. Ki H Anom Soeroto – Suluhan Gatutkaca Gugur
  12. Ki H Anom Soeroto – Jayadrata & Burisrawa Lena
  13. Ki H Anom Soeroto – Ranjapan Abimanyu Gugur
  14. Ki H Anom Soeroto – Dewa Ruci
  15. Ki H Anom Soeroto – Bisma Gugur
  16. Ki H Anom Soeroto – Durna Gugur
  17. Ki H Anom Soeroto – Duryudana Gugur

Selepas makan malam, saya mencoba dan memulai mengkonvert kaset itu.  Saya tidak pernah berfikir kapan saya akan selesai menjadikan kaset-kaset ini menjadi file digital audio berformat mp3 standard, karena dengan rata-rata 1 jam masing-masing kaset saja memakan waktu 136 jam tanpa henti.  Jika sehari saya rekam 5 kaset saja setidaknya dua minggu baru selesai.  Ah, sudahlah!  Saya dengan senang hati saya akan melakukannya.  Sekarang, tiga hari kemudian ketia saya posting tulisan ini, Kangsa Adu Jago, Kresna Duta, Gatutkaca Gugur sudah selesai saya convert.

Inilah yang diawal posting saya sebut sebagai A Few Good Men.  Dari sekian banyak orang-orang baik yang peduli pada kesenian jawa, beliau salah satunya!

Diluar semua itu, pada akhirnya saya nanti akan berbagi dengan anda semua. Salam!

BELAJAR AKSARA JAWA DENGAN HANACARAKA VER 1.0

Saya yakin, banyak diantara anda yang sudah memiliki program semacam ini, misalnya pallawa dsb.  Akan tetapi saya merasa tidak ada salahnya apabila saya kembali mengingatkan untuk kembali belajar Aksara Jawa (tentunya bagi yang belum faham) sebagai sarana referensi dan upaya “nguri-uri” budaya jawa yang konon dikenal adiluhung.

Program ini sangat kecil (20,5kb) dan mudah digunakan.  Dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta lebih dari lima tahun yang lalu.  Saya tidak tahu apakah ini melanggar hak cipta atau tidak tetapi jauh dihati saya cuma sekadar ingin berbagi kepada anda.  Kepada berbagai fihak, mohon maaf.

  1. Program Hanacaraka Ver 1.0 dapat diunduh disini
  2. Install program tersebut seperti biasa
  3. Hanacaraka Ver 1 dapat digunakan

EBook SERAT WULANGREH

SERAT WULANGREH

Yasa Dalem Sri Susuhunan Pakubuwana IV

 

Awalnya adalah Pakdhe Bagio, pepundhen sekaligus guru saya yang mengomentari status saya di facebook ketika saya mengutip Pupuh IV Tembang Pangkur dari Serat Wulangreh, karangan Sri Susuhunan Pakubuwana IV  Tembang Pangkur pada ke 2

 

“Deduga lawan prayoga

Myang watara reringa away lali

Iku parabot satuhu, tan kena tininggala

Tangi lungguh angadeg tuwin lumaku

Angucap meneng anendra

Duga-duga nora keri”

Semula, status itu saya tulis hanya untuk mengungkapkan hati saya ketika 30 tahun lalu Pak Jumadi Guru SD saya mengajarkan tembang itu untuk lomba macapat.  Dan saya tidak pernah menang.  Jangankan menang, lolos seleksi saja tidak.

Tetapi saya jadi blingsatan ketika Pakdhe Bagio meminta saya untuk menterjemahkan Serat Wulangreh tersebut.  Untuk berkata tidak pada priyayi sekelas Pakdhe Bagio adalah tidak mungkin.  Tetapi untuk mengiyakan dhawuh beliau, saya tidak yakin aapakah saya bisa.  Jadilah postingan ini sebagai sarana ngudarasa terhadap pemahaman buku filsafat hebat yasa dalem Sri Susuhunan Pakubuwana IV,bukan semata memenuhi dhawuh pepundhen saya tersebut.

Telah banyak terjemahan dan apresiasi atau bahkan “tafsir” terhadap teori kepemimpinan kejawen ala Kanjeng Susuhunan ini tetapi saya harus berulangkali berkenyut kening ketika membacanya.  Tak kurang dari Prof. Purwadi M Hum, Prof Dr. Damardjati Supanjar, Ulil Abshar Abdala sampai WS Rendra telah menelanjangi habis-habisan wewarah ini dari berbagai dimensi.  Hebatnya, otak bebal saya tidak pernah bisa menyentuh, bahkan yang paling gampang dan sederhana sekalipun.

Sumpah!  Saya tidak akan berbeda pendapat dengan para tokoh tersebut, tetapi saya sekadar ngudarasa atas apa yang berkelebat dalam fikiran saya spontan ketika membaca bait demi bait.  Oleh karenanya, boleh jadi tulisan ini akan menjadi beberapa episode sampai nanti tuntas pada ke 23 . pupuh tembang Girisa.  Bukan saya njlimet tetapi lebih karena memori saya yang terbatas dan tidak bisa multi task sehingga harus ngudarasa, bait demi bait.

Seperempat abad sejak saya gagal ikut seleksi lomba macapat,  baru saya tahu bahwa tembang pangkur yang saya kutip untuk status facebook saya adalah cuplikan Serat Wulangreh yang terkenal  itu.  Dikatakan terkenal karena belakangan saya sadari bahwa teori menejemen, kepemimpinan dan organisasi sebagaimana dikatakan oleh George R Terry ada disitu, dan bahkan lebih variatif.

Dalam terminologi yang paling sederhana yang bisa saya fahami, Wulangreh berasal dari dua kata dasar, yaitu WULANG dan REH.  Wulang berarti ajaran (katakan, teori) sedangkan REH berasal dari akar kata Ngereh atau Memerintah.  Jadi Wulangreh (sekali lagi, dalam pengertian saya) adalah ajaran untuk, ngereh, memimpin memerintah.  Mudahnya, Wulangreh adalah teori kepemimpinan.  Dalam berbagai referensi, Serat Wulangreh dapat diterjemahkan sebagai ajaran untuk memahami kehidupan pribadi kaitannya dengan berbangsa dan bernegara.  Itu adalah arti yang lebih luas karena itulah tugas seorang pemimpin.  Agar di garis bahwahi juga, memimpin disini adalah memimpin dalam arti luas.  Bukan saja memimpin suatu organisasi tetapi juga memimpin diri sendiri dan keluarganya.  Sesuai dengan kapasitas manusia sebagai khalifah Read the rest of this entry

DEEP FREEZE – Solusi Bagi Yang Jengkel Dengan Virus Komputer

Virus… Virus…Virus…

Sebagian dari  kita seringkali dibuat jengkel dengan ulah Virus Komputer .  “Mahluq”  tak kasat mata yang bisa membuat kita kalang kabut.  Data yang dibuat dengan susah payah harus hilang begitu saja akibat serangan visrus di komputer kita.  Tak jarang ada yang sampai harus menginstal ulang system.  Bukan masalah waktu, biaya dan tenaga saja tetapi juga kejengkelan hati yang kadangkala membuat patah semangat.

Memang ada antivirus yang menjanjikan hampir semua permasalahan virus baik yang gratis maupun yang berbayar.  Semuanya diarahkan untuk mencegah (atau setidaknya) mengurangi dampak serangan virus computer.  Namun ibarat kejahatan, jumlah polisi tak sebnding dengan jumlah orang jahat.  Perkembangan virus berbanding terbalik dengan kemajuan teknologi antivirus.

Oleh karena itu deperlukan upaya untuk update antivirus secara berkala.  Tetapi langkah inipun tidak sederhana.  Bagi pengguna awam seperti saya, download antivirus bukanlah pekerjaan gampang mengingat begitu rumitnya prosedur yang harus ditempuah.  Itupun belum tentu sempurna karena beberapa produsen yang menyediakan versi gratis, tidak secara lengkap memberikan fiturnya kepada user.

Sebagai jawaban atas permasalahan diatas, membekukan systemagar kembli ke keadaan awal adalah sebuah langkah brilliant.  Logikanya begini, system komputer bekerja dalam kondisi sementara.  Setelah computer dimatikan memori dan hardisk tak menngingat maupun  menyimpan data dan informasi, termasuk diantaranya virus.  Perangkat lunak untuk keperluan tersebut adalah Deep Freeze, dari perusahaan perangkat lunak Faronic.  Deepfreeze mampu mebekukan hardisk kembali pada kondisi ketika kita menginstalnya.

Pertanyaaan selanjutnya adalah,

  1. Bagaimana jika kita ingin menambah software / program???
  2. Apakah kita bisa menyimpan data jika hardisk dibekukan???
  3. Bagaimana dengan peran antivirus???

Kemudian jawaban dari pertanyaan tersebut adalah :

  1. Kita tetap bisa menambah program / software.
  2. Kita tetap bisa menyimpan data / file.
  3. Antivirus tetap harus diperankan.

Bagaimana bisa demikian?  Baiklah.  Penjelasan sederhana  berikut ini  barangkali bisa memberikan jawaban / gambaran tentang Deep Freeze.

 

Persiapan Sebelum Menginstal Deep Freeze.

Karena yang biasanya menjadi sasaran serangan visrus adalah system, maka pastikan hardisk anda sudah dibuat setidaknya 2 partisi.  Satu partisi untuk system selebihmya untuk data.

  1. Pastikan bahwa sitem berada pada kondisi prima (katakanlah, habis diinstal system) yang  telah lengkap  dengan perangkat standard Windows. (NetFramework, DirectX, Java dsb).
  2. Instal dulu program-program standard yang bisasnya melekat (Misalnya: Office, Video/Audio Player, Winzip / Winrar, Acrobat Reader.
  3. Karena nanti yang akan dibekukan adalah drive system (biasanya C),  maka pastikan anda sudah memindah penyimpanan default dari C ke partisi lain .  (Secara default Windows akan menyimpan dokumen termasuk domnload, my music dsb di C – lihat gambar)
  4. Adapun cara memindahkan default penyimpanan data adalah sebagai berikut:
  • Buka windows explorer.
  • User –-> pilih dokumen –> My Documents
  • Klik Kanan My Documents Pilih Properties.
  • Klik Tab Location –> Klik Move –> Arahkan ke partisi yang anda kehendaki (Selain C / Sistem)

KETERANGAN / CATATAN

  1. Contoh yang saya pergunakan adalah Windows 7, sedangkan untuk Windows XP dan Vista saya kira rtidak jauh berbeda.
  2. Pastikan master Deep Freeze tersimpan dengan baik.  Karena nanti akan diperlukan apabila anda bermaksud menguninstal Deep Freeze.

 

Instalasi Deep Freeze

  1. Download Program Deep Freezi disini.
  2. Ekstrak file Rar dan lakukan instalasi dengan doble klik di file yang bernama Faronics_DFS.exe
  3. Selanjutnya anda akan berhadapan dengan terface seperti ini, lalu klik next
  4. Berikan persetujuan Accept pada halaman berikutnya lalu klik next
  5. Pada halaman berikutnya, masukkan Serial Number (menjadi satu paket dengan file RAR)
  6. Pada halaman berikutnya, anda diminta untuk menentukan drive / partisi mana yang akan di bekukan / freeze.  Pastikan anda hanya mencentang partisi sistem / C lalu klik next, lalu Install
  7. Biarkan instalasi berjalan sampai nanti  computer anda restart.
  8. Setelah restart, anda akan berhadapan dengan interface deep freeze.  Biarkan sesaat sampai menghilang.
  9. Selamat.  Komputer anda sudah terinstal Deep Freeze.
  10. Sebagai catatan, Deep Freeze tidak muncul di Icon, taskbar, start menu, bahkan di program file. Tetapi terlihat di system try, dengan logo bergambar kepala beruang (kanan bawah layar monitor, dekat jam danicon speaker).  Tidak bisa di klik, ataupun dilakukan tindakan apapun.
  11. Sangat disarankan anda membuat password dalam menggunakan Deep Freeze

 

Memfungsikan Deep Freeze

Ada dua cara mengaktifkan Deep Freeze, yaitu

  1. dengan menekan kombinasi tuts  Ctrl + Shift +alt + F6
  2. menekan Tombol Shift sambil klik ganda icon DF di  system tray

Membuat Password Deep Freeze

  1. Masuk ke jendela Deep Freeze (Shift + klik ganda)
  2. Setelah berhadapan dengan interface deepfraze, klik OK
  3. Anda akan derhadapan dengan jendela ini
  4. Pilih Tab Password.  Masukkan Password dan konfirmasi password lalu klik Apply And Reboot.
  5. Komputer akan restart untuk menyimpam konfigurasinya

 

Penggunaan Deep Freeze

Masuk ke jendela Deep Freeze.  Perhatikan Tab Status, Yaitu Boot Frozen, Boot Thawed on Next dan Boot Thawed.  Perlu dicatat, bahwa untuk mengplikasikan masing-masing pilihan garus melewati proses restart.

  • Boot Frozen.apabila anda memilih ini, komputer anda akan tetap di freeze setiap kali boot.  Ini artinya setiap data yang masuk dan diolah oleh hardisk dan memori, akan hilang setelah computer restart.  Dalam pilihan ini anda tidak bisa menginstal apapun.  Oleh karena itu serangan virus yang ditularkan baik melaui flasdisk, download file dsb.  Akan hilang setelah computer anda restart
  • Boot Thawed on Nextapabila memilih ini, setelah computer anda restart, computer anda akan di unfreeze dalam waktu yang terbatas, sampai anda men setting kembali. (akan muncul tanda X pada icon beruang)
  • Boot Thawed : Apabila memilih ini, setelah computer anda restart, computer anda akan di unfreeze dalam waktu yang tidak terbatas, sampai anda men setting kembali.  Opsi inilah yang dipilih jika kita hendak menginstal program baru.  Katakanlah, kita sudah menginstal Deepfreeze kemudian kita bermaksdu menginstal Winamp, maka langkahnya adalah :
  1. Masuk ke jendela deep Freeze.
  2. Pilih Boot Thawed
  3. Restart Komputer anda.
  4. Setelah restart, silahkan Install Winamp seperti biasa.
  5. Selesai menginsal dan memastikan bahwa Winamp berjalan dengan baik, Restart lagi.
  6. Setelah restart, masuk kembali ke jendela Deep Freeze.  Kembalikan pilihan ke Boot Frozen.  Lalu Restart.
  7. Selesai.
  8. Sebagai catatan, sebelum menginstal Winamp, pastikan file instalernya sudah bebas dari virus.  Karena jika tika, sama saja anda mengandangkan virus di drive C

Uninstal Deep Freeze

Kendati dengan terinstalnya Deep Freeze berarti anda sudah boleh lega terhadap ancaman virus, tetapi karena satu dan lain hal Anda bermaksud menguninstalnya. Bagaimana cara menguninstalnya?

  1. Masuk ke Jendela Deep Freeze.
  2. Pastikan anda sudah memilih Boot Thawed pada tab status.
  3. Restart Komputer anda.
  4. Setelah masuk kembali ke Windows, buka installer (Master Deep Freeze) Jalankan  file Faronics_DFS.exe seperti ketika anda menginstal.
  5. Klik Uninstal. Tunggu sampai proses selesai lalu computer akan restart secara otomatis.
  6. Selesai.


Semoga bermanfaat.

SEKILAS TENTANG WORDPRESS – Mengenal Fitur Standard WordPress

Beberapa waktu yang lalu, saya mengunggah tulisan sederhana mengenai WordPress.  Ketika itu saya mengawalinya dengan Mendaftar WordPress. Saya menganggap posting tersebut telah cukup.  Kalaupun terjadi kekurang jelasan, anda bias googling untuk mendapatkan jawabnya.

Sekarang, kembali saya akan memenuhi janji saya untuk secara bertahap, dengan cara sederhana, sesuai kemampuan saya mengulas Fitur Standard blog gratis sejuta umat ini.

Setelah anda mendaftar di WordPress, maka anda sudah memiliki hak akses untuk masuk ke wordpress dengan nama dan password yang telah anda buat sebelumnya

Jika anda benar dalam memasukkan username serta password, maka anda akan dihadapkan pada jendela seperti ini .  Itulah dashboard standar wordpress yang darisanalah warna blog anda ditentukan.

Yang pertama, pastikan anda sudah bisa masuk dashboar wordpress dan mengetahui semua item yang terdapat didalamnya.  Selebihnya adalah kemauan anda untuk berkreasi.  Inilah fitur standar wordpress

Pada dashboard ini, terbagi atas 12 materi pokok yang bisa anda eksplore lebih lanjut, yaitu:

  1. Upgrade (memungkinkan anda untuk beralih ke wordpress berbayar).  Item ini akan kita lewati.
  2. Tulisan yang meliputi : Tulisan, Tambahkan Baru, Categories, Post Tags.
  3. Media, terdiri dari : Pustaka dan Tambahkan Baru
  4. Tautan, terdiri dari : Tautan, Tambahkan Baru dan Kategori Tautan
  5. Halaman, terdiri dari Halaman dan Tambahkan Baru
  6. Komentar
  7. Rating terdiri dari Pengaturan dan reports
  8. Polling
  9. Tampilan, terdiri dari : Tema, Widget, Menu,Ekstra, Opsi Tema, Typekids Font, Edit CSS
  10. Pengguna terdiri dari : Pengguna, Tambahkan Baru, Undangan, My Profile, Pengaturan Pribadi
  11. Perkakas, terdiri dari : Perkakas, Ekspor, Impor, Delete Site
  12. Pengaturan, terdiri dari : General, Menulis, Membaca, Diskusi, Media, Privasi, Open ID, Text Messaging, Sharing, Domain-domain, Email Post Changes, Webhooks.

Tentu saja, tidaklah mungkin otak saya yang bebal ini bias menjelaskan semuanya.  Oleh karena itu, sebatas yang saya mampu akan coba saya tularkan kepada anda dengan harapan anda bias memberikan masukan apabila ternyata penjelasan saya tersebut salah.

 

***********bersambung************8

Audioshell, Software Pengatur Tag Audio

Bisa saya pastikan, anda memiliki file audio yang cukup banyak.  Sebagian dari file itu kemungkinan adalah hasil download ataupun copy dari perangkat lain.  Seperti  saya, sebagian dari anda mungkin tak terfikir untuk mengkostumisasi file-file audio tersebut.  Akibatnya, metadata dari file asli kemungkinan masih terbawa.  Sayang rasanya, apabila anda tidak mempersonalisasi file-file tersebut sehingga terasa “gue banget”.

Beberapa audio player –Winamp dan Jet Audio, misalnya- mamang memiliki fitur untuk keperluan tersebut.  Akan tetapi biasanya harus dilakukan satu persatu, sehingga besar kemungkinan anda tak memiliki waktu mengkostumisasi file anda yang jumlahnya (bisa saya pastikan) ribuan.

Untuk kepentingan tersebut, anda bisa menggunakan jasa audioshell, sebuah software yang memungkinkan anda untuk membuat tag metadata dari file audio yang anda miliki.  Mulai dari judul lagu, artis, genre, folder, tahun, komentar sampai dengan covert art bisa anda atur dengan perangkat lunak keluaran Tag&Rename ini.

Kabar baiknya, software kecil sebesar 1,1 kb ini bersifat freeware (gratis) dan dapat anda unduh disini. Kabar buruknya, ketika saya mengaplikasikan program ini, jika file informasi yang diedit terlalu banyak (lebih dari 200 file) terasa lambat atau bahkan “not responding”.  Oleh karenanya, kami sarankan untuk mengedit file informasi secara bertahap, maksimal 200 file tiap kali penetrasi.  Tak masalah, karena program ini berjalan cukup cepat kendati resource memori komputer tak terlalu besar.

  1. Seperti biasa, download file audioshell (1,1 kb) secara gratis disini.
  2. Install file tersebut di komputer anda.
  3. Perlu diingat, file ini tidak memperlihatkan aplikasi installing seperti sotware biasanya yang anda instal.  Tetapi anda langsung melihat di properties file audio.
  4. Lihat salah satu file audio anda.  Klik kanan, pilih properties.  Jika instalasi berhasil maka akan terlihat informasi tag audio seperti ini
  5. Untuk merubah informasi tag sesuai keinginan anda, klik tab Audioshell Tag Editor
  6. Dari tab ini anda bisa mengkostumisasi semua informasi file audio yang anda miliki, sesuai keinginan anda.
  7. Ketika file tersebut dibuka / diputar, maka semua informasi yang anda buat akan ditampilkan.  Kayangene ini……....
  8. Sebagai tambahan, program ini dirancang untuk berjalan diatas planform wondows.  Oleh karenanya, anda langsung bisa mengaplikasikannya dari windows eksplorer.  Dari sana, anda cari lewat search dengan kata kunci. mp3 (misalnya), lalu bisa anda edit langsung di banyak file sesuai keinginan anda.

Selamat mencoba.

SOFTWARE RAMAL, GAME JADUL

Dulu sekali, dalam sebuah acara pasar malam di kota saya, ada sebuah stand yang memberikan layanan ramal-meramal dengan software komputer.  Ketika itu, banayak pengunjung yang menyempatkan diri mampir.  Dengan Rp.500 kita mendapatkan print out ramalan (tentunya bohong2an) tentang nasib, jodoh bahkan peruntungan. Sekarang barangkali hal itu tak akan terasa aneh oleh anak-anak kita yang lebih melek teknologi.  Tapi bagi sementara orang (ketika itu) sungguh merupakan hal baru yang sangat menyenangkan.

Nah, untuk mengenang bahwa kita pernah dibuat kagum oleh teknologi komputer, berikut ini adalah sebuah sofrware ringan (dan kuno), untuk sekadar bermain ramal-meramal.  Sungguhpun demikian, ada beberapa item yang mungkin ada manfaatnya juga.  Karena dengan game itu, kita bisa tahu hari, pasaran wuku dan pranata mangsa yang sekarang nyaris kita lupakan.

Software ini merupakan stand alone, sehingga tidak perlu diinstall.  Dan yang lebih penting, tidak mengotori registri.  Ingin kemballi ke jaman komputer jadu dengan game itu?  Klik disini untuk DOWNLOAD SOFTWARE GAME RAMAL