Jazz –Sandhy Sondoro

Shandy SondoroSaya tidak berani menyamakan suara penyanyi ini mirip dengan siapa, tetapi jika tidak melihat namanya barangkali orang akan mengira bahwa penyanyi ini bukan dari Indonesia.  Ditelinga saya suara penyanyi yang satu ini punya corak American-African, semacam Al Jerrau, Bonne James atau entah siapa yang lain.

Selain Benny Likumahuwa dan Abdul And The Coffee Theory, Sandhy Sandoro adalah penyanyi Indonsia yang sering menghiasi telinga saya. Bagi saya, racikan musik saudata sepupu Ira Maya Sopha ini sangat bagus dimana komposisi tiap instrumen saling melengkapi, didukung dengan vocal yang memang “ngejazz” .

Pada tahun 2007, Shandy mencoba mengikuti Stefan Raabs song contest dan berhasil meraih posisi ke-5. Pada bulan April 2008, Shandy akhirnya mengeluarkan album indie yang berisikan lagu-lagu hasil ciptaanya yang berjudul “Why Dont We”. Single pertamanya yang berjudul “Shine” merupakan hasil kolaborasi dengan DJ Ibiza dan Dublex Inc yang masuk dalam chart hits di radio-radio di Eropa. Atas jasanya mengharumkan nama Indonesia, pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.

Pada tahun 2009, atas dorongan Brandon Stone seorang produser musik, Shandy mengikuti kontes New Wave. Kontes yang mirip dengan Idol ini merupakan salah satu event pencari bakat musik yang penting dan menarik jutaan pemirsa dan media internasional.

Shandy Sondoro1Shandy menjadi pemenang dari kontes ini bersama dengan seorang penyanyi Ukraina. Di kontes ini, Shandy membawakan beberapa lagu diantaranya When a man loves a woman dan sebuah lagu karangannya sendiri yang berjudul “End of the Rainbow”. Shandy mendapat nilai 10 dan standing ovation ketika menyanyikan lagu-lagu ini. Bahkan juri memuji keberaniannya karena dia membawakan lagu ciptaannya sendiri. Nama Shandy menjadi lebih kuat dan terkenal di dunia internasional setelah memenangkan kontes ini.

Walaupun sudah terkenal, Shandy masih tetap humble dan apa adanya. Wawancara dengan Metro TV bulan Desember kemarin memperlihatkan bagaimana humble dan sederhananya seorang Shandy Sandoro.

Di Indonesia sendiri, Shandy telah merilis singe “Malam Biru (Kasihku)” dan “End Of The Rainbow” yang tergabung dalam sebuah CD kompilasi. Shandy direncakan akan bekerjasama dengan Glenn Fredly pada album berikutnya. 

Nah, bagi anda yang ingin lebih dekat mengenal Sandhy Sondoro berikut ini beberapa lagu yang tergabung dalam Album Why Don’t We

  1. Bunga Mimpi
  2. Selamanya
  3. Why Don’t We
  4. Superstar
  5. End Of The Rainbow
  6. You And I
  7. In The Name Of Piece
  8. Down On The Streets
  9. I Don’t Know Where
  10. An Unordinary Lovely Friend
  11. People (Shall We Live for Money)
  12. Last Dance
  13. That’s The Way
  14. Don’t Let It Bring You Down

Ki H Anom Soeroto – Prabu Sumilih

Cover Prabu SumilihBagi penggemar wayang, tidak sulit untuk menebak siapa sebenarnya Prabu Sumilih.  Ia adalah dasanama (alias) dari Raden Gatutkaca.  Nama itu diperoleh dari para dewa ketika Gatutkaca berhasil meneteramkan Kayangan Jonggingsaloka dari Amukan Putut Supalawa dan Putut Pidaksaka.

KI H Anom Soeroto mengawali kisah ini dari Pendapa Agung Keraton Hastina.  Seperti kebanyakan lakon carangan, adegan “kedhaton” diwarnai dengan kegundahan hati Prabu Duryudana demi mendengar kabar bahwa Prabu Puntadewa telah mengangkat Raden Gatutkaca menjadi Senapati Amarta.  Ini berarti ancaman bagi Hastina.  Bukan saja lantaran kesaktian Satriya Pringgondani yang membuat Duryudana patah arang, tetapi dengan pengangkatan senapati memberi isyarat kesiapan Pendhawa menyongsong Perang Baratayudha.

Gatutkaca CloudKeputus asaan Duryudana terobati ketika tanpa disangka hadir Prabu Nagabagindha, Raja Puserbumi.  Dengan sukarela dia memasang badan membala Duryudana.  Kegembiraan Duryudana bukan tanpa alasan karena dibelakang Prabu Nagabagindha ternyata ada Begawan Dewapratala, seorang resi yang sakti mandraguna yang setiap saat mendampingi Nagabagindha.

Segera setelah mendapatkan persetujuan Duryudana, Prabu Nagabagindha menyerang Amarta.  Terbukti memang, Nagabagindha dan Begawan Dewapratala dengan sangat mudah menaklukkan Amarta.  Disaat genting semacam ini, jutru sang senapati, Raden Gatutkaca tidak beradadi tempat.  Sejak pengangkatannya menjadi senapati, putera Dewi Arimbi ini tiba-tiba lenyap bagai ditelan bumi.  Beruntung dalam peyerbuan Prabu Nagabagindha, Abimanyu berhasil meloloskan diri.  Dihatinya punya satu keyakinan bahwa hanya Raden Gatutkaca yang mampu menandingi kesaktian Nagabagindha.  Maka Abimanyu bertekad untuk mencari Raden Gatutkaca.

Pertanyaan selanjutnya adalah siapa sebenarnya Prabu Nagabagindha dan Begawan Dewapratala?  Bagaimana pula Gatutkaca kemudian mendapatkan Gelar Prabu Sumilih?  Siapakah Putut Supalawa dan Putut Pidaksaka dan apa keterlibatan Anoman dalam cerita ini?

Baiklah, untuk memenuhi permintaan beberpa rekan berikut ini saya unggah Lakon Prabu Sumilih yang dengan sangat teliti di bawakan oleh KIi H Anom Soerto.  Selamat menikmati

  1. Prabu Sumilih 1
  2. Prabu Sumilih 2
  3. Prabu Sumilih 3
  4. Prabu Sumilih 4
  5. Prabu Sumilih 5
  6. Prabu Sumilih 6
  7. Prabu Sumilih 7
  8. Prabu Sumilih 8
  9. Prabu Sumilih 9
  10. Prabu Sumilih 10
  11. Prabu Sumilih 11
  12. Prabu Sumilih 12
  13. Prabu Sumilih 13
  14. Prabu Sumilih 14
  15. Prabu Sumilih 15
  16. Prabu Sumilih 16

KI Narto Sabdho – Banjaran Bisma

Heru AchwanAda seorang rekan bernama Heru Achwan.  Secara pribadi saya belum mengenal beliau tetapi dari komitmennya, saya bisa menduga, beliau termasuk orang mengagumi Ki Narto Sabdho.  Bahkan dia menggagas sebuah pertemuan para penggemar Ki Nartosabdho.  Dia memulainya dari Mas Widjanarko, kemudian gethok tular ke Mas Edy Listanto, yang kemudian mendapat restu dari Mas Pranowo Budi.  Gayung bersambut, ketika gagasan ini dikeploki sama Mas Malix CJDW, Joko Bocah Angon, Sriwahyuni Fajareka dsb.  Saya melihat, Mas Heru ini seperti Bisma, rela berkorban untuk kepentingan orang lain.  Khususnya, yang paling menarik bagi saya adalah komitmen Mas Heru Ichwan yang mempersilahkan villanya di Kali Urang dengan 22 kamar dan bakmi angkringan, untuk menggelar hajatan ini.  Postingaan kali ini, saya persembahkan untuk Mas Heru Achwan.

Bisma, Resi

Terlepas dari permasalahan benar salah, pemicu Perang Bharatayuda adalah nama yang menjadi tokoh sentral dari lakon.    Dinamakan Perang Bharatayudha, karena pelaku  utama perang ini  adalah darah (keturunan) bharata.  Keputusan Dewabrata untuk wadad (tidak menikah seumur hidup) dan  tidak mau memegang tampuk pemerintahan Hastina, pada akhirnya terbukti berbuntut panjang.  Andaikata Putera Sentanu ini mau sedikit “durhaka” dengan tidak bersumpah wadad, boleh jadi dia akan memiliki keturunan yang nantinya akan menjadi penguasa Hastina.  Tapi itulah takdir.  Tak bisa manusia menghindarinya.

sentanu, prabuTentu saja saya tak hendak bercerita tentang Raden Dewabrata (yang kelak bernama Resi Bhisma), karena dengan mendengarkan lakon ini, Ki Nartosabdo akan memberikan penjelasan seribu kali lebih lengkap , lebih akurat dan lebih menghibur daripada (misalnya) seratus lembar sinopsis yang yang saya tulis.   Saya hanya ingin mengungjapkan pendapat pribadi, sembari menunggu file ini saya unggah.

Baiklah, ini pendapat saya.  Kecantikan Dewi Gangga ternyata telah membuat Prabu Santanu hanyut dalam suasana cinta yang menggelora.  Disamping itu, perjanjian untuk tidak menegur, apalagi memarahi sang isteri atas apapun yang diperbuatnya, membuat Raja Hastina ini tak bisa berbuat banyak mseki yang dilakukan isterinya sudah diluar batas nalar manusia.

Betapa tidak.  Sang permaisuri yang cantik jelita ini selalu membuang anaknya ke Sungai Gangga setiap kali habis dilahirkan.  Demikian berulang-ulang sampai delapan kali.  Untuk kali kesembilan, kesabaran Prabu Santanu tak lagi bisa ditahan.  Dia menegur dan memarahi isterinya itu.  Akibatnya, sang isteri kembali ke kahyangan dan Santanu harus sendirian merawat bayi yang ditinggalkan Dewi Gangga.  Setelah kepergian Gangga, Sentanu menikah lagi dengan Dewi Durgandini.  Dari sinilah Ki Nartosabdo mengurai lakon Banjaran (Balada) Bisma.

Yang tadi saya katakan Bisma sebagai pemicu Perang Bharatayudha adalah ketika Sentanu mengemukakan keinginannya untuk menikah dengan Durgandini kepada sang naka, Dewabrata.  Pendapat Dewabrata dipandang Prabu Sentanu sangat penting, karena Durgandini mensyaratkan, anak yang lahir dari rahimnyalah yang kelak menjadi Raja Hastina jika Sentanu ingin mempersuntingnya.   Diluar dugaan, Raden Dewabrata ternyata bersedia untuk tidak menduduki tahta astina, dan mempersilahkan kepada adiknya (maksudDewabratanya Anak Durgandini) untuk menjadi pengganti Sentanu.   Tak cukup dengan itu, Durgandini masih belum percaya pada komitmen Dewabrata.  Dia beralasan, Dewabrata bisa saja menerima keputusan ini, tapi bagaimana dengan anak-anak Dewabrata kelak???  Dewabrata juga tak mau kalah, untuk meyakinkan bahwa anak Durgandini kelak akan tenteram menjadi rajja Hastina, maka dia bersumpah untuk Wadad (tidak menikah seumur Hidup).  Entahlah, ini penghormatan, loyalitas atau tolol…..

Dari perkawinannya dengan Santanu, Durgandini memiliki dua orang putera yaitu Raden Wicitra dan Wicitrawirya.  Sayangnya kedua anak ini meninggal sebelum memiliki keturunan.  Itu Artinya, tahta Astina kosong karena Bisama sudah terlanjur wadad dan tidak bersedia menduduki tahta Astina.  Beruntung Durgandini memiliki sorang anak lagi hasil perkawinannya dengan Palasara, sebelum dia menikah dengan Santanu.  Atas saran Dewabrata pula Durgandini memanggil Abiyasa (Nama Anaknya itu) untuk menduduki Tahta Astina.

Ah….. Sudahlah!!!!! Dengarkan Balada (Banjaran) Bisma alias Dewabrata yang dengan nyaris sempurna dibawakan oleh maestro dalang Ki Nartosabdho.

Sedikit catatan, file No 1, tidak lengkap, padahal disitulah dialog terbangun mengawali rangkaian panjang  ksatria yang mengakhiri hidupnya di Padang Kurukhsentra, setelah empat hari terkapar dengan tubuh penuh tancapan senjata…….

  1. Banjaran Bisma 1
  2. Banjaran Bisma 2
  3. Banjaran Bisma 3
  4. Banjaran Bisma 4
  5. Banjaran Bisma 5
  6. Banjaran Bisma 6
  7. Banjaran Bisma 7
  8. Banjaran Bisma 8 (tamat)

Kethoprak Mataram Seri Sudira, Sutrisna – Waryanti

Ponakan saya ini mengatakan, suatu saat akan mampir kurumah saya.  Tetapi setelah sekian lama menunggu, tidak juga ada kabarnya.  Hal inilah yang membuat saya measa kangen.  Ini Bukan tanpa alasan, karena dialah yang menlengkapi Seri Sudira di Blog ini.  Disamping itu, keinginan saya untuk mendapatkan punjungan yang lain, mendorong saya untuk menyapanya kembali. Ini sapaan saya untuknya….

Seri Sudira,  Sutrisna – Waryanti

oleh : Dian Pratama

Menurut Laporan pangeran Danawilapa kepada manggalayuda Sudira bahwa, Sapartibraja dengan  kedua ajarnya telah melarikan diri meninggalkan medan laga, kesemuanya ini berkat bantuan  Tarkini yang juga telah menolong Sutrisna dari bahaya maut.  Untuk mempersatukan dan menambah kekuatan Tanjunganom, seyogyanya Sudira mengijinkan Sutrisna memperisteri Tarkini, Sudira setuju. Dengan demikian berarti Sonyapringga telah berhasil dikuasai sepenuhnya.

 cover sutrisna - waryanti1Namun di sebelah barat Sonyapringga masih ada benteng-benteng yang harus dipersatukan,  termasuk kadipaten Hargapura yang perlu mendapat pengawasan langsung. Guna mengukur kekuatan lawan maka Tosidana dan Candrana ditugaskan untuk menyelidiki. Dalam perang melawan prajurit Tanjunganom, senopati Hargapura yang bernama Widarba dan Widagda merasa kewalahan  menghadapi sepak terjang Tosidada yang dapat ambles bumi dan Candrana dapat terbang, oleh karena itu mereka segera kembali masuk benteng dan menutupnya. Hal ini dilaporkan kepada Adipati Wisraya ayah kedua senapati tersebut.

 Atas perintah bethari Listyaningrat ibu angkatnya, Waryanti puteri Adipati Wisraya dari Kayangan turun ke bumi menuju kadhipaten Hargapura. Waryanti segera diangkat menjadi senopati dan memimpin penyerangan melawan prajurit Tanjung Anom. Prajurit Tanjung Anom dapat dipukul mundur dan tercertai berai termasuk Tosidana dan Candrana. Di kancah medan laga Waryanti senantiasa sesumbar menantang Sutrisna tetapi setelah berhasil berhadapan langsung dengan Sutrisna justru Waryanti tidak mau menyerang bahkan memohon agar Sutrisna sudi mempersuntingnya, tetapi Sutrisna tidak menanggapi ajakan Waryanti.

Karena kalah sakti, Sutrisna beberapa kali mengalami keadaan yang mengancam jiwanya, walau demikian Waryanti senantiasa bersedia menolong karena janji Sutrisna yang bersedia untuk mempersuntingnya.  Tetapi janji Sutrisna yang disertai ucapan sumpah itu hingga beberapakali selalu tidak ditepati namun, karena selalu disudutkan dalam bahaya, akhirnya Sutrisna menyanggupi mempersunting Waryanti asalkan Hargapura menyerah, Waryanti sanggup dan berusaha meredam kemarahan ayahnya, sayang hal ini mengakibatkan tewasnya adipati Wisraya dan kedua saudara Waryanti terkena pusaka mereka sendiri.

 Ketika sedang memadu kasih di taman, dari penuturan Waryanti sendiri Sutrisna tahu bahwa adipati Wisraya dan kedua putranya telah meninggal, Sutrisna mengira kematian ayah dan kedua  saudaranya itu karena perbuatan Waryanti, maka marahlah Sutrisna dan berakibat Waryanti lari meninggalkan Sutrisna. Berakhirkah cerita ini? Tentu saja belum, ikutilah terus kelanjutan cerita ini.

  1. Sutrisno – Waryanti_1
  2. Sutrisno – Waryanti_2

Jazz – Berkenalan dengan FATTBURGER

FATTBURGER

Sungguh, nama ini benar-benar asing ditelinga saya.  Bukan karena band nya, tetapi lebih karena keterbatasan referensi saya tentang musik.  Seperti telah berulangkali saya katakan, “oknum” yang bertanggung jawab atas perkenalan saya dengan jazz adalah Mas Wahyu sehingga apapun yang dia katakan tentang Jazz selalu saya turuti tanpa reserve.  “niku link mas brian ok banget . nyuwun tulung padosaken fattburger , niku kados shakatak . suwun .”  begitulan isi pesan yang saya terima dari Sang Gatutkaca.

COVERRindhik Asu digitik, segera saya coba cari fattburger.  Ternyata tidak gampang!!! Bagaimana sih orang ini bisa ngerti kelompok music yang google saja tidak bisa  memberikan jawaban yang memuaskan.  Maksudnya, link yang saya temukan tidak ada yang cuma-cuma.  Tetapi  ternyata teknologi memberikan hampir semua yang kita mau.  Akhirnya, dengan berbagai cara saya bsa mendapatkan fattburger.  Tidak Salah, semua lagunya terasa nyaman ditelinga.

Tentang Fattburger, saya mengutip dari Wikipedia Fattburger adalah grup jazz, dikategorikan dalam funk jazz-, jazz kontemporer, atau subgenre jazz fusion. Berdiri di San Diego pada awal 1980-an terdiri dari  Gentry Hollis, saxophone, Carl Evans Jr pada  keyboar, bass dipercayakan kepada  Mark Hunter, dengan drummer Kevin Koch, lalu ada Steve Laury pada gitar dan Tommy Aros pada  perkusi.

1197230937_fattburger4Setelah album pertama mereka, Gentry Hollis meninggalkan band untuk memulai karir solonya (tapi kembali sebagai anggota paruh waktu di tahun 1990-an) dan setelah rilis Come & Get It, Steve Laury juga meninggalkan untuk memulai karir solo. Akibatnya, album berikutnya, ” On A Roll,” adalah rekaman pertama Fattburger . Gitaris Evan Marks bergabung sebagai anggota tetap pada tahun 1995. Setelah album terbaru mereka, Work to Do (2004), Gentry Hollis meninggal pada 5 September 2006 dan Carl Evans Jr meninggal pada 10 April 2008.  Kemudian, Fattburger berkumpul kembali untuk bermain live di klub jazz Anthology pada tanggal 26 Juni 2009, menampilkan Allan Phillips sebagai keyboardist baru.  Sampai sekarang  band masih aktif masih tur.

CD Fattburger yang paling sukses secara komersial adalah ‘Sizzlin dan TGIFattburger, meskipun representasi terbaik dari kontemporer gaya mereka jazz-funk mungkin lima album sebelumnya On a Roll, Good News, Living in Paradise, Come and Get It, dan Time Will Tell.

Halahhh!!!! Tidak pantaslah, saya bicara musik.  Tugas saya cuma mempersiapkan telinga dan berbagi dengan anda.  Dan berikut ini beberapa lagu dari fatburger yang berhasil saya dapatkan,

  1. Fattburger – do that again
  2. Fattburger – oye como va
  3. Fattburger – Anythings Possible
  4. Fattburger – creepin’
  5. Fattburger – In Your Eyes
  6. Fattburger – groovin’ (on a sunday afternoon)
  7. Fattburger – show me the honey
  8. Fattburger – Soothing
  9. Fattburger – spice
  10. Fattburger – valencia
  11. Fattburger – 100 Ways
  12. Fattburger – Down Time
  13. Fattburger – I’m Just Sayin’
  14. Fattburger – work to do
  15. Fattburger – You’re the First, the Last, My Everything
  16. Fattburger – Blue Ridge Sunset
  17. Fattburger – sizzlin’
  18. Fattburger – The Lizard
  19. Fattburger – 59th Street
  20. Fattburger – ‘Almost An Angel’
  21. Fattburger – Any Two Can Play
  22. Fattburger – evil ways
  23. Fattburger – Fattburger
  24. Fattburger – Feel Like Making Love
  25. Fattburger – Flirtin’
  26. Fattburger – Golden Girl
  27. Fattburger – good news
  28. Fattburger – Groove Y2K
  29. Fattburger – Imagine That
  30. Fattburger – Night After Night
  31. Fattburger – One More Time
  32. Fattburger – Rachel
  33. Fattburger – Rittenhouse Square
  34. Fattburger – Same ole love
  35. Fattburger – South Coast Samba
  36. Fattburger – The Banana Bread Song
  37. Fattburger – the doctor
  38. Fattburger – trail of tears
  39. Fattburger – Who Put The Meat In My Bed
  40. Fattburger – You’re all i need
  41. Fattburger – you’ve got mail!

“mohon maaf link downloadnya belum terpasang mengingat file tidak mungkin untuk dikompres sehingga ukurannya cukup besar dan m

Jazz – Brian Simpson

Brian SimpsonAwalnya cuma terdorong oleh rasa kangen saya pada Mas Wahyu, lelaki gagah yang “andhap asor” itu, saya membuka file pemberiannya.  Perahatian saya tertuju pada lagu yang berjudul Bali dalam folder Brian Simpson.  Lalu saya putar lagu itu, dan saya nikmati semampu saya.  Ada nuansa bali tipis sekali disana yang menjadikan saya bertanya apa Bali yang dimaksud Brian itu adalah Bali Indonesia??? Ah, sudahlah! Itu tak penting untuk saya telusuri. Secara acak saya memutar lagu-lagu lain yang ada disitu.  Entah kenapa kuping kampung saya bisa saja menikmati dengan nyaman dan tuntas.

Penasaran saya mencoba melihat seperti apakah tampang orang yang bisa membuat racikan music sedemikian enaknya?  Saya melihat kemiripan Mas Wahyu dengan wajah ini, tenan! Tidak puas dengan apa yang telah diberikan Mas Wahyu, saya mencoba browsing lagi dan akhirnya menemukan link yang menyediakan lagu-lagu mister Brian ini.  Meski filenya besar, saya cukup bisa memaklumi karena racikan musiknya memang menuntut suara detil pada tiap instrumennya.

Brian SimpsonCoba simak salah Memory Of You dalam album Above The Clouds yang Cuma semenit durasinya itu.  Suara pianonya terasa begitu jelas dan sederhana.  Entah kenapa saya menyukai lagu itu.  Kemudian Summer End dalam album South Beach, dengan sangat jelas bisa kita dengarkan kekuatan percusinya yang ditabuh pada tempo lambat tapi ajeg.  Ah, saya jadi makin gak pantas saja mengulas musik, sebuah dunia yang hanya bisa saya nikmati dengan telinga.  Pingin sebenarnya saya mengetahui sedikit tentang musisi ini, tapi otak bebal saya tidak berhasil menemukan referensi apapun.  Tapi buat apa juga, sih??? Yang penting,  dengarkan saja!

Nah, bagi anda yang ingin bersama saya menikmati karya Brian Simpson, sumangga mister…..

  1. Brian Simpson – South Beach
  2. Brian Simpson – Above The Clouds
  3. Brian Simpson – It’s All Good
  4. Brian Simpson – Closer Still

KI H Anom Soeroto – Setyaki Lahir

Setyaki-RadenSekali lagi, pertunjukan wayang bukan semata pertunjukan hitam-putih, pendhawa-kurawa, kebaikan-kejahatan semata. Tetapi lebih pada semangat untuk memberikan “wewarah” atas potret kehidupan manusia pada umumnya.  Demikian juga lakon Setyaki Lahir ini.  Raden Setyaki yang kita kenal mestinya memiliki hak atas tahta Lesanpura dan Swalabumi (dalam lakon Ini swalabumi dan lesanpura adalah dua tempat yang berbeda).  Tetapi kenyataannya, Setyaki lebih memilih menjadi Senapati Negara Dwarawati yang dijalaninya sampai akhir hayat.  Dalam lakon Parikesit lahir, kita ketahui Setyaki tewas masih pada kapasitanya sebagai Senapati. Padahal, dia adalah putra Prabu Setyajid yang pada masa uzurnya bisa mewariskan kerjaan kepadanya.  Tapi itulah wayang.  Ada keteladanan yang bisa kita petik hampir disetiap lakonnya.  Baiklah kita kembali ke Lakon Setyaki Lahir yang kali ini saya posting setelah cukup lama vakum………

Awalnya (menurut Ki Narto Sabdo), Lesanpura adalah sebuah kadipaten dibawah Mandura ketika pemerintahan dibawah Prabu Basudewa.  Tetapi  belakangan setelah lakon Kangsa Adu Jago, Raden Ugrasena diberikan kewenangan untuk bertahta menjadi Raja di Lesanpura dengan Gelar Prabu Setyajit. Dengan kedudukan sebagai raja, artinya Lesanpura sepeninggal Setyajid nantinya tidak kembali ke teritorial Mandura tetapi langsung diserahkan kepada keturunannya.  Dari sinilah cerita ini dimulai.

setyajitPermintaan Dewi Warsini, permaisuri  Prabu Setyajid pada kehamilan kedua ini benar-benar aneh.  Tidak seperti kehamilan pertamanya, yang nantinya melahirkan Dewi Setyaboma.  Memasuki tujuh bulan kehamilan, waktunya Dewi Warsini untuk memenuhi adat siraman di Telaga Madirda.  Dewi Warsini bersedia memenuhi adat siraman dengan syarat dia naik Macan Putih (Sardula Seta).  Jelas ini bukan permintaan yang mudah.  Tak kurang Prabu Setyajid menghadirkan Prabu Baladewa bersama Raden Narayana dan Prabu Puntadewa bersama Raden Bratasena, dengan harapan bisa memecahkan permasalahan ini.  Membiarkan Dewi Warsini melewati 7 bulan kehamilan tanpa siraman di telaga Madirda adalah tindakan tidak bijaksana.  Tetapi mendapatkan macan putih dalam waktu dekat ini, juga tidak gampang.

Atas saran Raden Narayana, disepakati untuk memasang grogol (perangkap) di Hutan Winangsraya.  Karena menurutnya, dihutan inilah diperkirakan banyak diketemukan binatang buruan, termasuk diantaranya Macan Putih.  Hari itu juga dimulailah operasi penangkapan Macan Putih di Hutan Winangsraya yang dipimpin oleh Prabu Baladewa disertai Raden Narayana dan Raden Bratasena.

Jauh diseberang hutan Winagsraya, berdiri sebuah kerajaan besar yang bernama Kerajaan Suwalabumi. dengan raja yang bertahta bernama Prabu Setyasa.  Raja sakti lagi kaya raya dan memiliki armada perang yang hebat.  Sayangnya, sang prabu belum memiliki permaisuri.  Bukan karena kurang kaya, kurang tampan atau kurang sakti.  Keengganan Prabu Setyasa mencari pasangan karena sebenarnya hatinya sudah tertambat pada Dewi Warsini, Istri Prabu Setyajid.

Terdorong oleh rasa cintanya yang menggebu (bahkan cenderung ngawur) Prabu Setyasa berniat menculik Dewi Warsini.  Untuk itulah dia memerintahkan Singamulangjaya, macan putih piaraannya untuk melakukan tugas ini.  Kendati Cuma seekor binatang, Singamulangjaya adalah rajanya macan dan memiliki kesaktian luar biasa. Prabu Setyasa optimis, ditangan Singamulangjaya keinginannya pasti berhasil.  Dipihak lain, Singamulangjaya bersedia melakukan tugas ini kendati pada awalnya mendapt firasat yang kurang baik.

Bagaimana kisah selanjutnya? Firasat apa yang diterima Singamulangjaya? Macan putih inikah yang nantinya masuk dalam perangkap yang dibuat oleh Prabu Baladewa di hutan Minangsraya? Bagaimana pada dewasanya Raden Setyaki bisa “nyatriya” di Swalabumi? Selengkapnya kami persilahkan untuk menikmati lakon yang dibawakan oleh Ki H Anom Suroto…….

  1. Setyaki Lahir _1
  2. Setyaki Lahir _2
  3. Setyaki Lahir _3
  4. Setyaki Lahir _4
  5. Setyaki Lahir _5
  6. Setyaki Lahir _6

Seri Mahesa Jenar – Simorodra Tandhing

Gunung Tidar geger!  Orang orang sakti yang datang dari rawa Pening diataranya, Uling Putih berhasil masuk ke Gunung Tidar.  Meski berhasil menyingkirkan anak buahnya, sayangnya mereka tidak bertemu dengan Simorodra penguasa Gunung Tidar yang terkenal sakti itu.  Uling putih datang ke Guntung Tidar, bukan tanpa alasan.  Simorodra, penguasa gunung Tidar hampir berhasil mendapatkan Keris Sakti  Nagasasra Sabuk Inten yang menjadi icon Kerajaan Demak Bintoro.

Celakanya, ketika itu Simorodra tengah hanyut dalam buaian isteri mudanya, sehingga dia kurang memperhatikan keberadan gedhong pusaka  yang ketika itu lepas daripenjagaan.  Terlebih kedatangan orang-orang Rawa Pening telah berhasil melumpuhkan penjagaan di gedong pusaka.  Tetapi apakah demikian adanya?  Tidak!  Isteri Simorodra adalah salah satu pendekar sakti, yang sengaja membiarkan Gedong Pusaka terbuka untuk memancing kedatangan orang-orang yang berminat merebut Keris Nagasasra Sabuk Inten.

Benar saja, seorang lelaki tampan tengah malam mendatangi Gedung Pusaka dan berhasil mencuri Keris Sakt itu.  Beruntung Simorodra suami isteri memergokinya, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka.  Menghadapi dua orang sakti ini, lelaki tampan tadi kewalahan.  Makin lama makin terdesak!  Disaat genting tersebut, seorang lelaki lain melihat perkelahian yang tidak seimbang ini.  Dia datang untuk menolong.  Simorodra suami isteri dapat diundurkan.

Kedua orang ini akhirnya tidak mampu menahan beda pendapat saat mereka berhadapan dengan Keris Sakti Nagasasra Sabuk Inten yang sekarang berada didepan mata mereka.  Pertarungan keduanya tak dapat dihindarkan.  Karena sama-sama sakti pada akhirnya, mereka mengeluarkan aji pamungkasnya.  Salah seorang menggunakan Aji Candrabirawa sedangkan yang lain adalah Aji Lebur Sakethi.

Candrabirawa jelas milik mahesa Jenar, tetapi bagaimana dengan Lebur Sekethi?  Ajian ini hanya dimiliki oleh Ki Ageng Suradipayana…!  Apakah dia?? Bukankan dia sedang sakit? Ah, makin ruwet dan menarik saja  lakon Mahesa Jenar ini jika diikuti.

Marilah kita bernostalgia dengan Kethoprak Mataram…..

  1. Simorodra Tandhing 1
  2. Simorodra Tandhing 2
  3. Simorodra Tandhing 3
  4. Simorodra Tandhing 4
  5. Simorodra Tandhing 5
  6. Simorodra Tandhing 6

KI NARTO SABDHO – BANJARAN KARNA

Wedhatama menjelaskan, ada tiga manusia besar dalam pewayangan yang patut menjadi contoh, yaitu Patih Suwanda, Raden Kumbakarna dan Adipati Karna.  Nama terakhir ini adalah yang paling ironis kendati memiliki nama besar, sakti, terkenal dan ahli di bidangnya tetapi dia tidak pernah merasakan arti cinta dan penghormatan yang sesungguhnya .

Betapa tidak ironis? Dia adalah Putra Bethara Surya dengan Dewi Kunthi  tetapi harus menerima kenyataan hidup ditengah-tengah manusia busuk dan bodoh, yaitu  Kurawa.  Dia ditempatkan sebagai tokoh yang menjadi “agul-agul” dan tokoh penting dalam Perang Baratayudha terpaksa harus rela dikerubuti oleh manusia-manusia berjiwa kerdil, yang hanya bisa menyanjung selagi masih bersinar.  Namun ketika gugur di Kuruksetra tak ada seekor kurawapun, yang menangisi.  Kebesaran jiwa Adipati Karna juga tergambar ketika dia rela didamprat habis-habisan oleh Mertuanya, Prabu Salya ditengah pasewakan agung, dipenghujung Perang Baratayudha , hanya untuk membela kurawa.

Ketika Adipati Karna tengah “kondhang-kondhangnya”, semua anggota kurawa pasang badan untuknya. Tetapi apa reaksi Kurawa disaat Raja Awangga ini kehilangan Kuntadruwasa dalam lakon Anoman Maneges? Tidak ada.  Bukan karena tidak berani, tetapi lebih karena kurawa tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ya, begitulah ironisnya Nasib Sang Maestro, Adipati Karna, yang ketika mudnya bernama Raden Suryatmaja.

Tetapi bagaimanakah sebenarnya perjalanan hidup salah satu dari tiga “manusia besar” yang dicontohkan oleh GPAA Mangkunegara IV dalam Serat Wedhatama?  Berikut ini saya coba berbagi, sebuah lakon yang dengan manis dan detil dibawakan oleh Ki Narto Sabdho, Banjaran Karna.  Teriring permohonan maaf karena file yang saya unggah tidak disertai kualitas suara yang memadai, karena saya harus mengkompres sedemikian rupa sehingga mampu diuanggah oleh bandwidth internet saya yang sangat terbatas.  (Jika ingin kualitas yang lebih baik, membeli kaset kemudian mengconvert sendiri adalah solusi yang bijaksana :) )

Selamat Menikmati

  1. Banjaran Karna 1
  2. Banjaran Karna 2
  3. Banjaran Karna 3
  4. Banjaran Karna 4
  5. Banjaran Karna 5
  6. Banjaran Karna 6
  7. Banjaran Karna 7
  8. Banjaran Karna 8

Masih tentang Jazz – Mezzoforte

Beberapa hari lalu Metro TV,  mengabarkan bahwa  sebuah perhelatan music akan berlangsung di Istora Senayan tanggal 19 sampai 22 Oktober 2012, yang dua hari diantaranya (20 dan 21) akan tampil Mezzoforte, grup musik intrumental beraliran jazz fusion asal Islandia, dalam acara  yang bertajuk pagelaran Jakarta International Jazz Festival 2012 atau JakJazz 2012.

Tak banyak yang saya tahu kecuali Mezzoforte, adalah grup musik intrumental beraliran jazz fusion asal Islandia beraliran Jazz Fussion yang dibentuk sejak 1977 yang beranggotakan Eyþór Gunnarsson (keyboard), Jóhann Ásmundsson (bass), Gunnlaugur Briem ‘Gulli’ (drum), Friðrik Karlsson ‘Frissi’ (gitar), Óskar Guðjónsson (saxophones), Bruno Mueller (gitar), Sebastian Studnitzky (trumpet, keyboard), dan Thomas Dyani (perkusi).  Selama karirnya, Mezzoforte sudah meluncurkan 15 album antara lain seperti Mezzoforte (1979), Surprise Surprise (1982), Observations (1984), Playing for Time (1989), Daybreak (1993), Forward Motion (2004), Live In Reykjavik (2007), Volcanic (2010), dan Islands (July 2012).

Tiap kali berbicara jazz, nama Mas Wahyudiono selalu saja berkelebat.  Setahu saya dia menggemari (bahkan memahami) semua jenis music, termasuk jazz.  Saya membayangkan, beliau akan dengan khusyu menyaksikan acara ini kemudian dengan kalimat singkat akan mengapresiasi pagelaran tersebut.

Darisitulah tiba-tiba saya jadi tergelitik untuk melengkapi file music Mezzoforte yang dua tahun lalu saya mendaptakan dari Mas Wahyu. Sekali  lagi, saya bukanlah pengamat music ataupun penikmat. Juga bukan praktisi music. Saya hanya sedang berusaha mendengarkan music dengan cara saya sendiri

Hal lain, yang membuat saya memposting Mezzoforte adalah kerinduan saya pada sosok gagah teman saya tersebut.  Satu hal lagi, karena saya tidak mungkin bias menyaksikan pentas Mezzoforte, maka mendengarkan, cukuplah.

Beruntung  saya menemukan link dari beberapa album Mezzoforte yang bisa saya unduh untuk “belajar” mendengarkan.  Jika anda suka, silahkan download di link berikut:

  1. Mezzoforte – Daybreak
  2. Mezzoforte – Forward Motion
  3. Mezzoforte – Mezzoforte
  4. Mezzoforte – Monkey Fields
  5. Mezzoforte – No Limits
  6. Mezzoforte – Observations
  7. Mezzoforte – Octopus
  8. Mezzoforte – Playing for Time
  9. Mezzoforte – Rising
  10. Mezzoforte – Surprise Surprise
  11. Mezzoforte – Volcanic