Arsip Blog

Seri Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani

Serial Syeh Jangkung kali ini adalah hasil link saya ke Blg’e NangAgus. Mas Kenang Agus, satu dari sedikit pendidik kita yang concern di bidang IT.  Dialah yang memberikan ijin kepada saya untuk membuat link ke Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani setelah beberapa waktu saya kesulitan mendapatkan kasetnya.

Masih ingat serial Syeh Jangkung Ontran-ontran Cirebon? Ketika itu diceritakan Saridin menikahi Rohayati, Putri Sultan Cirebon.  Dari pernikahan itu, lahir anak laki-laki yang diberinama : Kasan Haji.  Akan tetapi,  sejauh ini Ibu dan Kakeknya masih merahasiakan tentang siapa sebenarnya ayah Kasan Haji. Ketika menjelang dewasa, keinginan Kasan Haji untuk bertemu dengan ayahnya tak terbendung lagi.  Maka atas ijin Sultan Cirebon berangkatlah Kasan Haji bersana Rohayati, ibunya untuk mencari Saridin (Syeh Jangkung) ke Miyono, Pati.

Di Alas Roban, Windu Legkoro, Raja jin di wilayah itu, merasa sangat kecewa ketika mendapat laporan anak buahnya saat di perintahkan untuk membuat kekacauan di Mataram.  Retno Jinoli putri Mataram yang menjadi target untuk diganggu oleh anak buah Windu Lengkara mendapat perlindungan oleh seorang sakti yang bernama Saridin (Syeh Jangkung).  Windu Lengkara merasa sangat penasaran atas kesaktian Saridin yang telah berhasil mengalahkan anak buahnya.  Itulah sebabnya, dengan menyamar sebagai manusia, dia bermaksud ke Miyono, untuk menjajal kesaktian Saridin.

Ditengah perjalanan, Windu Lengkara bertemu dengan Kasan Haji dan rombongannnya.  Ketika memandang Rohayati muncul hasrat Windu untuk memperisteri isteri Saridin itu. Tentu saja Rohayati menolak dan dengan sekuat tenaga Kasan Haji berusaha melindungi ibunya.

Jika anda telah mengikuti serial Syeh Jangkung, Bedahing Ngerom pasti anda sudah tahu apa, siapa dan bagaimana Retno Jinoli itu.  Akan tetapi pertanyaannnya adalah bagaimana upaya Rohayati untk mengantar aKasan Haji menemui Saridin? Mampukan Kasan Haji melindungi Ibunya dari upaya jahat Windu Lengkara?  Kenapa serial Syeh Jangkung kali ini berjudul Sultan Agung Tani?  Untuk menjawab pertanyaan itu, kami persilahkan anda untuk mengikuti Serial ini sampai tuntas.

File ini saya peroleh dari Mas Kenang Agus, seorang pendidik dari Purwodadi yang disela kesibukannnya mempersiapn Ujian Nasional, masih sempat ngopeni blog Blog’e NangAgus.Olah karena itu, pada kesempatan ini saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Mas Kenang Agus ats segala upayanya dalam nguri-uri budaya jawa (khususnya Kethoprak).

Masih ada 2 lakon lagi dari keseluruhan sekuel Syeh Jangkung ini yang belum saya posting, yaitu Lulang Kebo Landoh dan Saridin Lahir.  Untuk Lulang Kebo Landoh sudah saya siapkan dan akan saya posting tidak lama lagi.  Sedangkan untk Saridin Lahir, sejauh ini saya belum menemukan kasetnya.

Untuk serial ini, masih dari Kethoprak Sri Kencana, Pati, dengan dukungan pemain yang tak berbeda dari seri-seri sebelumnya.

Download Ketoprak Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani

  1. Saridin Sultan Agung Tani 1a
  2. Saridin Sultan Agung Tani 1b
  3. Saridin Sultan Agung Tani 2a
  4. Saridin Sultan Agung Tani 2b
  5. Saridin Sultan Agung Tani 3a
  6. Saridin Sultan Agung Tani 3b
  7. Saridin Sultan Agung Tani 4a
  8. Saridin Sultan Agung Tani 4b

Admin: Mewakili rekan-rekan sutresna budaya, saya mengucakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada Mas NangAgus atas dedikasinya dalam nguri-uri budaya jawa.  Ditunggu untuk cerita-cerita yang lain.

Wahyudiono, DVD Wayang dan Kethoprak

Setengah bulan lalu (dalam bayangan saya, tentu) Mas Wahyudiono mendaratkan pesawatnya di Bandara Adisumarmo Surakarta. Lalu setelah meakukan prosedur tetap sebagai Kapten Pilot, dia keluar dari Bandara menuju Hotel Sahid tempat transit kru pesawat. Setelah telepon kesana kemari (terutama ke keluarga dan jagoan-jagoan kecilnya) dia beristirahat sejenak untuk kemudian menghubungi rekan-rekannya. Karena dalam gambaran saya, dia adalah type lelaki yang tak bisa berdiam diri tanpa kawan.  Itulah sebabnya, kendati dalam guyuran gerimis, tetap saja dia nongkrong hik susu segar She Jack.

Yang tak tergambarkan oleh saya adalah bagaimana dia menenteng amplop besar berisi DVD Wayang Kulit dan Ketoprak hanya untuk diserahkan kepada saya. Payahnya, hanya karena alasan yang sangat sederhana saya tak bisa menemuinya yang telah keraya-raya (bahkan dalam kapasitasnya sebagai Kapten Pilot) membawa DVD itu melanglang dunia.

Sampai batas waktu 12 jam yang diberikan kepadanya habis, saya tak juga bisa menemuninya. DVD itu dititipkan Mas Joni, rekannnya untuk bisa saya ambil sewaktu-waktu. Lebih buruk lagi, saya yang tinggal mengambil tak juga bisa menyempatkan diri menemui Mas Joni yang dengan sepenuh hati menyimpan DVD itu.

Akhirnya, saya tak bisa kompromi lagi kepada diri saya sendiri untuk segera menemui Mas Joni untuk mengambil DVD itu. Maka ketika Mas Joni memberikan waktu kepada saya, rindhik asu digitik, saya segera memenuhi perintahnya untuk menunggu di depan Stadion Manahan. Lelaki ganteng itu menemui saya tepat pada pukul 14.00 WIB dan menyerahkan 1 sampul berisi DVD sambil menyampaikan salam dari Mas Wahyudiono kepada saya.

Tak tahan hati saya untuk menunggu sampai dirumah. Segera setelah Mas Joni hilang ditikungan, saya buka amplop itu. Benar saja!!! Didalamnya berisi DVD Video Wayang dan Kethoprak, antara lain:
1. Video Wayang Kulit Anom Suroto, Sudamala 8 CD
2. Video Kethoprak Siswa Budaya , Jaka Tingkir 2 CD
3. Video Kethoprak Siswa Budaya , Madrim Sayembara 2 CD
4. Video Kethoprak Siswa Budaya , Ande-ande Lumut 2 CD
5. Video Kethoprak Siswa Budaya , Cinde Laras 2 CD
6. Video Kethoprak Siswa Budaya , Sri Huning Mustika Tuban 2 CD

Setelah tiba dirumah langsung saya putar dan saya nikmati. Tiga hari kemudian, tuntas sudah semua judul saya nikmati. Tak banyak komentar bisa saya berikan karena dari aspek materi jelas bukan level saya mengomentari karya-karya besar itu. Sedang dari aspek teknis, semua file yang berada di CD tersebut benar-benar perfect. Jernih dengan audio yang manis. Pendeknya, semua pamberian Mas Wahyudiono, sangat enak dinikmati.

Pada saatnya semua file itu pasti akan saya posting untuk anda nikmati. Akan tetapi harus disadari bahwa bandwidh dan akses internet yang lambat membayangi saya. Oleh karenanya format filenya saya convert ke format 3gp agar anda mudah mendownloadnya dengan konsekuensi anda akan kehilangan kualitas gambar dan suaranya.

Tak mengapa. Seperti kata pepatah, bahwa salah satu alasan kenapa banyak buku hilang dari perpustakaan adalah karena kebanyakan dari kita lebih mudah menahan buku daripada menahan isinya, maka lsaya fikir lebih baik saya menahan isi dan semua kenangan dari DVD itu daripada sekadar menahan phisik DVDnya.  Maka atas ijin Mas Wahyudiono pula DVD itu akan saya estafet kepada anda secara phisik dengan menggunakan jasa Pos. Anda bisa mengetahui dimana posisi DVD itu dengan membaca komentar di halaman ini. Jika anda menginginkan untuk menikmati paringan Mas Wahyudiono, kami persilahkan untuk menulis komentar. Selanjutnya saya akan nyentil kepada rekan yang tengah membawa DVD itu untuk diestafet kepada anda, demikian seterusnya.

Semoga dengan begitu akan mempererat tali silatuirahmi antara para sutresna budaya. Semoga!

Ketoprak Mataram, HAMENGKUBUWANA I

HB1Bumi Sukawati yang di berikan oleh Susuhunan Pakubuwana II kepada Pangeran Mangkubumi sebanyak 2000 karya dianggap oleh sebagian para pangeran dan tumengung  terlalu luas yang apabila dibiarkan akan menimbulkan rasa iri yang pada gilirannnya bisa menjatuhkan wibawa Susuhunan Pakubuwana II.  Hal ini dikemukakan oleh Patih Pringgalaya ketika pasowanan agung Kasunanan Surakarta.

pangeran mangkubumiSayangnya, Pakubuwana II termakan oleh hasutan Patih Pringalaya tersebut dan memutuskan untuk mengurangi Tanah Hak milik Mangkubumi sebanyak 1000 karya dan sekaligus diberikan kepada patih Pringgalaya.

Pada saat yang sama datang Residen Hongdorf atas nama Gubernur Hindia Belanda di Batavia untuk membicarakan balas jasa yang harus diberikan oleh Susuhunan Pakubuwana II kepada Kompeni ketika membantu Geger Pacinan beberapa saat sebelumnya.  Adapun syarat yang dimajukan oleh Hongedorf antara lain:

  1. Pekalongan sampai Jepara harus disewakan kepada Kompeni
  2. Susuhunan Pakubuwana II mengijinkan Bengawan Solo digunakan oleh Belanda untuk memasukkan kapal dagang mereka.
  3. Penggantian tahta Kasunanan harus mendapat persetujuan Gubernur JenLambang_Pakubuwanaderal Belanda.
  4. Untuk menjaga keselamatan Pakubuwana II, Kumpeni bermaksud membangun beteng pertahanan di sekitar keraton Kasunanan.

Sekali lagi, Pakubuwana II termakan hasutan Patih Pringgalaya dan menandatangani perjanjian yang dibuat oleh Hongedorf tersebut.  Kemudian hari ternyata kesalahan ini berdampak pada sejarah panjang Kasunanan Surakarta Hadiningrat.  Tentu saja Mangkubumi menolak keputusan yang dibuat secara sepihak oleh Susuhunan Pakubuwana II dan akan mempertahankan Bumi Sukawati, bukan saja dari Pakubuwana II tetapi juga dari Kumpeni Belanda.

LambangHBKetika mangkubumi secara terang-terangan bermaksud meninggalkan keraton, Susuhunan Pakubuwana II justru memberikan restu dan menyerahkan 2 buah tombak untuk dipilih oleh Mangkubumi sebagai senjata dalam melawan Belanda.  Mangkubumi memilih tombak ditangan kiri Pakubuwana II yang ternyata itulah Tombak Kyai Plered.  Seperti kita ketahui, siapapun yang mampu menerima Kyai Plered, dialah yang mampu menerima “wahyu ratu”

Kisah panjang ini terangkai dengan sangat indah dan runtut oleh Keluarga Ketoprak Mataram Kodam VII Diponegoro pimpinan Bagong Kussudiharjo dengan dukungan pemain yang tak diragukan lagi kemampuan dan penjiwaannnya:

  1. Sunan Pakubuwana II :    Marjiyo
  2. Patih Pringgalaya:    Mujiman AP
  3. Tumenggung Martakusuma :    Darmaji
  4. Tumenggung Sindunegara :    Sukiryanto
  5. Tumenggung Martalegawa  :    Ngadena
  6. Kunthing :    Miyanto
  7. Pangeran Mangkubumi:    Widayat
  8. Mas Ayu Tejawati   :    A. Poniyah
  9. Rara Ayu Asmarawati  :    Marsidah, BSc
  10. Kyai Dipasanta :    IG Wahana
  11. Tumenggung Jaya Kartika Dhelo :    Pujaleksana
  12. Suwandi Suryanegara :    Anjarwani
  13. Ki Jadrana  :    Cokrodiharjo
  14. Mertakusuma :    Lamido
  15. Rangga Wirasentika :    Kasimin
  16. Emban :    Siti Hasiyah
  17. Nyi Paridan Martapura  :    Sumilah
  18. Paridan Martapura :    Mugiharjo
  19. Residen Hongedorf:    Rukiman Nuryapangarsa

Download MP3 Ketoprak Mataram Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro

  1. Hamengkubuwana I_01_1
  2. Hamengkubuwana I_01_2
  3. Hamengkubuwana I_01_3
  4. Hamengkubuwana I_02_1
  5. Hamengkubuwana I_02_2
  6. Hamengkubuwana I_02_3
  7. Hamengkubuwana I_03_1
  8. Hamengkubuwana I_03_2
  9. Hamengkubuwana I_03_3
  10. Hamengkubuwana I_04_1
  11. Hamengkubuwana I_04_2
  12. Hamengkubuwana I_04_3

Klik disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA