Arsip Blog

Ari Gunawan dan Tony Hartono

Selepas Sholat Jumat di Kartosuro, saya sempatkan mampir untuk berburu kaset  bekas di tempat yang sudah saya kenal sejak 3 bulan terakhir, Pasar Klitikan Notoharjo.  Saya merasa perlu untuk langsung ketempat ini mengingat besok pagi sudah masuk ramadhan.  Entah kenapa sejak dulu saya terbiasa tidak keluar rumah pada hari pertama puasa.

Begitu berhadapan dengan tumpukan kaset bekas, saya langsung hanyut dengan macam-macam judul yang ada disitu, sampai saya tidak menyadari bahwa selain saya masih ada seorang lagi yang dengan “khusyu’” membolak balik kaset sembari mencocokkan isi dengan sampulnya sambil sesekali memukul-mukulkan kaset ke telapak tangan untuk memastikan pakah masih Bbisa berputar.

Tak berapa lama, kamipun hanyut dalam pembicaraan seputar kaset jadul, wayang, ketoprak, keroncong dan sesekali masalah bebek.  Ya, bebek.  Lelaki ini adalah Ari Gunawan pemilik http://www.bandarbebek.com/home.htm yang juga berpengalaman di bidang broadcasting, disamping kesukaannya ngopeni kaset bekas.  Pembicaraan makin meruncing manakala saya mengetahui bahwa ia adalah kemenakan langsung Si Walang Kekek, Ibu Hj. Waldjinah.

Belum lagi usai kami berbincang datang lagi seorang lelaki yang belakangan kami kenal sebagai Mas Tony Hartono, seorang prakstisi radio siaran yang ada di Surakarta.  Kedatangannya tak jauh berbeda dengan tujuan kami , hanya dia lebih spesifik untuk mencari albumnya Shakatak yang ternyata telah lengkap dikoleksi Ari Gunawan.

Pembicaraan mulai merungerucut dari masalah, bebek, radio, pemancar, web, seni, budaya (bahkan politik) ke Kaset Ketoprak.  Upaya saya untuk menggiring pembicaraan ke masalah kekurangan materi ketoprak di blog ini berhasil.  Ada secercah harapan bahwa kerinduan saya akan Ketoprak mendapat respon dari dua orang lelaki hebat yang saya kenal hari ini.

Ketika matahari tergelincir, kami berdiri untuk berpisah dengan satu komitmen untuk menggali kembali hasil karya seni anak bangsa yang nyaris tak terdengar gaungnya.  Semoga!!!

PERMOHONAN MAAF PERLU SAYA SAMPAIKAN KEPADA  ANDA BERDUA, BARANGKALI SECARA TAK SENGAJA TELAH BERBUAT SALAH PADA PERTEMUAN PERTAMA.

KEPADA SEMUANYA:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA. SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA KITA SEMUA.

Ki Narto Sabdo, Pendhawa Ngenger

Logo HUT RI ke 64WAYANG KULIT MP3
Lakon : Pendhawa Ngenger
Dalang : Ki Narto Sabdo
Format : MP3, 122 kbps 44100 (16 file tamat)
Sumbangan : Bp. Widjanarko Jogja

Abilawa

SINOPSIS PANDHAWA NGENGER

Oleh : Widjanarko

Widjanarko KokoDalam pisowanan agung di Negara Hasitina , yang dihadiri oleh para petinggi kerajaan tersebut diantaranya Resi Bisma, Pendita Durna, patih Sengkuni, adipati Karno dan lain2 memikirkan masa depan kerajaan Hastina dalam menghadapi musuh bebuyutannya yaitu Pandawa. Duryudono sang raja menganggap bahwa Pendita Durna tdk adil dalam memberikan ilmu kadigdayan bagi sanak saudaranya, pendita Durna dianggap oleh Duryudono pilih kasih dalam memberikan ilmunya.Tapi dengan ikut bicaranya adipati Karno timbulah semangat angkara murka sang Duryudana untuk berbuat licik kepada saudara saudaranya sendiri yaitu Pandawa. Tetapi Adipati Karno tidak sependapat dengan rencana licik yang akan dibuat oleh Duryudono yang dianggap jauh dari peri kemanusiaan, sampai sampai Adipati Karno walk out dari pasewakan agung.

matswapatiDidorong oleh sang maha patih Sengkuni sang maha julik maka Prabu Duryudana mengadakan perjamuan dengan mengundang anggota keluarga Pendawa yang masih menjalani hukuman atas kekalahannya bermain dadu, dengan jamuan makanan bekas dan minuman memabukkan. Karena pengaruh minuman terjadilah perang antara kedua belah pihak, sebelum terjadi korban datanglah Destarata melerai peperangan tersebut. Oleh Destarata Pandawa diminta untuk menyingkir dari Astina agar peperangan tidak berlanjut, akan tetapi pihak Kurawa walaupun sudah dicegah oleh adipati Karno tetap saja mengejar Pandawa untuk dihabisi.

Pada adegan goro goro Harjuna yang diikuti oleh para punokawan, dikisahkan Harjuna kedatangan dewa/ betara Indra atas prakarsa betara Indra Harjuna diajak ke kahayangan. Di Kayangan Harjuna dipertemukan oleh beberapa betari salah satunya adalah betari Uruwasi, melihat ketampanan Harjuna, betara Uruwasi fall in love kepada raden Harjun. Tetapi kepada betari Uruwasi, raden Harjuno yang terkenal play boy tidak tergoyahkan oleh rayuan betari Uruwasi, karena betari Uruwasi merasa terhina maka marahlah betari Uruwasi dengan mengucapkan sumpah serapah agar kelaki lakian Harjuno tidak berfungsi ( tentunya untuk sementara waktu).

Betara IndraAtas petunjuk betara Indra, Harjuna dan saudara2nya diminta untuk suwito (ngenger) ke Kerajaan Wirata dengan menyamar sebagai orang sudra (rakyat jelata). Dengan berganti nama, Puntadewa memakai nama Kanta, Werkudoro sebagai Balawa, Harjuna sebagai Wrihatmolo, Nakula dan Sadewa sebagai Tripala dan Grantika, sedangkan Drupadi beralih nama menjadi Salindri atau Endang Malini.

Sebelum berangkat menuju kerajaan Wirata mereka berganti busana layaknya rakyat jelata dan yang menarik adalah busana yang dipakai raden Harjuna, dalam cerita ini ia memakai busana layaknya seorang wanita.

Di kerajaan Wirata sang patih Kencoko dan para hulu balang, antara lain Prahupo Kenco dan Rojo molo berkeluh kesah tentang kerajaan Wirata yang dipimpin oleh Prabu Matsyapati. Sang patih merasa kebesaran nama kerajaan Wirata hanya karena kehebatannya. Maka mereka merencanakan kudeta terhadap prabu Matsyapati. Ketika mereka merencanakan kudeta datanglah keluarga pendawa yang sudah berganti busana dan nama layaknya rakyat jelata. Atas perintah sang patih. keluarga pendawa tidak diperkenankan ngenger ke raja Matsyapati tetapi diminta ngenger ke Kepatihan saja. Dikisahkan patih Kencoko akan berbuat tidak senonoh terhadap Salindri atau Drupadi. Melihat kejadian ini Balawa ( Werkudara ) mendidih darahnya dan dibunuhlah Kencoko.

Terbunuhnya patih Kencoko tidak menjadikan marahnya prabu Matsyapati, tetapi malah diterimanya keluarga pendawa sebagai abdi di kerajaan Wirata tersebut.

Adapun file Pandhawa Ngenger dengan dalang Ki Nartosabdo, dapat anda nikmati disini:

  1. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 01
  2. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 02
  3. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 03
  4. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 04
  5. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 05
  6. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 06
  7. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 07
  8. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 08
  9. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 09
  10. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 10
  11. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 11
  12. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 12
  13. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 13
  14. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 14
  15. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 15
  16. Ki Nartosabdo, Pandhawa Ngenger 16 (tamat)

Catatan:

  1. Cerita dan file ini sebenarnya sudah bisa dinikmasti di Wayang Prabu.com akan tetapi karena berat menerima amanah dari Bp. Wijanarko untuk mengupload file ini, maka tanpa bermaksud mrang tatal mbabak hanganyari, saya upload lagi untuk anda dengan harapan semakin banyak sutresna wayang kulit bisa menikmati karya hebat dari seniman yang tak ada duanya, Ki Nartosabdo.
  2. Lakon ini semula terdiri dari 5 file dalam format ZIP dengan basar file masing-masing 90 MB, maka tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan kepada Bp. Widjanarko, fili zip tersebut saya udhari dan saya upload lagi menjadi 16 file dengan besar rata-rata 24 MB dengan harapan mempermudah mereka yang koneksi dan bandwidh internetnya kecil.
  3. Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada Bp. Widjanarko dan Mas Edy L atas sgala dedikasinya dalam nguri-uri karya besar ki Narto Sabdo.

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Sasrawindu

Sasrawindu_soloKeberhasilan para pandhawa, betul-betul merupakan sebuah siksaan batin bagi Prabu Duryudana berikut para kurawa, sehingga kehadiran Prabu Sasrawindu –anak dari mendiang Prabu Kangsadewa- dari kerajaan Engkapura (Cempapura), merupakan obat bagi Raja Astina ini.  Karena selain ingin berguru kepada Pendhita Durna, Sasrawindu juga bersedia membantu Kurawa melenyapkan Pandhawa.  Gayung bersambut, Sasrawindu juga bermaksud melenyapkan Prabu Baladewa dan Prabu Kresna yang telah membunuh ayahnya, yaitu Prabu Kangsadewa.

Tak lama berselang, berkobar perang besar di Negara Mandura.  Prabu Baladewa dan Raden Gatutkaca dapat dilumpuhkan oleh Prabu Sasrawindu.  Peperangan segera merambat ke Dwarawati.  Tetapi saat itu Sri Kresna sedang bertapa ditunggui seekor naga dan garuda.  Namun kedua binatang inipun dapat dikalahkan oleh Sasrawindu dan berubah wujud menjadi senjata Cakrabaskara dan kembang Wijayakusuma.  Celakanya, pakaian Prabu Kresna yang tertinggal disitu dipakai oleh Sasrawindu dan menjadikannya berubah wujuh menjadi Prabu Kresna.  Sedangkan Kresna sendiri saat itu sedang menghadap Sanghyang Wenang.  Perjalanan Sasrawindu dilanjutkan ke Amarta untuk menghancurkan Pendhawa.

Bagaimana akhir serita ini?  Kami persilahkan anda untuk mengikuti MP3 WAYANG KULIT  dengan dalang KI H Anom Suroto, dengan dukungan seniwati Nyi. Tantinah, Nyi Sarwosri, Nyi Sumini, Nyi Suyatmi, Ny Sukani dan Nyi Sunyahni.

(Dikutip dari Sampul Kaset Sasrawindu)

File lakon Sosrowindu kami perembahkan untuk anda download disini…………….

  1. Anom Suroto, Sasrawindu 1
  2. Anom Suroto, Sasrawindu 2
  3. Anom Suroto, Sasrawindu 3
  4. Anom Suroto, Sasrawindu 4
  5. Anom Suroto, Sasrawindu 5
  6. Anom Suroto, Sasrawindu 6
  7. Anom Suroto, Sasrawindu 7
  8. Anom Suroto, Sasrawindu 8

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA


(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Wahyu Makutharama

Epos Besar Ramayana dan Mahabarata sebenarnya merupakan cerita yang terpisah antara satu dengan yang lain.  Ramayana ditulis oleh Valmiki kira-kira tahun 200 SM sedangkan Mahabarata baru ditulis beberapa ratus tahun kemudianoleh Viyasa.

Akan tetapi dalam versi Pustaka Raja Purwa yang banyak dijadikan referensi di Jawa, dimodifikasi seakan ada benang merah antara kedua epos tersebut.  Jelasnya, Mahabarata merupakan “kelanjutan” dari Ramayana.

Wahyu Makutharama ini  merupakan Lakon Carangan yang dirangkai sedemikian rupa untuk menemukan missing link antara Ramayana dan Mahabarata.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Anoman yang dijadikan sentral untuk merangkai kedua epos tersebut.

Nah, untuk mengurangi rasa penasaran anda bagaiman KI H Anom Suroto merangkai  epos besar tersebut, selayaknya anda mengikuti cerita ini.  Sekali lagi, banyak dalang yang telah membawakan lakon ini tetapi sebagaimana kita makan sate, kendati bahan dan bumbunya sama tetapi masing-masing tukang sate mempunyai kekhasan masing-masing yang tentunya tidak untuk dibandingkan tatapi, nikmati saja.

 

Saya persilahkan anda untuk download Lakon Wahyu Makhutharama oleh Ki H Anom Surata di ling berikut ini:

  1. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 01
  2. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 02
  3. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 03
  4. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 04
  5. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 05
  6. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 06
  7. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 07
  8. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 08
  9. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 09
  10. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 10
  11. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 11
  12. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 12
  13. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 13
  14. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 14
  15. Anom Suroto, Wahyu Makutharama 15(tamat)

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Anoman Maneges

anoman

Negara Astina kedatangan seorang pendhita sakti mandraguna bernama Resi Lomana yang kedudukannnya disejajarkan sebagai kembang etaman dengan Pendita Durna.  Lomana bukan saja menjadi pujangga keraton Astina tetapi juga menjadi guru bagi kurawa dan –bahkan- pandawa.

Lomana juga berniat mendamaikan perselisihan Pendawa dan Kurawa, mengagalkan Perang Baratayudha dan menyatukan negara Astina dan Amarta dan berbiat menjadi raja.

Menurut Lomana pula, perselisihan antara Pendhawa dan Korawa disebabkan ulah dua orang dilingkungan Pendawa, yaitu Prabu Kresna dan Semar.  Oleh karena itu, melenyapkan Semar dan Kresna menjadi target utama Resi Lomana.

Arjuna dan Wrekudara bersama para kurawa diperintahkan untuk menjalakan rencana ini.

Tentu saja rencana ini tidak pernah berhasil, tapi bagaimana ceritanya? Dan dimana peran penting Anoman sehingga dijadikan judul dari lakon ini?

Jawabnya dapat ada temukan setelah tuntas mendengarkan mp3 wayang kulit yang dibawakan dengan manis oleh dalang kondang Ki H. Anom Suroto.

File-filenya kami sediakan untuk anda download disini……………..

  1. Anom Suroto, Anoman Maneges 01
  2. Anom Suroto, Anoman Maneges 02
  3. Anom Suroto, Anoman Maneges 03
  4. Anom Suroto, Anoman Maneges 04
  5. Anom Suroto, Anoman Maneges 05
  6. Anom Suroto, Anoman Maneges 06
  7. Anom Suroto, Anoman Maneges 07
  8. Anom Suroto, Anoman Maneges 08

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

KI H. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha

 

Raden Kakrasana
Raden Kakrasana

 

Sekali lagi, ketika sepi dari kegiatan, kebiasaan saya yang gampang bosan kambuh lagi.  Dari gojeg dengan anak-anak yang nampaknya juga sudah agak bosan dengan cara saya gojeg yang begitu-begitu saja, saya beralih ke televisi.  Acara TVpun tak banyak memberikan harapan ketika sinetron ditayangkan, deba-debat yang menyesakkan hati disiarkan dan live show yang menurut saya gak patut disawang babar blas justru membuat hati semakin suntuk.

Perhatian saya beralih ke radio, dan mak klethes (saya meminjam istilah Pak Basiyo) terdengar siaran wayang kulit yang menurut saya, siapapun dalangnya, adalah merupakan hiburan alternatif yang sayang jika terlewatkan.  Setelah 5 menit mendengarkan, muncul gagasan saya kenapa tidak langsung saja direkam?  Bukankan ini mungkin akan lebih manfaat bagi banyak orang.

Setelah 10 menit mempersiapkan ubarampe rekaman yang kesemuanya ketlisut dan harus ubeng-ubengan mencari, akhirnya  operator studio rekaman siap menjalankan tugas.  Oleh karena itu, permintaan maaf perlu saya sampaikan jika rekaman ini tanpa prolog (kalau dalang bilang: ada-ada) dan  tanpa talu langsung Pathet 6 jugag.

Lebih parah lagi, durasi masing-masing file tidak sama, bahkan potong sana potong sini yang terasa sangat mengganggu tidak dapat saya hindarkan.  Semua ini terjadi karena ketika saya ketiduran waktu gara-gara dan terbangun keesokan harinya, saya temukan asisten saya Mr. Audacity Freesoftware, telah melakukan perekaman selama lebih dari 4 jam.  Setelah sholat subuh saya putar lagi untuk mencari iklan-iklannya terus tombol sakti dell bekerja tak kurang 15 kali. Jadilah file mp3 wayang kulit dengan judul yang cukup merangsang KAKRASANA WISUDHA.

Cerita ini sejatinya sama dengan Semar mBarang Janturnya Ki Nartosabdho, tetapi sebagaimana Kang Prabu menjelaskan bahwa masing-masing dalang memiliki karakter dan besutan-besutannnya sendiri, alhasil mendengarkan wayang bukan masalah kita hafal ceritanya atau tidak, tetapi lebih bagaimana kita memaknai setiap elemen yang ada di pewayangan itu.  Baik gendhing, antawacana, carangan (improvisasi) dan –tentusaja- nilai filosofis yang terkandung didalamnya atau (paling tidak) lebih baik daripada menonton acra TV seperti termehek-mehek, orang ketiga dan sejenisnya.  Atau dalam pengertian modern seperti dikatakan Gustav Tretag, bahwa seni pertunjukan (baca: teater) lebih dari sekedar hiburan semata-mata.  Hal ini tentunya berlaku juga untuk wayang kulit.

Terkait dengan rekaman saya yang gothang gangsul yang dengan bangga tetap saya persembahkan untuk anda ini, moga-moga menjadikan anda  lebih arif dan memupuk rasa kesabaran tanpa harus menyalahkan siapapun (termasuk yang ngrekam) jika ternyata anda sering terganggu jiwa dan hati anda mendengarkan hasil rekam dan editing yang tidak nyaman ini.

File-filenya disini. Selamat mendengarkan …….

  1. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 01
  2. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 02
  3. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 03
  4. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 04
  5. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 05
  6. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 06
  7. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 07
  8. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 08
  9. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 09
  10. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 10
  11. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 11
  12. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 12
  13. Anom Suroto, Kakrasana Wisudha 13

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Bima Maneges (Video)

gambar bima manegesBeberapa waktu lalu saya pernah upload Bima Maneges Ki H Anom Suroto dalam Format MP3 maka guna melengkapi, kami upload lakon tersebut dalam format VIDEO.

Pernah tersirat dalam hati saya untuk mengupload file ini melalui YOUTUBE, tetapi mengingat sebagaimana saya, beberapa rekan ada yang belum familiar dalam mendownload file di youtube, belum lagi format FLV yang seringkali tidak bisa dibuka dengan sembarang player, maka saya fikir akan lebih baik jika saya gunakan cara bodon dengan memecah file tersebut hingga dibawah 100 MB kemudian saya upload lewat 4shared, dengan konsekuensi saya harus Sign Up lagi di 4shared guna mendapatkan ruang  5 GB yang saya perkirakan bisa menampung 2 judul video wayang dengan kualitas terbaik.

Sebagaimana saya yang awam soal komputer, saya minta kepada anda untuk mengikuti logika awam saya tersebut dan saya perlu menginformasikan kepada anda beberapa langkah yang bisa anda lakukan jika berkenan download file ini.

  1. Lakon Bima Maneges ini sejatinya terdiri dari 6 keping CD dengan kapasitas masing-masing kira-kira 600MB.
  2. Setelah saya Copy dalam bentuk DAT, masing-masing CD saya beri judul Bima Maneges (A, B,C,D,E ,F)
  3. Kemudian masing masing saya Judul saya pecah dengan menggunakan software Gsplit, sehingga hasil spliternya berekstensi GSD, maka untuk masing-masing akan menjadi
    1. disk1.EXE. (Aplikasi GSplit)
    2. disk1.gsd.
    3. disk2.gsd.
    4. disk3.gsd.
    5. disk4.gsd.
    6. disk5.gsd.
    7. disk6.gsd.
    8. disk7.gsd.
    9. Dst…. dimana masing-masing judul jumlahnya tidak sama
  4. Hasil spliter tersebut kemudian kami masukkan kedalam sebuah folder dan saya upload via 4shared termasuk aplikasi Gsplitnya.
  5. Maka jika anda berhasil download 1 judul lengkap berikut aplikasinya, anda bisa kembali mggabungkan file-file tersebut menjadi 1 judul dalam format DAT, tentunya setelah di komputer anda terinstal Gsplit.
  6. Software Gsplit dapat anda download disini, atau silahkan anda download bersamaan dengan Bima Maneges A.
  7. Jika tidak masu susah-susah, file GSD bisa dibuka dengan Jet Audio maka langsung aja diputer mentah-mentah.
  8. Bingung? Ya barangkali anda juga sebingung saya dalam mencari cara ketika ingin berbagi koleksi Ki Anom Suroto umtuk  anda.

Percayalah, setelah anda bersusah payah download maka akan terasa lebih nikmat saat anda menikmati hasilnya.

Selanjutnya, saya persilahkan jika anda bermaksud mengunduh file-file tersebut.

  1. Bima Maneges A
  2. Bima Maneges B
  3. Bima Maneges C
  4. Bima Maneges D
  5. Bima Maneges E
  6. Bima Maneges F

Selamat menikati


Ki H. Anom Suroto, Bima Maneges (MP3)

BIMA

Berikut ini kami sajikan pula Lakon Bima Maneges oleh Ki H Anom Suroto yang merupakan rekaman dari pertunjukan langsung (bukan rekaman studio)

Dari file mP3 tersesebut sebenarnya saya ingin mengupload File Videonya juga, tetapi karena saya kesulitan untuk memecah filenya yang hampir 1 GB tersebut, keinginan saya untuk menyajikan sabetan Mas Pamungkas Bayu Aji  jadi tertunda untuk  beberpa saat.

Insya Allah, jika ada para sutresna yang bersedia membantu pasti akan lebih cepat sampai ke harddisk anda.

Berikut file Bima Maneges MP3 untuk anda download

  1. Anom Suroto, Bima Maneges 1
  2. Anom Suroto, Bima Maneges 2
  3. Anom Suroto, Bima Maneges 3
  4. Anom Suroto, Bima Maneges 4
  5. Anom Suroto, Bima Maneges 5
  6. Anom Suroto, Bima Maneges 6

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

Ki H. Anom Suroto, Abimanyu Lahir

Alkisah.  ketika Prabu Kresna mendapat undangan dari Arjuna perihal Kelahiran Anak I Dewi Wara Subadra, Negara Dwarawati sedang mendapat ancaman perang dari Prabu Jaya Murcita raja Plangkawati ,

Ancaman perang dari Raja Plangkawati tersebut didasari atas dendam ketika kakak Jaya Murcita yaitu Jaya Seti yang harus mati ditangan Arjuna setelah Jaya Seti  gagal mengawini Wara Subadra.  Disamping itu juga atas bujukan Jim Damdarat yang merasa dendam karena Rajanya, yaitu Jin Yudhistira harus menyerah kepada Puntadewa dan menyerahkan Kerajaan Amarta kepada Pandawa.

Pada saat yang sama, kahyangan geger akibat bertapanya Raden Werkudara dalam upaya mencari Wahyu Widayat yang merupakan Wahyuning Ratu dan karena jerih payahnya, Werkudara berhasil mendapatkan Wahyu Ratu tersebut.

Sayangnya, terdorong terlalu bahagia atas kelahiran anak pertama Arjuna, Werkudara melanggar wewalwer yang berakibat berpindahnya Wahyu Widayat dari Werkudara kepada Abimanyu.

Kendati ripping audio yang saya hasilkan jauh dari memuaskan ditambah lagi adanya bolong-bolong disana sini karena kaset aslinya yang memang sudah tak berfungsi, akan tetapi karena KI H Anom Suroto membawakannya dengan nyaris sempurna, tetap saja enak dinikmati.

Alhasil, jika ada suara krusek-krusek dan pletak pletok saat mendengarkan rekaman ini, tidak terasa mengganggu tetapi justru terasa seperti mendengarkan wayang kulit sambil menikmati jagung bakar, anggap saja begitu.

Untuk menikmatinya, silahkan download filenya disini……………………

  1. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 01
  2. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 02
  3. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 03
  4. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 04
  5. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 05
  6. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 06
  7. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 07
  8. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 08
  9. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 09
  10. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 10
  11. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 11
  12. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 12
  13. Anom Suroto, Abimanyu Lahir 13

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)

MP3 Wayang Kulit

gunungan

gunungan

Kadangkala muncul kerinduan kita pada pagelaran wayang kulit yang sekarang mulai jarang bisa kita saksikan.  tetapi kadang mendengar bisa lebih nikmat daripada melihat, oleh karena itu bagi anda yang suka wayang kulit, berikut kami siapkan beberapa judul untuk anda nikmati.

Materi ini terkumpul dengan berbagai upaya mulai dengan convert manual dari pita kaset ke digital, sumbangan teman-teman dan paringan dari Mas Prabu.  Jika di blog ini dirasa masih kurang kami antar anda untuk menikmati (bila dipandang perlu, ngunduh) milik Mas Prabu.

Berikut ini kami siapkan untuk anda bebera Lakon Wayang Kulit dalam format MP3 disini…….

Selamat Menikmati

Klik Disini, MUNGKIN ANDA ORANGNYA

(Terima kasih anda telah mampir di blog ini. Jika sudah berhasil download file kami, mohon tinggalkan komentar untuk perbaikan selanjutnya)