Arsip Blog

Ketoprak Wahyu Manggala – Babad Kajen (Pati)

Secara tak terduga, Mas Sutamto Totok dari Pati satu dari sedikit pendidik kita yang concern terhadap dunia IT disamping tetap konsisten nguri-uri budaya dan seni jawa, memberikan link untuk sebuah lakon yang seringkali ditanyakan banyak rekan, yaitu BABAD KAJEN.  Kiriman ini menjadi semakin menarik manakala group kethoprak yang membawakannnya adalah Wahyu Manggala, salah satu yang terbaik di Pati dan sekitarnya.  Lebih menggembirakan lagi, Mas Sutamto Totok memberikan link tersebut, sekaligus menuliskan sinopsisnya. Wuihhh!!!

Daripada mbalung jagung langsung saja file dan sinopsis itu, saya persembahkan untuk anda nikmati.

BABAD KAJEN, PATI

oleh : Sutamto Totok

Ahmad Mutamakkin hidup dan berkiprah pada masa Pemerintahan Kerajaan Solo – antara tahun 1719-1749 dan mengalami dua macam penguasa yaitu Amangkurat IV dari Kartasura dan Pakubuwono II di Surakarta. Beliau terlibat dalam perdebatan seru ketika diadili oleh Katib Anom, semacam menteri agamanya, Amangkurat IV.

Pemeriksaan pandangan-pandangan beliau oleh Katib Anom, yang notabene cucu Sunan Kudus, direkam dalam sebuah tembang Kraton yang berjudul Serat Cebolek. Serat atau risalah (arab) yang menggunakan bahasa Sastra Jawa tingkat tinggi itu ditulis oleh Raden Ngabehi Yasadipura I (sebagai orang Kraton).

Serat itu mengisahkan tentang seorang kyai mistik pengikut teori “Wahdatul Wujud” (kesatuan wujud), yakni Kyai Mutamakkin. Pandangan kiai ini dianggap sebagai “gangguan” oleh penguasa resmi di Keraton Surakarta, yang dalam hal ini diwakili oleh Katib Anom. Terjadilah pengadilan atas Kyai Mutamakkin yang juga dikenal sebagai Kiai Cebolek itu. Salah satu tuduhan yang diarahkan kepadanya adalah kegemarannya untuk menonton wayang kulit, terutama dengan lakon Bima Sakti / Dewa Ruci

Babad Kajen_1
Babad Kajen_2
Babad Kajen_3
Babad Kajen_4
Babad Kajen_5

Admin: Mewakili rekan-rekan sutresna budaya seni kethoprak, saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Sutamto Totok atas berkenannnya membagi link sekaligus memberikan sinopsis lakon Kethoprak Babad Kajen oleh Group Kethoprak Wahyu Manggal.  Ditunggu untuk cerita dan file-file selanjutnya……

Untuk http://pendekarjawa.wordpress.com/serat-cebolek/ terima kasih dan mohon ijin link Serat Cebolek.

Seri Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani

Serial Syeh Jangkung kali ini adalah hasil link saya ke Blg’e NangAgus. Mas Kenang Agus, satu dari sedikit pendidik kita yang concern di bidang IT.  Dialah yang memberikan ijin kepada saya untuk membuat link ke Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani setelah beberapa waktu saya kesulitan mendapatkan kasetnya.

Masih ingat serial Syeh Jangkung Ontran-ontran Cirebon? Ketika itu diceritakan Saridin menikahi Rohayati, Putri Sultan Cirebon.  Dari pernikahan itu, lahir anak laki-laki yang diberinama : Kasan Haji.  Akan tetapi,  sejauh ini Ibu dan Kakeknya masih merahasiakan tentang siapa sebenarnya ayah Kasan Haji. Ketika menjelang dewasa, keinginan Kasan Haji untuk bertemu dengan ayahnya tak terbendung lagi.  Maka atas ijin Sultan Cirebon berangkatlah Kasan Haji bersana Rohayati, ibunya untuk mencari Saridin (Syeh Jangkung) ke Miyono, Pati.

Di Alas Roban, Windu Legkoro, Raja jin di wilayah itu, merasa sangat kecewa ketika mendapat laporan anak buahnya saat di perintahkan untuk membuat kekacauan di Mataram.  Retno Jinoli putri Mataram yang menjadi target untuk diganggu oleh anak buah Windu Lengkara mendapat perlindungan oleh seorang sakti yang bernama Saridin (Syeh Jangkung).  Windu Lengkara merasa sangat penasaran atas kesaktian Saridin yang telah berhasil mengalahkan anak buahnya.  Itulah sebabnya, dengan menyamar sebagai manusia, dia bermaksud ke Miyono, untuk menjajal kesaktian Saridin.

Ditengah perjalanan, Windu Lengkara bertemu dengan Kasan Haji dan rombongannnya.  Ketika memandang Rohayati muncul hasrat Windu untuk memperisteri isteri Saridin itu. Tentu saja Rohayati menolak dan dengan sekuat tenaga Kasan Haji berusaha melindungi ibunya.

Jika anda telah mengikuti serial Syeh Jangkung, Bedahing Ngerom pasti anda sudah tahu apa, siapa dan bagaimana Retno Jinoli itu.  Akan tetapi pertanyaannnya adalah bagaimana upaya Rohayati untk mengantar aKasan Haji menemui Saridin? Mampukan Kasan Haji melindungi Ibunya dari upaya jahat Windu Lengkara?  Kenapa serial Syeh Jangkung kali ini berjudul Sultan Agung Tani?  Untuk menjawab pertanyaan itu, kami persilahkan anda untuk mengikuti Serial ini sampai tuntas.

File ini saya peroleh dari Mas Kenang Agus, seorang pendidik dari Purwodadi yang disela kesibukannnya mempersiapn Ujian Nasional, masih sempat ngopeni blog Blog’e NangAgus.Olah karena itu, pada kesempatan ini saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Mas Kenang Agus ats segala upayanya dalam nguri-uri budaya jawa (khususnya Kethoprak).

Masih ada 2 lakon lagi dari keseluruhan sekuel Syeh Jangkung ini yang belum saya posting, yaitu Lulang Kebo Landoh dan Saridin Lahir.  Untuk Lulang Kebo Landoh sudah saya siapkan dan akan saya posting tidak lama lagi.  Sedangkan untk Saridin Lahir, sejauh ini saya belum menemukan kasetnya.

Untuk serial ini, masih dari Kethoprak Sri Kencana, Pati, dengan dukungan pemain yang tak berbeda dari seri-seri sebelumnya.

Download Ketoprak Serial Syeh Jangkung, Sultan Agung Tani

  1. Saridin Sultan Agung Tani 1a
  2. Saridin Sultan Agung Tani 1b
  3. Saridin Sultan Agung Tani 2a
  4. Saridin Sultan Agung Tani 2b
  5. Saridin Sultan Agung Tani 3a
  6. Saridin Sultan Agung Tani 3b
  7. Saridin Sultan Agung Tani 4a
  8. Saridin Sultan Agung Tani 4b

Admin: Mewakili rekan-rekan sutresna budaya, saya mengucakan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada Mas NangAgus atas dedikasinya dalam nguri-uri budaya jawa.  Ditunggu untuk cerita-cerita yang lain.